Mengenal Konsep AKU

Oleh : Arief Maulana

Secangkir kopi susu menemani sore saya yang cukup panas di Cilegon. Entahlah, belakangan udara disini ngga seperti kemarin-kemarin. Biasanya mendung atau bahkan hujan. Kali ini cerah dan panas. Inilah Cilegon yang sesungguhnya, hihihi…

Lantunan lagu I Want To Break Free yang pernah dibawakan oleh band Dewa, mengingatkan saya pada saat masih kuliah dulu. Terutama ketika saya aktif menjalankan tugas sebagai Pemandu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiwa (LKMM) di Kampoes Perdjoeangan ITS Surabaya.

LKMM ITS
LKMM ITS

Diantara sekian banyak materi yang terangkum dalam Kurikulum LKMM (dibuat oleh DIKTI), ada 1 materi yang ingin sekali saya bagikan disini. Barangkali bisa berguna untuk rekan-rekan, terutama dalam setiap upaya pencapaian goal ataupun target yang sudah ditetapkan. Materinya adalah AKU.

AKU adalah singkatan dari kata AMBISI, KENYATAAN, dan USAHA. Beberapa dari rekan-rekan mungkin sudah pernah mendapatkan materi ini dari pelatihan ataupun seminar. 3 hal ini saling berkaitan satu sama lain. Dan ini bisa menjadi media introspeksi kita, tentunya untuk membantu pencapaian hasil yang lebih maksimal.

A  M  B  I  S  I

Ambisi bisa diartikan sebagai keinginan yang besar untuk memperoleh atau mencapai sesuatu. Ketika kita memiliki suatu goal atau tujuan di akhir, maka pertanyaan berikutnya seberapa besar keinginan kita untuk mencapainya. Mereka yang hanya sekedar-sekedar saja dalam menginginkan goalnya tentu saja pada akhirnya yang dicapai juga hanya sekedar-sekedar, tidak bisa maksimal.

Lantas apa bedanya ambisi dengan motivasi? Jika ambisi adalah keinginan yang begitu kuat untuk mencapai sesuatu, maka motivasi adalah hal-hal yang mendorong kita untuk mewujudkan ambisi itu tadi. Ambisi tanpa motivasi biasanya hanya akan tumbang di tengah jalan.

Hubungan antara goal, ambisi, dan motivasi bisa dianalogikan seperti ketika kita hendak bepergian ke suatu tempat, katakanlah Dream City. Maka Dream City bisa dibilang sebagai goal. Nah, letak ambisi adalah pada keinginan kita. Kita bener-bener ingin atau tidak pergi ke Dream City. Sedangkan motivasi lebih kepada bahan bakar atau perbekalan. Cukup ngga sih, bekal kita untuk pergi ke Dream City. Kalau bekal habis di jalan ya wassalam…

Ambisi
Ambisi

K E N Y A T A A N

Kenyataan bahasa gampangnya adalah kondisi atau keadaan Anda saat ini. Kalau dikaitkan dengan ambisi, kenyataan lebih pada faktor-faktor yang mempengaruhi peluang keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang menjadi ambisi kita.

Goal ada, ambisi besar, tapi kenyataan yang ada tidak mendukung akan sulit untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu kita perlu mengenali kenyataan yang ada pada diri kita. Sudah sesuaikah dengan ambisi kita? Jangan-jangan cuma ambisinya saja yang besar.

Ada banyak cara untuk menganalisis kenyataan ini. Salah satu metode yang cukup populer adalah dengan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat. Lebih lanjut mengenai SWOT bisa Anda baca ulasannya disini.

SWOT Analysis
SWOT Analysis

Dengan menganalisis kenyataan yang ada, maka kita bisa mengoptimalkan point selanjutnya yaitu… USAHA!

U  S  A  H  A

Usaha dalam konteks materi AKU adalah upaya atau kegiatan yang dilakukan untuk mencapai ambisi. Mari coba kita kaitkan dengan point kedua, yaitu kenyataan.

Pada saat kita menganalisis kenyataan yang ada, maka akan kita dapati beberapa kelemahan yang mungkin menjadi penghalang dalam pencapaian suatu ambisi. Disini ada 2 sikap yang bisa kita ambil. Pertama adalah mengganti ambisi dan goal yang sudah ditetapkan. Kedua adalah mencari solusi atas kekurangan tersebut, dan menjadikannya kekuatan untuk mendukung kita mencapai goal.

Biasanya, ketika kita sudah sangat menginginkan sesuatu, sangat jarang langkah pertama ditempuh. Namanya juga sangat menginginkan sesuatu, tentu tidak bisa begitu saja mengubahnya. Sayangnya, masih banyak juga yang pada akhirnya terjebak dalam angan-angan palsu, ambisi yang tidak tercapai. Menginginkan sesuatu, tapi karena kenyataan tidak mendukung lantas menyerah. Ambisi dan goalnya sih tetap, tapi usahanya itu loh.

Usaha

Maka dari itu, kita perlu melakukan langkah kedua. Analisis kenyataan yang ada pada diri Anda, dan cari solusi atas kekurangan tersebut, jangan lupa eksekusinya. Percuma dong dianalisis melulu tapi ngga ada tindakannya sama sekali. Sama dengan bepergian tadi. Rencana matang, fasilitas mendukung, perbekalan dan bahan bakar oke tapi ngga jalan-jalan juga ya tidak akan sampai ke Dream City :D

Semoga yang singkat ini bisa bermanfaat. Kopi susu saya sudah habis ini. Ada yang mau nraktir dan ngopi bareng saya? :p

Referensi :

  1. SWOT analysis juga biasa saya diskusikan degan teman-teman mengenai kaitannya dengan Pemasaran. soal ambisi, saya rasa inilah salah satu faktor yang membuat dunia ini terus berputar. asal tidak menghalalkan segala cara, ambisi justru bagus untuk memompa semangat meraih sukses…
    :sip::sip::sip:

  2. Wew,malah saya baru tau skarang singkatannya AKU itu,

    yep,keinginan yg tdk didasari ambisi/usaha untk mewujudkannya hanya akan menjadi impian belaka,

  3. artikelnya sama seperti yg lain..
    membuka lebih luas pola pikir saya.. #thumbup
    keterbatasan karena kenyataan bisa di atasi mungkin dengan menjadikan kenyataan agar mendukung ambisi & usaha kita sebuah goal sebelum goal asal akan dicapai #pusingkata2nya hehe :sip:

  4. Aku ingin jadi Superman tapi tdk punya sayap untuk terbang. Seperti itulah gambaran goal dan ambisi yang ingin ku capai saat ini. Entah kapan tumbuhnya sayap agar aku bisa segera terbang? Walau sdh ku coba buat pesawat, untuk mencapai goal itu tp selalu saja pesawat itu rusak di perjalanan. Apa ini tekait takdir yang katanya telah tertulis gan..? Apa krn nasib saja yg blm beruntung ? Mhn pencerahan ?

    • @Abdul Sidik, nah, ini sebenarnya pemahaman yg sedikit keliru mas. Justru semestinya kita berupaya agar motivasi tidak tergantung kepada orang lain. Motivasi terbaik adalah yg berasal dari dalam diri sendiri. Motivasi dari luar cuma bertahan sementara waktu. Tapi begitu kita menemukan passion dalam mengejar goal, tanpa dorongan dari luar pun kita akan menjadi unstopable…

  5. Usaha yang tanpa disertai ambisi tentu belum bisa menghasilkan sesuatu. Usaha yang kita lakukan hendaknya dibarengi juga dengan evaluasi supaya bisa lebih berkembang.

    Nice Article Mas.:sip:

    • Aryes Novianto says:

      @ISMAIL, evaluasi kan kalo sudah di aksikan mas ismail, tapi kalo belum…gimana hayo…tapi memang benar, melakukan tindakan maupun usaha.. jika disertai dengan evaluasi hasilnya akan lebih baik jika hanya cuma melihat saja.hasilnya lebih mantap

  6. aulia dwi rahmanto says:

    manteb bener ulasan mas arief nih, brarti kalo mo sukses harus kenal apa AKU ? klo gk kenal AKU jadi pikun y mas ? hehehehe.. :puyeng:
    oke deh, terapkan AKU dan AKU harus sukses !! :sip:

  7. siap2 ambil posisi dulu mas, hehe, ambil porsi ambisi berapa persen, terus kemampuan diri berapa persen di mix deh, semoga bisa sama nilainya, jadi hasilnya juga bisa maksimal, kalau besar di satu sisi bisa gak sinkron ntar, hehe. :sip:

  8. intisari yang bagus untuk nambah pengetahuan. Soal SWOT dah pernah dibahas sejak SMK saya tuh. Masih ingat.
    Lalu konsep AKU ini masih terdengar asing karena blm pernah dengar….
    good news
    :sip:

  9. Aryes Novianto says:

    saya senang sekali bisa baca posting mas diatas, semoga intisari ilmunya bisa saya serap sepenuhnya dan bisa saya kembangkan ide yang ada didalamnya.ambisi,kenyataan dan usaha.kita harus bisa jadikan sebagai acuan untuk sukses kedepan.salam mas arif

    • Aryes Novianto says:

      @kangasep, mungkin perlu waktu saja kang asep. malah bagus sudah punya rencana. masalah goal ataupun tidak goal tergantung action kita.harus lakukan evaluasi saja

    • Aryes Novianto says:

      @kim, iya mas kin, sebelum kita mengenal yang lain, kukuhkan pengenalan terhadap diri sendiri dulu. mau kearah mana kita. maju atau mundur dari saat ini. yang pasti berlaku buat semuanya.tapi ngomong2 Apakah ini disebut konsep diri juga ya mas. Mungkin ada tanggapan

      • @Aryes, betul. Ini terkait dengan konsep diri mas. Makanya saya masukkan dalam kategori manajemen diri. Kalau dalam kurikulum LKMM materi ini termasuk salah satu materi dasar yang ada di LKMM Tingkat Pra Dasar (Manajemen Diri)

    • @kim, benar mas. Ketika kita mengenal diri kita sperti apa, semua potensi bisa dimaksimalkan sedangkan kelemahan bisa diminimalisir. Pun dalam memilih goal kita bisa mencari yang peluang berhasilnya lebih besar, termasuk di dalamnya upaya2 apa yang mendukung ke arah sana.

  10. hidup tanpa ambisi ibarat mayat Hidup . heheheh…
    dan jika ambisi sudah mulai memudar… Blog mas arif bisa mengembalikan ambisis tersebut,,, heheh

  11. Blog Bisnis Muklis says:

    It’s long time Mas Arif, This time I come back here. Masih inget nda Mas sama saya he…he…biar ga di anggep SKSD, Salah satu cara untuk mengetahui tujuan dan mimpi hidup ini, terimakasih atas uraian dan peringatannya, salam

  12. Ambisi???
    Saya sendiri tidak begitu suka kata itu meski banyak orang yg mencoba membuat rasionalisasi agar ambisi jd bermakna positif

    Sy lebih suka kata “komitmen”
    Komitmen berarti berpikir
    Ambisi berarti menerjang
    Komitmen berarti serius n terus berhati-hati saat bisnis sudah berjalan
    Ambisi biasanya berhenti saat tercapai, n hancur seketika

    Misal kita bandingkan kalimat berikut :
    “Saya berkomitmen memberi pelayanan terbaik pada pelanggan.”
    “Saya berambisi memberi pelayanan terbaik pada pelanggan.”
    Kedua kalimat tersebut menunjukan perbedaannya
    Ambisi bisa berarti banyak hal, tidak berarti apa-apa

    • @Ahmad, terima kasih untuk pendapatnya. Kalau saya pribadi menempatkan ambisi di depan komitmen Pak Ahmad. Ketika kita sudah memiliki ambisi, barulah dalam pelaksanaannya ada komitmen yg ditanamkan sehingga segala sesuatunya dilakukan dengan sebaik mungkin. Itu pendapat saya. Terima kasih untuk kunjungannya.

  13. Wow… ternyata konsep AKU seperti ini ya. Saya kira larinya tentang EGOISME, ternyata bukan :hihi:
    Ilmu baru buat saya nih Mas. Makasih bangets, jazakumullah khairan katsiran.

    • Aryes Novianto says:

      @Agus Siswoyo, emang mas arif mau siap nikah mas agos. he2…semoga saja cepet ketemu jodohnya ya. biar bisa mampang berdua juga di blognya.khan makin asyik.iya ga mas agus. kalo comment mas arief gimana nih, hayo…

    • Aryes Novianto says:

      @candoleng, tidak selalu harapan sesuai dengan kenyataan,memang benar,kadang juga bisa juga keputer balik. tapi asalkan kita tau yang mana yang baik, itulah yang terbaik. jangan dijadikan sebagai sebuah masalah jika harapan tidak selalu jadi kenyataan, jadikan pelajaran dan pengalaman saja dan acuan untuk maju kedepan.salam saja dari saya.semoga sukses selalu

      • @Aryes, apa yang menurut kita baik seringkali di mata Tuhan kurang pas untuk kita. Itu mungkin salah satu alasan kenapa harapan kita tidak terwujud. Disisi lain, kalau ikhlas Tuhan kasih ganti yang lebih baik :)

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,853 bad guys.