Oleh : Arief Maulana

Tiba-tiba saya keingetan sebuah pernyataan dari Pak Ary Ginanjar, founder ESQ Methode. Beliau pernah mengatakan bahwasanya jika kita mengharapkan keadilan di dunia, maka dunia tidak akan pernah adil. Akan selalu ada keadaan dimana sesuatunya tidak berjalan seperti yang kita inginkan, terlepas dari benar atau tidak benarnya penyebab itu semua.

Benar adanya. Kehidupan ini memang dinamis. Tidak semua yang kita inginkan akan tercapai. Tidak semua yang kita rencanakan, bisa terlaksana. Kalau demikian adanya, lantas mau protes ke siapa? Toh protes juga tidak akan banyak mengubah keadaan.

Contoh kecil, aksi demo buruh beberapa hari kemarin. Tanpa bermaksud mendiskreditkan para buruh ataupun tidak suka kepada mereka, namun ada sebuah pertanyaan yang timbul di benak saya. Apa yang akan terjadi apabila Pemerintah tetap bertahan pada UMK yang sudah ditetapkan selama ini, mengingat berbagai dampak dan konsekuensi dari sisi pengusaha dan juga UKM yang akan terpukul dengan kenaikan itu?

Demo Buruh
Demo Buruh

Pilihan-pilihan yang mungkin ada :

  1. Buruh resign karena UMK tidak sesuai yang mereka inginkan.
  2. Buruh ngamuk dan melakukan tindakan anarkis karena keinginan tidak dipenuhi. Efeknya, pengusaha hengkang dari Indonesia.
  3. Pengusaha, terutama UKM banyak gulung tikar apabila UMK dinaikkan karena tidak sanggung bayar. Efeknya PHK massal seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah pasca kenaikan UMK terdahulu.
  4. Buruh menerima UMK yang sekarang, dan semua berjalan seperti apa adanya. Efeknya, buruh tidak bisa menaikkan gaya hidup mereka.

Itu contoh kasus yang lagi rame belakangan ini.

Bagaimana dengan kehidupan kita sendiri. Tidak jarang kan, kita dihadapkan pada situasi dimana kita tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan yang kebetulan juga tidak sesuai harapan ataupun yang kita inginkan. Lantas kalau sudah begitu, kita mau apa? Mau protes juga kepada siapa? Apakah setelah protes dan mengeluh sana sini, keadaan itu bisa berubah?

Pada akhirnya mau tidak mau kita dituntut untuk mampu berkompromi dengan diri kita sendiri. Kalau nasi sudah menjadi bubur, ya jadikan lah bubur itu bubur yang enak untuk disantap. Kalau pendapatan ternyata mentok dan kita tidak sanggup untuk resign, ya beradaptasilah dengan sedikit mengencangkan ikat pinggang dan menurunkan gaya hidup. Tidak perlu gengsi, yang penting bisa survive dan terus melanjutkan hidup.

Teman saya juga pernah bilang, kebahagiaan kita itu amat sangat tergantung pada seberapa fleksibel kita bisa menerima keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan atau harapan kita. Kalau kita terlalu kaku, ya bersiap saja untuk terus menerus stress. Rumah sakit juga sudah menunggu bagi yang punya masalah kesehatan gara-gara stress. Sebaliknya, ketika kita fleksibel, mudah menerima dan mencari kompensasi lain yang bisa menutupi kekecewaan kita, maka dengan cepat pula nilai kebahagiaan kita akan naik.

Hidup Bahagia
Hidup Bahagia

Semua bisa diatur dan semua itu adalah pilihan kita sendiri. Ketika keadaan di sekitar kita tidak bisa diubah, maka satu-satunya yang bisa berubah adalah diri kita sendiri. Alam sudah membuktikan itu. Manusia akan selalu berevolusi mencari bentuk terbaik untuk beradaptasi, termasuk juga Anda semua.

Sebagai penutup, karena dunia ini tidak pernah adil untuk kita apapun itu bentuk ketidakadilannya, jangan sampai jadi manusia yang merugi. Rugi di dunia dan rugi di akhirat nanti. Happy weekend. :)

Life Is Always Unfair
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

3 thoughts on “Life Is Always Unfair

  • Iyaa….saya sangat setujuuuu
    Kita sendiri yg menjalani hidup ini,maka pintar-pintar lah mencari peluang untuk tambahan kekurangan kita, selalu SEMANGAT,BERSYUKUR dan BERDOA memohon kpd ALLAH SWT,
    Insya Allah pasti dibukakan jalan….Aamiiiin

  • kadang cara pandang menyikapi masalah yang membuat hasil berbeda.
    kita bisa melihat dari sisi terbaiik dari kejadian yang tak baik. namun harus terus belajar agar jadi orang yg tepat menyikapi maslah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.