Langkah-Langkah Menjadi Seorang Miliarder (Grant Cardone)


Kemarin pagi saya berkesempatan untuk berdikusi dengan salah satu mentor saya di bisnis Milagros, yang sekarang berada di posisi Executive Leader dengan penghasilan 30 juta per bulan. Kami berdiskusi tentang setting goal yang menjadi latar belakang kenapa akhirnya saya memutuskan terjun di bisnis ini.

Semua dimulai dari pertanyaan beliau, kenapa saya mengejar angka 4 milyar mengendap di tabungan, sebelum usia 40 tahun dan apa alasan di balik itu semua.

Usut punya usut, ternyata beliau sedang menyaksikan video Grant Cardone, saat mengajari tim penjualannya tentang 5 langkah menjadi  miliarder. Videonya, bisa Anda lihat di bawah.

Ini menjadi semakin menarik, karena setelah saya menyaksikan videonya, ternyata sama polanya dengan yang diajarkan oleh beberapa miliarder seperti Tung Desem Waringin atau Robert T. Kiyosaki. Dan saya bersyukur, saat ini sudah berada di track yang benar.

Nah pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi sedikit apa yang sudah saya tangkap dari video tersebut. Barangkali ada dari Anda memiliki kesulitan menerjemahkan video yang disajikan dalam bahas inggris tersebut, mudah-mudahan catatan saya di bawah ini bisa membantu.
_

#1 Menentukan Target Yang Benar 

Banyak orang salah menentukan target dalam hidupnya. Yang akhirnya berujung pada salah juga dalam tindakan atau motivasinya dalam menjalankan hidup. Kebanyakan orang sudah merasa cukup, saat kebutuhan hidup bulanan tercukupi, punya rumah, dan punya mobil. Atau jika saat ini belum memiliki itu semua, maka mereka memimpikan goalnya sampai di situ saja. Standar target orang kebanyakan.

Namun yang tidak pernah terpikirkan adalah bagaimana apabila dalam prosesnya terjadi sesuatu?

Misal, Anda yang saat ini tengah bekerja, tiba-tiba mengalami kecelakaan kerja sehingga tidak bisa bekerja lagi? Atau tiba-tiba sakit parah, dan harus berhutang sana sini untuk menutupi biaya pengobatannya. Atau hal-hal lain, yang bisa menguras atau bahkan membuat minus keuangan Anda.

Maka dari itu, sejatinya setiap orang harus melakukan perhitungan dan memiliki angkanya sendiri, dimana kita merasa aman. Tidak lagi cemas bagaimana mencari uang, dan bisa berfokus pada hal yang lebih penting daripada sekedar mencari uang. Keluarga misalnya.

Kembali ke percakapan saya dengan Mentor saya, kenapa saya butuh angka 4 milyar? Simpel. Karena di angka itulah, saya bisa leha-leha santai tanpa pusing memikirkan uang buat memenuhi kebutuhan hidup.

Hitungan sederhananya :

  • Bunga deposito (investasi termudah) adalah 5-6% per tahun. Ambillah 5% saja.
  • Jika saya punya 4M yang didepositokan, maka dalam setahun, saya mengantongi 200 juta.
  • Jika dibagi dalam 12 bulan, maka setiap bulan saya mendapatkan +/- 16,5 juta.

Dengan uang 4 milyar, maka saya punya penghasilan pasif kurang lebih 16,5 juta setiap bulannya, jika uang tersebut didepositokan. Angka yang saya hitung cukup untuk menghidupi keluarga saya setiap bulan. Akan lebih banyak lagi, jika diinvestasikan ke instrumen yang ROI-nya lebih tinggi dari bunga deposito.

Jika pada saat titik itu saya kondisi masih bekerja, berarti saya punya double income. Penghasilan aktif dan pasif. Sehingga skenarionya bisa jadi seperti ini :

  • Penghasilan aktif untuk biaya hidup (setelah disisihkan anggaran investasi)
  • Penghasilan pasif full untuk investasi (menggulung lebih besar lagi, untuk mendapatkan penghasilan pasif yang lebih besar lagi.

Maka, ketika saya memasuki usia pensiun, dimana secara keterbatasan fisik sudah tidak mampu bekerja lagi atau sayanya yang memutuskan pensiun dini, maka di titik itu harapannya adalah sudah memiliki penghasilan pasif yang sifatnya masif dan akan terus digulung menjadi lebih masif lagi.

Singkat kata, kualitas hidup semakin baik dan menikmati masa tua dengan menyenangkan.

Itu angka saya. Sehingga ketika saya sudah tahu target yang harus saya dapatkan berapa, maka saya pun bisa menyetel “kecepatan laju” produksi penghasilan yang dibutuhkan, untuk mencapai 4 milyar pertama saya. Dan ketika hanya mengandalkan gaji saja tidak cukup, maka itulah yang akhirnya menjadi alasan kuat, kenapa perlu menambah sumber pemasukan dari Milagros yang sifatnya eksponensial.

Nah, Anda bisa coba melakukan sendiri perhitungannya. Berapa, angka aman Anda?

#2 Menyisihkan Di Awal

Langkah kedua menurut Grant Cardone adalah membayar diri kita terlebih dahulu, dengan menyisihkan 40% dari penghasilan kotor. Artinya kita hanya boleh hidup dengan 60% saja, baik itu untuk mencukupi kebutuhan hidup maupun membayar apa yang harus dibayar, entah bagaimana caranya. Inilah fase terberat, karena di sini kita akan berada pada pada posisi “kelaparan”. Serba berhemat, susah, menunda kesenangan, dan sejenisnya.

Bagaimana jika 60% tersebut dirasa menyiksa? Naikkan sumber pemasukannya. Entah bekerja double shift atau memiliki penghasilan tambahan dari bisnis di luar pekerjaan kita. Taruh uang yang kita sisihkan itu di tempat yang tidak bisa diambil dengan mudah, apapun kondisi tersulit dalam hidup kita. Anggap saja uang hilang.

#3 Jangan Menyimpan Uang Anda

Kalau om Kiyosaki bilang, menabung adalah hal yang buruk! Ternyata Grant Cardone pun, memiliki pendapat yang sama. Menabung hanya akan membuat uang Anda hilang. Seringnya adalah karena nilainya yang akan semakin jatuh, tergerus dengan inflasi tahunan dan juga segala tetek bengek administrasi lainnya.

1 juta 5 tahun yang lalu, dengan 1 juta ketika Anda membaca tulisan ini, tentu berbeda nilainya. Dengan uang yang sama, ketika dibelanjakan, pasti yang didapat berbeda. Yang sekarang lebih sedikit. Itulah inflasi. Itulah pencuri kasat mata kita.

Maka daripada uang tersebut disimpan, ada baiknya “diternakkan saja”. Buat uang tersebut bekerja untuk Anda, melalui yang namanya INVESTASI. Namun sebelum nyemplung lebih dalam di dunia investasi, miliki dulu pengetahuan yang cukup, agar tidak terjebak dalam investasi bodong yang berpotensi menghabiskan uang Anda.
_

#4 Lanjutkan Hingga Penghasilan Pasif Anda Menyamai Penghasilan Aktif

Lakukan kegiatan no.2 dan 3 dengan target awal yaitu penghasilan pasif ini menyamai penghasilan Anda setiap bulannya. Bila sudah sampai di sini, Anda punya 2 pilihan. Berhenti mengerjakan pekerjaan aktif Anda atau melanjutkan terlebih dahulu pola sebelumnya, untuk memperbesar penghasilan pasif Anda menjadi super masif.
_

#5 Nikmati Dengan Pasif Income Anda Yang Sudah Melebihi Penghasilan Aktif

Inilah fase terakhir, di mana penghasilan pasif sudah melampaui penghasilan bulanan dari pekerjaan aktif Anda. Inilah fase dimana orang-orang kaya bebas melakukan belanja konsumtif. Karena pembelanjaan mereka, sepenuhnya dibayari oleh penghasilan pasif yang tidak mengganggu “mesin uang” yang sudah bekerja otomatis, menghasilkan uang.

Dengan kata lain, uang mereka bekerja lebih keras daripada para pekerja aktif pada umumnya, dan menghasilkan jauh lebih besar dari para pekerja aktif pada umumnya.

***

Inilah perbedaan pola hidup dari mayoritas orang kebanyakan. Yang cepat berpuas diri dan cenderung menghabiskan apa yang mereka dapatkan. Persis seperti anak TK yang diberi uang oleh orang tuanya, yang kemudian dibelanjakan habis tanpa berpikir masih ada hari esok.

Inilah pola yang membuat orang kaya semakin kaya, sementara kebanyakan orang terjebak dalam lingkaran hidup yang begitu-begitu saja. Orang kaya sibuk membangun mesin uang mereka (aset), sementara kebanyakan orang, sibuk bekerja mencari uang dan menghabiskannya untuk hal-hal yang justru semakin menghabiskan uang kita (liabilitas).

Sebagai penutup, saya menulis ini, bukan berarti sudah berada di posisi yang sudah freedom secara finansial. Justru saat ini saya di fase yang tengah menjalani poin no.2 (menyisihkan di awal) dan no.3 (mulai membangun aset penghasil pasif income). Mengumpulkan modal lebih besar, agar yang disisihkan bisa lebih banyak, tanpa harus menyengsarakan diri dalam menjalani hidup.

Bagaimana dengan Anda?

 

  1. keren pol, inspiratip, langkah ke #2 kalo di taro di simpen di emas ,yaapa yaa?
    anyway busway. rekomended u di ketahui semua keluarga yg pengen freedom, bebas dari rasa khawatir ttg uang

  2. Imron Rosadhi says:

    Kereeen.. mas Arief. Tp ada yg anti dg bunga bank karena alasan hukun agama yang subhat / remang2 (baca:haram) dan menyimpannya dlm bentuk emas. Krn lbh aman dari inflasi. Kalau di simpan dlm bentuk emas jd ngga bisa menikmati passive income (bunga) dr tabungan kita. Semua mmg pilihan masing-masing sih. Menurut anda?

    • Instrumen investasi yang syariah itu banyak. Obligasi pemerintah yang syariah pun ada. Sukuk Ritel, kalau tidak salah namanya. Pun begitu juga dengan investasi di pasar modal, yang syariah juga ada. Tinggal pilih perusahaan yang oleh MUI, saham dan model bisnisnya syariah.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 473,036 bad guys.