Mati Karena Mimpi atau Goal Sendiri
Oleh : Arief Maulana
Beban Impian
Ada diantara Anda semua yang suka berkebun? Saya sih ngga terlalu, yang suka ibu. Kalau ada di antara Anda yang suka berkebun tentu paham, kalau kita baru menanam tanaman yang masih kecil biasanya tidak boleh disiram air telalu banyak. Kalau kebanyakan yang ada malah tanamannya mati. Jadi disiramnya mesti sedikit demi sedikit.
Entah nyambung atau ngga dengan analogi di atas, tapi ada banyak orang-orang yang terpaksa “mati” gara-gara dari awal dijejali goal-goal yang kelewat besar. Goal besar, mimpi besar, muluk-muluk lah pokoknya. Baik itu goal dari dirinya sendiri atau dari orang lain. Semacam eneg dan ujung-ujungnya malah berhenti bertindak ke arah goal tersebut.
Saya mengalami itu. Eneg waktu mau menuliskan upgrade The Simple Internet Selling v.2.0. Yang saya bayangkan versi 2.0 ini lebih lengkap, detail dengan berbagai tips sehingga mungkin kalau saya bikin website penjualan dengan sales letter yang menggoda cukup layak dihargai dengan sangat mahal. Tapi karena niatannya memperbanyak list building yang sifatnya terfokus dan tidak asal, tetap saya gratisin hitung-hitung sekalian untuk praktek materi Profit-X.
Akhirnya apa? Jadi males. Udah kebayang kompleksnya, rumitnya, dan hunting screen shot yang lebih banyak dari versi sebelumnya. Belum lagi materinya itu sendiri, harus disederhanakan sedemikian rupa hingga (halah, bahasa matematis ini) bisa dicerna untuk mereka yang awam sekalipun.
Sampai akhirnya saya ingat lagi sebuah definisi sukses yang cukup sederhana.
Sukses besar itu adalah hasil dari kumpulan sukses-sukses kecil.
Dengan kata lain, goal yang besar, kompleks, dan ruwet tadi harus dipecah.
Kalau sudah dipecah kecil-kecil, maka kita bisa jadi lebih fokus ngerjainnya. Seperti The Simple Internet Selling v.2.0. Saya pecah bab per bab. Sementara menulis 1 bab, bab lainnya lupain dulu. Akhirnya dengan santai, pelan tapi pasti TSIS v.2.0 ini udah hampir 50 halaman full A4 dan materi masih setengah jalan. Yang penting rasa malesnya udah hilang. Saya menemukan titik untuk mengembalikan mood ke level aman dengan memecah goal, hehehe…
Ini sama juga kalau para naval architect and ship builder membangun kapal. Sebesar apapun kapalnya, proses pembuatannya selalu dimulai dari komponen terkecil. Dari komponen yang dilas satu sama lain, jadilah block. Dari block jadi superblock. Semua superblock dilas, jadilah kapal yang besar. Prosesnya hampir sama dengan mewujudkan goal besar kita.
Saya kira untuk goal apapun bisa diperlakukan serupa. Dipecah menjadi beberapa bagian kecil untuk kemudian diselesaikan satu per satu. Nanti ketika semua bagian kecil ini selesai dan sukses, otomatis goal besar kita pun ikut terselesaikan dan sukses. Yang penting jangan menyerah begitu saja begitu tersandung masalah. Fokus pada solusi, bukan masalahnya.
Anda punya pengalaman serupa? Share dong di form komentar untuk berbagi bersama rekan-rekan yang lain. Semoga bermanfaat.



[...] This post was mentioned on Twitter by Annissa Sagita and Lifehacks Magazine, Arief Maulana. Arief Maulana said: Artikel baru di blog saya : "Mati Karena Impian" http://bit.ly/denND1 | ariefmaulana.com [...]
gila gue pertamaxxx
mh Reply:
September 2nd, 2010 at 10:36 am
I told you gan… pebisnis itu mencari solusi, bukan mencari masalah… :cd:
Handoko Tantra Reply:
September 2nd, 2010 at 12:04 pm
@mh, Betul gan, solusi!!
Jgn kek konflik ama Malingsia yg belum ada solusi ama titik terang.:merokok:
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:24 pm
@Handoko Tantra, cieee udah mulai bicara politik hihihi…
Handoko Tantra Reply:
September 2nd, 2010 at 6:05 pm
@arief maulana, :hiks:iya neh mas…gara2 jajaran elit masih kurang tegas jadi ya membingungkan rakyat. Tapi maksud saya “tegas” bukan berarti harus perang lho…tegas setidaknya seperti apa yg dinyatakan menlu MLY itu.
Wah..malah lepas dari topik neh gara2 MLY. Tapi kalo mo perang juga ya harus siap2 neh :bom:
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:34 am
@Handoko Tantra, nah loh. Yang milih para jajaran elit itu siapa. Jadi salah siapa? Jajaran elitnya apa para pemilihnya :ngakak :hammer
mh Reply:
September 3rd, 2010 at 6:01 am
@arief maulana, maap gan, ane golput sejati hahaha… :toast
Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis Reply:
September 3rd, 2010 at 11:58 am
@mh, kalo saya golham aja alias golongan hitam hahaha :ngakak:
mh Reply:
September 2nd, 2010 at 1:48 pm
@Handoko Tantra, perang aja yyyyyyuuuukkkk :iloveindonesia
hakkyrohman Reply:
September 2nd, 2010 at 5:14 pm
@mh, ajakan untuk ganyang malingsia sudah berkumandang ayo lempar batabig bersama :batabig. Merah putih kami dibelakang mu :iloveindonesia
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:30 am
@hakkyrohman, MERDEKA… :iloveindonesia
mh Reply:
September 3rd, 2010 at 6:00 am
@hakkyrohman, maklum deh malay memang alay :alay..
Handoko Tantra Reply:
September 2nd, 2010 at 6:09 pm
@mh, Yukk.:bom:
Tapi solusi bukan dgn perang aja kok…perang diplomasi masih bisa juga asal pemimpin kita bisa tegas.:mikir:
Yang penting kan bukan masalahnya dgn MLY krn masalah itu sudah dari dulu selalu terjadi antara NKRI ama MLY. Tinggal nunggu solusi yg ta kunjung ditemukan nih.
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:34 am
@Handoko Tantra, :cendolbig
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:24 am
@mh, wah wah wah… bisa-bisa ntar blog ini di blokir sama menkominfo :ngakak
mh Reply:
September 3rd, 2010 at 5:58 am
@arief maulana, menteri yang ngerti semangat juang 45 gak akan ngeblokir blog ini gan… (kalo menteri katrok, menegetehe)
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:05 pm
@mh, solusi atas masalah orang juga bisa dijadikan ladang bisnis. Bukan begitu Mas?
mh Reply:
September 2nd, 2010 at 1:42 pm
@arief maulana, ya betul.. solusi nya lho.. bukan cari gara2 atau masalah.. hehehe :matabelo
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:14 am
@mh, cari masalah itu kalau ngajarin membernya melakukan SPAM :ngakak:
mh Reply:
September 3rd, 2010 at 5:58 am
@arief maulana, nah kalo itu.. :batabig buat si mastah…
Maghfur Amin Reply:
September 2nd, 2010 at 7:17 pm
@mh, Hahaha… comeng diatas ini kok malah ngomongin politik dan perang yak. Kayaknya emg sudah pada gerah dengan solusi yang gak muncul2 dari pejabat elite :hihi:
luthfi fuadi Reply:
September 2nd, 2010 at 9:54 pm
@Maghfur, biasa mas..gara-gara negara tetangga kita tuch,,jadi rada-rada menjurus ke politik,,hehe itu kali..kalau salah, koreksi ya..^)^
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:37 am
@luthfi, atau gara-gara koment yg punya blog tetangga :ngakak
mh Reply:
September 3rd, 2010 at 6:02 am
@arief maulana, wah blog nya lancar jaya neh.. wuuzzzz… :ngacir2
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 6:04 am
@mh, hostingnya dong. Kan pake Kunci Host
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:36 am
@Maghfur Amin, sebenernya ngga perlu lah repot2 gitu. Kalau saja setiap individu bangsa Indonesia fokus pada profesionalitas kerja dan menjungjung tinggi moral dll, bisa kok bangsa kita bergerak ke arah yg lebih baik. Lha saking terlalu banyak konflik kepentingan itu apa… :hammer
mh Reply:
September 3rd, 2010 at 5:59 am
@arief maulana, makanya ikutan indonesia boot camp 2011 hahahaha :sup:
Hehe tadi baca judulnya kirain ada orang benar2 mati karena mimpi, gak tahunya mati dalam tanda petik…mmh kematian yang memprihatinkan.
Mas arief saya ingin menambahkan karena begitupun sebaliknya, orang bisa “mati” kalau tidak punya mimpi. Yaitu mati kreatifitasnya, mati karyanya, mati prestasinya, dan bisa juga mati amalnya…
Salam kenal
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:08 pm
@Asep Assafah, sengaja. Biar yg ngga sengaja hinggap di blog saya pada baca gara-gara judulnya.
Yup anda benar. Ga punya goal juga ngga bagus. Ini pernah saya tuliskan di artikel yg sangat lama, “Hidup Tanpa Visi Bagai Tubuh Tanpa Jiwa” kalau ngga salah.
luthfi fuadi Reply:
September 2nd, 2010 at 9:55 pm
@arief maulana, tapi jangan sampai kenekan mimpi,, tanpa adanya action ^_^
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:39 am
@luthfi, action itu MUTLAK. Ga perlu dibahas juga orang udah tau kok action suatu keharusan. Makanya fokus tulisan lebih ke arah solusi bagi mereka yang actionnya tersendat karena terbebani dream besarnya itu sendiri. Kalau dipecah-pecah kan enak… fokusnya sama dream kecil-kecil.
Ketika dream kecil-kecil terwujud, maka otomatis dream besar ikut dengan sendirinya :cendolbig
Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis Reply:
September 3rd, 2010 at 12:01 pm
@arief maulana, wah kok jadi nggelantur ampe ke malangsia neh obrolannya heheh :D ayo ganyang malaysia!!!
Saya lagi ada masalah,saat ini sudah punya 2 product orang yang harus saya jual, udah bikin blog dibuatin orang/bayar.saya kurang puas, diutak atik malah hancur.Mau posting makin malas. Yaitu sekarang lagi jalan2 ke blog orang…lihat…baca2, untuk ningkatkan mood dulu.:puyeng:
Muhammad Arifin Reply:
September 2nd, 2010 at 11:24 am
@rustama efendi, :puyeng:
jadi ikutan puyeng mas, apa emang ga di garap sama ahlinya?
rustama efendi Reply:
September 2nd, 2010 at 11:41 am
@Muhammad Arifin, ingin segala puas…blog ingin segala ada..ahirnya rusak.Lap top diambil orang dan tidak akan dikembalikan.Makasih mas.
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:22 pm
@rustama efendi,
mh Reply:
September 2nd, 2010 at 1:47 pm
@arief maulana, :kacau: :ngakak
luthfi fuadi Reply:
September 2nd, 2010 at 9:57 pm
@mh, wah..puyeng! makan obat gih!..haha pegangan takut jatuh,,hehe
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:21 am
@mh, :ngakak :ngakak :ngakak
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:18 pm
@Muhammad Arifin, mending belajar sendiri kalau blog. Repot kan kalau udah begini.
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:10 pm
@rustama efendi, sabar pak….
tentang realisasi Goal ya.. cuma bisa bilang “Alhamdulillah….) :thanks2
hakkyrohman Reply:
September 2nd, 2010 at 5:22 pm
@Wawan Purnama, :matabelo
Seperti nulis juga, mas..
Memulai dari kata, baru jadi kalimat, trus jadi paragraf..dari susunan paragraf2 itu baru lahirlah satu karya tulis kita :D
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:23 pm
@Novianto Syahmud, yap. Terima kasih tambahan contohnya :D
PERTAMAX GA YAH?
mh Reply:
September 2nd, 2010 at 1:47 pm
@bisnis di rumah, pertamax dari monas..
luthfi fuadi Reply:
September 2nd, 2010 at 9:59 pm
@mh, hahaha..keduluan ama MH bos!:hihi:
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:39 am
@luthfi, terlalu napsu pertamax tapi ngga liat sikon :ngakak
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:22 am
@mh, :ngakak padahal urutan komennya udah nomer sekian aja
bisnis di rumah Reply:
September 3rd, 2010 at 6:54 am
@arief maulana, hehe sorry mas, buka blog ini jam 6:30, ternyata dah banyak hihihihi….ah aku jadi malu nih, pulang kampung aja ah ke Holland….btw monas itu makanan asli mana yah…??..PM yah
bisnis di rumah Reply:
September 3rd, 2010 at 6:57 am
mungkin besok2 kalau dapet email, langsung ke tkp…….geregetan..jadinya geregetan……uuuuwoooooooo:nangis:
Gimana dengan WRITERS BLOCK? Heheheh
Nice info gan!
Fokus fokus fokus fokus *kehipnotis :hiks:
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:14 pm
@GaL, coba follow @jonru (guru sekolah menulis online) di twitter trus ditanya deh. Dia tahu cara ngatasi writer’s block mbak hehehe…. Kalau ngga salah pake strategi “Menulis Bebas”.
Tetangga saya ada tuh yang tidur lalu mimpi sampai kelewat meninggal dunia. Orang Jawa bilang “lindihen”. Hahaha…
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:29 pm
@Agus Siswoyo, wah klo yg itu beneran hahaha…
luthfi fuadi Reply:
September 2nd, 2010 at 10:00 pm
@arief maulana, ih..takut kalau tidur kelwat batas gitu huuhhh..!!
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:40 am
@luthfi, itu mah emang udah waktunya mati aja :hammer
luthfi fuadi Reply:
September 3rd, 2010 at 1:02 pm
@arief maulana, hahaha……:sip:
kalo saya sih buat ngilangin males…pake rumus 50/10 setiap 50 menit ngerjain kewajiban (entah itu belajar, ngurus web, tadarusan, dll) 10 menit istirahat…:belajarkeras:
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:35 pm
@zaki, kaya rumusnya Ahira yah. Yg 50:10:50:10 hehehe…
boleh aja bermimpi,,, tapi akan menjadi kenyataan indah jika disertai dengan perbuatan untuk memperjuangkan mimpi indah itu…. :sip:
luthfi fuadi Reply:
September 2nd, 2010 at 10:01 pm
@catatan penting, setuju bos!
Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis Reply:
September 3rd, 2010 at 12:04 pm
@luthfi fuadi, itulah bedanya para pemimpi dengan para praktisi hehehe :D
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:07 am
@Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis, Praktisi pasti punya mimpi di balik tindakannya. Tapi pemimpi belum tentu bertindak dan menjadi seorang praktisi.
Mbulet mode : on
saya punya juga Mas, waktu mau bikin e-book ini sekarang .
kebanyakan goal akhirnya ga jadi .
tapi saya belah per bab, sekarang udah bab terakhir nih :)
semoga rampung :sip:
Mas, ada yang broken link tuh . di anchor text Praktek Materi Profit-X
arief maulana Reply:
September 2nd, 2010 at 12:37 pm
@Imam Herlambang, semoga cepet selesai ebooknya.
Nanti saya cek lagi linknya. Terima kasih :D
Imam Herlambang Reply:
September 2nd, 2010 at 1:34 pm
@arief maulana, terima kasih
sama sama :hihi:
Betul sekali Bung,hal ini sering terjadi di dunia bisnis MLM.Tetap semangat…
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:15 am
@Tjia Ngie, yap. Saya ingat upline dulu juga ngajarin untuk ngebreak dream. Jadi ketika action bebannya ga terlalu berat karena fokus pada goal-goal kecil yang kalau dikumpulin goal besarnya otomatis tercapai.
Sah – sah saja dengan goal yang gde tapi harus melihat keberadaan kita..ya kan
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:27 am
@muhammad ishak, betul. Makanya di dalam ilmu manajemen diri ada materi AKU (Ambisi, Kenyataan, Usaha) untuk mengukur seberapa layak goal tersebut dan bagaimana mempersiapkan diri hingga semuanya bisa tercapai.
Lepas dari itu semua, tulisan ini sebenarnya untuk membantu rekan-rekan yang suka merasa terbebani dengan goalnya sendiri. Dengan membaginya ke dalam bagian2 kecil, maka fokus kerja bisa lebih optimal.
untuk mendaki gunung yang tinggi sekalipun, pertama yang kita lakukan adalah langkah 1, langkah 2, …. langkah xxxx sampai deh di gunung, gitu kan mas, apa lagi gunungnya hangggat …… ayo mikir apa???musim kemarau jadi udara agak hanggat
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:28 am
@bchree, yup. Setapak demi setapak. Sama kaya biksu Tong (kera sakti) yang menempuh perjalanan ke barat itu. :ngakak
apik…apik mas…tak kiro mati betulan…jebul : mati tak segan hidup mau ta..?
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:29 am
@masyudee, kalau mati beneran ya wes wayahe mas :ngakak
menurut saya bermimpi atau punya goal sebesar apapun sah2 aja toh tiap orang punya hak nya masing2. Yang terpenting jangan hanya bermimpi tapi EKSEKUSI segera dengan ACTION realisasikan impian/goal2 besar itu dan Pantang menyerah sebelum tercapai! :2thumbup
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:33 am
@hakkyrohman, saya tidak melarang orang bermimpi atau memiliki goal besar. Dan memang tujuan tulisan ini bukan untuk menghambat, melainkan memberi solusi bagi rekan-rekan yg suka terbebani dengan goal besar itu sendiri.
Mereka yg merasa terbebani ini pada akhirnya malah tidak bertindak. Makanya dijembatani dengan memecah goal menjadi beberapa goal kecil hingga bisa lebih fokus dan tidak merasa berat menjalaninya. Bertindak itu wajib.
Impian adalah apa yang akan kita peroleh. Sedangkan bertindak adalah memastikan apakah impian itu benar-benar terwujud atau tidak.
mati karena sibuk mikirin mimpi…kurang action ^_^
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:36 am
@luthfi, itu sih NADO (no action, dream only) :hammer
Persis seperti pesan Allah “Latarkabunna thabaqan ‘an thabaqin”.
===
Semoga urusannya selesai dengan lancar Mas. Saya termasuk orang yang menunggu hasil karya itu dan ikut berdoa demi kelancarannya :)
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:40 am
@Erdien, amin… Terima kasih atas doanya.
Dikit-dikit lama-lama jadi bukit :2thumbup Alon-alon asal kelakon :tkp Nyambung gak ya he3
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:41 am
@turisuna, nyambung banget… hehehe
Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis Reply:
September 3rd, 2010 at 12:13 pm
@turisuna, hare gene masih alon2 asal klakon? gak zaman mas, hare gene tuh mesti biar cepat, tepat, berkualitas, ikhlas tuntas asal selamat hahaha :D
turisuna Reply:
September 3rd, 2010 at 3:34 pm
@Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis, Idealnya sie gitu, tapi prakteknya klo cepet-cepet hasilnya sering luput :hammer Kayak saya dulu pinginnya cepet2 nangkring di google trus banyakin backlink dalam waktu singkat, eeee ujung-ujungnya masuk sandbox :mewek2 Jadi mending ‘Yang sedang-sedang saaajaaaaa’ Vety vera banget :najis
saya setuju dengan postingan mas arif,
sedikit nambahin mas
tips memiliki goal/target :
kita harus memiliki goal sebagai tonggak/aset motivasi tetapi kita TIDAK BOLEH dimiliki goal/target yang artinya apabila goal itu tidak tercapai kita harus berlapang dada karena yang berkuasa adalah Allah.
Faidza ‘azamta, fatawakkal alallah..
tugas kita hanya meluruskan niat dan melakukan usaha, hasil akhir kita serahkan kepada Allah…
dan satu lagi goal harus disesuaikan dengan kapabilitas kita
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 5:43 am
@adi, betul. Oleh Allah kita diberi “kertas” dan “pensil” untuk menuliskan semua dream kita dan bekerja mewujudkannya, tapi jangan lupa “penghapus”nya ada di tangan Allah. Kalau kita ikhlas maka yg dihapus tadi akan diganti dengan yg lebih baik.
terima kasih kesempatannya…
saya suka point akhirnya mas, fokus pada solusi bukan pada masalah karena akan meruntuhkan solusi itu sendiri.
luthfi fuadi Reply:
September 3rd, 2010 at 1:00 pm
@pututik, point itu memang kudu tetap kita perhatikan…guna motivasi dalam mencari solusi yang sekiranya resiko yang sekecil apapun dampaknya..^_^
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:13 am
@luthfi fuadi, bicara soal fokus pada solusi, sy jadi inget film “Apollo 13″. Bener² mengajarkan kita untuk fokus pada solusi.
“Houston, we have problem…”
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:04 am
@pututik, benar. Kalau fokus kita pada solusi, otak akan bekerja mencari solusi.
Tapi kalau fokusnya di masalah, otak akan berhenti berpikir mencari solusi dan mbulet di masalah itu sendiri.
biasanya sih karena goal sendiri
arief maulana Reply:
September 3rd, 2010 at 9:14 am
@Cara Membuat Facebook, maksudnya?
Blog Berita Gosip Artis dan Berita Terkini Reply:
September 3rd, 2010 at 12:17 pm
@arief maulana, maksudnya tuh komeng asal jadi mas, gak baca postingannya hehehe :D
perbedaan antara orang sukses dan gagal itu terletak pada seberapa kuat dia mewujudkan visinya apapun yg terjadi meskipun seribu halangan menghadang :)karena kakuatan visinya itulah dia melangkah :D
luthfi fuadi Reply:
September 3rd, 2010 at 12:59 pm
@Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis,
sepakat …!
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:05 am
@Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis, Super Sekali
Setuju mas hidup harus punya Visi dan misi. Tapi dalam pelaksanaannya gak perlu bikin TOR khan mas..:kembik2:
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:11 am
@cahyo, apa tuh TOR?
goal adalah sasaran dari apa yg mau dicapai..shg dalam hidup kita punya tujuan. kalu tdk terccapai usaha lg yg penting go with the flow aja deh..
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:22 am
@erick, do the best aja. Seperti kata teman saya :
Tapi ikhlaskan pensilnya tetap di tangan Tuhan untuk mengganti mana ‘tulisan’ kita yang kurang pas dengan yg lebih baik.
orang gagal itu sudah didepan pintu kesuksean
tetapi karenar begitu capek, lelah, kesal putus asa,
sehingga tidak ada kekuatan untuk mengentuk dan membuka pintu kesuksesan itu
orang sukses
selalu memiliki semangat pagi
walaupun susana sudah, capek, lelah, kesala…..
dan seterusnya…..
tetapi karena semangatnya selalau semangat pagi,
maka, diketuk itu pintu sukses
dan dia masuk kedalam
dan….
akhirinya dia jadi penghuni rumah kesuksesan itu
gitu, ya mas arief
tapi aku kok kebagian bunciiittt…… terus ya,
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:27 am
@pertamax di indonesia | ban anti bocor, ga rajin memantau sih hihihi…
Jadi inget ceritanya Napoleon Hill di buku “Berpikir & Menjadi Kaya.”
Seorang penambang emas terus menggali setelah mendengar isu ada emas di suatu daerah.
Karena ngga ketemu² akhirnya dia menyerah. Seseorang pun membeli tanah tersebut & melanjutkan galian. Ternyata 1 meter dari posisi galian terakhir, disanalah emas berada.
Kalau saja penambang pertama tidak berhenti, tentu tinggal 1 meter saja dia menjadi sukses.
:hihi:
saya sudah kecapaian memasarkan produk saya ini mas,
maklum barang / produk yang sangat2 baru bagi masyarakat indonesia
belu pernah ada sebelumnya dan ini pertama kali
sama seperti air kemasan dulu juga susah nawarkannya, tapi sekarang disetiap rumah ada air kemasan
minta motivasinya mas, arie, produk saya biar cepet booming
nanti aq kasih perangan yg lumayan
:ngakak:
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:32 am
@tireguard | ANTIBANBOCOR, nah itu sudah punya cerita motivasi sendiri.
Coba kalau Aqua *sengaja sebut merk* dulu waktu dianggap gila sama orang karena memasarkan air dalam kemasan lantas berhenti dan menyerah.
Tentu Aqua tidak akan menjadi market leader yang tidak tergoyahkan posisinya seperti saat ini.
Nanti kalau produk ini sukses, saya yakin akan banyak merk-merk lain bermunculan. Tapi mereka yang pertama yang akan menjadi market leader jika tidak menyerah :)
waduh…
kata2 yang menakutkan…
kayak ancem aja nah…
:hiks:
mestinya dilakukan sedikit demi sedikit agar bisa sukses tanpa harus paksa…
biar lambat asal sukses…
biar lambat asal baik kerjaanya daripada cepat tapi gagal ribuan kali…
…
:sip:
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:35 am
@Dimas, karena tergesa-gesa itu tidak baek :)
klo saya pernah termakan mimpi, karena terlalu terlena bahwa mimpi bisa dtg tanpa usaha. kenyataannya tanpa usaha mimpi ngga akan terwujud
arief maulana Reply:
September 6th, 2010 at 5:36 am
@as_3d, beda dreamer dg dream hunter itu :p.
Berkunjung kedua kali.. dengan komen..
*Berusaha untuk tidak ‘mati’ seperti itu.. (tragis) :meledak:
Simple Mas..Tapi DAHSYAT ne
kalau saya sih banyak nyerahnya banyak maunya cuman selalu berhenti di tengah jalan
arief maulana Reply:
September 9th, 2010 at 2:58 am
@tubagus, kalau tidak berubah ga bisa sukses. Sesederhana itu kok.
bener jg, kalo dipecah jadi impian2 kecil, hasilnya jadi lebih terasa…
arief maulana Reply:
September 13th, 2010 at 3:22 pm
@rian s, jangan lupa goal / impian tadi sebaiknya dituliskan. Dibaca kapan saja kita sempat biar nancap di alam bawah sadar. :)
Jadi ingat satu kalimat sakti, sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit;Salam hangat dari kota kecil Jember,,
arief maulana Reply:
September 21st, 2010 at 9:48 pm
@Acacicu, betul sekali perumpamaannya… Posisi di jember yah? Ada Maulana Malik disana, salah satu IM top juga tuh. Coba atuh dicari dan diajak kopdar. hehehe…
[...] saja. Bikin males untuk menyelesaikannya. Sama seperti yang pernah saya tuliskan tentang orang yang mati karena mimpinya sendiri yang kelewat [...]