Oleh : Arief Maulana

positive feelingYou can’t control your mind, but feeling is easier to be controled !

Beberapa waktu yang lalu, saya saat ini sempat mendapatkan hadiah audio MP3 dari Pak Tung (di member area TDW University) yang membahas sekilas soal salah satu hukum alam yang bekerja di sekitar kita, dan sedang menjadi trendcenter di kalangan pemburu sukses. Apa itu the law of attraction atau hukum daya tarik.

Buat Anda yang sudah membaca buku The Secret ataupun Quantum Ikhlas, tentu sudah mengetahui bahwasanya hukum daya tarik bekerja berdasarkan pada apa yang ada di pikiran kita (mind power). Apa yang Anda bayangkan, maka itulah yang akan terjadi.

Lantas tentu muncul sebuah pertanyaan, “Kalau memang the law of attraction amat tergantung dari pikiran kita, maka tentu ngeri sekali. Kenapa? Karena kita biasa hidup di dunia yang serba negatif.” 

Coba Anda setel TV, apa beritanya? Banyak negatifnya daripada positifnya. Lingkungan pergaulan Anda? Lebih banyak orang negatifnya daripada positifnya, dll. Ini secara tidak langsung akan sangat berpengaruh pada pola berpikir kita.

Lantas bagaimana mengontrol pikiran kita? Jawabannya adalah TIDAK BISA! Ini bukan saya yang ngomong, ada Pak Tung Desem Waringin, ada Rhonda B (the secret) dan ada Erbe Sentanu (Quantum Ikhlas). Mengapa tidak bisa? Karena setiap detiknya otak kita melakukan kegiatan berpikir dalam jumlah yang tidak terbayangkan dan dengan kecepatan melebihi komputer tercanggih di dunia ini.

Nah lho…? Terus gimana. Don’t worry! Daripada susah-susah mengontrol pikiran, lebih baik mengontrol perasaan (feeling). Wah, Mas Arief tambah ngaco! Apa hubungannya pikiran sama perasaan? Tenang, saya hanya menyambung lidahnya kawan-kawan jagoan The Law of Attraction!

Rekan-rekan, coba Anda ingat-ingat kembali. Pada saat Anda merasakan satu kebahagiaan atau merasa senang bin happy, kira-kira pada saat itu apakah Anda sedang memikirkan hal yang negatif / jelek / buruk? Tentu tidak. PASTI yang Anda pikirkan adalah hal-hal yang membuat perasaan menjadi senang dan bahagia.

Jadi sebenarnya perasaan kita adalah satu penanda atau indikator penting bagaimana keadaan pikiran kita, apakah positif atau negatif. Dan the law of attraction / hukum daya tarik bekerja berdasarkan pikiran kita, entah itu negatif ataupun positif.

Yang lebih mengembirakan lagi, Erbe Sentanu mengatakan bahwa proses tersebut bisa dibalik. Kalau tadinya pikiran positif membawa perasaan positif (bahagia, senang, dll), maka sebaliknya dengan perasaan posisif kita bisa menggiring pikiran ke arah positif. Nah, mulai mbulet ya bahasanya. Saya ulangi…

“perasaan positif, bisa menggiring pikiran kita untuk senantiasa berpikir posisif”

Agar Anda lebih yakin, ungkapan ini diamini oleh Pakde Tung dan Bude Rhonda B. Kalau pikiran kita sudah positif, ditunggu saja reaksi jagat semesta terhadap apa yang Anda pikirkan! Inilah awal dari kesuksesan Anda.

Makanya ada yang bilang… jaman keemasan positive thinking sudah lewat. Sekarang adalah waktunya positive feeling. Karena dengan positive feeling otomatis positive thinking akan ikut. Dan ngomong-ngomong kalau keduanya bersinergi hasilnya akan sangat dahsyat.

Buat Anda pemilik buku Quantum Ikhlas, gunakan saja CD Automatic Brainware untuk melatih positive thinking dan positive feeling secara otomatis. Jangan mempertanyakan, “Kok bisa otomatis?”. Lakukan saja! Sama seperti Anda SMS pakai HP, ngga usah dipertanyakan kok bisa SMSya nyampai ke no HP yang dituju. Tinggal pake saja apa repotnya.

Lha, bagaimana dengan yang tidak punya CD Brainware? Ada satu kunci lagi untuk membantu Anda agar tetap berada dalam track positive feeling. Apa itu? Gratitude / Bersyukur.

Coba biasakan diri Anda untuk senantiasa bersyukur, apapun kejadian yang Anda alami. Saya biasa menggunakan sebuah keyword untuk melatih diri dalam bersyukur di setiap waktu atau kejadian yang bisa menarik positive feeling ke arah negative feeling.

Keywordnya adalah : Alhamdulillah…

Gunakan kalimat,

“Alhamdulillah, terima kasih ya Allah untung hanya …, bagaimana seandainya …, tentu akan lebih buruk lagi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran hidup yang baik”

Ucapkan kalimat tersebut di hati dan di lisan. Insya Allah bisa membantu walaupun tidak bisa membuat Anda seketika jadi orang yang mudah bersyukur di setiap waktu, tapi cukup membantu. Pesan saya, segera revolusi hidup Anda (pinjem kata-katanya guru gendeng, TDW). Jadikan hari-hari Anda bermakna dan lebih indah dengan energi positive feeling!

Salam Sukses,
Photobucket
space

Kekuatan Positive Feeling
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

81 thoughts on “Kekuatan Positive Feeling

  • PertamaaXXX ..
    Let me think of something to say ….

    Pernah coba daftar TDWUniversity, IP saya ditolak, tapi email saya dicomot juga sama autoresponder-nya. Belum sempat buat coba daftar lagi.

    Saya setuju tuh mas dengan BERSYUKUR … –> qana’ah = tetap bersyukur apapun hasilnya karena itu pasti yang terbaik!

  • Hmm..bersyukur dalam situasi dan kondisi apapun. Tidak pernah buruk sangka sedikitpun,

    Misal, bisnis online ini, jika ada yang beranggapan bahwa bisnis online sudah banyak pemainnya, jawabannya..Wah bagus sekali, udah banyak yang tau. (positif)

    JIka Beranggapan..Bisnis online masih sedikit yg tau,
    jawannya…wah.. Peluang sangat luas, kita bisa memulai disini (positif)

    Sukses mas Arief:sip:

    1. @Chandra Tri Wardana, justru sudah banyak pemainnya, kita jadi terbakar untuk bisa sukses kan. Disamping itu memicu kreativitas untuk menghadirkan yang terbaik!

      Salam Sukses!
      :sip:

  • Sepertinya saya perlu sedikit ngos-ngosan dalam artikel kali ini.
    Tidak adanya contoh konkret membuat pemaparan mas arief jadi abstrak di pikiran saya. Hehehe….maklum masih cupu mas yang beginian…

    Btw, kayaknya perlu diujicoba nih triknya.

    Salam Istimewa!

    1. @Umar Puja Kesuma, wew… saya pikir di ANEC diajarkan tentang ini mas. Soalnya ini kan menyangkut beberapa hukum alam yang tak terbantahkan.

      Intinya cuma satu mas. Jaga perasaan tetep senang. Sekali kita memulai hari dengan bad mood, biasanya seharian kejadiannya bakal bikin kita tambah ngga mood.

      Namun jika memulai hari dengan penuh senyum rasa syukur, maka seharian biasanya lancar segala urusan. Kalaupun ada hambatan bisa kita atasi tanpa membiarkan pikiran ini menjadi negative.

    2. @Umar Puja Kesuma, memang perasaan itu abstrak dan sulit sekali memberikan bukti2 kongkrit. kita hanya bisa memberikan pendekatan-pendekatan dan asumsi-asumsi.. itupun sifatnya cenderung subyektif. makanya, selagi kita bisa memelihara perasaan yang baik, perasaan yang senang, itu sudah cukup untuk kita olah menjadi suatu tindakan yang dahsyat. (tergantung orangnya juga)

      1. @Fadly Muin, paling simpel, coba inget2 hal-hal yang membuat kita senang atau happy.

        Atau lakukan sesuatu yg bisa membuat Anda merasa happy.
        Thanx tambahannya mas!
        :sip:

        1. bener2 hebat nih.. para mentalis dan motivator kelas kakap berkumpul semua di sini…

          kayaknya dah pada bosen ngomongin bisnis onlen ya? wekekeke…

          kapan dong diadakan acara gathering mentalis dan motivator online?

          saya pesan tiket VVIP dari sekarang deh..:nangis:

          1. @mashengky, bisnis onlene kan udah dibahas tuntas di blognya para master… hehehe…

            Di tempatnya Mashengky aja. Ntar semua akomodasi ditanggung Mashengky, kan udah sukses besar. hahaha…
            :ngikik:

  • kayanya penyampaian artikelnya agak berbeda. saya rasakan enak membacanya. lebih adanya untuk kesadaran diri.
    intinya bisa menumbuhkan motivasi dari kesadaran diri sendiri. padahal sumbernya dari luar.
    ———-
    ibarat orang yang mau berhenti merokok kalo bukan atas kesadaran/perasaan sendiri tidak mungkin dia akan berhenti total
    ———-

    :baca:

    1. @www.rekbisnis.blogspot.com, bener mas. Apapun push dari luar, kalo dari dalem ngga ada keinginan untuk berubah… akan sia-sia
      :no:

  • Mantab mas saya setuju bgt atas apa yang telah di uraikan,intinya kita bisa membangun dan mengendalikan rasa dalam hati,kita maksimalkan agar bisa menjadi satu kekuatan kita untuk membangun diri terutama mental kita yang terlanjur menerima saja,agar menjadi satu energi positiv dan memotivasi diri,agar bisa lebih baik lagi,emang mantab mas ,salam

  • Memang untuk bisa menjadi manusia yang tangguh dalam motivasi,kita juga seharusnya mengambil contoh dari orang-orang yang telah sukses,untuk kita jadikan refrensi hidup,dan banyak ilmu yang bisa kita ambil untuk kita pelajari dan amalkan.bahkan kita juga dapat mengambil refrensi dari tokoh-tokoh politikus dunia sekalipun,kita akan tau satu proses dari satu peristiwa misalnya,salam

    1. @imam meqels, kalo mas Imam sendiri, siapa tokoh-tokoh referensinya? Mungkin teman-teman bisa meliriknya juga.
      :sikut:

  • benar mas dalam Alqur’an aja udah dijanjikan bahwa siapa yang bersyukur akan mendapatkan tambahan nikmat dst..Persoalannya adalah bagaimana kita dapat mengarahkan feeling kita untuk selalu bahagia meskipun pada realitanya tidak selalu seperti itu.

    1. @zams, memang tidak mudah mas. Tapi bisa dilatih. Kalau saya berlatihnya sekalian dengan CD BrainWarenya Quantum Ikhlas.

      Kalo udah mahir, bisa seperti Mas Irwan M.S. Dia udah bisa membentuk satu dimensi dalam pikirannya yg bisa menjaga perasaan untuk tetep bahagian manakala realita tidak demikian. Makanya saya share ama beliau juga untuk dapet ilmunya.
      :mikir:

  • Bersyukur punya teman mas Arief…
    Saya dah dapat tiket n sudah baca Think Out of The Box dari TDW, mengispirasi, tapi lagi mikir nih, apa ya yg bisa saya lakukan di “out” of bisnis online?

    1. @Yanti Suud, ikut yg dimana mbak seminarnya? Kalo yg di Surabaya bisa ketemu. Hehehe…

      Yup think out of the box… key to be creative and survive in business…
      Aku pertamax di artikelnya Pak Tung itu kayanya!
      :uhuk:

  • setubuh mas arief….
    bersyukur adalah kenikmatan yang tiada tara….
    tapi mengapa jarang orang yang mau bersyukur ya…..

    salam1%

    1. @basuki sutjijanto, karena di hatinya tersimpan berbagai penyakit hati. Tidak pernah dibersihkan sehingga Nur Ilahi susah untuk masuk. Mungkin itu mas.

      Lha wong saya yang ngga pernah aneh-aneh ato jahat sama orang, tapi ada aja yg iri, usil, ngga suka, dll. Yah… sbar deh! Hehehe

  • dalam masalah (harta) duniawi, saya membiasakan melihat yang ada dibawah saya. ini untuk memperkuat rasa syukur saya sehingga selalu memiliki positive feeling. tapi lain halnya jika berkenaan dengan masalah ukhrowi (akhirat) saya harus selalu melihat orang di atas saya.
    kelas berat mas artikelnya. salam kenal

  • Alhamdulillah Merupakan High Penetration Keyword dalam hati kita untuk selalu menerima apa adanya dengan rasa syukur.

    Penggunaan feeling di sini menurut saya sangat tepat sekali mas, karena jaman seperti saat ini dimana kita dituntut untuk selalu berpikir keras baik itu dalam menuntut ilmu,pekerjaan maupun berbisnis telah menghabiskan banyak bandwith dari otak kita….so pada akhirnya perasaanlah yang mampu memberikan suatu estetika dan rasa positif untuk kita lampiaskan.

    Pikiran = Logika, jika logika sudah tak mampu untuk memberikan kepositifan maka jalan satu-satunya adalah melalui perasaan (feelin) adalah suatu lubuk hati yang terdalam dan lembut hingga akan membuat kita merespon sesuai kata hati yang terdalam dan murni tanpa cela apapun.

    Salam Spesial

  • Positive thingking bukan tidak jaman lagi, tapi perasaan dan pikiran harus saling berkaitan mas… kalo hanya pake perasaan saja ga bagus…pake perasaan ah:hihi: setuju ga?

    1. @Max Manroe, itu hanya istilah saya mas, menandakan bahwa pengagungan era positive thinking is numero uno udah bergeser dengan positive feeling, walau 2-2nya penting.

      Cuma untuk mengontrol agar pikiran bisa tetep positif paling mudah adalah dengan mengontrol perasaan mas.

      Kalau baca di buku quantum ikhlas juga dijelaskan perbedaan efektifitas dan dampak antara think and feel…

      Salam Kenal!

  • Halo mas arif, mampir lagi :), saya pernah membaca buku, bahwa jangan sering menggunakan kata “jangan” yang akan membwa aura negatif, tapi kita di suruh merubah kalimatnya dengan positif.. bingung mas, bisa di jelasin?
    Keep posting :)

    1. @Gilank, gini mas :
      1. The Law of attraction bekerja sebagai akibat dari apa yang kita pikirkan.

      2. Pikiran kita bisa dikontrol untuk senantiasa positif melalui feeling yg positif juga.

      3. Pikiran kita tidak mengenal kata “JANGAN”. Sebagai contoh, misalkan saya perintahkan ke mas, “JANGAN bayangkan gajah warna pink.”

      Saya yakin walau saya kasih kata jangan, mas pasti langsung berimajenasi gajah warna pink. Itulah bukti bahwa pikiran kita mengenal kata “JANGAN”.

      Itulah mengapa ketika ada orang pengen berubah menjadi kaya, namun menggunakan kata, “saya tidak mau miskin, jadi harus kaya.”

      Maka secara tidak langsung dia membuat the law of attraction bkerja membuatnya tetap miskin. Daripada demikian, mending berkata, “aku ingin kaya”.

      Jadi biasakan untuk berpikir dan berbicara dengan ungkapan positif mas. Memang sulit, tapi bisa dilatih kok.

      1. @arief maulana, OO… gitu toh mas, tapi itu pasti harus di sertai dengan usah dan kerja keras donk :sip:, ok, secara mau ujian minggu ini, mesti tetapkan dalam hati “Harus A” hehe..
        thanks :)

        1. @Gilank, lha iya lah mas. Biar gimana juga tetep usaha. Cuma kalo bisa menyinergikan antara positif feeling + positive thinking + action = DAHSYAT.

          Karena mas menggunakan faktor kali disana. Jangan lupa pula menata keyakinan, bahwa the law of attraction terjadi atas kehendak Allah.

  • positive feeling , positif thinking, brainwave management.
    baru tahu stelah baca bukunya quantum ikhlas dapat dari prend yang peduli banget sama gue:hiks: trims bro kadonya mantap puoll siap siap meledak :wooo::waaa::tendang:

    1. @Mas Wiro, amin. Itu adalah salah satu dream saya. Pak Tung kan udah tua… perlu pengganti dong, hehehe…
      :hihi:

  • Subhanallah, punya pengetahuan baru…

    Apapun yang datang dari hati yang tulus akan sampai ke hati lagi…ikuti suara hati yang tanpa basa-basi tapi suci…

    1. @iwan, bener mas. Suara hati kita sebenernya adalah satu petunjuk yang diberikan oleh Allah. Ini dikupas habis di buku Quantum Ikhlas…

  • Pingback: Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • :no:
    saya setuju dengan keyword-nya, tapi menurut saya semua orang dapat mengendalikan dan mengembangkan pikiran mereka masing-masing, apapun tanggapan dari orang lain.
    memang benar kalo kecepatan pikiran kita luar biasa cepat, tapi kita bisa mengontrol kerja otak kita.
    semakin banyak hal yang Anda pikirkan, maka makin banyak pula saraf dan persimpangan saraf yang bekerja (daur terbuka) dan akan memperlambat sistem, menghambat efisiensi perilaku, dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan.
    otak kita memang terdiri dari 100miliar sel saraf, tapi masih dapat bekerja hanya dengan 2sel saja (daur tertutup). contohnya nih..kalo pas melempar sesuatu ke seseorang, apa mas Arief juga ngitung jarak, arah angin, tingkat akurasi, kecepatan lempar,dsb ? saya rasa tidak, langsung lempar wae..
    bila saat menghadapi tekanan alangkah lebih baik kita tidak menggunakan Training Mindset tapi gunakan Trusting Mindset, dengan begitu saat berada dalam tekanan, secara refleks otak kita akan mengirimkan perintah untuk mengeluarkan seluruh kemampuan kita(daur tertutup), tapi bila sudah pada tahap mengevaluasi tekanan(daur terbuka), jelaslah kemungkinan kesalahan akan makin tinggi.
    nah…percaya aja sama kemampuan yang diberikan Tuhan pada kita dalam menghadapi masalah…
    Tuhan tidak akan menguji umatNya diluar kemampuan umat itu sendiri.
    so.., masalah tidak akan pernah bisa membunuh orang-orang yang beriman..
    salam Maxximal…:nyembah:

  • Betul sekali kegelisahan, kebahagiaan itu semua adalah permainan perasaan. yang penting bersyukur terhadap apa saja yang kita terima. Silahkan mampir di blog kami, salam kenal. Tks.

  • Benar sekali mas UKURAN memang POSITIF FEELING kalau FEELING sdh negatif ya BAD MOOD lho.KAYAKNYA beda TIPIS ya itupun berhubungab dengan HATI seperti lagu AAGYM JAGALAH HATI……….jangan kau nodai

    1. @Cara Mengobati Diabetes, memang butuh banyak latihan pak untuk terbiasa membayangkan hal-hal positifnya. Ini manusiawi mengingat sejak kecil kita selalu disodori informasi yang sifatnya negatif dengan jumlah lebih banyak daripada yang membangun sisi positif diri kita. Biasakan saja. Pemikiran selalu balikkan ke hal yang positif. Buku Quantum Ikhlas bisa membantu. Coba bapak cari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.