Marketing First

Oleh : Arief Maulana

Kantor Pemasaran

Kantor Pemasaran

Sudah agak lama saya tidak menulis disini. Beberapa tulisan terakhir, lebih cenderung forward dari blackberry messenger yang menurut saya bagus. Kesibukan kerjaan saya di Batam, membuat saya harus beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan ritme pekerjaan di sini.

Di Batam tidak seperti di Jakarta. Lokasi galangan kapal dengan kantor saya cenderung jauh dan menempuh 1 s.d. 1,5 jam perjalanan. Oleh karena itu, sekali berangkat survey biasanya langsung ke beberapa galangan kapal. Berangkat pagi dari kantor kemudian kembali sore hari, sudah menjadi rutinitas di sini. Malam? Waktunya membuat laporan survey atau asistensi bersama senior surveyor.

Pada saat pergi survey kapal, di perjalanan sempat secara tidak sengaja saya melihat sebuah lahan kosong yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor. Lokasinya strategis dan dekat dengan traffic light. Sehingga orang dari arah Batu Ampar menuju Sekupang, kalau menengok ke kiri saat lampu merah bisa melihat lokasi tersebut. Yang unik adalah belum ada bangunan apapun disana, kantor marketingnya sudah berdiri.

Ini menggambarkan bahwa marketing menduduki posisi yang cukup penting. Percuma produk hebat kalau tidak bisa dipasarkan dengan baik. Maka dari itu baik strategi marketing maupun orang yang menjalankan roda marketing harus benar-benar yang profesional.

Saya juga belajar bahwa untuk mulai memasarkan produk yang kita miliki, tidak harus menunggu sebuah produk selesai terlebih dahulu. Kita sudah bisa mulai memasarkannya bahkan ketika produk sedang dalam proses pembuatan. Seperti halnya kantor marketing yang berdiri lebih dahulu. Perumahan ataupun rukonya boleh menyusul berdirinya. Yang penting, aktivitas pemasaran sudah harus jalan duluan.

Perumahan Elit di Dubai

Perumahan Elit di Dubai

Namun, tentu saja dengan harga yang berbeda. Harga yang lebih murah atau harga promosi. Anggap saja sebagai penglaris dagangan di awal. Toh, kalau banyak orang yang membeli di awal, nanti ketika produk jadi kita bisa memberikan kesaksian atau bukti bahwa produk yang kita jual memiliki kualitas yang bagus. Terbukti dari banyaknya yang sudah membeli.

Konsep serupa juga sering dilakukan oleh para Internet Marketer yang saya kenal. Produk masih dalam tahap pembuatan, mereka sudah ngebuzz dan memberitakan peluncurannya dimana-mana. Bahkan kalau perlu dibuat heboh. Pembelian gelombang pertama atau tahap awal dengan harga promosi yang jauh lebih murah pun biasanya juga sudah bisa dilakukan. Persis seperti kita indent sebuah produk.

Ternyata kalau kita mau sedikit peka pada lingkungan di sekitar kita sering kali strategi-strategi marketing bertebaran. Tinggal kita baca dan modifikasi sesuai kebutuhan dan jenis produk yang kita pasarkan. Dan ngomong-ngomong Anda pernah mencoba strategi seperti ini? Sharing yah kalau sudah. Bagaimana efektifitas dan hasilnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

46 Responses to Marketing First

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 400,551 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip