Oleh : Arief Maulana

“Kalau bisa mempermudah segala urusan dan mendongkrak produktivitas bisnis Anda, apa salahnya berinvestasi”. Mungkin itu yang melatarbelakangi teman saya, Mashengky, hingga akhirnya beliau memutuskan untuk membeli gadget canggih, Blackberry.

Bukan untuk gaya-gayaan seperti kebanyakan orang / artis, melainkan mengoptimalkannya untuk kepentingan bisnis. Apalagi, yang saya tahu Mashengky lewat bisnis VCC-nya punya frekuensi send and receive email yang cukup tinggi. Disamping itu di Indonesia, pemadaman listrik cukup sering. Bayangkan kalau ada email konfirmasi dari pelanggan atau keluhan tidak langsung kita tangani. Bisa-bisa hanya gara-gara mati listrik kita kehilangan potensi income bernilai jutaan. Namun semua resiko itu terminimalisir dengan adanya layanan push email Blackberry.

Makanya ketika saya mendapatkan Blackberry pertama saya, Curve 5320 / gemini, langsung saya explore fasilitas dan aplikasi yang ada di dalamnya. Beberapa aplikasi tambahan juga saya instal (termasuk wordpress for blackberry, untuk ngeblog dan balesin koment yang masuk di blog). Tidak lupa juga saya aktivkan Blackberry Internet Servicenya. Percuma dong, punya gadget yang punya kelebihan di internet servicenya kalau ngga kita pakai. 

Balik lagi ke topik. Kadangkala kita perlu mempelajari dan mengikuti perkembangan terbaru dari teknologi. Karena dunia di luar sana saat ini tengah berlari dengan segala kecanggihan teknologi. Sementara itu, kita masih saja merangkak. Bahkan ada yang bilang masyarakat kita ini masih banyak yang gaptek (gagap teknologi)

Gaptek seringkali adalah hasil dari malasnya kita untuk mempelajari hal baru. Atau boleh jadi kita tidak mau berinvestasi sedikit untuk mempelajarinya. Padahal, boleh jadi teknologi itu bisa meningkatkan produktivitas kerja ataupun bisnis kita.

Sempat juga saya baca di koran Jawa Pos, tentang success story seorang pengusaha bengkel mobil. Tahukah Anda, setiap kali ada mobil terbaru keluar (yang spekteknya beda dengan seri sebelumnya), maka pengusaha itu menginvestasikan uangnya untuk membeli mobil tersebut. Bukan untuk dipakai, melainkan untuk dibongkar. Sehingga ketika suatu saat ada pelanggan datang dengan mobil baru tersebut, bengkelnya tetap bisa melayani.

Itulah gambaran pentingnya kenapa kadang kita perlu sedikit investasi untuk mengikuti perkembangan teknologi, yang justru kalau dipikir jangka panjang malah lebih menguntungkan.

Saya juga masih inget awal menjalankan bisnis online dulu. Gara-gara bisnis online lah akhirnya saya memutuskan membuka rekening Bank Mandiri (sekarang pake BCA). Tapi sayangnya waktu itu belum saya ngga ngerti sama sekali apa itu internet banking atau mobile banking. Setiap kali komisi afiliasi saya ditransfer, udah bisa dipastikan saya akan segera cari ATM Mandiri terdekat untuk ngecek. Bolak-balik seperti itu, capek juga rasanya.

Akhirnya saya konsultasi ke saudara saya yang bekerja di Bank. Katanya sih, kalau mau serius jalanin bisnis mending buka rekening BCA aja. Trus aktifkan internet bankingnya. Saran itu saya penuhi. Dan memang benar, fasilitas internet banking benar-benar memudahkan saya. Serasa punya ATM sendiri di laptop. Walaupun di awal, saya mesti tanya sana-sini. Khawatir error. Terus terang dulu teknologi internet banking adalah hal baru untuk saya.

Selang agak lama. Saya pun mengaktifkan mobile banking. Karena dengan mobile banking, saya bisa atur seluruh proses transfer, cek mutasi dll, hanya dari HP (ngga mesti blackberry lho, HP butut juga bia karena modal SMS doang). Dan sekali lagi teknologi itu memudahkan bisnis saya.

Sama juga halnya dengan modem internet. Di awal kan modal cekak, jadi menjalankan bisnis internet ya dari warnet. Sampai akhirnya bisnis mulai jalan, penghasilan tambahan mulai masuk. Akhirnya saya putuskan, demi efektifitas bisnis internet saya harus bisa online dari rumah. Otomatis butuh modem + layanan koneksi internet. Akhirnya, saya investasikan 800ribu untuk beli modem + perdana IM2. Ngga cukup disana aja, setiap bulan tetep harus menyisihkan penghasilan untuk memperpanjang layanan koneksi internet. Syukurlah investasi tersebut tidak sia-sia. Dengan kata lain, bisnis internet itu menghidupi biaya operasionalnya sendiri, malah lebih. Jadi bisa sedikit berbagi untuk mereka yang membutuhkan setiap bulannya.

Begitu juga dengan PayPal. Itu adalah produk teknologi juga, yang memudahkan kita bertransaksi dengan mata uang asing (US$) di dunia maya. Dulu saya mikirnya ngga butuh, karena bermain di pasar Indonesia. But, entah kenapa lama-lama saya pikir perlu juga punya account PayPal. Dan semua itu terbukti. Saat ada program Pay Per Lead atau program-program lainnya yang komisi dibayarkan via PayPal, saya ngga bingung karena sudah ada account PayPal. Tentunya PayPal yang terverifikasi. Kalau ngga punya credit card gunakan saja virtual credit card, yang dijual teman saya Mashengky.

Jadi untuk rekan-rekan newbie ataupun yang baru akan terjun ke bisnis internet ataupun saat ini sedang menekuni bisnis apapun, jangan terus-terusan berada di zona gaptek. Sekali-kali kita perlu melek teknologi. Paling ngga tahu lah. Hingga suatu saat nanti ketika butuh, kita tahu mesti ngapain. Biar ngga gaptek, ya belajar. Mbah Google cukup ampuh lho untuk media pembelajaran. Masukkan yang mau kita tahu trus klik “search”.

Lebih bagus lagi jika kita bisa sedikit menyisihkan penghasilan kita untuk berinvestasi di teknologi yang memang bisa membawa peningkatan produktivitas jangka panjang. Produktivitas meningkat, income melimpah.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Manfaatkan Teknologi Untuk Mempermudah Bisnis Anda
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

71 thoughts on “Manfaatkan Teknologi Untuk Mempermudah Bisnis Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.