Oleh : Arief Maulana

Menebar Kebaikan
Menebar Kebaikan

Beberapa hari yang lalu saya sempat chat dengan seorang teman. Saya belum pernah bertemu langsung dengannya. Kami kenal melalui social networking site dan akrab meski hanya di dunia maya.

Beberapa hari ini di twitter anak itu sering banget update tweet yang bernada desperate. Hidup seperti tidak ada bahagianya sama sekali. Maka pagi itu saya coba untuk menyapa via blackberry messenger. Harapan saya, dia bisa memberitahukan kenapa kok beberapa hari ini terkesan desperate banget.

Dari hasil chatting kami, ternyata saya tahu bahwa anaknya baru saja melepas pekerjaan terakhirnya dan sekarang kondisinya jobless alias menganggur. Alasannya karena ada beberapa hal yang membuatnya sangat tidak nyaman bekerja di perusahaan sebelumnya dan itu tidak bisa ditolerir lagi. Alhasil dia pun hidup di Jakarta dengan makan tabungan yang kini kian menipis.

Saya teringat sebuah web ICPNS.com. Web tersebut berisi lowongan kerja (tidak hanya PNS, tetapi juga Swasta) dan rasa-rasanya update hampir setiap hari (saya masih berlangganan newsletternya). Saya pikir mungkin ini bisa membantunya yang sekarang sedang mencari pekerjaan. Tanpa pikir panjang langsung saya sharingkan situs tersebut.

Teman saya ini pun merespon dengan penuh semangat. Saya melihat ada perubahan. Entah, tapi rasanya chatting kami pagi itu membawa satu solusi yang dia harapkan. Dengan kata lain saya sudah membantu teman saya meski itu hal yang sepele.

Rekan-rekan, sering kita mendengar bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bisa membawa banyak manfaat kepada sesamanya. Nah, untuk bisa menjadi seperti itu tidak perlu kita berpikir yang terlalu muluk-muluk. Berbuat baik itu bisa berupa apa saja, yang penting sesuai dengan kapasitas kita sekarang.

Seperti cerita saya di atas, terkadang perbuatan baik yang kita lakukan mungkin terlihat sepele. Akan tetapi, bagi orang lain itu bisa sangat berarti. Maka dari itu sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak berbuat baik. Bahkan kalau perlu berkomitmenlah untuk menebar minimal 1 kebaikan setiap harinya, apapun itu bentuknya. Lebih banyak tentu lebih baik.

Anda bisa meniru Bai Fang Li yang rajin berderma. Tentu tidak seekstrim dia. Misalnya dengan sedekah Rp.1000,- per hari.  Bisa juga dengan menghibur teman yang bersedih. Membantu orang atau apalah. Memberikan senyuman yang tulus juga bisa. Silahkan baca juga artikel saya terdahulu, “Jangan Berhenti Berbuat Baik.” Disana Anda juga akan mendapati bagaimana sebuah kebaikan kecil ternyata berbalas berkali-kali lipat.

Mari kita tebar kebaikan dimana pun kita berada. Jadikan hidup yang cuma sekali ini agar lebih berarti dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?

Menebar Kebaikan Setiap Hari
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

65 thoughts on “Menebar Kebaikan Setiap Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,429 bad guys.