Data Sudah Lengkap, Tunggu Apa Lagi?

Mengelola Data Dan Informasi, Mengelola Data Dan Informasi Di Tempat Kerja, Mengelola Data Informasi, Mengelola Data Base, Mengelola Data / Informasi Di Tempat Kerja, Mengelola Informasi Dari Situs Web, Mengelola Informasi Dari Internet, Mengelola Informasi Yang Diperoleh, Mengelola Informasi Pemasaran, Mengelola Informasi Dalam Bisnis Internasional, Mengelola Informasi Pemasaran Dan Mengukur Permintaan Pasar, Mengelola Informasi Pemasaran Untuk Mendapatkan Wawasan Pelanggan

Mengelola Data Dan Informasi, Mengelola Data Dan Informasi Di Tempat Kerja, Mengelola Data Informasi, Mengelola Data Base 

Salah satu pelajaran penting yang menancap di benak saya usai mengikuti rangkaian training Mind Technology Mastery for Business adalah tentang data dan eksekusinya. Agar lebih menancap di benak peserta, dilakukanlah sebuah sesi praktek yang saya namakan “DEBUS”.

Kenapa saya namakan debus? Ya karena kegiatannya adalah berjalan di atas pecahan beling. Serem kan? Bayangkan jika Anda yang ikutan menjadi pesertanya, menyaksikan langsung bahkan mencoba langsung berjalan di atas pecahan beling.

Sebelum aksi tersebut dilakukan, kami para peserta diberikan beberapa data sbb: 

  • Aksi ini sangat aman dilakukan, karena sudah banyak orang melakukannya tanpa terluka sama sekali (tolong jangan dicoba di rumah ya).
  • Jika hukum fisikanya bekerja dengan baik, seharusnya tidak ada masalah.
  • Semakin banyak pecahan beling, maka semakin aman. Justru yang berbahaya, jika jumlah beling yang ditaburkan sedikit.
  • Trainernya sudah mencoba dan tidak ada masalah. Diikuti oleh para peserta di angkatan sebelumnya, juga tidak ada masalah.
  • Disediakan perlengkapan P3K untuk mengantisipasi, jika memang ada kejadian yang tidak diinginkan, walaupun prosentasenya kecil sekali.
  • Diberikan petunjuk bagaimana melakukannya dengan aman dan tidak terluka sama sekali.

Berbekal enam data itu, seluruh peserta ditantang untuk berjalan di atas beling.

Karena ini momen langka, dimana faktor keamanan sudah dihitung oleh panitia dan trainernya, saya pun ikut mencobanya. Kapan lagi. Dan seperti video inilah jadinya.

Usai melakukannya, saya merasa takjub sendiri. Ternyata benar, tidak terjadi hal-hal aneh yang saya takuti seperti sobeknya kaki karena teriris beling atau luka akibat tertusuk oleh pecahan beling, apalagi beban berat badan saya cukup lumayan. Intinya ketakutan-ketakutan itu hanya ada di dalam pikiran dan perasaan saya saja.

Apa pelajaran penting di sini?

Sering kali banyak orang sebenarnya sudah mendapatkan informasi atau data yang cukup dan valid, namun masih belum berani bertindak dikarenakan pikiran dan perasaannya sendiri yang membatasi. Padahal jika dieksekusi, ketakutan itu pun menjadi tidak beralasan.

Namun demikian, bukan berarti segala sesuatunya tanpa resiko. Seperti halnya simulasi jalan di atas beling tadi, bukan berarti tanpa resiko. Hanya saja resikonya diminimkan dengan adanya data-data penunjang yang valid.

Sebagai catatan, yakin dan bodoh itu beda tipis. Perbedaannya ada pada persiapan dan kelengkapan data yang menjadi dasar sebuah tindakan. Bertindak tanpa data dan modal keyakinan, apa bedanya dengan orang yang sedang berjudi?

Pelajaran ini sungguh sangat ngeplak saya. Karena selama ini basis pemikiran saya adalah terlalu rasional sehingga akhirnya menjadi ekstra hati-hati yang kelewat berlebihan dan menjadi mental block, meskipun data yang dihadirkan lumayan lengkap.

Jangan-jangan selama ini banyak sekali peluang potensial yang saya lewatkan lantaran terlalu takut. Jangan-jangan jika saya berani sedikit untuk mengambil atau mengeksekusi sebuah ide bisnis yang telah jelas data atau informasinya, saat ini posisi saya sudah jauh lebih baik dan di atas yang sekarang. Jangan-jangan… jangan-jangan… ah terlalu banyak “jangan-jangan” ini mah.

Sejak itu pemahaman saya berubah total. Jika punya ide dalam sebuah bisnis, cari dulu data penunjang selengkap-lengkapnya, sevalid-validnya, sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan penyusunan strateginya. Setelah itu, baru kemudian dieksekusi. Ini baru namanya keputusan yang rasional, bukan sekedar judi bermodal yakin.

Bagaimana dengan Anda, pernah mengalami dilema yang sama?

Salam,
Arief Maulana
Trainer Internet Marketing
Rektor Riset – Universitas Riset Online

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,312 bad guys.