I got the bill
I got the bill

Kemarin sebuah email datang dari layanan hosting yang sudah lama saya gunakan, Kunci Host. Isinya adalah tagihan hosting (domainnya gratis) dari beberapa blog yang saya kelola. Nominalnya kira-kira sekitar hampir setengah juta. Lumayan besar lah kalau dipikir-pikir.

Di sisi lain, sampai dengan pagi ini gaji saya belum juga ditransfer oleh perusahaan. Beberapa komisi dari affiliate merchant juga belum masuk. Termasuk juga komisi untuk beberapa job seperti paid for tweet dan paid for post dari IBN. Lha mau bayar pakai apa coba?

Tapi tenang saja. Berhubung saya adalah customer yang baik, ya tadi pagi langsung saya tutup tagihan-tagihan dari Kunci Host demi kelangsungan hidup blog ini agar saya bisa menuliskan blog post demi blog post selanjutnya. Lagipula saya masih suka menggunakan layanan Kunci Host, masih oke menurut saya.

Duitnya dari mana? Dari cicilan saya selama setahun sejak tagihan terakhir. Yap. Setiap bulan saya selalu menyisihkan 50 ribu – 75 ribu dari pendapatan untuk membayar layanan hosting dan juga layanan autoresponder yang saya gunakan. Bila dibandingkan dengan pendapatan bulanan, tentu saja kecil sekali nominal ini.

tagihan membengkak
tagihan membengkak

Itu kenapa setiap tahun, ketika membayar tagihan sampai setengah juta pun tidak terasa berat. Karena sudah saya cicil dari jauh-jauh hari. Bayangkan kalau tidak seperti ini. Tahu-tahu ditagih, tahu-tahu harus mengeluarkan dalam jumlah besar seketika. Tentu terasa berat dan malas untuk membayarnya.

Breakdown Masalah Dan Solusi Anda Menjadi Bagian-Bagian Yang Lebih Kecil

Pernahkah kita berpikir bahwa konsep yang sama bisa kita terapkan dalam menyelesaikan suatu masalah. Dulu sebelum saya mengenal manajemen penyelesaian suatu masalah dari LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) di kampus, saya sering sekali merasa stress, mual, bahkan mungkin muntah, bila memikirkan suatu masalah yang kelewat besar (walaupun ngga besar-besar amat sih sebenarnya).

Yang saya fokuskan ada pada masalahnya yang besar. Besar dan makin membesar di pikiran yang akhirnya membuat saya merasa sumpek hingga akhirnya malah tidak bisa berpikir untuk bagaimana solusi penyelesaiannya. Udah kebayang beratnya. Dengan kata lain, saya kalah sebelum berperang.

Melalui orang-orang hebat yang memberikan training di LKMM (kami memanggilnya Pemandu LKMM), saya belajar bahwa ketika kita memiliki masalah yang besar, maka langkah awal yang mesti dilakukan adalah tetap tenang dan mulai mengidentifikasi sumber-sumber masalah.

Manajemen Masalah
Manajemen Masalah

Kemudian fokuslah dalam mencari solusi-solusinya. Masalah besar, tentu membutuhkan solusi yang besar. Lagi-lagi kita mendengar kata BESAR. Meski solusi sudah ketemu, tapi kalau yang kebayang solusi besar ini juga sama saja. Bikin males untuk menyelesaikannya. Sama seperti yang pernah saya tuliskan tentang orang yang mati karena mimpinya sendiri yang kelewat besar.

So, langkah selanjutnya adalah…

pecah atau breakdown solusi besar tadi menjadi solusi-solusi kecil yang lebih memungkinkan dan terdengar mudah untuk diselesaikan.

Dengan demikian, Anda bisa menjadi lebih fokus. Fokus kita sekarang bukanlah masalah yang besar dan bikin eneg tadi, melainkan masalah-masalah kecil (lupakan sejenak yang besar tadi). Nah, nanti ketika masalah-masalah kecil ini terselesaikan otomatis masalah besarnya pun terselesaikan.

Sama persis ketika kita punya dream besar. Breakdown jadi dream-dream kecil yang lebih mudah untuk dicapai. Sound good and easier, right?

Ah, email notifikasi pembayaran lunas dari Kunci Host akhirnya masuk. Kelar sudah urusan bayar membayar. Tapi tetap saja kewajiban menyisihkan untuk tagihan tahun depan harus dilaksanakan. Termasuk juga cicilan untuk membangun properti di akhirat nanti.

Image Source : theage.com.au and commlawblog.com

Masalah Besar? Kecilkan Saja!
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

45 thoughts on “Masalah Besar? Kecilkan Saja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.