Oleh : Arief Maulana

Media
Media

Media adalah sebuah alat yang ampuh untuk menyuarakan opini, wacana, ataupun membangun sebuah pencitraan (branding) bagi pemiliknya. Ini sudah bukan hal yang rahasia lagi. Media berita misalnya. Senetral-netralnya berita dari sebuah stasiun tv, tetap saja dia mengusung kepentingan dari pemiliknya. Sebagai contoh, Metro TV. Coba Anda amati, akan keliatan bahwa stasiun tv tersebut sering meliput kegiatan dari social organization yang dibangun oleh foundernya.

Mengingat pentingnya media, pernahkah terbersit di pikiran Anda untuk membangun personal media yang punya kekuatan serupa? Menyampaikan opini, wacana, ataupun membangun branding positif untuk kepentingan Anda sendiri. Dan untuk memiliki personal media seperti ini, Anda tidak perlu merogoh kocek ratusan milyar. How? Manfaatkan SOCIAL MEDIA. Buat blog dan aktif di situs jejaring sosial. Awalilah dari sana.

SOCIAL MEDIA : Blog vs Situs Jejaring Sosial

Social Media Site
Social Media Site

Dulu blog begitu mempesona. Kalau ngga punya blog, ngga keren. Tapi begitu situs jejaring sosial macam facebook dan twitter booming, para popularitas blog langsung turun drastis dan banyak blogger beralih. Yang tadinya rajin menulis di blog mulai malas dan lebih suka main-main di situs jejaring sosial.

Jadi harus pilih yang mana? Kenapa harus memilih bila bisa menggunakan keduanya sekaligus. Gunakan blog sebagai pusat dari kekuatan media Anda. Tuangkan pemikiran Anda dan bangun branding dengan kuat disana. Next step, gunakan situs jejaring sosial untuk menjaring traffic dan berinteraksi dengan lebih dinamis.

Bangun hubungan yang harmonis antara kedua social media ini. Di blog, promosikan juga akun situs jejaring sosial Anda. Begitu pun sebaliknya, waktu koar-koar di facebook atau twitter jangan lupa untuk mempromosikan blog Anda.

Walaupun situs jejaring sosial begitu membooming, potensi blog ngga kalah besar kok. Terbukti dari masih banyaknya para advertiser yang memilih blogger sebagai salah satu sarana memasarkan produk yang mereka miliki. Lihat juga teman-teman yang sampai saat ini masih aktif dan eksis ngeblog. Sabar dalam membangun branding jangka panjang dan bersiap atau bahkan sudah mulai menikmati hasil dari semua konsistensinya selama ini.

Membangun Personal Branding Dengan Biaya Minim

Brand Building
Brand Building

Personal media yang Anda bangun adalah alat ampuh untuk membentuk personal branding. Ngga butuh biaya banyak. Domain hosting per tahun, minimal itu yang Anda butuhkan untuk ngeblog. Pun kalau mau yang gratisan, ada banyak pilihan untuk blog gratisan seperti wordpress.com dan blogger.com misalnya. Begitu juga dengan situs jejaring sosial. Gratis daftarnya, pakai suka-suka. Mumpung masih gratis dan belum berbayar ya dimaksimalkan saja.

Hari gini males membangun personal branding, gimana orang bisa melihat potensi dan kemampuan yang Anda miliki. Pilih branding seperti apa yang ingin Anda sampaikan pada dunia dan mulailah membangunnya sejak saat ini. Pelan-pelan saja yang penting konsisten. Nanti akan sampai juga pada saatnya Anda menikmati semua hasil dari proses membangun personal branding tersebut. Jangan menunda lagi. Personal media memiliki potensi untuk membangun kekuatan diri. Bijaksanalah menggunakan personal media Anda. Good luck!

Ps : Personal Media – istilah yang saya gunakan, mengacu pada social media yang khusus dibangun untuk kepentingan personal.

 

Membangun Kekuatan Diri Dengan Personal Media
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

55 thoughts on “Membangun Kekuatan Diri Dengan Personal Media

    1. @ada-akbar.com, jika bisa konsisten selama 5 tahun… maka mungkin pengunjung setianya sudah membanjir…..
      .
      apalagi penggna internet semakin meningkat….. bisa-bisa pengunjung blog kita 5 tahun lagi sama besar dengan pengunjung Kompas.com saat ini :sip::sip:

  • Saya setuju sekali dengan konsep membangun personal branding dgn biaya minim. Dengan pola fikir ini, setidaknya kita jadi berfikir jauh ke depan tuk memanfaatkan potensi2 personal media.

    Apalagi saya yg nge-tweet aja masih kikuk hehe

    1. @Darin, ya… apa yang terjadi jika anda bisa menghipnotis 5000 anggota fecebook anda untuk mengunjungi situs anda….. luar biasa :sip::mikir:

  • Pada saat Anas Urbaningrum berhasil mengungguli Andi Mallarangeng dalam pencalonan Ketua Umum PD, banyak yang menilai personal branding sudah kehilangan pamor. Pemilih tidak lagi melihat seperti apa pamor dan wibawa yang dimiliki calon ketum, namun yang dlihat adalah visi, misi dan kemampuan membaur dengan komunitas yang dimiliki.

    Begitu juga dalam hal blogging dan bisnis online. Saya mengamati ada kecenderungan konsumen / prospek / klien / pelanggan tidak begitu banyak melihat siapa dia dan darimana asalnya. Yang dicari adalah kesesuaian barang / jasa dengan spek, biaya, dan layanan yang ditawarkan.

    Hmm, artikel mas Arief kali ini menarik sekali. Saya tergelitik pengen bahas lebih lanjut di blog AS.Com

    1. @Agus Siswoyo, wah pengamatan saya memang ga setajam mas Agus ini. Saya tunggu mas artikelnya di AS.com.

      Adapun soal kesesuaian antara barang / jasa, spek, biaya ataupun layanan yang ditawarkan, rasanya sudah sejak dahulu kala ini mas. Hanya saja ada satu faktor yang tidak bisa diabaikan yaitu trust / kepercayaan. Penjual bisa saja memajang semua yang kita butuhkan di etalasenya. Tapi pertanyaannya apakah kita percaya dengan si penjual.

      Saya kira barangkali inilah benang merah mengapa saya masih merasa bahwa personal branding tetap penting, yaitu untuk membangun kepercayaan di mata konsumen. Selalu ada kemungkinan bahwa kompetitor menawarkan hal serupa dengan apa yang kita tawarkan atau sebaliknya. Jika itu terjadi, maka konsumen tentu cenderung memilih penjual yang mereka kenal.

      Maka disini peranan personal branding untuk mengenalkan kepada mereka siapa kita. Tak kenal maka tak sayang. Mohon dikoreksi bila ada yang salah. :)

      1. @arief maulana, setuju TRUST menduduki tingkat pertama, dan itu saya rasakan ketika saya mengembangkan web jasa desain gratis dan berbayar. saya selalu memberikan kemudahan kepada orang yang memesan, desain sy kerjakan selanjutnya saya lupakan, tapi ternyata custumer justru merasa bersalah kalau sampai 2 hari belum transfer. Prinsip sy adalah biarkan mereka menikmati kemudahan, kalau mereka sudah percaya, merekalah bagian sosial media yang akan mengiklankan. saya setuju bangaet trust harus menjadi point penting dalam membangun personal branding

        1. @Arif, yang sulit di marketing online adalah trust. Ini tidak lain karena banyak sekali scam bertebaran di internet. Maka kita yang ‘waras’ mesti memeranginya dengan menjadi produktif, membangun trust, dan memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Sehingga pelan-pelan mengikis ketakutan-ketakutan untuk melaksanakan aktivitas belanja online.

    2. @Agus Siswoyo, kalau barangnya memang bagus….. maka pembeli akan berdatangan….
      .
      tapi kalau personal brandingya juga mantap….. pelanggan akan membanjiri kayak Tsunami…
      .
      kalau istilah kerennya di dunia bisnis…..
      kualitas barang = Nilai tambah
      Personal branding = faktor kali

      1. @ono musfilar, BLOG itu ibarat rumah, sosial media seperti facebook, twitter dan lainnya ibarat PASAR. Jadi kalau orang mau mengetahui banyak tentang seseorang datanglah ke RUMAH/BLOG. Makasih inspirasinya mas ono musfilar, salam kenal

  • Thx mas artikelnya menarik sekali, jadi bahan pelajaran yang berharga untuk saya dan semua sahabat online bagaimana caranya membangun branding diri yang positif,dengan tujuan meraih kesuksesan bisnis online. Image-nya juga menarik karena menjadi petunjuk bagaimana memanfaatkan social media dengan tujuan dapat mengarahkan trafic untuk blog yang kita kelola. Sekali lagi Thx Mas Arief untuk sharenya. GBU.

    1. @Franky T, ah cuma sharing pengalaman apa yang saya lakukan kok mas. Semua juga bisa. Image, kebetulan aja pas browsing kok ya dapet image yang pas untuk artikel ini :)

  • Blog adalah salah satu untuk branding dan pengenalan produk.
    Tapi lebih asik dengan social media kl blog hanya untuk menuju.
    CMIIW :2thumbup

    1. @amdhas, intuk jaman sekarang,,,,, sosial media memang lebih interaktif…..
      .
      tapi karya-karya kita akan lebih “abadi” jika dismpan di blog…. :nantanggue:

  • Yup, personal branding emang perlu banget.
    Modal dikit gak masalah lah, toh hasilnya ada juga :D
    Nah, untuk jejaring sosial, jelas itu bukan sebuah ancaman melainkan sebuah keuntungan, bisa share postingan kita lewat situs jejaring sosial tersebut, hihiih… :D

  • Sangat setuju sekali mas “sambil menyelam minum air” air bersih dong tentunya. ukhuwah mesti kita sebarkan ya mas sirahturahmi mesti kita jaga insyaallah rikzi yang kita dapat.

    1. @Pengusaha Online, kalau lagi nulis, biasanya saya off-kan internet. Biar ga kepecah fokusnya sama social networking site. Kalau sudah selesai, baru kemudian main-main di FB / Twitter :)

  • Salam Kenal mas Arif, thanks atas infonya semoga terus memberikan kemanfaatan. Betul mas, saya mengembangkan blog 1 setengah tahun yang lalu, awalnya saya berfikir nggak apa2 menjadi yang terbodoh hari ini tapi menjadi yang terbaik 5 tahun lagi. Seiring jalannya waktu saya sudah memiliki blog lumayan banyak, untuk mengembangkan bisnis saya sekarang saya menyatukan dalam bisnis creative solution. krearifindo.com gabungan dari beberapa blog saya

    Alhamdulillah sekarang hasilnya saya rasakan, saya bisa menjadi karyawan tapi tetap berbisnis online. Ayo yang muda, kita bergerak membangun sosial media melalui blog, kalau pengen blognya keren serahkan saja ke saya.

    1. @julie, loh sama dong. aku juga cuma blogger biasa. Biasa nulis, biasa mempromosiin di FB/twitter, biasa berbagi ilmu, dan biasa blogwalking kalau sempat, terutama ke teman-teman baru. Salam kenal yah. :)

  • SETUJU…!!!
    saya juga sedang membangun blogbaru belum rampung karena kesibukan dunia offline, tapio tetap semangat siap bertarung dengan para brander2 lawas.

    Salam EDAN !!!

  • Bener, apapun socmed yang keluar nantinya, blogging tetap menjadi sebuah personalisasi tersendiri yang tak dapat dibandingkan dengan media lain :D

    1. @Anax Kolonx, prinsipnya mirip dengan hasil pencarian di google untuk keyword tertentu. Kesuksesan tertinggi adalah saat orang menyebut ‘keyword’ yang menjadi branding kita, mereka langsung ingat ke kita.

      Contoh :
      Motivasi – Arief Maulana
      Saat bicara motivasi, orang jadi inget dengan nama Arief Maulana. Atau sebaliknya
      saat bicara tentang Arief Maulana, orang otomatis tahu kalau Arief sering mengupas soal motivasi.

      Lebih tinggai lagi ya diundang kemana-mana sebagai pakar di bidang yang kita branding tadi.
      Kira-kira begitu. untuk mengukur secara pasti, agak sulit rasanya.

  • Dulu sebelum kenal internet saya sedikit meremehkan potensi internet. Saya memandang internet hanya untuk mencari informasi saja. Selebihnya tidak ada.

    Satu manfaat terbesar selain uang adalah network yang semakin meluas gara-gara aktif di internet. Baik lewat blogging maupun social media. Itu yang saya rasakan. Saya menemukan banyak kemudahan setelah menancapkan personal branding saya di internet. 3 tahun saya membangunnya ternyata tak sia-sia. Dan kini saya sudah mulai menuai hasilnya.

    Secara overall saya setuju dengan opini Mas Arief ini. Orang lain bagaimana bisa melihat dan mengenal kita kalau kita sendiri tak mengekspose diri agar bisa dilihat oleh orang lain.

  • Social media dan blog bila keduanya disatukan benar-benar akan menjadi kekuatan pemasaran online yang tangguh dan luar biasa,sehingga tak jarang sekali bila saat ini para blogger masih exist dan tetap ngeblog + manfaatkan social media.Semuanya ingin menjaring visitor dan membangun branding yang kuat.

  • Assalamu’alaikum.
    Mas Arief, dan para master salam kenal. Saya benar2 newbie, dan 1 minggu lalu bikin blog dan Alhamdulillah hari ini baru tahu blogku sudah terindex di google.
    Tentang tulisan mas Arief : “tulisan yang singkat tapi isinya mantap. Trust merupakan hal penting dalam membangun personal brand baik dalam bisnis online maupun offline. Bahkan dalam hubungan sosial sekalipun.”
    Untuk mas arief, mas Agus Siswoyo dan para master, mohon bimbingannya.
    Syukron wa jazakallah khairan.
    Wassalamu’alaikum.

    KangIman

  • Bismillahirrohmanirrohiiim . . .
    Setelah membangun branding sebagai pelajar, kini saya ingin membangun personal branding sebagai mahasiswa dan pengusaha . . .

  • Mayoritas blogger yang menggunakan jejaring sosial memang untuk personal branding. Menurut saya ini memang efektif. Lagian cocok sekali buat orang Indonesia yang komunal.

  • :hihi: Hari gini sudah banyak yg membangun brandnya sendiri, tapi juga banyak yang tercipta sendiri tanpa disadari. Jadi saja manusia di sosial media, nanti juga akan terbangun sendiri, tentunya dg konsisten apa yang kita suka dan bisa :)

    1. @Kurniasepta, betul mas. Tapi kalau di awal kita ngga aktif ‘memperkenalkan diri’ ya siapa yang akan melihat? Kalau sudah mulai keliatan momentumnya sih nanti seperti bola salju, menggelinding sendiri :)

    1. @Zidan, betul. Banyak hal yang mesti dilakukan untuk membangun personal brand. Sepintas memang terlihat melelahkan dan butuh waktu lama. Tapi ketika brand sudah terbentuk, yang bakal kita dapatkan amat sangat layak untuk diperjuangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.