Oleh : Arief Maulana

Waiting For Someone
Waiting For Someone

Saya melihat jam tangan, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10. Teman yang saya tunggu tak kunjung tiba. Pancet ae, kebiasaan untuk telat ngga pernah berubah. Senang membuat orang menunggu.

Daripada bosan ngga jelas, saya akhirnya mencoba berkenalan dengan orang baru. Dan di akhir pertemuan, minimal saya akan mendapatkan nama, kontak, atau mungkin kartu nama.

Itu sekedar pembuka. Pada tulisan sebelumnya saya memberikan beberapa point sederhana untuk memperluas social circle melalui media social networking site. Kali ini saya ingin berbagi sedikit. Masih dengan topik yang sama, hanya saja sekarang langsung face to face.

Anda mungkin saja berpikir bahwa hal ini adalah sesuatu yang agak sulit untuk dilakukan. Terutama jika bukan tipikal orang ‘sanguinis’ yang begitu mudahnya untuk akrab dan berbaur dengan orang baru. Benar sekali. Ini tidak mudah. Karena saya dulu pun demikian. Takut, ngga pede, dan males banget kalau harus berkenalan dengan orang baru. Sampai akhirnya saya dipaksa memiliki kebiasaan berkenalan dengan orang baru ketika menjalankan bisnis network marketing.

Apa Gunanya Kalau Dengan Media Online Bisa?

Memanfaatkan waktu, menambah teman, dan melatih keahlian komunikasi saya. Itu jawaban utama saya. Entah dengan Anda. Setiap orang tentu memiliki alasan masing-masing, termasuk juga mungkin teman-teman MLM yang menjalankan prospekting. Akan ada waktu dimana kita harus menunggu seseorang (seperti ilustrasi pembuka) atau mungkin kondisi dimana kita tidak bisa mengakses internet untuk sekedar bermain di soc.networking site. Saat itulah keahlian berkenalan dengan orang baru dibutuhkan.

Take A Little Chat

Daripada bete ngga jelas karena menunggu orang lain atau mungkin karena lagi antri, kenapa tidak berusaha berkenalan dengan orang baru agar bisa menikmati suasana sekaligus membunuh waktu dengan menyenangkan. Dan ini lumayan bisa menjaga mood untuk tetap positif. Tapi bukan itu intinya, melainkan apa sisi positif dari memperluas social circle seperti yang sudah saya paparkan sedikit pada tulisan sebelumnya.

Sebelum Memulai?

Sebelum Anda mulai berkenalan dengan orang-orang baru, ada satu hal yang perlu Anda tanamkan di dalam benak. Pada hakikatnya semua orang adalah sama-sama pentingnya. Ini akan membantu Anda untuk sedikit menghilangkan grogi. Kalau hal ini sudah Anda tanamkan, biasanya akan berpengaruh pada cara dan sikap ketika berbicara. Begitu pun dengan lawan bicara Anda nantinya, biasanya akan jauh lebih respect.

Mulailah Lebih Dahulu, Jangan Lupa Senyum!

Ada satu hal yang mungkin perlu Anda ketahui. Sebenarnya tiap orang punya ketakutan yang sama untuk memulai percakapan dengan orang baru. Sering kan kita sudah saling membalas senyum sama orang lain tapi pembicaraan tidak juga dimulai. Seperti saling menahan untuk menyapa atau bertanya terlebih dahulu. Maka ketika Anda memulai pembicaraan untuk pertama kalinya, mereka akan sangat berterima kasih pada Anda walaupun tidak terucap.

Mulailah dengan memberikan senyum yang tulus. Orang Indonesia itu ramah-ramah kok. Kalau kita tersenyum, sebagian besar akan membalas dengan senyuman juga. Inilah moment tepat untuk memulai percakapan.

Give The Best Smile
Give The Best Smile

Dari Mana Saya Harus Memulai?

Mulailah percakapan dengan mengajukan pertanyaan sederhana. Amati sekeliling Anda! Bertanyalah seputar apa-apa yang ada di sekeliling Anda. Kalau saya, lebih suka memulai dengan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya iya.

Contohnya ketika di pesawat dengan penerbangan menuju Surabaya. Saya membuka percakapan dengan pertanyaan, “Mau ke Surabaya ya, Mbak?”. Dan jawabannya sudah pasti iya. Herannya meski jawabannya iya, kebanyakan orang tetap saja bersemangat menjawabnya. Apalagi kalau pake senyum manis, hehehe…

Setelah beberapa pertanyaan ataupun komentar tentang keadaan di sekitar Anda, mulailah mengenalkan diri. Biarkan mereka mengenal Anda lebih jauh. Bangun kepercayaan lawan bicara Anda dan berikan kesan bahwa Anda adalah orang baik-baik yang menyenangkan.

Kehabisan Bahan Obrolan?

Ada satu tips sederhana biar kita ngga kehabisan bahan obrolan. Apa itu? Perhatikan cerita dari lawan bicara Anda. Disana Anda bisa masuk dengan pertanyaan-pertanyaan baru dan biarkan mereka bercerita lebih banyak lagi. Kalau Anda tahu, sebenarnya orang itu suka bercerita. Kita seringkali dengan senang hati bercerita panjang lebar manakala ada orang bertanya dan memperhatikan setiap apa yang kita ceritakan, betul tidak? Seperti itulah prinsipnya.

Listen Your Partner
Listen Your Partner

Anda juga bisa menggunakan FOR sebagai bahan obrolan. FOR = Family, Occupation, Recreation.

  • FAMILY. Anda bisa bertanya bagaimana keluarganya. Anaknya berapa atau tinggal dimana, dsb. Semacam mencoba peduli.
  • OCCUPATION. Tanyakan pekerjaannya apa. Sebisa mungkin cari kesamaan dengan pekerjaan Anda. Atau setidaknya tunjukkan sedikit kekaguman pada sisi positif dari pekerjaan mereka.
  • RECREATION. Anda juga bisa bertanya tentang hobinya. Banyak dari kita akan dengan senang hati menceritakan hobi karena itu hal yang kita senangi dan kuasai.

Jangan Lupa Tinggalkan Message!

Saat Anda berbicara, cobalah sekiranya untuk menangkap profil dari lawan bicara Anda. Jika sekiranya nanti Anda akan menjalin kontak kembali, entah untuk menjalin kerjasama bisnis ataupun membangun hubungan serius, tinggalkan pesan untuknya. Katakan saja mungkin suatu saat nanti Anda akan menghubunginya. Mintalah kartu nama atau setidaknya no kontaknya.

Kalau memang Anda punya bisnis yang dijalankan secara profesional, mulailah membuat kartu nama Anda sekarang juga. Jangan menunda sekalipun bisnis Anda belum besar. Di akhir pembicaraan, Anda bisa memberikan kartu nama atau saling bertukar kartu nama dengan lawan bicara. Dengan kesan yang baik saat ngobrol dan kartu nama sebagai penutup, orang akan lebih mudah ingat pada Anda.

Business Card
Business Card

Practice Make Perfect

Langsung lancar pertama kali? Tentu tidak. Semua butuh jam terbang. Sering-seringlah berkenalan dengan orang baru. Selain memperluas social circle Anda, aktivitas ini juga bagus untuk melatih kemampuan berkomunikasi. Jadi orang yang kemampuan komunikasinya bagus itu enak loh. Kapan pun dan dimana pun dia berada, bisa berbaur dengan mudah bersama orang lain sekalipun baru dikenal.

Semoga ulasan saya ini bermanfaat. Sebagai referensi utama, coba cari buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”. Disana ada prinsip-prinsip dasar dalam menjalin komunikasi dengan orang lain.

Ada yang mau menambahkan? :)

Ps. Artikel ini adalah lanjutan dari artikel “Memperluas Social Circle

Memperluas Social Circle (2) – Berkomunikasi Dengan Orang Yang Baru Dikenal
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

131 thoughts on “Memperluas Social Circle (2) – Berkomunikasi Dengan Orang Yang Baru Dikenal

  • saya sering mendapatkan kendala seperti yang diceritakan mas Arief “malau untuk memulai, jadi bingung apa yang harus ditanyakan, dan kehabisan bahan pembicaraan” informasi ini sangat membantu saya, terima kasih Mas Arief, salam sukses untuk anda! satu lagi ketinggalan karena mas terakhir mengulas “Jangan Lupa Tinggalkan Message!” maka saya meninnggalkan pesan penting disini “mas, berkunjung ke blog ku ya” :hihi:

  • Sejak 2006 sampai sekarang bisnis MLM saya gak berkembang karena saya malu untuk berkenalan dengan orang2 baru. Bagaimana ini Pak Arief..?
    Sulitnya bukan main…

    1. @Ariz, sama dong spt saya dulu. Cuma dulu setelah baca buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” akhirnya saya sadar. Cara terbaik untuk mengatasi ketakutan adalah dengan melakukannya. Anda malu berkenalan dengan orang baru, solusinya ya belajar berkenalan. 1-10 orang pertama yg Anda ajak kenalan mungkin akan terasa aneh dan sedikit kagok. Tapi untuk selanjutnya, lama-lama akan terbiasa.

      Sekedar info. Justru leader-leader tangguh yang saya dapatkan di jaringan saya dan membentuk omzet besar adalah dari orang-orang baru. Kenalan-kenalan terdekat malah ngga ada yang join. Dicoba aja mas.

      1. @arief maulana, Biasanya kalau orang dekat suka begini “eh siapa lo, so soan nawar-nawarin produk, aku tau kartu lo..” namun kalau orang yang baru kenal akan lebih simpati dan mau mendengar, apalagi kalau menerapkan trik-trik di atas, begitu kan mas arief?

      2. @arief maulana, iya betul mas, mau nawar-nawarin kok baru kenal, yang udah kenal aja mau nawarin malu, makanya saya mau nyoba yang online aja, tapi sebenarnya sama aja ya, harus nawarin juga ke orang yang tak dikenal…

        1. @Annaqodri, ini yg suka menghambat kita. Cari temen ya cari temen aja dulu. Jangan berpikir macam-macam. Ketauan loh yang nyari temen dengan embel-embel tujuan tertentu. Kalau saya, pertama cari temen dulu sebanyak-banyaknya. Baru agak lama kita bisa seleksi mana temen yang potensial. Bangun kedekatan disana, baru kemudian masuk menawarkan bisnis. Ini sama juga dengan bisnis online. Kalau yg ditawari ga percaya sama kita, ya ga akan beli dari kita juga meski dipromosiin kaya apa.

  • Bagus banget mas artikelnya, saya juga sudah memulai cara jalin relasi seperti yang mas arief katakan.

    Tapi kadang saya terhambat dalam memilih topik pembicaraan soalnya, yang saya temuin kebanyakan lebih tua dari saya (:hihi:ma’lum saya masih muda)

    gmn ngatasin hal spt itu mas?

    1. @Ismail, kalau lawan bicaraku orang yang lebih tua biasanya pembicaraan lebih kuarahin ke pengalaman hidupnya dia. Atau masalah kerjaan yang kugali lebih dalam. Biasanya sih keluar pelajaran hidup dari yang bersangkutan. :)

  • trik buat nanya pertama kali ke cewe : punya pacul ga neng ? kalo jawab ga punya, lanjut deh kalo no HP punya kan :melet: tapi kalo dia punya pacul :ngakak:

  • Saya adalah termasuk orang yang pasif dan sulit untuk memulai berkomunikasi dengan orang asing. Mudah mudahan dengan tulisan dari Mas arief bisa saya terapkan.
    Terima kasih atas tulisan yg bermanfaat ini.

  • Kadang rasa canggung dan malu itu sering muncul saat ingin membuka sapaan pertama mas… Mungkin kurang pede, kurang matching, kurang asem ato apalah,, :kringetan:
    Pengalaman dari mas Arief ini bisa juga buat acuan, besok coba saya praktekkan mas…

    :sip:

    1. @Dhany, canggung itu karena kita ngga terbiasa aja mas. Kalau udah sering dilakukan malah ga enak rasanya diem-dieman sama orang di sebelah. Apalagi kalau itu gadis cantik *halah*

  • Wah, topik yg sangat menarik dan berguna sekali, mas.. saya akan coba mempraktekkan utk lebih banyak berkenalan dgn orang baru.. terima kasih atas info2 yg TOP ini, saya tunggu sharing info selanjutnya ya, mas..

    1. @Jamal, seorang teman pernah sharing ke saya. Saat kita mulai stuck dengan pembicaraan, coba gunakan pancingan. Pancing lawan bicara untuk bercerita tentang pengalamannya. Pada dasarnya orang suka kok bercerita tentang pengalaman yang bisa menunjukkan sisi lebih diri mereka. Nah, tinggal diamati ceritanya, cari celah pertanyaan untuk melanjutkan pembicaraan saat mulai stuck, dan tentu saja didasarkan pada cerita lawan bicara.

      Btw, kalau saya malah cari celah tanya soal keluarganya. Siapa tahu punya anak gadis yang cocok dan bisa jadi pendamping hidup saya. Hahaha…

    1. @Octa Dwinanda, Dielus-elus ato dioles-oles aza dulu Mas, biar nyaman dikit dikit. Baru deh diajak bicara hehehe…. *peace ah*

    2. @Octa, cari lawan bicara yang lain mas. Hahaha… Senyum sebenarnya bisa kita jadikan penanda awal. Klo dia bales senyumnya rada ga ikhlas dan seperti ada beban, mungkin lagi males diajak ngomong. Kalau saya sih ajak ngomong aja, ntar makin keliatan klo orangnya males ngomong atau ngga nyaman. Kalau sudah seperti itu, ya cari yang laen. :D

  • Wuih buat saya banget nih Mas.

    Saya seringkali kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan orang baru. Untuk sekadar menyapa orang yang duduk bersebelahan di bis aza beratnya minta ampun :hihi:

    1. @Erdien, coba tawarkan makanan kecil mas. Dari sana juga bisa membuka percakapan kok.

      “Monggo pak!” Sambil menyodorkan makanan kecil.
      “Oh ga terima kasih.” Jawabnya.
      “Mau ke jakarta yah?” Tanya sambil senyum *kondisinya 1 bis mau ke jakarta*

      Dari sini lanjut deh :D

  • Wah, saya termasuk orang yang agak susah berkenalan dengan orang baru mas. Kebanyakan karena saya tidak pandai berbasa-basi :hihi:

    Tapi setuju dengan kesimpulan di akhir tulisan, bahwa prakteknyalah yang membuat sempurna.

    Oya, postingannya enak dibaca dan tidak cepat bikin lelah karena ada beberapa gambar ilustrasi yang sesuai konteks dan adanya sub judul untuk mempermudah scanning :sip:

    1. @Iskandaria, sesekali cobalah berbasa basi. Toh tujuan basa basi yang ini bagus jg.
      Oh ya soal penataan tulisan ini, justru saya terinspirasi dari tulisan mas Iskandar yg di blog itu. Saya pernah baca tentang penggunaan gambar ilustrasi. Seperti pernyataan yg kurang lebih isinya “klo bisa tiap 3 paragraf ada gambar”. Hehehe…

      1. @arief maulana, basa-basi saya biasanya:

        Agus : Ayah kamu jualan Aqua galon ya?
        Cewek: Kok tahu…?
        Agus : Karena hatiku telah kau guyur dengan larutan cinta.
        Hahaha…

        Lanjutannya..
        Agus : Ibu kamu PKL ya?
        Cewek : Kok tahu?
        Agus : Tuh lagi kejar-kejar sama Satpol PP.
        hihihi…

        #just kidding

  • wah perlu waktu juga ya mas arif untuk berkomunikasi, tidak sekedar berteman saja.tapi kalo untuk Memanfaatkan waktu, menambah teman, dan melatih keahlian komunikasi ma saya suka. so…pokoknya banyak teman banyak rejeki.he he..

    O ya lain topik ya mas. Ni kemarin nembakin google baru ketembak. kata kuncinya yang ke tembak, bukan mbah googlenya.he he..niche BLOG MEDIA sudah ketembak.Wihhh…saingannya.Blognya orang top2.maklumlah, baru belajar seo sedikit.mungkin lain kali belajar dari mas arif juga biar bisa seo. Boleh ga’ mas?

    1. @Zamzami, ada beberapa sih. Cuma yang utama “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”. Ada juga :
      – 25 Ways To Winning With People (J.C. Maxwell)
      – The Art of Dealing With People
      Dan beberapa buku tentang negosiasi yang saya lupa judulnya mas :)

  • hari ini, tidak akan komentar. Namun cuman mau mengucapkan terima kasih, karena mas arief sudah meluangkan waktu nengok blog ku, makasih mas Arief…

  • Saran yang bagus,tapi bagaimana memulai pembicaraan pada situasi yang serius, misalnya sedang melayat,mengikuti rapat rt atu lainnya.

    1. @Ginanjar, klo pada 2 situasi serius seperti yg Anda sebutkan sih sebaiknya fokus saja sama kegiatannya. Saya kira bukan momen yang pas. Kalaupun pada saat rapat, usahakan sebelum rapat dimulai. Pun metodenya masih tetap sama kalau saya.

  • tips nya berbobot neh mas, buat saya pribadi ini hal yang serius yang harus di ubah mindsetnya menjadi, ramah dan mudah bergaul serta komunikatif dengan orang baru

    namun ada kebiasaan mindset yang terkadang membunuh pikiran positive kita untuk memulai membuka percakapan
    takut dibilang sok akrab, atau ketakutan dicurigai mau menipu

    ketakutan-ketakutan semacam itu yang sering mengurungkan diri untuk membuka percakapan dengan orang baru

    any solusion about that

    1. @Abukafi, solusinya sebenarnya sudah mas sebutkan sendiri yaitu mindset. Kalau sejak awal kita sudah punya prasangka bahwa orang akan menganggap kita sok akrab, atau ketakutan dicurigai mau menipu, maka itu akan mempengaruhi cara kita bertindak mas. Yang ada malah keliatan beneran seperti mau sok akrab atau mau menipu.

      Buang saja pikiran itu. Tanamkan bahwa kita cuma mau cari teman dan mengembangkan diri, terutama dalam hal berkomunikasi. Mulailah belajar memberikan senum yang tulus untuk membuka percakapan. Selamat mencoba.

    1. @Surya, pertanyaan saya satu. Sudah pernah mencoba belum? Tau darimana orangnya tersinggung atau tidak, hehehe… Jangan-jangan cuma ketakutan yang ada di pikiran aja. Saya pribadi menyikapinya sederhana mas. Waktu bertanya, jangan terlalu serius atau tegang. Bertanyalah dengan santai, sehingga kesannya bukan sedang menekan. Pun kalau memang pertanyaannya ga berkenan, lawan bicara akan memberitahu dengan sopan juga.

    1. @retno, bisa diperjelas pertanyaan bodoh macam apa yg dimaksud? Satu-satunya jalan agar komunikasi dengan orang baru lancar dan baik adalah dengan memperbanyak jam terbang. Practice make perfect.

    2. @Retno Setyoningtyas, biar nggak keluar ‘pertanyaan bodoh’ ya pilih aja ‘pertanyaan cerdas’. Gampang kan…

      :lapar

  • Saya kurang terbiasa sih kalau kenalan dengan orang baru dan terakhir memberikan kartu nama ( Beda kalau dalam forum resmi)Sekedar say hello, mau kemana, tetapi kurang begitu mendalam untuk menjalin relasi berkelanjutan. Istilahnya kenal sekedarnya Bahkan sering tidak tanya namanya..Artikel mas Arief bagus sekali menambah wawasan untuk membangun Relasi yang berkualitas. Salam

    1. @luthfie fadhillah, wah ane setuju nih gan..alangsung sksd aja..heee..yang penting niat kita baek bukan mau hipnotis…:hihi:

  • Hello Bung Arif,
    Senang sekali membaca tulisan anda. sudah lama tidak berkunjung ke blog ini, dan begitu saya datang kembali saya langsung menemukan artikel ini.

    Ini memang bukan sesuatu yang baru, tapi sesuatu yang dijalankan dengan berulangkali/repetisi bisa menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa. bagi yang tipe introvert mungkin ini menjadi suatu tantangan baru untuk mengembangankan network circle yang baru. bagi yang extrovert, upaya ini mungkin tidak sulit. salam sukses selalu.

    1. @Haris, betul mas. Kemampuan komunikasi kini menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu saya melihat ada baiknya kita mulai berlatih meningkatkannya. Btw terima kasih atas apresiasinya :)

  • wah bener tuh mas kadang-kadang kita hanya bisa lirik sana sini hanya cuma mau mengucapkan ..kata Hi…sama orng yg baru dikenal berat banget…ada perasaan g pede, jangan-jangan ga ditenggepin..:diem:

    1. @sansun, pasti ditangepin kok. Asal senyum waktu bilang hi. Kalau saya sih lebih suka membuka percakapan dengan pertanyaan. Jadi ga kaku dan bisa langsung lancar ngomongnya

  • manatep artikelnya mas, saya termasuk orang yang sulit bgt mulai bicara sama orang terutama yang belum dikenal,hehe,,, :puyeng:

  • nice share artikelnya mas,
    saya termasuk orang yang susah memulai bicara sama orang… gak tau harus memulai apa..:puyeng:

    apalagi pas kemaren pulangkampung, duduk diatas kereta fasilitas executive selama 2 jam. gak taunya ada penumpang disampingku itu cewek.. gara2 ga tau bicara, jadi diem2an gitu selama 2 jam. Padahal cwe nya manis..

    :hiks:

      1. @arief maulana, pngalamanku n bbrpa cerita tmn, kl ada org asing yg sksd rata2 niat tujuannya ‘nakal’…jd kl ada org yg so nanya2, kita cuekin aja, kita judesin walaupun mgkin gk smuanya begitu…

        Tp skrg aq yg hrs sksd sm org lain, apalgi sm lawan jenis, takutnya disangka kecentilan ato cewk gatel lg mas, gmn ini caranya???

        1. @albev, aduh… rahasiaku ketahuan deh yg sksd hahahaha…. Ga semua sih. Kadang ada yg pake trik gitu untuk nambah temen aja. Not more.

          Kalau cewek sih saranku mending ke sesama cewek aja. Kalau pun memang harus membuka percakapan, aku kira selama sikapnya ga nunjukin kecentilan, hanya sebatas pengen ngobrol santai aku kira ga ada masalah. Malah cowok seneng loh kalau tetiba diajak ngobrol sama cewek. Kenapa? karena biasanya kita yang harus membuka obrolan kalau dengan lawan jenis.

  • mas arief….artikelx luar biasa, setiap orng mgkn akan dengan mudah memahami artikelx mas arief.
    mas arief apa kah klo qta bru pertama kali ketemu apa layak lngs menayakan soal keluargax??

    1. @usman, ya ga langsung lah. Kalau saya sih biasanya kalau percakapan sudah sedikit mengalir baru menanyakan keluarga. Dan tidak masalah selama ini. Untuk pembuka, bicarakan saja keadaan yang sedang terjadi di sekeliling kita.

  • wah mas coba saya dari dulu yach tau blog ini….tapi gak oke2 aja…..daripada kagak…lebih baik telat…! hehee….:ngakak:

    1. @Ade, gpp ga ada kata terlambat. Ntar lagi saya juga nerbitkan buku kompilasi artikel terbaik blog ini. Beli aja, biar ngga ketinggalan sama yang laen. Hihihi… (Promosi Mode : On)

  • sy sering kali grogi dmana seseorang ingin mengenal sy dan entah knp dsaat org berbicara serius pikiran sy ttuju yg lain wlw sy ingin sekali fokus tp hal itu tdk mempan malah grogi sy smakin parah,ujung2y org it menjauh dan sy merasa tdk enak,knp ya,bisakah berikan sy solusi y????

    1. @Ririn, sebelumnya pernah mengalami kejadian ga enak atau trauma dengan seseorang tidak?

      Kalau hanya sekedar grogi, itu bisa dilatih. Caranya adalah sering-sering berkomunikasi dengan orang lain. Belajar mendengar dengan perhatian, apa yang orang lain katakan. Ngga enak kan kalau kita lagi ngomong eh, yang dengerin ternyata ngga merhatiin.

    1. @Ardi, justru karena pendiam dan tertutup, makanya harus latihan. Kalau tidak pernah mencoba, bagaimana bisa berubah. Saya juga pendiam dan tertutup loh. Tapi fine-fine aja. Awalnya memang terasa kagok dan tidak enak. Namun karena dipaksa, lama-lama jadi terbiasa. :)

  • Pingback: MENGATASI KESULITAN BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG YANG BARU DIKENAL « Konselor UAD
  • Salam Mas Arif, saya tipe orang yg tidak bisa banyak bicara panjang lebar baik mengenai diri saya atau apapun, tp sedikit2 berbicara. Saya malah sangat suka mendengarkan orang bicara, jadi saya sering membuat orang untuk berbicara daripada saya harus berbicara/bercerita panjang lebar. Apakah hal ini tidak apa2 bagi seorang sales?

  • arief:
    mas…. kalo’ kita diuji sma atasan di kantor untuk brtemu/ datang langsung kerumah ato ke toko orang yang gk qt kenal sebaiknya pmbicara’an yang pertma apa ya? biar gk gerogi gitu… dan kata” apa yg bagus qt guna’in buat mencairkan suasana disa’at qt tegang…
    thks be4. :)

    1. @Fikha, pertama ya jelas perkenalkan diri dulu. Yg kedua, pinjam nama atasan dengan cara memberitahu bahwa mbaknya diutus oleh siapa dengan tujuan apa. Cara biar ga garing dan tegang, ya santai aja. Anggap bicara dengan teman. Dan ini lebih pada jam terbang. Kalau jarang komunikasi dg orang baru ya bakal kagok terus. Makin sering, akan makin lancar.

  • Ulasan yang sangat menarik. Untuk memulai percakapan dengan orang baru kita kenal memang itu langkah tersulitnya. Tapi ketika sudah dimulai semua akan mencair. Terima kasih.

  • Om aku termasuk orang yg ga pede utk memulai pembicaraan duluan, mungkin awalnya sih aku lumayan cuek utk masalah ini, tapi lama kelamaan kalo kaya gini terus garing juga-_- sampe aku suka sama adik kelas yg pendiem & agak pemalu juga aku ga berani buat kenalan, padahal wkt itu udah sempet dibantu sama temen & hampir kenalan…tapi gajadiii :hiks: sekarang jadi penasaran mau coba kirim pesan lewat sosmed nih, tapi kira2 pesannya apa ya?? Masalahnya kita blm sempet kenalan, ya meskipun udh sering ketemu & aku pikir dia juga udh kenalin wajah aku, tapi dianya juga agak pendiam.. Terus gimanaaa??? :’o

    1. @lia, ya diem-dieman sampai kiamat mbak.

      Cara belajar berenang adalah dengan nyebur ke dalam airnya. Cara supaya pede adalah dengan melakukan hal2 yang dianggap ga pede. Ntar juga lama2 terbiasa dan jadi pede. Jangan sampai gara2 sifat pemalu ini, banyak peluang lepas. Termasuk masalah jodoh. Sudah banyak cerita, kehilangan jodoh yang diinginkan cuma gara2 sama2 malu dan tidak berani bicara. padahal diam2 kedua pihak menyimpan rasa suka.

  • trimakasih banyak mas, tulisan ini membuat saya ingin mempraktekannya sesegera mungkin, ya mungkin karena saya adalah seorang marketing buku yang selalu kunjungan kesekolah-sekolah, terkadang saya merasa canggung apabila ingin kunjungan yang ke 2 ataupun yang ketiga, karena pada waktu kunjungan pertamannya adalah ditolak atau kepala sekolah tidak membeli buku, kira kira hal terbaik yang harus saya lakukan atau tanyakan pada saat kunjungan kedua saya disekolahan terhadap guru atau kepala sekolah itu apa ya mas? mohon pencerahannya..trims

    1. @bayu, ini yang biasa saya lakukan kalau memasarkan sesuatu :

      Penolakan terhadap produk yang kita tawarkan, bukan berarti produk yang kita jual jelek. Bisa jadi memang situasinya tidak tepat, misalnya :
      – Sekolah baru saja menghabiskan banyak dana untuk sesuatu hal.
      – Mood kepala sekolah / guru sedang tidak bagus.
      – Salah market alias, buku yang Anda jual tidak sesuai dengan karakter sekolahnya.

      Bila saya ditolak, biasanya list client yang menolak saya tidak saya buang. Saya kumpulkan untuk menghubungi mereka 3-4 bulan kemudian. Anda bisa memulai komunikasi dengan cara seolah-olah sedang survey mencari tahu apa kebutuhan sekolah itu? Buku seperti apa yang mereka butuhkan?

      Dari situ kembangkan percakapan yang mengarah bahwasanya produk Anda mampu menutup semua kebutuhan dan kekurangan dari sekolah itu.

      Well, di akhir, practice make perfect. Selama mencoba dan jangan berhenti mencoba.
      arief maulana recently posted..Kartu Kredit, Membantu Atau Menyusahkan ?My Profile

  • Artikel yg sangat membantu mas arif , Bagaimana ya menghilangkan grogi dan ttap fokus disaat ngobrol mas arief…? Sbelumnya saya prnah mengalaami trauma pda saat brkomunikasi jdi smpai skrang saya msih grogi dan tidak fokus dan ujung nyaa jdi saling tidak enak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,430 bad guys.