Oleh : Arief Maulana

Rahasia Bisnis Rasulullah Muhammad SAWSesungguhnya pada Dirinya telah ada suri teladan yang baik.

Siapa yang tak kenal sosok Baginda Rasulullah, Muhammad SAW. Sosok yang dikenal sebagai seorang manusia yang patut dijadikan suri teladan umat sedunia. Sosok yang hingga saat ini masih menempati posisi 1, manusia paling berpengaruh sedunia. Nah, jika biasanya orang banyak melihat sosok Rasulullah dari sisi kenabian / kerasulan, maka di artikel berseri ini saya ingin mengangkat sosok beliau dari segi bisnisnya, yang bersumber dari buku “RAHASIA BISNIS RASULULLAH” karangan Prof. Laode Kamluddin, Ph.D.

Sosok Rasulullah memang banyak dikenal dan diperhatikan pasca diangkatnya beliau oleh Allah menjadi rasul yang terakhir di muka bumi ini. Orang meneladani semua aspek dalam dirinya, mulai dari sikap, pola pikir, keimanan, dll. Sedangkan yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang adalah bahwa Rasulullah adalah sosok pebisnis luar biasa, yang hampir sepanjang hidupnya tidak pernah mengalami kerugian. Kok bisa? Itulah yang akan kita bahas! 

Muhammad SAW, semenjak kecil telah didik dan dikader dengan baik untuk menjadi seorang pebisnis handal. Dalam sejarah diceritakan bahwa sejak kecil beliau mengembalakan ternak para peternak kambing. Jumlah ternaknya pun terbilang tidak sedikit, ratusan. Digembalakan di padang yang luas dengan ancaman binatang buas yang senantiasa mengancam. Namun, beliau selalu mampu membawa ternak tersebut pulang dengan selamat, utuh jumlahnya dan dalam keadaan kenyang.

Pendidikan level pertama ini secara tidak langsung menjadi media pembelajaran pendidikan bisnis pertama beliau, yaitu bagaimana mengorganisasi, memanage, dan mengelola segala sesuatu yang dipercayakan kepadanya.

Sehingga beliau tumbuh menjadi pribadi yang kredibel, bertanggung jawab, teliti, empati, terbuka, mandiri, berani, mudah beradaptasi, sabar, lugas, visioner, dll dalam usia yang masih sangat muda. Beliau sekolah di sekolah alam atau universitas besar kehidupan.

Pendidikan level kedua dimulai ketika beliau berusia 12 tahun dan diajak oleh pamannya, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan ekspedisi dagang (eksportir) ke negeri Syam. Selain itu beliau juga kerap ikut dalam lawatan-lawtan bisnis ke negara-negara tetangga yang sekarang dikenal dengan nama, Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman. Saat itulah Muhammad muda telah belajar bagaimana menjadi seorang eksportir handal sekaligus menyandang posisi sebagai eksekutif muda di masa itu.

Beranjak dewasa, Muhammad SAW kian mantap memilih karirnya sebagai pebisnis. Apalagi ia sudah mengantongin bekal kepercayaan dan kredibilitas yang dibangunnya sejak kecil. Ini tentu menjadi satu modal yang sangat mahal di dunia bisnis. Karena adanya kepercayaan, kredibilitas dan profesionalitas inilah hingga akhirnya Muhammad bisa memulai bisnisnya sekalipun tanpa modal. Dia memulainya dengan menjadi seorang manajer perdagangan yang mengolah modal investor dengan sistem bagi hasil. Dan memang, berkat kepiawaian dan didikan bisnis semenjak kecil, para investor selalu merasa puas akan hasil yang dicapai oleh Muhammad SAW.

Hal ini menarik perhatian seorang investor besar di kota Mekah, Siti Khadijah (yang nantinya kelak akan menjadi istri Baginda Rasul). Khadijah pun mempercayakan Muhammad SAW untuk memimpin ekspedisi perdagangan ke Syiria, Jorash, dan Bahrain.

Kesuksesannya ini semakin nyata terlihat manakala beliau melamar Siti Khadijah dengan mahar 20 unta terbaik di masa itu. Coba kita analogikan sedikit. Di masa itu unta adalah kendaraan terbaik dan termewah yang pernah ada. Apalagi bila jenisnya adalah unta terbaik. Nah kalau ditarik ke masa sekarang kira-kira kendaraan terbaik dan mewah? Mercedez Benz. Katakanlah saya ambil C-Class yang sekitar 300 jutaan. Maka 20 x 300 juta = 6 Milyar. Jadi mahar beliau untuk melamar Siti Khadijah sekitar 6 M (penuturan Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D)

Untuk mencapai kesuksesan seperti itu tentunya beliau menerapkan satu prinsip dan strategi manajemen bisnis yang sangat handal. Prinsip-prinsipnya antara lain : jujur, setia, dan profesional. Dan ini seketika menjadi satu teladan etika bisnis yang ditiru oleh segenap bangsa Arab. Kita tahu sendiri kondisi bangsa Arab saat itu seperti apa. Apalagi, kala itu Muhammad masih belum diangkat menjadi Rasul. Beliau juga mengutamakan customer satisfaction, excellence service, kompetensi, efisiensi, tranparansi serta persaingan yang sehat dan kompetitif.

Jadi itulah masa-masa dimana Muhammad SAW meletakkan satu fondasi etika bisnis dan gaya manajemen yang luar biasa kepada bangsa Arab. Hingga akhirnya pada usia 40 tahun (tahun dimana beliau diangkat menjadi Rasul), sistem bisnis yang dibangunnya sudah tertata sedemikian rupa, hingga tanpa kehadiran dirinya pun bisnis tetap berjalan baik. Kalau bahasa sekarang mungkin bisa diistilahkan dengan passive income.

Meski sukses, pribadi Muhammad tidak pernah sekalipun menyiratkan kesombongan. Dia senantiasa berbagi dan tidak malu bila harus bergaul dan bercengkrama dengan masyarakat miskin yang ada di sekitarnya. Tidak memandang perbedaan status sosial. Sehingga seluruh elemen lapisan masyarakat mulai dari level bawah, menengah dan atas menghormati dan mengagumi beliau.

Itulah mengapa ketika kita memfokuskan pada kehidupan Rasulullah SAW pasca pangangkatan kerasulan, kehidupan bisnisnya tak banyak terlihat. Yang menonjol justru sisi spiritual dan kemapanan dalam memimpin suatu negara dikala itu.

Tren spiritual pasca sukses ini pun juga kerap kita jumpai di masa sekarang. Coba anda cek, berapa banyak para CEO sukses yang akhirnya terjun menjadi spiritual consulting + motivator. Mereka sudah tidak lagi mengurusi bisnis secara langsung, karena sistemnya sudah tertata rapi dan berjalan sedemikian rupa.

Nah, sementara itu dulu sebagai pembuka artikel serial “12 Rahasia Bisnis Rasulullah”. Insya Allah di artikel lanjutannya akan saya kupas 12 rahasia bisnis rasulullah ini dalam 4 bagian. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat, menginspirasi dan menjadi motivasi bagi kita semua.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Meneladani Gaya Bisnis Rasulullah
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

69 thoughts on “Meneladani Gaya Bisnis Rasulullah

  • Karena adanya kepercayaan, kredibilitas dan profesionalitas inilah hingga akhirnya Muhammad bisa memulai bisnisnya sekalipun tanpa modal.
    inilah merupakan bagian dari salah satu sikap kunci orang mau memulai bisnis dengan langkah2 menuju sukses yang tepat…
    ————–
    jadi buat apa dipersulit kalo masih bisa dipermudah

    1. @www.rekbisnis.blogspot.com,HANYA ORANG PINTAR YANG DAPAT MEMBUAT SEMUA JADI MUDAH, UNTUK JADI PINTAR ITU SULIT

    1. @mashengky, terima kasih. liat-liat ntar deh mas… saya aja sekarang pake ax** harga miring tapi cukup powerful, terutama untuk kebutuhan grafis (buat desain)

  • Artikel yang menggugah…sudah saatnya umat Islam untuk bankgit menjadi pebisnis handal yang sesuai dengan aturan Ilahi dan RasulNya…

  • Thanks artikelnya mas Arif, Nabi Muhammad SAW memang pantas kita jadikan teladan dalam segala hal, termasuk dalam menjalankan bisnis, banyak contoh-contoh yang telah dilakukan oleh Beliau dan bisa kita jadikan patokan untuk sukses dalam bisnis yang kita jalankan

    1. @alie, betul mas. Jadi inget waktu berburu buku ini. Sempat menghilang dari peredaran, akhirnya ketemu juga. Hehehe…

  • Dear Mas Arief, semua pada intinya berawal dari niat yang tulus tanpa embel2 dan juga jujur, karena untuk yang satu ini ga akan kebeli dengan apapun ya mas, smua aspek hukum dagang sudah tertulis di Al Quran dan di tambah dengan hadist dari Rosululloh SAW, tinggal bagaimana kita menafsirkannya. Oh ya mas pertanyaan Mas Arief dan Mas Hengky semoga terjawab di artikel baru BBM, salam

    1. @Muklis|BBM, saya siap meluncur bos.

      Bener mas. Semua sudah ada, dalam kitab suci, tinggal implementasinya aja. Jik terkadang terlihat buram, disanalah peranan keteladanan Rasulullah sebagai contoh yg mudah ditiru!

  • menelusuri jejak rasul membuat kita semakin mengerti bahwa beliau adalah manusia bisa. tapi, beliau mampu mengoptimalkan kediriannya sehingga menjadi sosok yang luar biasa. malu rasanya kalau mengingat itu. diri, ah…let’s be better….

  • wah kalo bicara Rosulullah… tak ada kata yang pantas selain suri tauladan yang harus di contoh. Manusia Paling sempurna dan dijamin oleh Allah SWT.

  • Salut mas arief, anda mengupas tuntas sikap yang harus dimiliki seorang pebisnis berdasarkan pengalaman Rasullulah.

    Melalui artikel ini saya yakin bahwa anda merupakan salah satu pebisnis yang bisa dijadikan tauladan bagi orang lain.

    -salam sukses-

  • yang dicontohkan oleh Rasulullah merupakan perpaduan antara ikhtiar (kerja keras + kerja cerdas)dan berserah diri kepada Alloh. resensi yang cerdas mas.

    wassalam

  • jujur, setia, dan profesional <= prinsip yang bagus dari tokoh yang wajib diteladani. Tapi bos, jaman skr makin susah nyari tokoh yang menjalani prinsip tsb.

    1. @firza abdi, justru karena susah… maka jadilah pribadi yang seperti dicontohkan rasulullah.

      Mario teguh pernah bilang… salah satu kunci untuk mendapatkan kehidupan yang baik adalah dengan menjadi pribadi yang baik pula.
      :uhuk:

  • Memang Rasulullah adalah sosok teladan yang wajib kita jadikan panutan dalam menjalani segala aspek kehidupan ini. Beliau memberikan contoh teladan yang tidak usang oleh berganti jaman sampai saat ini, bahkan selalu menenteramkan jiwa-jiwa yang gundah gelisah jika kita melihat apa yang telah dilakukan oleh Beliau baik itu dalam berbisnis maupun beribadah.

    Cara Beliau menjalani serta menerapkan kehidupan bisnis maupun beribadah adalah sebuah contoh terbaik dibanding apapun contoh yang ada di dunia ini

    Beliau patut kita jadikan panutan sejati dalam kehidupan kita sekarang ini agar hidup dan segala aktivitas kita menjadi Balance…

    BAHAGIA DUNIA DAN AKHERAT

    Salam Spesial!

    BLOG BISNIS DAN MOTIVASI

  • Nyambung ya Mas.Kok posting mas Arif gak masuk di emailku lagi ya??
    Iya lho kadang kita itu lupa atau tidak tahu kalau dari 10 pintu rezeki itu kita dapatkan di 9 pintu dari perdagangan…Tapi banyak yang maunya jadi pegawai, or karyawan…Kesimpulannya Sebenarnya Orang Islam itu sudah diajari menjadi Pebisnis hebat…tapi kok belum bisa mengamalkannya dengan baik ya..(termasuk saya yang harus berbenah diri)…Sebagai seorang wanita,aku mau meneladani Khodijah…Tunggu posting ku yach…:sip:

    1. @Does Ichtiah CP, betul mbak… sebenarnya malah profesi yg dianjurkan dan diajarkan oleh Baginda Rasul adalah bisnis.

      saya jadi ingat postingan lama, tentang posisi Pebisnis sebagai tangan kanan Tuhan untuk mensejahterakan umat manusia… (dengan membuka lapangan pekerjaan, dll)

      Feedburner emang lagi trouble mbak. Coba mbak unsubscribe lagi and kemudian join lagi dengan submit email… beberapa member juga ngeluh sama!

  • :hiks: belajar dari Orang yang langsung di tunjuk oleh NYA yang sukses dunia dan akhirat,:nyembah: jaminan Pasti bisa Sukses kalau memang benar2 menerapkan itu.

    kendalanya di tengah jalankadang ada saja jalan yang mengecohshg buat kita jadi melenceng jalan yg Lain:hehe:

  • Muhammad SAW, semenjak kecil telah didik dan dikader dengan baik untuk menjadi seorang pebisnis handal.

    dan

    Saat itulah Muhammad muda telah belajar bagaimana menjadi seorang eksportir handal sekaligus…

    Dari kutipan diatas mengajarkan bahwa kita harus tetep belajar dan berkembang. Biar udah pinter tapi kalo gak menguasai ya tetep harus belajar.
    Bukan begitu mas arief..:baca:

    1. @Chandra Tri Wardana, belajar itu ngga kenal kata berhenti mas. Jadi anda bener banget!

      Lha wong kalo ngga salah pernah ada pepatah… menuntut ilmu itu tidak ada stop hingga ke liang lahat…

      :baca:

  • Sebelumnya nice info mas..

    saya mau tanya, apakah kita masih bisa seperti baginda besar Muhammad SAW itu dalam keadaan ekonomi seperti ini?
    Best regard, Gilank

    1. @Gilank, justru ketika kita tidak bisa mencontoh beliau, saya menjadi tanda tanya…

      Why? karena itu sama artinya kita berbisnis dengan cara tidak benar mas. Semua sikap yang saya paparkan di atas, sebagian besar justru dimiliki oleh para pebisnis sukses, terlepas di muslim / non muslim (tidak mengenal rasulullah).

      So, kalau memang tidak ada lagi yg seperti itu, kenapa tidak memulainya dari diri sendiri…

  • Pingback: Tuhan Tahu Waktu Terbaik Untuk Kita | ARIEF MAULANA | The Next Success Leader
  • dalam kepribadian rasul sangat banyak teladan yang bisa kita harus contoh supaya dalam kehidupan kita selalu mendapat berkah baik bagi diri juga orang lain sekitar kita ,salam

  • Memang rasulullah adalah teladan bagi kita umat muslim,kita harus ikuti semua sikap dan keteladanan beliau,dan beliau pebisnis yang sangat jempolan dan terbaik,sesuai dengan gelar beliau hullafah urrasiddin teladan bagi semesta alam ini,salam

  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah (1) | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • Menyimak kisah ini, kita bisa tahu bagaimana perjalanan bisnis Rasullullah yang mengawali dari seorang employee sampai kemudian menjadi bisnis owner. Prinsip-prinsip bisnis Rasullullah mutlak harus diterapkan bila kita ingin sukses.

    1. betul mas joko. Makanya saya lanjutkan dengan artikel yg mengupas rahasia bisnis Rasulullah. Jadi rekan-rekan (termasuk saya pribadi) bisa sama-sama belajar…

  • Manusia tuk menyempurnakan dirinya butuh selalu belajar sampai ke LIANG LAHAT, Roh pun begitu kali. agar tdk jadi Roh JAHAT

  • Pingback: barunguik » Berkat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya
  • justru sy heran pak,ramai org2 kaya skrng gk aplksikn bisnis ala muhammad saw.padahal udah t’buka luas peluang utk mrk b’ibadah.(tmbah pahala sih).Hanya Org kaya aja BiSa B’SeDekAh,hnya org kaya biSa pergi Haji,hnya Org kaya BiSa b’InfaQ,keluarkn ZaKaT,..pokoknya, Org kaYa bisa memanfaatkn org lain.

    1. @pak Lah, salah satu alasannya adalah mungkin dalam proses pencapaian mereka menuju puncak kesuksesan tidak diparengi dengan nilai2 spiritual yang ada.

      Sehingga mereka melupakan Allah dan Rasulnya + tidak tergerak sama sekali untuk bisa berbuat lebih yang mendatangkan manfaat bagi orang banyak. :hihi:

  • Pingback: Pentingnya Keterbukaan Dalam Bisnis Internet | IPRAZ
  • Pingback: Belajar Bisnis Dari Rasulullah Saw | Kangary.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.