Lakukan Saja Apa Yang Anda Ketahui

Oleh : Arief Maulana

kehujanan
kehujanan

Efek dari perubahan iklim adalah cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini. Yang mestinya sudah masuk musim kemarau eh ternyata di Sidoarjo dan Surabaya masih saja sering dilanda hujan. Ngga tanggung-tanggung, rasanya hampir setiap hari turun hujan. Hal inilah yang membuat saya tidak lupa untuk selalu membawa jas hujan.

Saya rasa bukan hanya saya seorang yang menyadari masalah musim yang tidak menentu ini. Semua juga tahu kalau polanya sama, yakni hampir setiap hari turun hujan. Tapi anehnya, setiap kali hujan selalu saja saya temukan banyak orang yang menepi. Tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terhalang hujan.

Mengherankan pastinya. Sudah tahu sering hujan kok ya, masih nekat tidak membawa jas hujan. Apalagi hujan tidak menentu. Iya kalau hujannya cuma guyonan, 1-5 menit doang terus berhenti. Kalau hujannya awet sampai berjam-jam? Apa mau terus menunggu hujan reda?

Itulah kecenderungan kita. “We know what to do, but we don’t do what we know.” Quotes yang sering didengungkan upline saya dulu di MLM. Kita tahu apa yang semestinya kita perbuat, tapi kita tidak melakukannya.

Saya tarik ke bisnis internet ataupun bisnis-bisnis lainnya. Masih juga terkait dengan posting sebelumnya, bagaimana kita tahu bisa sukses jika tidak mencoba. Kadang, niat kita untuk berubah dan melakukan sesuatu besar di awal. Termasuk juga menjadikan bisnis sebagai perantara kita meraih sukses. Tapi apa yang terjadi? Begitu kita tahu caranya, kecenderungannya adalah sedikit orang yang pada akhirnya memutuskan untuk benar-benar melakukan cara yang diberikan.

Ini bukan satu dua kasus. Sudah banyak. Terutama ketika ada temen-temen yang membeli panduan bisnis internet. Dalam hal ini saya mengabaikan panduan “sampah”. Asumsi saya temen-temen pegang panduan bisnis internet yang berkualitas, misalnya café bisnis, panduan affiliate marketing ataupun panduan facebook marketing.

What next? Kebanyakan ngga dipraktekkan. Bagaimana bisa praktek jika materi yang diberikan saja tidak berusaha dipahami. Padahal tentu para penulis panduan tersebut sudah berusaha memberikan tuntunan yang baik dan mudah dipahami. Kalaupun masih kesulitan, bukankah sudah disediakan sarana untuk konsultasi. Pun kita masih bisa searching di google untuk mencari solusinya.

Pada akhirnya semuanya akan bermuara pada satu hal. MINDSET. Ya, sebuah mindset yang salah akan mempengaruhi tindakan kita. Mindset cepat kaya ala instan sudah bisa dipastikan berseberangan dengan mindset sukses melalui proses (butuh waktu + trial error). Mindset yang salah juga kadang yang membuat teman-teman banyak yang putus asa di awal, melihat semuanya kok sepertinya terlalu rumit untuk dikerjakan. Padahal ketika dicoba boleh jadi tidak seseram yang kita bayangkan.

Mantapkan niat. Bila sudah ketemu jalan untuk mewujudkan semua dream Anda, LAKUKAN! Karena itu satu-satunya pilihan yang harus Anda tempuh untuk menjadi sukses sesuai definisi Anda masing-masing.

  1. Nah! Itulah itulah mas kenapa saya masih menunda untuk gabung dengan para master penyedia panduan bisnis. Saya ingin belajar mandiri dulu gimana to proses sebenarnya memulai bisnis online. Makanya saya rajin cari informasi terutama yang gratisan :ngakak: sebanyak-banyaknya buat panduan belajar. Saya sendiri tau kalo usaha kayak gitu gak bisa instant, ada proses, ada gagal, ada usaha untuk memperbaiki. Dan tidak semua orang mau dan tahu proses tersebut. Jadi saya tak belajar dulu, nanti kalo mentok baru saya ke rumah mas Arief. Gimana?

    • @jericho, justru semakin menunda, semakin kehilangan waktu yang berharga boss… makin cepet gabung, makin cepet praktek, makin cepet pinter…

      • jericho0407 says:

        Ha ha ha ..! Inilah sebabnya mas Arief cepet jadi master karena pinter diplomasi dan menulis secara persuasif dan argumentatif! Akibatnya banyak yang kepincut! Saya ada dua alasan kenapa menunda mas. Yang pertama di comment saya barusan. Yang kedua dana saya habis buat bayar SPP anak.:hiks: Jadi sekarang kumpul-kumpul lagi deh …

  2. Maghfur Amin says:

    Kebanyakan memang seperti yg mas Arief katakan, banyak yang membeli sebuah produk informasi namun “mungkin” tidak mempelajari dan memahaminya dengan tuntas. Sehingga akhirnya malah menganggap bahwa produk ia yg beli tidak memberikan manfaat apa-apa.
    Selaku Product Creator :hihi: saya pernah ditanya oleh seorang konsumen saya, dia tanya tentang bagaimana cara membuat file Doc menjadi PDF…pakai software apa untuk itu? Nah dari sini saya jadi bertanya apakah ia tidak membaca dan memahami isi produk saya dengan teliti dan tuntas, karena itu semua telah diajarkan dalam produk yg ia beli dari saya tersebut. bahkan softwarenya pun juga saya berikan di member area.
    Syogyanyalah kita harus selalu teliti, tidak hanya saat mau membeli…tapi saat mempelajari juga harus teliti.

  3. MasterClickCom says:

    tul tul… mindset. Sebenarnya bnyk kok ebook berkualitas (gratis lg), tp tidak coba di praktekan aja.

  4. ada yang bilang, Praktek Praktek Praktek Praktek Praktek! tapi yang dilakukan cuma Baca Baca Baca Baca Baca :baca: mending dibaca, kalo diem aja :diem:

  5. Nasi Goreng Cinta says:

    Benar Mas Arief, terkadang kita terlalu banyak tau tp satupun tidak ada yang di peraktekkan.
    Kita hobbi ngumpulin ebook dari internet, tp jarang sekali dibaca… karena kadang saya mengalaminya…

  6. Saya setuju dengan pendapat mas arif,, banyak ebook yg kita kumpulkan, karena banyaknya qta jadi mlas untuk membaca.
    Sangat disayangkan hal ini tentunya, krena qta tidak mendpat apa2…

  7. Kang Romly says:

    hal ini di pengaruhi oleh pola hidupnya seseorang, yang seharusnya berpikirlah dahulu sebelum berbuat…nyambung ga ya mas arif?????

    • @Kang Romly, memang seharusnya demikian mas. Tapi kalau terlalu lama mikir dan ngga ada tindakannya sama aja bohong mas.

      Sama halnya dengan ketika kita memiliki ide yang brillian dalam bisnis. Karena kelamaan mikir prospeknya dsb, eh ternyata ada pesaing yang lebih dulu bertindak.

      Akhirnya yang ada penyesalan belaka

  8. saya termasuk juga yang kesindir nih,, tapi untungnya saya belum sampe kena ‘tonjok’ heheheh ..,, hmm, menurut saya, selain ada yang tidak melakukan, ada juga orang yang termasuk dalam golongan menunda untuk mempraktekkan apa yang mereka ketahui hingga saatnya tiba mereka baru sadar bahwa mereka sudah tertinggal jauh dan makin menjadi malas untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan

  9. kalo dari penilaian saya, mas arief ini tipe yang kalo beli produk, selalu cepat2 jualan supaya balik modal dulu, baru deh setelah itu santai baca2 dan praktek wakakakakk

  10. Tapi ada yang lebih parah lagi mas, mereka adalah golongan orang yang tidak mau investasi untuk belajar atau mengeluarkan modal. Maunya cuma gratisan mulu. Padahal dengan kita investasi sedikit akan memberikan hasil yang jauh lebih besar.:melet::melet:

    • @Bisnis di Internet, itu sih pilihan mas. Tapi rata-rata sebagian besar yang suka gratisan mutung di tengah jalan.

      Pasalnya mereka kan beranggapan ini gratis, dan ngga ada tanggung jawab untuk balik modal.

  11. saya setuju mas arif kalau sukses itu gak serta merta,tpi memang ada sih pelaku internet bisnis yang terkadang menjual sesuatu yang tidak sesuai apa yg dijanjikan ebooknya jiplakan semua,
    trims mas atas kirimanya

    • @ari, itulah kenapa kita mesti mencari informasi siapa yg ada dibalik produk itu mas.

      Apakah sudah berpengalaman atau tidak. Saya juga sering kok kadang salah beli, dapetnya produk yang ngga berkualitas.

  12. resellerbisnis says:

    Hujan-perjalanan- tidak menyiapkan jas hujan-menepi-tunggu hujan reda.
    Mengapa tidak siap/ sedia jas hujan sebelum hujan?
    [bisnis intenet-panduan-punya panduan-tidak dilaksanakan-tidak berhasil bisnis internet]
    pebisnis seperti itu laiknya orang yang di saat hujan tidak mengenakan jas hujan…basah enak kan….:puyeng:

  13. abdoorahman says:

    Mengenai mindset nih mas arief, menurut saya banyak pembuat produk malah sengaja menjerumuskan newbie dengan tag line kemudahan seperti “anda tidak akan mengalami trial dan error seperti saya dulu”.

    Ya mungkin maksudnya trial dan errornya ga sebesar yang dialami si pemilik produknya dulu… tapi tetep aja, namanya ‘baru’, masih mentah-mentah nangkep info yang kayak gitu,padahal kita tahu, trial dan error adalah sebuah proses yang mau ga mau tetep kita lewati.

    Hasilnya, si newbie jadi punya mindset yang salah, parahnya lagi jadi kecewa sama yang punya produknya, terus digembar-gembor si anu penipu lah, tukang jiplak lah, tukang inilah, tukang itulah, mmmm… apalagi ya:ngelamun: udah ah, kepanjangan.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.