Komitmen 100% atau 0%

Oleh : Arief Maulana

Komitmen 100%

“Komitmen hanya ada dua 100% atau 0%. Yang mana yang berhasil, rasanya tidak perlu dijawab.” Kata-kata upline saya tersebut tiba-tiba saja terngiang manakala saya melihat Dirut tempat saya bekerja begitu bersemangat dalam mengembangkan perusahaannya. Tidak kenal lelah dan selalu bersemangat. Hari ini di Jakarta, besok ke Tegal. Balik lagi Jakarta, lanjut ke Cilegon, Surabaya, dll.

Berkomitmen untuk sukses, hal yang jarang dimiliki mereka yang mau berhasil apapun yang digelutinya. Kebanyakan sih pengen berhasil. Tapi begitu ditanyakan mengenai komitmen dalam setiap usaha untuk mencapai keberhasilan itu, cenderung setengah-setengah.

Komitmen bisa berarti banyak hal. Anda bisa baca selengkapnya disini, saya rasa sudah bisa memberikan gambaran secara lengkap apa itu komitmen. Mereka yang berkomitmen 100% terhadap apa yang diupayakan biasanya cenderung semangat, tidak setengah-setengah dan siap berkorban apapun bila diminta. Pertanyaannya bisakah kita seperti itu?

Misalnya dalam posisi sebagai karyawan, seberapa besar komitmen kita bekerja untuk perusahaan. Bekerja dengan penuh semangat dan siap memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan perusahaan. Atau malah kita kerja apa adanya. Sungguh-sungguh hanya jika dilihat oleh atasan. Bila tidak, ya sudah. Jam kerja facebookan ataupun melakukan aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Contoh lain, komitmen dalam ngeblog. Mas Agus Siswoyo tentu bisa mengupas lebih dalam lagi mengenai hal ini. Bagi saya, komitmen dalam hal blogging adalah tetap berusaha untuk ngeblog secara konsisten. Meski kadang godaan untuk break dan mengakhiri petualangan di blogsphere besar sekali mengingat aktivitas pekerjaan mulai meningkat.

Satu lagi contoh di bisnis internet. Seberapa besar kita mau meluangkan waktu baik itu untuk belajar teknik-teknik penting di dalam bisnis internet seperti SEO, marketing, dll, ataupun untuk praktek dan mengembangkan sayap-sayap bisnis internet anda. Kalau setengah-setengah, ya hasilnya juga tidak akan maksimal.

Intinya mereka yang berhasil rata-rata berkomitmen tinggi dalam setiap upaya yang dilakukannya demi mencapai keberhasilan yang diinginkan. Ketekunan yang dipadukan dengan komitmen bisa menjadi resep maut yang membawa Anda kepada keberhasilan.

Jadi pertanyaan saya, komitmen anda berapa %?

Salam Sukses,
arief maulana
space

    • @Alfred, tergantung eksekusi di lapangan. komitmen tidak cukup menjamin kesuksesan seseorang. sering saya jumpai pebisnis yg berkomitmen tinggi tapi lemah dalam aplikasi.

      faktor kesuksesan itu banyak. namun secara umum komitmen menjadi ruh utama.

      • Zainur Rochim says:

        @Agus Siswoyo, betul gan, jika komitmen saja yang dibesarkan, namun aplikasi dilapangan tidak ada, tentunya tidak akan berdampak terhadap hasil yang ingin dicapai..

        Selain komitmen yang dibutuhkan sebagai ruh utama faktor kesuksesan, maka diperlukan juga pendamping ruh utama tersebut yaitu mindset sukses yang benar.

        • @Zainur Rochim,

          Di Dunia ini ada 3 golongan ;

          1. 96% Orang Biasa2 saja
          2. 3% Orang Kaya
          3. 1% Orang Makmur

          Tanya kenapa bisa begitu…. ?

          Beribu2 kursus, pendidikan,sekolahan dan pencerahan…..hasilnya tetap sama……, komposisi tetap sama… Why….?

          • @Budiman, yang mau ambil resiko jadi orang kaya dan makmur sedikit. Yang berani melakukan tindakan dan hal yg berbeda dengan orang kebanyakan juga sedikit. Sementara 96% melakukan hal yang sama dan itu-itu saja.

      • @Agus Siswoyo, berarti bisa dikatakan komitmennya ga sampai 100% itu. Orang yg full commit, dia ga akan tanggung-tanggung dalam mengaplikasikan sesuatu yang menunjang keberhasilannya. Itu menurut saya :)

  1. Lutvi Avandi says:

    Komitmen selalu muncul kalau punya tujuan yang jelas dan terarah.

    Kalau sampai ngaku punya tujuan tapi nggak komitmen, berarti perlu dipertanyakan tujuannya

  2. Hmm, nama saya disebut-sebut nih. Pantesan bersin-bersin terus dua hari ini. :P

    Kalau sudah bicara komitmen, maka hanya ada dua pilihan: maju atau mundur. Tapi saya sendiri pantang pulang sebelum api padam. (mirip petugas PMK).

    Ngeblog itu butuh banyak pengorbanan. Eman-eman kalau nggak diseriusi.

  3. Zainur Rochim says:

    Komitmen ibaratnya sumber energi agar kita bisa sampai di suatu tempat bernama tujuan…
    jika sumber energi dihilangkan rasanya akan susah untuk sampai ke tujuan..kecuali jalanannya menurun :ngakak

  4. Yohan Wibisono says:

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku. silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  5. masih tergantung dari perubahan juga komitmentnya mas,saat lagi semangat berkomitmen besar dan saat lagi down hilang deh persentasenya

    semoga aja masih ada yang mau mencharge lagi dari artikel2 seperti ini :hihi:

    • @grandchief, berarti yang perlu dipertanyakan adalah sumber energi di balik komitmen itu sendiri, yaitu impian / goal.

      Kalau goalnya jelas & ada alasan sangat kuat untuk mewujudkan itu semua, bukan mustahil kita selalu berada dalam kondisi “on fire”

  6. Klo saya, komitmen terhadap pekerjaan atau apapun, harus dibarengi dengan doa agar diberi kemudahan. Banyak sekali kendala yang harus saya hadapi dalam menjalani pekerjaan, terkadang saya merasa kewalahan dan tergoda untuk berhenti, kalau nggak di disupport dengan doa, komitmen sehebat apapun bisa luntur juga :mewek

    • @turisuna, kalau saya akan memperkuat alasan dibalik aktivitas saya. Karena itu yang akan terus menjadi pompa motivasi.

      Doa itu pasti, apalagi kita sebagai umat beragama. Tanpa disuruh, seyogyanya doa sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita.

  7. Does Ichtiah CP says:

    Apa kabar Mas Arif…wah akhirnya pengen ngincipi rasanya jadi karyawan ya…good luck deh…sy blm sanggup komit ngeblog nih…tapi InsyaAllah utk masa depan ngeblog harus komit serius…

    • @Does Ichtiah CP, sebenernya sih apapun asal bisa menghidupi saya & membuat mandiri, selama itu halal, saya ga masalah Bu. Mau jadi karyawan atau entrepreneur. Yang terpenting bisa menikmati semua aktivitas tsb.

      Termasuk blogging. Ketika kita enjoy di dalamnya, komitmen penuh pun jadi tidak sesulit manakala kita memaksakan diri dan merasa terbebani.

  8. Erdien | Ceritaku Suka-Suka says:

    komitmen yang dimiliki seorang Dirut seperti contoh di atas merupakan satu hal wajar dan patut ditiru. Sementara untuk seorang karyawan, komitmen seperti itu banyak yang luntur dengan situasi lingkungan kerja. Apalagi jika kondisi pemilik komitmen tinggi dengan yang tidak memilikinya 1% berbanding 99%.
    Moga kita tidak termasuk yang luntur dengan kondisi yang tidak mendukung itu

    • @Erdien | Ceritaku Suka-Suka, mengenai komitmen karyawan, saya pernah mendengar dr seorang kawan.

      Seorang pemimpin mesti sering2 berbagi visi perusahaan & mengingatkan karyawannya akan hal tersebut.

      Tentunya termasuk jg menumbuhkan suasana kekeluargaan & sense of belonging terhadap perusahaan dimana dia bekerja. :)

    • @Healthy Lifestyle, itu namanya bukan komitmen mas. Komitmen itu satu paket, tidak cuma ungkapan dan koar-koar janji kosong. Melainkan dengan tindakannya juga.

      Komitmen 100% berarti tidak ada alasan apapun yang mencegah seseorang untuk berupaya hingga berhasil, meski di awal mungkin belum terlihat hasilnya.

  9. Lukman Nulhakiem says:

    Komitmen itu daya penggerak utama. Ia bisa menggerakan sang empunya komitmen untuk terus bergerak, menyelesaikan setiap langkah yang sudah direncanakan. Berkomitmen berarti tidak berhenti berusaha walau kegagalan menghadang..

  10. Nongkrong Online says:

    Banyak hal yg saya dptkn dr sini,mengenai komitmen..pa lagi mendapatkan pimpinan yg komitmen dan mengayomi ank buahnya seperti artikel di atas..:nyembah:
    krn gak semua pimpinan bs spt tu,kdg berkomitmen hanya utk memperthnkan jbtn..:phew:

    • @geni, itulah repotnya. Makanya bagi para pemimpin, ada caranya gimana supaya visi perusahaan bisa sama dengan visi para karyawan. Kalau merasa tidak cocok bisa membangun usaha sendiri :)

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.