Oleh : Arief Maulana

Setiap orang tentu mendambakan profesionalitas dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Betapa tidak, ketika kita mampu menomersatukan profesionalitas kerja maka secara tidak langsung kita sedang menaikkan jumlah income yang akan kita dapatkan.

Bekerja secara profesional tidak cukup didefinisikan hanya dengan bersikap baik ketika bekerja, namun lebih daripada itu. Bekerja profesional juga bisa berarti 100% fokus pada apa yang kita sedang kerjakan saat ini. Bahkan boleh jadi bekerja profesional adalah kemampuan memanage waktu sedemikian rupa hingga semua pekerjaan terselesaikan dengan baik dan tepat waktu atau efektif.

Lalu bagaimana kiat-kiat bekerja secara profesional. Berikut hasil sharing saya dengan salah satu dosen senior (Dosen Manajemen Produksi dan Operasi Kapal) di kampus.

space

# 1. Make list to do.

Buatlah list / daftar seluruh pekerjaan Anda. Kalau perlu sampai ke bagian sub pekerjaan yang kecil. Jika Anda adalah seorang pelajar atau mahasiswa, maka aktivitas belajar bisa dimasukkan dalam jenis pekerjaan. Dengan membuat list pekerjaan, akan memberikan gambaran secara umum apa saja yang harus Anda selesaikan. Saya pribadi biasa membuat list to do di awal minggu, sehingga bisa dengan segera mengatur jadwal antar kegiatan.

space

# 2. Menentukan skala prioritas.

Setelah Anda membuat listnya, maka Anda bisa membuat skala prioritas untuk masing-masing sub pekerjaan. Mana yang paling penting dan mana yang tidak penting tapi juga harus diselesaikan. Atau bisa juga dengan skala keterdesakannya. Maksudnya mana yang penting mendesak ataupun penting tapi tidak mendesak.

space

# 3. Jadwalkan setiap sub pekerjaan ke dalam agenda Anda.

Kalau langkah kedua sudah Anda lakukan, maka penyusunan jadwal kegiatan di dalam agenda akan sangat mudah. Anda bisa menggeser sub pekerjaan penting tidak mendesak dan mendahulukan pekerjaan yang sifatnya penting dan mendesak (deadline mepet).

Dalam menjadwalkan sub pekerjaan Anda, jangan lupa juga sediakan waktu untuk beristirahat yang cukup. Bekerja dengan kondisi terlalu lelah dan dipaksakan juga tidak bagus dan tidak akan maksimal hasilnya. Lebih baik 1-2 jam kerja dalam kondisi fit daripada 4-5 jam kerja tapi kondisi kurang fit.

s

# 4. Lakukan dengan disiplin agenda kerja Anda.

Agenda / jadwal kerja dibuat bukan untuk dilanggar. Ini bertujuan untuk memanage waktu Anda yang terbatas serta mengoptimalkan kinerja sehingga hasilnya efektif dan efisien. Maka dari itu, disiplin mutlak diperlukan disini. Jangan mudah tergoda pada kegiatan non produktif sebelum target kerja Anda selesai. Ingat saja slogan, berusah-susah dulu bersenang-senang kemudian.

space

# 5. Be 100% Focus.

Saya bukan sedang mengiklankan Mizone, tapi slogan 100% nya bisa kita ambil. Ketika jadwal sudah dibuat dan Anda sudah mencoba untuk mendisiplinkan diri, jangan lupa untuk fokus 100% pada apa yang sedang Anda kerjakan saat itu. Lupakan sub pekerjaan yang lain saat Anda sedang mengerjakan satu sub pekerjaan.

Inilah sebenarnya inti dari profesionalitas kerja. Dimana di setiap sub pekerjaan yang Anda lakukan, bisa fokus 100% dan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Dan ngomong-ngomong inilah kunci rahasia dari orang-orang sukses yang kalau kita lihat jumlah pekerjaannya banyak (sibuk) tapi mereka selalu mampu menyelesaikan semuanya itu dengan baik.

space

# 6. Work hardly? Take a rest for a minute!

Jika Anda terpaksa dihadapkan pada satu situasi kerja yang membutuhkan waktu yang panjang (3-8 jam nonstop), maka cobalah meluangkan waktu 10-15 menit setiap jamnya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran Anda. Silahkan ambil minum air putih atau sekedar jalan-jalan berkeliling sejenak untuk merefresh diri Anda. Kemudian, lanjutkan pekerjaan Anda.

Coba perhatikan dan amati, sesungguhnya Allah sudah sangat sempurna mengatur waktu Shalat Dhuhur tepat pada tengah hari dan memotong waktu kerja kita. Tujuannya satu, mengistirahatkan seluruh tubuh dan pikiran kita yang sudah bekerja sejak pagi. Setelah shalat, insya Allah tubuh dan pikiran menjadi lebih fresh dan Anda bisa bekerja dengan lebih optimal. Dengan catatan Anda shalatnya bener dan ngga keburu-buru. Kalau bisa sih khusyuk.  Jadi sesibuk apapun Anda, jangan pernah tinggalkan shalat. Ini saya baca di buku “Kandungan Rahasia Gerakan Shalat”.

s

# 7. Make reward and punishment system.

Agar Anda lebih semangat dalam bekerja dan mencapai goal Anda, buatlah satu sistem penghargaan dan hukuman untuk diri Anda. Misalnya, saya biasa membuat satu reward kecil setiap bulannya yaitu bila hasil penjualan dari reseller / affiliate program menembus 300ribu, maka ada jatah untuk keluar nonton dan makan-makan bareng adik-adik. Seneng dapet, pahala pun dapet karena menyenangkan saudara.

Atau bisa juga dengan sistem hukuman. Misalnya kalau saya tidak menyelesaikan tugas kuliah atau jadwal tugas merancang kapal hari ini, maka tidak ada jatah untuk berinternet alias online. Atau apalah yang bisa membuat Anda senang saat berhasil dan membuat Anda tersiksa saat goal kerja tidak berhasil Anda tembus.

Saya kira itu 7 kiat agar kita bisa profesional dalam bekerja. Ketujuh hal di atas sudah saya coba lakukan dan masih saya lakukan hingga saat ini. Anda bisa mencobanya atau bahkan Anda punya kiat-kiat yang lain dalam menjaga profesionalitas kerja, silahkan disharingkan lewat comment.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Kiat-kiat Profesional Dalam Bekerja
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

82 thoughts on “Kiat-kiat Profesional Dalam Bekerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.