Kendaraan Yang Hebat Bersama Pengemudi Yang Tepat

Oleh : Arief Maulana

Formula 1
Formula 1

Sebagian dari Anda mungkin sudah mengetahui mungkin saja juga tidak, bahwa dulu saya pernah berkecimpung di MLM.

Walau sekarang sudah tidak aktif, saya bersyukur karena disanalah pendidikan bisnis pertama yang langsung menuntut diri untuk terjun langsung ke lapangan dan menghadapi konsumen (prospek).

Nah, sering kali ketika ikut dalam meeting umum : OPP (Open Plan Presentation), NDT (Network Developtment Training) ataupun meeting ekslusif leader tertentu : EM (Exlusive Meeting), ada sejumlah pernyataan yang seringkali diulangi oleh pembicaranya.

Seperti kata Pak Tung Desem Waringin, perulangan sesuatu akan membuatnya nancep di benak kita. Pernyataan mana yang saya maksud? 

“Anda sudah berada di dalam kendaraan yang tepat menuju sukses.”

Betul? Kalau yang saat ini aktif di MLM pasti tidak asing lagi dengan kata tersebut. Bahkan di dalam sebuah pertemuan khusus leader bersyarat silver planner, diceritakan sebuah analogi sederhana mengenai “kendaraan yang tepat” ini.

Bayangkan Anda akan adu balap dengan pembalap senior F1, katakanlah Schumacher. Kira-kira yang akan memenangkan pertandingan siapa? Tentu Schumacher, bukan? Nah, dalam hal ini jawabannya adalah tergantung. Ya, tergantung dengan kendaraannya.

Kalau Anda yang naik F1 dan Schumacher cuma diberi bajai tentu Anda yang akan menang. Secepat-cepatnya bajai gas puol, bakal kesalip juga dengan F1. Secara mesin udah beda jauh. Intinya, siapapun orangnya asal kendaraannya tepat suksesnya pun cepat.

Seiring berjalannya waktu, saya melihat bahwa pernyataan itu tidak sepenuhnya tepat. Mari kita coba telaah masih dengan analogi yang sama, F1 vs Bajai.

Kira-kira dari sistem kemudi lebih simpel mana, bajai atau F1? Tentu lebih simpel bajai. Dengan kesederhanaan tersebut, mudah sekali bagi Schumacher untuk beradaptasi dan mulai tancap gas.

Disisi lain, orang lain yang naik F1 bingung setengah mati bagaimana mengemudikannya. Jangan-jangan untuk menyalakan mesinnya saja tidak bisa.

Kalau kondisinya seperti yang saya sebutkan di atas, tak ayal yang menang ya tetap Schumacher. Dan itu artinya, tidak hanya dibutuhkan kendaraan yang tepat melainkan juga pengemudi yang tepat.

Jadi meskipun MLM adalah kendaraan yang mantap (faktor kali + nilai tambahnya dahsyat), tetap kita sebagai pelaku di dalamnya harus mengupgrade diri sebagai “pengemudi profesional”.

Sekarang Anda pegang benang merahnya ya, karena saya akan coba tarik ke arah bisnis online.

Banyak yang bilang bisnis online adalah bisnis yang bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak mengenal latar belakang. Dengan segala kemudahannya bisnis ini tentu bisa menjadi kendaraan yang sangat canggih untuk mengantarkan Anda ke gerbang kesuksesan. Meskipun, yang namanya bisnis tetaplah bisnis. Tidak bisa dalam sekejap langsung kaya. Ingat hukum proses!

Karena canggih, maka pertanyaan berikutnya adalah apakah Anda sudah siap mengendarai kendaraan ini? Jangan-jangan karena canggihnya, Anda malah geleng-geleng lantas keok akibat kepala pusing. Kalau sudah begini apakah kendaraan ini tepat untuk Anda? Bagaimana solusinya?

Ada 2 solusi pastinya. Pertama, Anda ganti kendaraan. Dengan kata lain berhenti menjalankan bisnis online dan mencari kendaraan sukses yang lain, yang saya rasa mungkin tidak akan semudah bisnis ini.

Kedua, Anda mengupgrade kapasitas diri sebagai pengemudi. Tingkatkan wawasan, marketing skill, sikap, mental dan mindset yang tepat, dll. Misalnya kalau Anda menggeluti affiliate marketing / reseller, maka jadilah affiliate marketer ++. Jadilah affiliate marketer yang berani tampil beda (saya kupas di artikel selanjutnya).

Bisnis online dengan segala panduan di bidangnya masing-masing adalah kendaraan bisnis yang luar biasa. Paling tidak bisa membantu Anda mengumpulkan modal awal jika akhirnya memutuskan untuk membangun bisnis konvensional. Pertanyaannya justru apakah Anda sudah menjadi pengemudi yang tepat?

Semoga bermanfaat, mari jika ada yang ingin didiskusikan atau punya pendapat lain monggo disharingkan di bawah.

Salam Sukses,
Photobucket

  1. Keudaxxx…
    Lagi-lagi ilmu baru…
    Menurut sy nih mas, di jalur bisnis online terlalu banyak Kendaraan yang musti kita pilih,
    jadi bingung deh..
    jika milihnya ngga tepat bisa kesasar… :puyeng::puyeng:

    • arief maulana says:

      @ismail, kendaraan dulu mas. Setelah kendaraan dapet, baru kita pelajari karakter kendaraannya agar bisa jadi pengemudi yg handal. :sip:

      • @arief maulana, thanks mas. Jadi klo kita mo masuk ke bisnis internet, maka kita harus memilih akan fokus kemana (Affiliate, adsense, flipping) atau apapun. Nah pertanyaan saya sebagai seorang pemula, apakah saya harus mencoba semua kendaraan tadi atau bagaimana ? karena saya belum tahu apa potensi yang ada dalam diri saya. Hatur nuhun juragan :kembik2:

        • arief maulana says:

          @elizs.net, udah ada solusinya kan di artikel di atas. Belajarlah menyesuaikan diri dengan kendaraannya.

          Kalau tidak mau ya ga usah nyetir. Gampang kan? :hihi:

  2. betul betul..tapi mas buat pengemudi yang baru aja belajar mengemudi pasti sikap kehati hatiannya itu akan sangat tinggi, belum berani balapan. itu sama halnya juga dengan pemula di bisnis online masih pilah pilih harus fokus ke bisnis yang mana..hehe, new inspiration for me

    post terbaru saya 10 Nama Domain Termahal di Dunia :hore:

    • arief maulana says:

      @resellerbisnis, yang bilang gampang ga ada mas. Makanya affiliate marketer yg sering dapet banyak penjualan juga sedikit. :hihi:

  3. wih tetap gak bisa pertamax ya.. Betul banget analoginya, Untuk para newbie dikasi ferrari terbaru sekalipun ya pasti bukan tambah enak tapi tambah ribet, begitu juga di dunia online, bikin email aja masih banyak yang gak bisa mas apalagi mau bisnis online..semoga artikel ini membuka mata para newbie, bahwa semua tetap butuh proses untuk berhasil:puyeng:

    • arief maulana says:

      @lucky, betul. Tapi bukan berarti lantas menyerah kan. Bisa dipelajari 1 persatu kok.

      Asal yaitu, sabar dalam menjalani prosesnya

  4. Berarti kendaraannya sudah tepat… Berarti tinggal kualitas pengemudai yang perlu ditingkatkan. btw, butuh proses ya ? he2.. nice post :puyeng:

  5. apapun ‘kendaraan’-nya asal kita emang bener2 ahli mengendarai ‘kendaraan’ tersebut, saya rasa kemungkinan sukses akan terbuka lebar,, kalo emang jago naik bajai, jadilah juara lomba bajai, kalau mau naik Ferarri, jadilah juara lomba Ferarri

  6. Does Ichtiah CP says:

    modalnya juga harus sabar dan tawakkal…karena kebutuhan yang sudah mendesak jadi pengennya proses cepat kaya…akhirnya malah gembos bannya…:puyeng::hiks::hihi:

  7. Permisi numpang koment kawan:
    bisnis apapun mau konvensional,MLM,online ,itu semua kita kudu menguasai kuncinya, kalo udah dikuasai kuncinya,ilmunya,selahnya, pasti ngasilin,lancar,tokcer.
    nguasai ilmunya itu yang disebut “berproses”,prosesnya beda2 waktunya tergantung sejauhmana ngotot dan kerjakerasnya,
    ngkali begitu mas?

  8. Sugiana Hadisuwarto says:

    Kendaraan dan pengemudinya sama-sama penting mas…tanpa kendaraan yang baik pengemudipun tidak bisa maksimal, sebaliknya kalau pengemudinya yang kurang baikpun tidak maksimal mengendarai mobilnya.

  9. oya mas arif aku mautanya sebelum aku pilih kendaraan yang tepat/alias bisnis on line mas arif menggeluti b on line ini sudah berapa tahun dan pada awalnya kesulitan apa untuk memulainya….ini cuma tanya..boleh kah.

    • arief maulana says:

      @ekogondo, mulai Mei 2008. Kesulitan awalnya adalah IT. Karena saya bukan anak dengan latar belakang IT.

      Tapi bukan berarti tidak bisa kan. Bukankah di panduan ada, dan google pun memfasilitasi.

  10. kendaraan bagus, sopir mahir dan tujuan yang jelas tentu memudahkan orang mencapainya. Tapi sblm sampai ke sana pastilah di perjalanan banyak variabel yang berpengaruh : macet, jalanan rusak, mbl org lain mogok, hujan angin dlsb. dst. Nah, tulis ya variabel2 yg berpengaruh itu, trims

    • arief maulana says:

      @yanhasanudinmalik, itu memang resiko yg mesti dihadapi. PErjalanan sukses tak pernah mulus. Thanx tambahanannya :sip:

  11. setuju tuh mas, sukses di bisnis online tergantung kita dpt memanfaatkan “kendaraan yg canggih’ ini atau tidak. semua butuh proses..

  12. kenapa gak pake pesawat terbang aja! kalo kita bukan pilot, kita bisa nyewa seorang pilot, atau mesan aja tiket pesawat terbang. jadi kalo kita gak bisa mengemudikan bisnis online, kenapa kita gak nyewa seorang ahlinya, kita hanya mengeluarkan modal!!!!!

  13. Setelah baca tulisan Mas Arief, kalo gitu saya adalah sopir bajay yg sedang ngejajal Mobil F1. Mudah-mudahan saya segera terbiasa dg kendaraan yg canggih ini. Ma’lum pendatang baru di bisnis on line. banyak hal yg masih nggelayut di Kepala dan belum terpecahkan, padahal cukup banyak buku bisnis online yg sudah dilahap. Tapi saya akan terus belajar.. dan belajar…. Kunjungi web saya ya mas Arief.. belum rapi, masih banyak yg harus diedit. Insya Allah launching resmi April.

    • arief maulana says:

      @kursus Bahasa Inggris Gratis, wajar mas. Itu adalah satu fase yang memang akan dilalui banyak pebisnis online baru.

      Saya pun dulu juga seperti itu. Tapi begitu dilewati, tinggal fokus bagaimana F1nya bisa melejit.

  14. Alhamdulillah…..

    Mas,Artikel Kendaraan Bisnis Yang Hebat aku juga dah simak bahkan sampai menelusuri Jejak Mimpi Mas Arif pun aku asyik menyimak disana hingga teringat aku petuah Sang Bijak, katanya:

    Belajarlah karena pinter,…Jangan pinter karena belajar. Nah aku pribadi disini yg saluuuut apa yang dikatakan Sang Bijak tadi, dan itu telah di amalkan/diaplikasikan melalui tulisan-tulisan Mas,

    karena alasan itulah hingga tak terasa kita mau berlama-lama di suatu blog (komentar I saya)

    dan itu barangkali yang membuat pada diri kita adanya kepuasan bathin ketika kita dapat saling berbagi,….Dan menurut aku Mas, bersedekah dengan materi itu amalannya baik asal kita tidak riya’

    Tapi bersedekah dengan Ilmu,jauh lebih bagus kwalitasnya…wah..wah..wah Allah SWT jualah yang Maha Tau.

    Subhanallah Aku setuju Mas Arief,ketika kita telah memanfaatkan kendaraan yang super canggih, drivernyapun tentu memiliki sdm yang sesuai. dan kata mas erick, “semua butuh proses” termasuk otodidak itu sendiri, kaya’ aku Mas yang baru kemarin ngeblog,yang penting kemauan kuat itu ada serius,fokus.

    Tapi jangan lupa SIM (surat izin mengemudinya)heheheheh.Okey Mas Arief, Aku seneng banget.Semoga Kesehatan dan Kebahagiaan slalu menyertai Mas Arief Sekeluarga,…Amiiin ya Robbal Alamin. Salam hormat saya sekeluarga. Wassalam.

  15. bis kita coba ya mas arif. memang sih jika ada kendaraan dulu baru bisa dijalankan. sama seperti bisnis online. harus ada produk bisnis yang ingin dijual lalu kita gunakan blog sebagai kendaraannya. wah jadi bingung nih…

    eh ya salam kenal mas arif. kalo. nanti saya sering berkunjung ya…..

    Aryes novianto
    MEDIA ONLINE SANG BLOGGER

  16. apabila kendaraan dan pengemudinya tepat, tinggal tujuannya saja harus tepat dan apbila telah sampai maka harus dicari lagi tujuan selanjutnya, itu menurut admin ilmuperbankan.blogspot.com

    • arief maulana says:

      @maizulackbar, betul mas. Hidup tanpa visi bagai tubuh tanpa jiwa. Visi harus selalu berkembang manakala tercapai

  17. online-business-story.com says:

    saya milih untuk meng-upgrade kapasitas diri aja deh…. dari pada berhenti, sementara sudah banyak mengeluarkan uang…. :puyeng:

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

  18. makasih mas Arif, saya jadi lebih termotif lagi, tadinya saya sudah urung niat, sekarang Insya Alloh go actionhttp://ariefmaulana.com/wp-content/plugins/munky-smiley/sip.gif
    :sip:

  19. Pingback: Bisnis Online Itu Gampang? Enggak lah Ya… | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.