Mati Karena Mimpi atau Goal Sendiri

Oleh : Arief Maulana

Beban Impian

Ada diantara Anda semua yang suka berkebun? Saya sih ngga terlalu, yang suka ibu. Kalau ada di antara Anda yang suka berkebun tentu paham, kalau kita baru menanam tanaman yang masih kecil biasanya tidak boleh disiram air telalu banyak. Kalau kebanyakan yang ada malah tanamannya mati. Jadi disiramnya mesti sedikit demi sedikit.

Entah nyambung atau ngga dengan analogi di atas, tapi ada banyak orang-orang yang terpaksa “mati” gara-gara dari awal dijejali goal-goal yang kelewat besar. Goal besar, mimpi besar, muluk-muluk lah pokoknya. Baik itu goal dari dirinya sendiri atau dari orang lain. Semacam eneg dan ujung-ujungnya malah berhenti bertindak ke arah goal tersebut.

Saya mengalami itu. Eneg waktu mau menuliskan upgrade The Simple Internet Selling v.2.0. Yang saya bayangkan versi 2.0 ini lebih lengkap, detail dengan berbagai tips sehingga mungkin kalau saya bikin website penjualan dengan sales letter yang menggoda cukup layak dihargai dengan sangat mahal. Tapi karena niatannya memperbanyak list building yang sifatnya terfokus dan tidak asal, tetap saya gratisin hitung-hitung sekalian untuk praktek materi Profit-X.

Akhirnya apa? Jadi males. Udah kebayang kompleksnya, rumitnya, dan hunting screen shot yang lebih banyak dari versi sebelumnya. Belum lagi materinya itu sendiri, harus disederhanakan sedemikian rupa hingga (halah, bahasa matematis ini) bisa dicerna untuk mereka yang awam sekalipun.

Sampai akhirnya saya ingat lagi sebuah definisi sukses yang cukup sederhana.

Sukses besar itu adalah hasil dari kumpulan sukses-sukses kecil.

Dengan kata lain, goal yang besar, kompleks, dan ruwet tadi harus dipecah.

Kalau sudah dipecah kecil-kecil, maka kita bisa jadi lebih fokus ngerjainnya. Seperti The Simple Internet Selling v.2.0. Saya pecah bab per bab. Sementara menulis 1 bab, bab lainnya lupain dulu. Akhirnya dengan santai, pelan tapi pasti TSIS v.2.0 ini udah hampir 50 halaman full A4 dan materi masih setengah jalan. Yang penting rasa malesnya udah hilang. Saya menemukan titik untuk mengembalikan mood ke level aman dengan memecah goal, hehehe…

Ini sama juga kalau para naval architect and ship builder membangun kapal. Sebesar apapun kapalnya, proses pembuatannya selalu dimulai dari komponen terkecil. Dari komponen yang dilas satu sama lain, jadilah block. Dari block jadi superblock. Semua superblock dilas, jadilah kapal yang besar. Prosesnya hampir sama dengan mewujudkan goal besar kita.

Saya kira untuk goal apapun bisa diperlakukan serupa. Dipecah menjadi beberapa bagian kecil untuk kemudian diselesaikan satu per satu. Nanti ketika semua bagian kecil ini selesai dan sukses, otomatis goal besar kita pun ikut terselesaikan dan sukses. Yang penting jangan menyerah begitu saja begitu tersandung masalah. Fokus pada solusi, bukan masalahnya.

Anda punya pengalaman serupa? Share dong di form komentar untuk berbagi bersama rekan-rekan yang lain. Semoga bermanfaat.

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. Hehe tadi baca judulnya kirain ada orang benar2 mati karena mimpi, gak tahunya mati dalam tanda petik…mmh kematian yang memprihatinkan.
    Mas arief saya ingin menambahkan karena begitupun sebaliknya, orang bisa “mati” kalau tidak punya mimpi. Yaitu mati kreatifitasnya, mati karyanya, mati prestasinya, dan bisa juga mati amalnya…
    Salam kenal

  2. rustama efendi says:

    Saya lagi ada masalah,saat ini sudah punya 2 product orang yang harus saya jual, udah bikin blog dibuatin orang/bayar.saya kurang puas, diutak atik malah hancur.Mau posting makin malas. Yaitu sekarang lagi jalan2 ke blog orang…lihat…baca2, untuk ningkatkan mood dulu.:puyeng:

  3. Novianto Syahmud says:

    Seperti nulis juga, mas..
    Memulai dari kata, baru jadi kalimat, trus jadi paragraf..dari susunan paragraf2 itu baru lahirlah satu karya tulis kita :D

  4. kalo saya sih buat ngilangin males…pake rumus 50/10 setiap 50 menit ngerjain kewajiban (entah itu belajar, ngurus web, tadarusan, dll) 10 menit istirahat…:belajarkeras:

  5. catatan penting says:

    boleh aja bermimpi,,, tapi akan menjadi kenyataan indah jika disertai dengan perbuatan untuk memperjuangkan mimpi indah itu…. :sip:

  6. Imam Herlambang says:

    saya punya juga Mas, waktu mau bikin e-book ini sekarang .
    kebanyakan goal akhirnya ga jadi .
    tapi saya belah per bab, sekarang udah bab terakhir nih :)
    semoga rampung :sip:

    Mas, ada yang broken link tuh . di anchor text Praktek Materi Profit-X

    • @Tjia Ngie, yap. Saya ingat upline dulu juga ngajarin untuk ngebreak dream. Jadi ketika action bebannya ga terlalu berat karena fokus pada goal-goal kecil yang kalau dikumpulin goal besarnya otomatis tercapai.

    • @muhammad ishak, betul. Makanya di dalam ilmu manajemen diri ada materi AKU (Ambisi, Kenyataan, Usaha) untuk mengukur seberapa layak goal tersebut dan bagaimana mempersiapkan diri hingga semuanya bisa tercapai.

      Lepas dari itu semua, tulisan ini sebenarnya untuk membantu rekan-rekan yang suka merasa terbebani dengan goalnya sendiri. Dengan membaginya ke dalam bagian2 kecil, maka fokus kerja bisa lebih optimal.

  7. untuk mendaki gunung yang tinggi sekalipun, pertama yang kita lakukan adalah langkah 1, langkah 2, …. langkah xxxx sampai deh di gunung, gitu kan mas, apa lagi gunungnya hangggat …… ayo mikir apa???musim kemarau jadi udara agak hanggat

  8. menurut saya bermimpi atau punya goal sebesar apapun sah2 aja toh tiap orang punya hak nya masing2. Yang terpenting jangan hanya bermimpi tapi EKSEKUSI segera dengan ACTION realisasikan impian/goal2 besar itu dan Pantang menyerah sebelum tercapai! :2thumbup

    • @hakkyrohman, saya tidak melarang orang bermimpi atau memiliki goal besar. Dan memang tujuan tulisan ini bukan untuk menghambat, melainkan memberi solusi bagi rekan-rekan yg suka terbebani dengan goal besar itu sendiri.

      Mereka yg merasa terbebani ini pada akhirnya malah tidak bertindak. Makanya dijembatani dengan memecah goal menjadi beberapa goal kecil hingga bisa lebih fokus dan tidak merasa berat menjalaninya. Bertindak itu wajib.

      Impian adalah apa yang akan kita peroleh. Sedangkan bertindak adalah memastikan apakah impian itu benar-benar terwujud atau tidak.

  9. Persis seperti pesan Allah “Latarkabunna thabaqan ‘an thabaqin”.
    ===
    Semoga urusannya selesai dengan lancar Mas. Saya termasuk orang yang menunggu hasil karya itu dan ikut berdoa demi kelancarannya :)

  10. saya setuju dengan postingan mas arif,
    sedikit nambahin mas
    tips memiliki goal/target :
    kita harus memiliki goal sebagai tonggak/aset motivasi tetapi kita TIDAK BOLEH dimiliki goal/target yang artinya apabila goal itu tidak tercapai kita harus berlapang dada karena yang berkuasa adalah Allah.
    Faidza ‘azamta, fatawakkal alallah..
    tugas kita hanya meluruskan niat dan melakukan usaha, hasil akhir kita serahkan kepada Allah…
    dan satu lagi goal harus disesuaikan dengan kapabilitas kita

    • @adi, betul. Oleh Allah kita diberi “kertas” dan “pensil” untuk menuliskan semua dream kita dan bekerja mewujudkannya, tapi jangan lupa “penghapus”nya ada di tangan Allah. Kalau kita ikhlas maka yg dihapus tadi akan diganti dengan yg lebih baik.

    • @pututik, point itu memang kudu tetap kita perhatikan…guna motivasi dalam mencari solusi yang sekiranya resiko yang sekecil apapun dampaknya..^_^

    • @pututik, benar. Kalau fokus kita pada solusi, otak akan bekerja mencari solusi.

      Tapi kalau fokusnya di masalah, otak akan berhenti berpikir mencari solusi dan mbulet di masalah itu sendiri.

  11. goal adalah sasaran dari apa yg mau dicapai..shg dalam hidup kita punya tujuan. kalu tdk terccapai usaha lg yg penting go with the flow aja deh..

    • @erick, do the best aja. Seperti kata teman saya :

      kita memang diberi pensil dan kertas oleh Tuhan untuk menuliskan mimpi / visi yg ingin kita wujudkan.

      Tapi ikhlaskan pensilnya tetap di tangan Tuhan untuk mengganti mana ‘tulisan’ kita yang kurang pas dengan yg lebih baik.

  12. orang gagal itu sudah didepan pintu kesuksean

    tetapi karenar begitu capek, lelah, kesal putus asa,
    sehingga tidak ada kekuatan untuk mengentuk dan membuka pintu kesuksesan itu

    orang sukses
    selalu memiliki semangat pagi

    walaupun susana sudah, capek, lelah, kesala…..
    dan seterusnya…..
    tetapi karena semangatnya selalau semangat pagi,

    maka, diketuk itu pintu sukses
    dan dia masuk kedalam
    dan….
    akhirinya dia jadi penghuni rumah kesuksesan itu

    gitu, ya mas arief

    tapi aku kok kebagian bunciiittt…… terus ya,

    • @pertamax di indonesia | ban anti bocor, ga rajin memantau sih hihihi…

      Jadi inget ceritanya Napoleon Hill di buku “Berpikir & Menjadi Kaya.”

      Seorang penambang emas terus menggali setelah mendengar isu ada emas di suatu daerah.

      Karena ngga ketemu² akhirnya dia menyerah. Seseorang pun membeli tanah tersebut & melanjutkan galian. Ternyata 1 meter dari posisi galian terakhir, disanalah emas berada.

      Kalau saja penambang pertama tidak berhenti, tentu tinggal 1 meter saja dia menjadi sukses.

  13. :hihi:
    saya sudah kecapaian memasarkan produk saya ini mas,

    maklum barang / produk yang sangat2 baru bagi masyarakat indonesia

    belu pernah ada sebelumnya dan ini pertama kali

    sama seperti air kemasan dulu juga susah nawarkannya, tapi sekarang disetiap rumah ada air kemasan

    minta motivasinya mas, arie, produk saya biar cepet booming

    nanti aq kasih perangan yg lumayan

    :ngakak:

    • @tireguard | ANTIBANBOCOR, nah itu sudah punya cerita motivasi sendiri.

      Coba kalau Aqua *sengaja sebut merk* dulu waktu dianggap gila sama orang karena memasarkan air dalam kemasan lantas berhenti dan menyerah.

      Tentu Aqua tidak akan menjadi market leader yang tidak tergoyahkan posisinya seperti saat ini.

      Nanti kalau produk ini sukses, saya yakin akan banyak merk-merk lain bermunculan. Tapi mereka yang pertama yang akan menjadi market leader jika tidak menyerah :)

  14. waduh…
    kata2 yang menakutkan…
    kayak ancem aja nah…
    :hiks:
    mestinya dilakukan sedikit demi sedikit agar bisa sukses tanpa harus paksa…
    biar lambat asal sukses…
    biar lambat asal baik kerjaanya daripada cepat tapi gagal ribuan kali…

    :sip:

  15. putrigee | pena cinta | layak sukses says:

    Berkunjung kedua kali.. dengan komen..

    *Berusaha untuk tidak ‘mati’ seperti itu.. (tragis) :meledak:

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,748 bad guys.