Membangun dan Menjaga Momentum Perubahan

Oleh : Arief Maulana

Isaac Newton

Isaac Newton

Bagi rekan-rekan yang bergerak di bidang teknik ataupun berbau fisika mekanik tentu sudah mengenal Hukum Newton I :

“Lex 1 : Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.”

Artinya kurang lebih : “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja mengubahnya.”

Itu alasan kenapa ketika kita menaiki sepeda ontel untuk menjalankannya pertama kali ayuhan yang kita lakukan berat. Seiring dengan lajunya sepeda, terasa makin enteng bahkan ketika kita menambah kecepatan sekalipun. Sepeda yang tadinya diam, kita paksakan bergerak dengan gaya (tenaga ayuhan kita).

Saya tidak akan mengupas lebih lanjut tentang hukum fisika sekalipun saya anak teknik. Saya hanya ingin memberikan ilustrasi, betapa sulitnya kita untuk berubah menjadi lebih baik. Butuh energi, gaya, yang dipaksakan agar kita mau bergerak mengambil langkah pertama. Pun ketika sudah berjalan perubahan itu, harus dijaga hingga melewati titik kritisnya dan menjadi permanen ada di dalam diri kita sendiri.

Agar lebih mudah lagi, saya akan mengambil studi kasus contoh perubahan yang sedang saya lakukan saat ini. Saya saat ini sedang dalam upaya mengubah dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan permanen yang akan terus terjaga sehingga peluang saya untuk terkena masalah kesehatan mengecil.

Langkah Pertama, Paksakan

Seperti Hukum Newton 1 di atas, langkah pertama selalu membutuhkan energi ekstra. Karena kecenderungannya adalah kita akan mencoba bertahan dengan kebiasaan lama. Apalagi bila kebiasaan tersebut sudah terbentuk berpuluh-puluh tahun lamanya. Bukan hal yang mudah untuk berubah. Oleh karena itu, harus dipaksakan sedemikian rupa.

Saat saya memutuskan untuk mencoba hidup sehat, bukan hal yang mudah. Saya harus memaksakan diri mengubah pola makan. Yang tadinya makannya ngawur, baik porsi maupun gizi di dalam makanan, suka makan gorengan tidak sehat, terlalu banyak gula dan garam, menjadi makan dengan porsi yang cukup namun gizi terpenuhi dengan baik.

Yang tadinya malas bergerak dan berolahraga, kini menjadi lebih aktif. Yang tadinya suka begadang, sekarang tidak boleh lagi. Istirahat harus cukup. Apalagi dengar-dengar mereka yang suka begadang, punya potensi besar terkena sirosis hati. Berat di awal tapi harus dipaksakan. Kalau tidak ada langkah pertama yang dipaksakan agar bisa keluar dari zona nyaman, tidak akan ada perubahan.

Bangun Momentum Saat Sudah Bergerak

Jangan sekali-kali berhenti dalam proses perubahan tersebut, sebelum benar-benar menjadi sesuatu yang permanen. Seperti ilustrasi sepeda tadi. Kalau Anda berhenti mengayuh sepeda, maka untuk bergerak lagi seluruh proses akan terulang dari awal. Membutuhkan energi yang besar lagi. Justru saat sudah bergerak, percepat kayuhan Anda dan sepeda pun melaju dengan cepat tanpa beban yang terlalu berat.

bergerak dan berubah dengan cepat
bergerak dan berubah dengan cepat

Saat Anda sedang dalam proses berubah pun demikian. Contoh Anda yang ingin memiliki kebiasaan membaca buku positif, jangan berhenti setelah 2-3 bulan. Teruskan maka setelah 2-3 bulan itu akan menjadi kebiasaan baru Anda. Saat Anda berhenti, boleh jadi memulainya lagi bisa jauh lebih berat dari kondisi semula. Karena semua itu sudah terekam di dalam pikiran bawah sadar kalau Anda gagal dan sia-sia mencoba berubah kembali.

Saya pun demikian saat mengubah gaya hidup sehat. Godaan berat itu justru datang di bulan-bulan pertama melakukan diet (pengaturan pola makan). Namun memasuki bulan kedua dan ketiga jadi terbiasa mengontrol apa-apa yang dimakan. Kebiasaan hidup aktif dan tidak malas bergerak pun jadi semakin biasa, tidak seberat pertama kali dulu. Jam biologis untuk tidur pun terbentuk dengan baik. Jam berapa ngantuk untuk tidur dan jam berapa bangun pagi, otomatis tanpa alarm.

Cari Komunitas Pendukung Untuk Mempercepat Prosesnya

Peranan komunitas itu penting sekali. Tidak harus bergabung dalam komunitas tertentu, tapi setidaknya ikutlah dalam kegiatan mereka. Ini akan mendukung dan mempercepat perubahan Anda. Lingkungan itu mempengaruhi.

Anda ingin menghentikan kebiasaan merokok. Tapi kalau bergaulnya sama mereka yang doyan merokok ya sulit. Lain kalau Anda bergaul dengan orang-orang yang sadar kesehatan dan tidak merokok. Yang dibicarakan, yang didiskusikan, tentang kesehatan dan bagaimana hidup semakin sehat dari hari ke hari.

Saat saya menjalani program diet untuk menurunkan berat dan mencapai goal kesehatan yang saya inginkan, ya ngumpulnya sama temen-temen yang juga menjalankan program serupa. Sama-sama saling mengingatkan. Berbagi informasi kesehatan atau bila ada hal-hal positif lainnya. Saling mendukung satu sama lain.

Tapi bukan berarti tidak ada komunitas lantas tidak bisa. Tetap bisa, namun butuh kerja yang lebih ekstra saya rasa. Camkan saja, selama ada kemauan insya Allah ada jalan. Seperti lagunya Maher Zain, Insya Allah.

Baca juga tulisan lama saya, “Meluncur dan Sukses Bersama Pesawat Ulang Alik NASA” untuk mempelajari lebih lanjut proses perubahan yang mungkin harus Anda alami demi tujuan yang lebih baik, demi masa depan yang lebih baik.

Ini sudah hampir di penghujung tahun, apa saja perubahan positif Anda tahun ini?

49 Responses to Membangun dan Menjaga Momentum Perubahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 369,851 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip