Manajemen Autoposting Artikel Blog (Bag.2)

Oleh : Arief Maulana

Melanjutkan artikel sebelumnya, “Manajemen Autoposting Artikel Blog”, sekarang saya mau share versi AM.com. Mungkin sudah ada juga dari rekan-rekan yang mempraktekkannya. Dan bagi yang belum baca artikel pendahulunya, silahkan baca dulu agar Anda tidak bingung.

Juga sudah saya bilang sebelumnya, sistem versi saya tidak secanggih Pak Mufli sehingga ada 2 syarat utama yang harus Anda penuhi. Nanti saya jelaskan apa dan mengapa harus memenuhi 2 syarat ini. Apa syaratnya?

  1. Jumlah Stok Artikel Banyak
  2. Sudah Berlangganan Autoresponder

# Jumlah Stok Artikel Banyak

Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, bahwa nantinya dalam sistem autoposting artikel ini yang akan dimuat ulang adalah artikel-artikel sejak awal Anda ngeblog. Jumlah artikel Anda sedikit, maka pengunjung akan mudah sekali bosan dijejali artikel-atikel yang menimbulkan kesan “Perasaan baru minggu lalu saya baca ini”.

Akan berbeda bila stok artikel Anda sudah di atas 100. Apalagi kalau Anda adalah tipikal blogger majalah yang artikelnya terbit 1 minggu sekali. Boleh jadi pengunjung Anda akan lupa-lupa ingat, hehehe… Bahkan untuk pengunjung baru blog Anda, artikel repost tersebut adalah artikel baru.

# Berlangganan Autoresponder

Kenapa harus? Karena lewat autoresponder lah kita akan memberi tahu artikel-artikel yang akan dipublish. Berarti hanya mereka yang terjaring dalam list subscriber saja dong, yang akan ‘terseret arus’ rotasi artikel? Dengan terpaksa saya jawab iya. Sementara ditelan dulu saja, karena penjelasan soal sistem ini versi saya ada di bawah.

Lagipula menggunakan autoresponder tidak ada ruginya. Anda bisa mulai membangun list subscriber. Nantinya bisa Anda apakan sesuka hati, mau dioptimalkan untuk meningkatkan penghasilan lewat email marketing, ataukah dipakai mengelola pengunjung setia blog, termasuk salah satunya sistem manajemen autoposting ini.

Oh ya, sebisa mungkin agar optimal pastikan autoresponder Anda bisa melakukan broadcast terjadwal. Karena belum tentu semua autoresponder bisa melakukan hal ini. Kalau email follow up sih, rasanya semua bisa hanya saja ada paket email follow up yang unlimited (disarankan) dan ada yang terbatas.

BAGAIMANA CARA KERJANYA

Sistem ini hanya berlaku pada subscriber blog kita. Jadi untuk pengunjung yang tidak masuk di dalam list tidak akan merasakan efek apa-apa. Mereka bahkan mungkin berpikir blog kita kok ya ngga pernah diupdate lagi. Jadi Anda tetap harus posting meski jarang kalau mau menambah jumlah kunjungan blog. Kecuali artikel Anda benar-benar ter-SEO dan selalu saja ada traffic gratis dari search engine. Inti sebenarnya sih memaintenance yang sudah masuk list.

Karena yang mendapatkan email-email pemberitahuan ada update artikel secara otomatis adalah pengunjung-pengunjung yang ada di list subscriber. Makanya sebisa mungkin settinglah blog Anda seoptimal mungkin agar pengunjung yang baru nyampai atau kesasar, paling tidak mereka meninggalkan jejak dengan mendaftar sebagai list subscriber Anda.

INI LANGKAH-LANGKAHNYA

PERTAMA, stoklah banyak artikel. Anda bisa memilih apakah dengan menulis semua stok di awal, ataukah berjalan seiring dengan waktu. Yang penting, artikel Anda tidak terikat dengan waktu.

Di wordpress, untuk meminimalisir terdeteksinya artikel tersebut sebagai artikel lama Anda bisa mengatur permalink dan mengedit themes agar tidak memunculkan waktu (tanggal) posting.

Untuk itu, Anda bisa belajar dari Cosa Aranda lewat produk “The Art of Stealing WordPress Themes”. Atau kalau malas, bisa juga cari themes yang menampilkan waktu posting artikel dengan tulisan yang kecil.

Dalam contoh kasus ini anggaplah stok artikel Anda 150. Lebih banyak lebih afdol, hehehe… Bisa-bisa ntar pensiun and ngga nulis lagi. Oke lanjut.

KEDUA, setelah 150 artikel sudah terpublish semua dan dengan asumsi Anda sudah punya member list subscriber, untuk posting-posting selanjutnya bisa Anda ambilkan dari artikel yang pertama Anda tulis (artikel no.1).

Segera buat 150 email broadcast terjadwal yang isinya adalah pemberitahuan update artikel baru. Tentu saja artikel yang dimaksud disini adalah artikel berurut dari no.1 s/d 150.

Jadwal email broadcast bisa Anda sesuaikan dengan jadwal posting rutin blog. Dan nantinya, dalam menuliskan email broadcast ini upayakan agar isinya tidak sama dengan ketika Anda broadcast pemberitahuan artikel yang dulu.

Misal, artikel no.1 isi emailnya bla bla bla… maka di artikel no.1 yang direpost isi email broadcastnya jangan sama!

KETIGA, sebenarnya ini alternatif special untuk orang-orang baru / subscriber baru Anda bisa manfaatkan email follow up.

Jadi sejak mereka mendaftarkan nama dan emailnya, maka secara konsisten mereka akan mendapatkan email follow up yang isinya adalah link artikel Anda mulai dari no.1.

Jadi nanti contoh polanya :

  • Email Follow Up 1 : ucapan terima kasih sudah bergabung dengan newsletter Anda
  • Email Follow Up 2 : artikel no.1
  • Email Follow Up 3 : artikel no.2 dan seterusnya

Nah, dengan demikian secara ngga langsung kita udah membidik 2 segmen.  Subscriber lama (dengan email broadcast terjadwal) dan subscriber baru (dengan email follow up).

MANFAATNYA?

Kalau soal manfaat balik ke masing-masing pribadi deh. Mungkin bisa juga Anda gunakan manakala sudah jenuh blogging dan ingin beristirahat untuk sementara waktu.

Cara ini juga bisa dikembangkan ketika Anda ingin mengalihkan fokus, misalnya dengan membangun blog baru atau bisnis baru tanpa meninggalkan para pengujung setia.

Saya pribadi ngga bisa optimal dengan cara ini. Why? Karena saya suka menulis. Kebiasaan, jadi berasa ngga enak kalau ngga nulis di blog. Makanya bisa sampai stok artikel. Hehehe…

Bagaimana dengan Anda rekan-rekan? Semoga ada manfaat dari posting ini.

Salam Sukses,
arief maulana
space

PS. Kalau ada yang kurang jelas, bisa didiskusikan lewat komentar di bawah. Oh ya, sambil diamati komentar-komentar sebelumnya. Barangkali yang Anda tanyakan sudah dijawab sebelumnya

    • arief maulana says:

      @LendraAndrian, sempat saya coba mas. Cuma belum sempat bikin email-email follow up / broadcast terschedulenya.

      Nanti kan saya mau membangun sistem AM Profesional, jadi mungkin ketika itu sistem ini saya efektifkan. :sip:

  1. ALHIJR ADWITIYA says:

    :sip: Waw…teknis Ya Mas.., agak dikit ribet, perlu step by step actionnya. Okelah kalw Begituo..Si Save Dulu ya ..Thanks

    • arief maulana says:

      @ALHIJR ADWITIYA, iya mas ini teknis. Seribet-ribetnya yg ini, kayanya lebih ribet caranya pak mufli.

      Soalnya bener-bener ngubek-ubek sistem database wordpress.

      Ini ga. Kita cuma main-main di email follow up dan email broadcastnya autoresponder.

      Jadi bukan rotasi artikel, melainkan kamuflase rotasi artikel
      :hihi:

      • @arief maulana, tapi kalo emang lebih efesien dari sisi finansial saya siap belajar mas.hehehehe maklum masih dibiayain orang tua…

          • @arief maulana, kalo misalnya make autoresponder yang gratisan tapi jumlahnya sampe 80 maksudnya dari beberapa account gituuuuu….hahaha bisa gak ya?? jadi mesti koleksi autoresponden yang gratisan nih :baca:

            • arief maulana says:

              @zaki, ga bisa bos. Kan kalo pake banyak akun, yg subscribe meski subscribe berulang kali juga untuk akun2 yg lain.

              Hahaha…

  2. belum kepikiran pake cara ini..tp boleh juga, sapa tau nanti kalau dah bosen nulis..bisa dipraktekin..he.he
    btw, bisa nggak cara ini dipake di blogspot ya?

    :hihi::hihi:

    • arief maulana says:

      @theo, bisa mas. Kan autoresponder berdiri sendiri sebagai pihak ketiga. Yang kita pasang di blog cuma form opt innya aja.

      Hanya yang ngga bisa diubah kalo blogspot mungkin permalinknya.

      Untuk ngilangin tanggal di link artikelnya.

    • arief maulana says:

      @noto, yang saya pakai ini autoresponder lokal mas! Fine-fine aja.

      Yang penting jangan autoresponder yang diinstal sendiri ke hosting. Selain memberatkan server, ujung-ujungnya mas bisa dibanned sama hosting ybs.

  3. MasterClickCom says:

    TOp markotop. SEkaligus memperkenalkan artikel terhadulu kepada pengunjung baru yg notabene selalu membaca beberapa artikel baru aja.

    Klo pengunjung lama pst sdh selalu mengikuti artikel kita dari awal

    • arief maulana says:

      @MasterClickCom, awal konsep saya menggunakan sistem ini memang seperti itu mas.

      KArena artikel-artikel saya yang terakhir adalah pengembangan dari foundation article yg pertama-pertama

  4. Thank u, Mas Arief…Info yang bermanfaat. Kebetulan Web saya hampir rampung jadi info kayak ginian dibutuhin banget…..

  5. TutorialBisnisBlog says:

    waduh mudah-mudahan mas arief maulana gak pake cara ini,yang berarti udah males menulis lagi..jangan sampe..jangan sampe…

  6. Roi Lukman Saputra says:

    Hmmm…. Ini seperti caranya Welly Mulia ya mas?
    Email follow up-nya berisi link-link ke artikel-artikel di blognya….
    :sip:

  7. Agus Siswoyo says:

    Untuk blog AS.com, saya lebih suka mengangkat topik yang lagi update mas…

    Kalau untuk dummy blog, bisa dipertimbangkan.

  8. Jumlah subscribers saya masih mengenaskan, jadi belum bisa ikutan cara ini :hiks:
    Sukses deh untuk mas Arief, nanti kasih tau ya blog yang dah berhasil menerapkan sistem ini :sip:

    • arief maulana says:

      @turisuna, kan ada 2 sistem di atas. Untuk yg subscribe lama sama yg baru join.

      Yang penting artikelnya punya banyak stok mas :sip:

  9. Saya malah belom pede dgn newsletter saya :) Ga ditar di halaman depan, masih pake punya affiliate merchant dulu hehehe… masih susah bagi waktu untuk serius nulis artikel dan email followupnya mas… :)

    Kadang saya suka dapat pelajaran dr newsletter IM-ers luar negeri, mrk lebih aktif dan rajin membuat rangkaian email newsletter yg berbobot :)

    1 pelajarn penting dr cara IM-ers luar adalah selalu membagikan free repost/ mini ebook gratis di newsletter mrk :) Patut dicoba mas!

    • arief maulana says:

      @Jeng Liz,
      1. Untuk newsletter, kita bisa kok memodelkan newsletter IM luar negeri. Saya pun ikut beberapa newsletter IM profesional.

      2. Terlalu sering membagikan free post ga baik juga menurut saya. Member jadi kebiasaan gratisan. Pas di arahkan utnuk berbayar pada males :hihi:

    • arief maulana says:

      @belajar internet dan membuat blog, tiap autoresponder pasti punya cara masing-masing.

      Makanya jarang ada yang mengeluarkan panduan AR. Lebih baik Mas coba minta ke pengelola AR yg mas pakai

      Saya dulu setting AR saya sampai telp pengelolanya untuk membantu.

  10. ho.ho..kejar setoran neh kalo nyetok, klo aku mendingan rutin aja mas nulis, soale biasanya klo nyetok tulisanku tu gak karu-karuan karena spt dikejar deadline

    • arief maulana says:

      @lucky, dibaca ulang deh. Kan di atas sudah saya tulis, nyetok artikel ada 2 cara!

      Baik itu cara ngebut langsung, atau dengan cara rutin seiring dengan waktu, yang artinya baru menjalankan metode ini ketika stok tercapai :hihi:

  11. ide bagus mas
    masukan yg cukup berharga

    seingat saya mas js jg pake sistem yg mirip ini
    cuma dia jujur bilang kalo artikel lama :D

    • arief maulana says:

      @Iwan Kus, disini bukan tidak jujur sih mas, kan kita maunya sistem rotasi yang bisa ditinggal.

      Kalau disebut artikel lama, sudah pasti pengunjung tau dan malas membaca. Ini akan menjatuhkan jumlah visitor tetap –> ngaruh ke alexa (analisa saya)

  12. Dimas Angga says:

    Masih belum paham dengan langkah-langkahnya, mungkin kalau langsung praktek bisa lebih paham. Tapi untuk saat ini saya masih belum ada rencana untuk membuat blog autoposting.

    • arief maulana says:

      @Dimas Angga, intinya sih :
      1. Buat artikel yang banyak (mis.100)
      2. Arahkan pengunjung pake autoresponder untuk mengunjungi artikel no.1-100 kemudian kembali ke no.1 lagi)

  13. slm mas arief.stok artikel hampir mencapai kuota,sambil menunggu rampung web baru..hanya,sy ksulitan, bgm cr berlangganan autuoresponder?? tx:nyembah:

    • arief maulana says:

      @Barkah, selama itu mendatangkan manfaat Insya Allah enak pak.

      Apalagi kalau yang baca lantas mengamalkan apa yang kita sharingkan.

  14. wah manteb nie … da solusi g gimana caranya dengan autoposter untuk memposting sebuah artikel dari layanan artikel gratis dengan menampilkan posting dengan lebih lengkap ??? thx sebelumnya

  15. Patut diperhitungkan juga. Kalau dihitung secara linier 100 artikel bisa saya capai dalam waktu 1 tahun. Masalahnya adalah ada artikel yang tidak evergreen. Bagaimana menyiasatinya Mas Arief ?

    • arief maulana says:

      @Bang Dje, evergreen disini apa maksudnya tidak bisa dipakai sepanjang waktu.

      Jika memang demikian, mungkin tidak bisa dimasukkan dalam rangkaian rotasi artikel bang.

      Pasalnya terkait kerelevanan artikel tersebut di masa mendatang.

      • @arief maulana, Kebanyakan artikel saya memang evergreen alias bisa dibaca kapan saja. Namun ada beberapa yang temporary alias terkait dengan event tertentu.
        Baru kepikiran. Itu memasukkan artikelnya secara manual ya alias tidak otomatis. Kalau demikian justru bisa dipilih.

        • arief maulana says:

          @Bang Dje, betul bang. Kita bisa pilih yang mau dimasukkan yang mana.

          Seperti halnya artikel saya yg sifatnya moment sesaat, tidak saya masukkan.

  16. Salam kenal mas Arif, web yang sangat menarik sekali, terutama posting posting tentang motivasi, klo boleh saya ingin berbagi mas, saya juga tertarik dengan motivasi. Terimakasih

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,853 bad guys.