Oleh : Arief Maulana

Beberapa hari yang lalu (sabtu malam minggu) saya menonton sebuah film yang sangat menarik di salah satu stasiun TV Swasta. Mungkin Anda juga ada yang melihatnya. Judul filmnya adalah “CLICK”. Film yang boleh dibilang cukup lama (rilis 23 Juni 2006). Cuma karena baru diputer di TV, ya saya baru tahu.

Film ini mengisahkan tentang seorang lelaki bernama Michael Newman yang bisa dibilang workaholic. Kegiatan sehari-harinya lebih sering diisi dengan aktivitas kerja daripada kebersamaan waktu bersama keluarganya.

Banyak agenda keluarga yang sering dibatalkan. Mulai dari berkemah bersama, janji pada putranya untuk membangunkan rumah pohon, menonton anaknya lomba renang, makan malam bersama kedua orang tuanya, dll. Alasannya cuma satu. Bekerja lebih giat, mengejar puncak karir untuk membahagiakan keluarganya.

Suatu hari, Michael harus lembur. Dia harus menyelesaikan satu rancangan bangunan yang megah dan indah pesanan orang jepang (kebetulan pekerjaannya adalah seorang arsitek). Karena sumpek, akhirnya ia memutuskan untuk refreshing sejenak sambil mencari sebuah remote control universal. Sebuah remote yang bisa digunakan untuk berbagai macam peralatan elektronik, mulai dari TV, pintu garasi elektronik, lampu, dll. 

Karena saking lelahnya dan kurang beristirahat Michael mencoba merebahkan diri sebentar saja di sebuah spring bed. Dan ketika bangun, ia melihat ada sebuah pintu bertuliskan “beyond”. Karena penasaran, Michael pun masuk dan mengikuti lorong yang gelap hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang lelaki bernama Morty.

Morty pun menyapanya dan menanyakan apa ada yang bisa dibantu. Karena memang saat itu Michael sedang mencari remote universal, maka ia pun memintanya kepada Morty. Sesaat kemudian, Morty pun memberikan padanya sebuah remote control universal terbaru. Yang lebih luar biasa lagi remote ini tidak hanya bisa mengatur alat elektronik, namun apapun yang ada di dalam kehidupan kita.

Morty sungguh aneh bagi Michael. Kenapa? Karena untuk sebuah remote yang istimewa tersebut dia tidak meminta bayaran apapun. Katanya karena masih baru dan belum ada label harganya anggap saja sebagai uji coba. Tapi ada satu persyaratan. Remote tersebut tidak bisa dikembalikan.

Awalnya Michael ngga percaya. Apalagi kata Morty, yang bisa dikontrol adalah seluruh kehidupan ini. Hingga secara tidak sengaja ketika sudah sampai di rumah dan hendak mengerjakan tugasnya anjingnya menggonggong dengan keras mengganggu konsentrasinya. Tanpa sengaja Michael menekan tombol remote universal yang berfungsi mengecilkan volume suara. Ternyata, suara anjing peliharaannya ikut mengecil. Masih tidak percaya, ketika anjingnya akan buang air besar, ia pun menekan tombol mempercepat dan itulah yang terjadi. Amazing!

Remote yang luar biasa. Michael kembali menemui Morty dan menanyakan hal tersebut. Namun Morty hanya mengatakan bahwa itu remote canggih dan memberikan kartu namanya kepada Michael manakala ia membutuhkan bantuan. Dan terakhir, Morty berpesan agar Michael menggunakan remote itu dengan bijak. Michael merasa inilah saatnya kehidupannya berubah!

Remote itu ternyata sungguh banyak membantunya. Manakala ada masalah seperti : pertengkaran, macet di jalan, proyek yang belum selesai, dll, Michael tinggal pencet tombol mempercepat dan semua berjalan dengan sendirinya secara otomatis. Ya semacam auto pilot. Dan waktu pun terus berjalan.

Ketika proyek dengan Matsuhita berhasil bosnya, Ammer, rupanya agak ingkar janji pada Michael. Semula ia dijanjikan akan dipromosikan menjadi rekanan namun ternyata tidak. Baru akan dipromosikan jika ada deal yang lebih besar lagi. Lelah dengan itu semua, Michael langsung menekan tombol untuk mempercepat hidupnya ke masa promosi jabatannya. Dan ternyata itu melewati waktu yang cukup lama yakni 1 tahun.

Rupanya makin tinggi jabatan Michael, makin tidak bersisa waktu untuk keluarganya. Setiap ada masalah, dia tinggal pencet remote dan waktu pun berlalu dengan cepatnya.

Morty datang lagi. Ia mengingatkan Michael untuk lebih bijak lagi. Jangan sampai, ketika ia mengejar-ngejar karir yang tinggi ternyata ada banyak hal berharga yang dibuangnya. Yang pada ujungnya membuat semua itu tidak lagi berarti. Tapi Michael tidak mengindahkannya.

Hingga pada suatu hari ada yang agak aneh. Tanpa diminta remote itu tiba-tiba suka mempercepat kehidupan Michael. Hingga banyak lagi waktu yang terbuang secara autopilot tanpa Michael duga. Pokoknya ketika ada masalah yang itu-itu lagi datang, remote bekerja otomatis mempercepat hidup Michael dan melalui itu semua.

Michael pun menelpon Morty. Ia menanyakan kenapa itu bisa terjadi. Remotenya rusak. Morty menjawab, “Remotenya tidak rusak.” Itu adalah mekanisme otomatis yang tersimpan di memori remote. Karena hampir setiap kali permasalahan Michael itu-itu saja. Perlahan Michael mulai merasa ngeri. Dia mulai sadar dan tidak ingin hal tersebut terjadi lagi. Sudah terlalu lama waktu terbuang. Namun, seperti kata Morty, remote itu tidak bisa dikembalikan.

Semakin hari remote itu semakin sering saja mempercepat kehidupan Michael. Tanpa terasa dia sudah menjadi CEO, anaknya beranjak besar, cerai dengan istrinya, istrinya menikah dengan orang lain, ayahnya meninggal tanpa Michael ada disisinya, dll. Hingga pada akhirnya Michael terkapar di rumah sakit karena kanker menggerogotinya.

Disanalah dia sadar bahwa Morty bukan orang biasa. Ternyata dia adalah malaikat maut yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk membawa Michael pergi dari dunia ini. Di sisa waktunya yang terakhir, Michael tidak mau pergi begitu saja.

Ia berpesan pada putranya untuk mendahulukan keluarga dan tidak menirunya. Meminta maaf pada putrinya karena tidak banyak waktu untuk menyaksikan pernikahannya. Meminta maaf pada mantan istrinya atas semua waktu yang selama ini telah disia-siakannya. Michael sadar, ia telah kehilangan orang yang sangat dicintainya, Donna!

Dan…

Ups… Michael terbangun. Ternyata ia masih di toko tersebut. Ya, toko dimana dia mendapatkan remote tersebut. Itu semua hanyalah mimpi buruk. Michael senang, karena dia merasa Tuhan masih memberikan kesempatan kedua untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih baik lagi. Dan kisah ini pun ditutup dengan happy ending dimana Michael sudah berubah menjadi lebih baik lagi.

Rekan-rekan, saya mau mengajak kita semua merenung khususnya diri saya sendiri. Seberapa banyak sih waktu yang sudah kita buang? Apakah kita sudah membuangnya dengan benar-benar maksimal atau hanya menyia-nyiakan dengan dalih “kesibukan”. Padahal kita tahu, sekarang ini waktu rasanya berjalan dengan sangat cepat. Sedikit saja kita terlena, banyak sudah waktu terbuang.

Pernah ngga Anda terpikir bahwa Anda sudah sangat tidak adil dengan semuanya. Dengan keluarga hanya karena pekerjaan Anda. Bahkan dengan Tuhan sekalipun. Coba lihat, ketika kita beribadah. Sudahkah kita benar-benar ikhlas, ataukah kita merasa berat menjalankannya? Padahal Allah tidak banyak meminta waktu kita. Katakanlah 10 menit tiap waktu shalat (sudah termasuk doa). Maka shalat 5 waktu = 50 menit dari 24 jam yang kita miliki. Itupun kita masih ogah-ogahan.

Jangan sampai… jangan sampai suatu saat kita terbangun. Kita tidak sadar ternyata kita sudah tua, bahkan sudah mendekati ajal. Padahal belum banyak yang kita persiapkan untuk menghadapNya. Jangan sampai ketika suatu hari kita terbangun, kita menangis karena kehilangan orang-orang yang dicintai karena tidak pernah ada waktu buat mereka.

Maka benar lah janji Allah dalam Al-Qur’an. “Demi masa (waktu), sesungguhnya manusia itu berada dalam satu kerugian yang besar…”

So, STOP. Luangkan waktu Anda sejenak. Renungkan ini semua. Berjanjilah pada diri kita masing-masing untuk lebih bijak lagi dalam memanfaatkan waktu. Optimalkan waktu yang ada dan mari kita rencanakan masa depan yang lebih baik. Saya menuliskan ini bukan berarti saya yang paling bijak. Justru tulisan ini adalah aktualiasi rasa tertampar saya ketika melihat film tersebut.

Saya bersyukur, ternyata Allah masih baik hati mengingatkan saya lewat sebuah film yang tadinya hanya iseng saja untuk menghabiskan malam minggu di rumah. Dan semoga tulisan ini menyadarkan kita semua, khususnya saya pribadi, dan bermanfaat untuk Anda semua.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Maksimalkan Waktu Anda Sekarang
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

68 thoughts on “Maksimalkan Waktu Anda Sekarang

  • Salam kenal mas arief, saya alfred dari bali…:D
    Wah mas Arief nonton juga ya? Memang film tersebut menggugah hati …saya merenung, flashback mengenai apa2 saja yang telah saya lakukan di waktu yang telah lewat. Apakah membawa manfaat atau tidak..Kemudian juga saya merasa bersyukur atas apa yang telah saya lewati..dan berjanji untuk tidak melewatkan tiap waktu dan hari yang mendatang, berjanji untuk selalu mengambil pelajaran atas semua hal yang akan terjadi di masa datang..begitu mas..ditunggu lagi artikel2 motivasinya mas..salam hormat..:D

    1. @Alfred, wah dari bali ya. Jadi inget, soale pernah hidup 13 tahun disana (dari kecil mpe SMP).

      Terima kasih kunjungannya mas Alfred. Silahkan nikmati artikel2 yang lain ato bisa submit emailnya ke form feedburner disamping.

      Jadi kalau ada artikel terbaru, ada pemberitahuan secara otomatis ke email Anda.

      Salam Sukses :sip:

  • saya jg suka film itu mas.. sampe nangis2 tuh waktu si adam sandler nya meninggal..

    untung sekarang saya melakukan penghematan waktu.. sebelom 40 sudah keliling eropa, sebelum 45 sudah pensiun dini dan keliling amerika..sebelum 50 keliling dunia hahaha

    1. @mashengky.com, mantap tuh goalnya, bahkan udah terealiasi. Bisa jadi inspirasi buat temen2 lain yg baru mulai!:sikut:

  • Saya nntn tapi gk dri awal. Tapi bener kta mas arief “jangan smpe suatu hri kta terbngun dn yg trsisa cuman penyesalan.karna terlalu bnyk ktu terbuang percuma.”
    sukses mas :)

  • Waduh…, saya nonton gak selesai…, ternyata bagus ya Mas…

    Cuma pas pertama kali liat judunya bingung, ini click atau clip? hehe….

  • Thank’s mz arief, kebetulan saya baca artikelnya pagi sebelum saya melakukan akifitas harian dan mudah2an hari ini, besok, dan seterusnya saya tidak termasuk orang2 yang disebutkan dalam keadaan kerugian…bisa memanfaatkan waktu dengan bijaksana, baik untuk ibadah kepada Allah SWT maupun untuk kepentingan di dunia…..amien (cuma sayang belum lihat filmnya)

  • Dramatis banget emang filmnya.
    Sudah waktunya kita lebih serius memanfaatkan waktu. menyusun setiap rencana. menata kehidupan yang lebih baik. thanks mas Arief sudah mengingatkan kita semua.

    Salam Hangat,

    info: Toko Online sudah Lounch.

  • Memang betul, mas Arief bahwa waktu itu adalah salah satu sumber daya yang tak ternilai yang diberikan Allah kepada kita. Kita semua diberikan jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam per hari. Tinggal kita mau memanfaatkan waktu semaksimal mungkin atau tidak…? Baik untuk kebutuhan dimensi horisontal maupun vertikal.
    Semoga sukses, mas Arief…!

    1. @M. Ansori, sepakat mas. Waktu kita sama 24 jam. Ada yg sukses dan ada yg tidak sukses. Salah satu faktornya adalah pengelolaan waktu. :uhuk:

  • Alwaktu atsmanu minaddzahabi…. waktu itu lebih berharga daripada emas.

    Cara mas arif mengalirkan energi positiv ke dalam diri layak diacungi jempol. berawal dr iseng nonton namun menghasilkan sebuah renungan hidup yg sangat dalam.

    1. @Ahmad, terima kasih mas Ahmad. Saya hanya ingat pesan dari orang tua, bahwa dalam setiap aktivitas kita cobalah untuk menarik satu sisi positif / pelajaran di dalamnya. Dengan demikian kita bisa menjadi bijak.

  • Good Mas.Mampir ke blog ku lagi dong…Barusan kutulis management waktu…Maklum yach masih blepotan…yang penting action:lompat:

  • Iya mas, kemaren nonton sekilas-sekilas..memang memberikan gambaran pentingnya waktu yang kita miliki sekarang ya. Btw, alangkah enaknya ya memiliki remote yang bisa mengendalikan waktu seperti itu.
    Nice info mas arif,

    Ricky
    Businessman

  • Kalo saya sih ngga nonton filmnya…:hiks: waktu adalah segalanya, jangan sampai kita kehilangan momen yang bermakna dalam hidup ini. Sekecil kesempatan kita, luangkanlah waktu barang sejenak untuk mengingat langkah2 yg sdh kita jalani sebagai pendorong langkah ke depan.
    bagus Mas Arief, saya suka Demi Masa…jadi ingat lagunya RAIHAN..:hehe::ngelamun:

    1. @Candradot.com, sakit ngga? :ngakak:

      Betul. Jangan sampai kejadian dalam hidup kita berlalu begitu aja. Kalo bisa ambil hikmah, bisa jadi orang bijak lho.
      :uhuk:

  • Panjang bangetttt artikelnya mas…Tapi seneng dan terharu ngebacanya. Kalo begini…waktu semenit pun asalkan bisa bersama dengan orang-orang yang kita cintai, rasanya seperti mendapatkan semangat yang baru..

    Salam Sukses.:sip:

  • :nangis::nangis:hemmm…comment saya hilang ya mas,umumnya thanks atas info yang hangat ini dan sudah menghangatkan hati saya untuk bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar penyesalan tidak datang diakhir waktu….o iya mas banner nya saya pasang ya,dan saya akan jadi pendatang pertama untuk sharing ke mas arief….siap?hehe….

  • Terimakasih cak Arief telah meresensi film ‘click’ yang tidak sempat sy tonton meski di TV.. tapi sungguh paragraf ini yang bener-bener mengingatkan saya “Pernah ngga Anda terpikir bahwa Anda sudah sangat tidak adil dengan semuanya. Dengan keluarga hanya karena pekerjaan Anda. Bahkan dengan Tuhan sekalipun”.. ya Allah ampunilah hambamu bahwa hambamu sungguh-sungguh manusia yang merugi…
    Terimakasih atas pencerahan yang selalu disamapaikan, Salam

  • Udah pernah nonton sebelumnya mas, cuma dulu buat hiburan aja, ga ngambil maknanya :hihi:, bener bijak luangkan waktu walau hanya sebentar karena sebenarnya orng2 yg kita cintai dan sayangilah sumber semangat itu :hihi:

  • demi masa, sesungguhnya manusia kerugian…..(Raihan juga)

    saya juga nonton. dan serasa tertampar-tampar. huhu, jadi ingat keluarga yang seringkali ternomor dua atas nama pekerjaan. beberapa waktu rehat di rumah kemarin juga sadarkan. betapa banyak hal yang sering terlewatkan. hmmmm, memang harus segera naik kelas ke kelas wisdom…

    1. @onabunga, ayo… saya buka pendaftaran kelas wisdom. 10 Pendaftar pertama dapat bonus long life 5 tahun. Hahaha… :ngakak:

      1. @arief maulana,
        5 tahun…???? dalam kewisdoman kan? bolehlah..lumayan, bisa menambah jumlah kebaikan biar timbangannya lebih berat. saya jadi pendaftar pertama yak. eits, ada jaminannya? haha, dasar scorpio. selalu saja butuh penegasan..:hihi:

  • Halo Mas Arief,

    Saya sangat suka juga dengan film ‘click’. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil, salah satunya mengajarkan kita bagaimana menjaga keseimbangan dalam hidup.

    Tapi banyak orang juga salah kaprah dengan kata keseimbangan ini. Keseimbangan sering diartikan membagi waktu sama rata antara semua area dalam kehidupan. Padahal kebenarannya adalah akan selalu ada saat di mana satu area di hidup kita memerlukan perhatian lebih dibanding area lainnya. Menyeimbangkan hidup berarti menyalurkan waktu dan perhatian sebagaimana dibutuhkan ke masing-masing area.

    Artikel yang sangat menyentuh mas Arief.

    Salam sukses luar biasa.

  • Makasih Mas Arief sudah mengingatkan. Untuk tidak diperbudak oleh waktu. Yang penting pintar-pintar saja memenej diri. Kapan saatnya kerja, keluarga dan ibadah.

  • kalo bicara Wal ashri…memang ngeri..jgn sampai menyia2kan waktu…karena waktu tak kan pernah kembali lagi..
    nice post mas…keren..:sip::sip::sip:

  • :sip: emang bagus film itu.sampe m arif nontonnya smbl belajar….bener mas.optimalkan waktu.sst yg makin kita kejar makin menjauh adlh masa lalu….menikmati setiap proses dlm memaksimalkan waktu…

    1. @bunda, yoa… pertamanya sih pengen nonton karena adam sandler yg main. Soale dia kalo main pasti lucu :ngakak:. eh ternyata ada pelajarannya…

  • Dunia semakin canggih, tapi kenapamalah dimanfaatkan untuk mencari uang tanpa kegiatan seperti bisnis online misalnya yang menjajikan uang ratusan bahkan jutaan dalam sehari, katanya mendapatkan Rp.10.000.000,- per hari. gunakanlah media internet dengan bisnis yang realible yang ada actionnya seperti usaha dagang/jasa, itu menurut saya baru halal. karena uang yang kita dapatkan tanpa usaha itu tidak halal… siapa yang giat bekerja dia akan adapat.

    1. @Yulianto, nah… ini neeh salah persepsi. Jangan memukul rata semua bisnis online itu ngga halal hanya karena lebih sedikit kegiatannya dibandingkan bisnis konvensional.

      Ada 2 macam Pak, yang halal sama yg haram. Dan keduanya sama-sama minim aktvitas.

      Yg haram itu biasanya berkedok investasi duit tanpa ada produk yang jelas. Amat bergantung sama orang yang join and setor duit.

      Kasih aja pertanyaan, “KAlau saya gabung terakhir, saya dapat apa?” Pasti ngga bisa dijawab.

      Adapun yg halal banyak.
      Misal bisnis adsense, itu tak ubahnya stasiun televisi yang menyajikan film, tapi ada iklanya.

      Blog / situs kita menyajikan informasi bermanfaat tapi ada unsur2 iklan dipasang disana.

      Atau affiliate marketing, dimana kita memasarkan produk orang lain. Di dunia konvensional ini biasa disebut makelar atau broker.

      Produk bisa macam2. Bahkan ebook pun produk, karena berupa buku hanya saja bentuknya digital.

      Justru sekarang ini mata kita harus terbuka. Open mind, itu kunci kesuksesan.

      Kalau memang kerja dari rumah bisa,kenapa tidak.

      Dan ngomong2 10.000.000,- per hari? Bullshit itu. Kalau 10jt – 1M perbulan itu baru wajar. Saya sudah ketemu langsung loh dengan yg punya income segitu. Dan jalur bisnis onlinenya halal.

      Ingat, bekerja keras tidak cukup. But bekerja smart dana membangun sistem, itu kunci sukses yang sebenernya.

      Dan itulah perbendaan pemikiran pebisnis kecil dengan pebisnis besar.

      Salam Sukses :sip:

  • Sorry nih bacanya dah telat banget, tulisan Mas Arief bener-bener buat saya tersadar berapa banyak waktu saya yang telah terbuang untuk hal-hal yang sebenarnya gak penting. Thank’s Banget, tulisan Mas Arief sudah menyadarkan saya, untuk lebih bijak lagi dalam memanfaatkan sisa waktu yang kita gak pernah tahu berapa lama lagi, selamat berkarya dan sukses terus, dan semoga Alloh SWT selalu meridhoi Mas Arief, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.