Oleh : Bunda Eva

Jika kita pergi ke toko buka, Anda  akan dengan mudah menemukan buku-buku yang menjual kekayaan ”…yah bagaimana menjadi kaya…” Siapa sie manusia yang tidak mau menjadi kaya…? Buku-buku tentang internet pun ramai dengan buku mencari uang di internet, melalui situs pribadi maupun situs-situs pertemanan seperti facebook.

Mengapa buku-buku tentang menjadi kaya banyak bermunculan, tentunya karena permintaan akan buku-buku seperti ini cukup besar. Yah, sekali lagi siapa yang tidak mau menjadi kaya. Lalu, jika ternyata nantinya Anda menjadi kaya, apa yang akan Anda lakukan?

Sebagian besar akan menjawab konsumtif, mau keliling dunia, punya apartemen mewah, punya ranch, beli jet pribadi, dll. Kalau ditanya kembali, mengapa Anda memilih menggunakan uang untuk hal-hal tersebut, mungkin jawaban anda adalah mencari kebahagiaan. Benarkah? Apakah hanya dengan memiliki kekayaan baru kita bahagia? 

Alangkah tidak adilnya sang Pemberi Rezeki karena memberikan kekayaan dan kebahagiaan hanya untuk sebagian orang. Jika bahagia adalah tawa, apakah tawa hanya milik mereka yang tinggal di rumah mewah, keluar rumah dengan mobil mewah dan bergembira di tempat-tempat hiburan? Bukankah tawa juga ada di rumah-rumah sederhana, tawa juga hadir di dalam angkot, tawa juga hadir diantara penjual ikan di pasar, tawa juga meramaikan suasana kerja buruh bangunan.

Jadi untuk apa sebenarnya menjadi kaya. Banyak orang yang terlihat ‘kaya” tetapi menderita, kaya tapi tidak bisa berjalan karena mengidap berbagai jenis penyakit, kaya tetapi tidak bisa tidur nyenyak, kaya tapi selalu dilanda kecemasan, kaya tetapi selalu was-was, akan hilangnya kekayaan. Karena sesungguhnya kekayaan materi hanya member kebahagiaan semu.

Lalu dimana letak bahagia? Kebahagiaan adalah di dalam rasa syukur, mensyukuri seberapapun kekayaan yang kita peroleh. Lalu apakah kita tidak perlu mengejar kekayaan dan menjadi kaya? Menjadi kaya adalah semangat menggebu yang harus tetap ada dalam diri kita.

“Sesuatu yang ada dalam akalku, menguasai pikiranku, hidup di hatiku, dan mengalir bersama sel-sel darahku harus keluar menjadi nyata dalam kehidupan” (Louise Braille)

Hehehe…, jadi ingat “Stop Dreaming Start Action” yang lagi ramai ditulis orang demi alasan menjadi kaya juga kah? Yah, semangat menjadi kaya harus mendarah daging dalam diri kita.

Seperti yang dikatakan Dr.Schuler, seorang penulis dan ilmuwan, “Ketika kamu memiliki keinginan yang menggebu untuk mewujudkan impianmu! Ketika seorang pemuda bertanya ‘bagaimana saya bisa menjadi penulis terkenal seperti Anda?’ Jika Anda ingin menjadi kaya, biarkan keinginan menggebu itu mengalir dalam darah Anda. Jangan pernah berhenti memikirkannya, buatlah rencana, lalu kerjakan!”  Ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan orang yang berbuat kebaikan…

Keinginan Yang Menggebu Untuk Menjadi Kaya
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

108 thoughts on “Keinginan Yang Menggebu Untuk Menjadi Kaya

    1. @arief maulana, pada dasarnya kita kudu meluruskan niat… bahwa tujuan akhir dari semua usaha kita menjadi kaya adalah berpulang pada Allah.

      Ini menjadi salah satu alasan kenapa saya ingin passive income disamping hal kuduniawian juga ngga bisa terlepas (wajar dong).

      Saya membanyangkan jika bisa hidup passive income, maka tidak ada lagi beban masalah ekonomi. Kita malah bisa jadi fokus beribadah. Terutama untuk ibadah yang sekaliber naik haji (butuh duit banyak).

      Dan jika semua itu diniati untuk ibadah (usaha menjadi kaya), insya Allah akan selalu ada jalan terbentang untuk kita lalui.

      Salam Sukses:hihi:

      1. @arief maulana, untuk semua rekan ariefmaulana.com…..menjadi kaya adalah salah satu impian. untuk mewujudkannya impian tersebut harus mendarah daging dalam diri kita, demikian juga dengan impian yang lain, menjadi sukse adalah impian yang komplit, jiwa dan semangat untuk sukses mengaliri setiap ruang dalam diri, mamacu adrenalin untuk mewujudkannya…jangan pernah berhenti memikirkan impian anda, segera buat rencana dan kerjakan….dan mulailah dengan impian-impian yang lain…..Yo Semangat!!! (menggebu):koprol::lompat:

    2. @arief maulana, :jedug: waduh koq saya telats….ndak ngomong2 sie:mlorok: hehehe.btw itu foto jg gede2 dwonk…narsis amat

      1. @bunda, gpp bun… biar pada tahu siapa penulisnya. Koment di bawah aja udah salah kira penulisnya siapa, hahaha!

    3. @arief maulana, :matabelo: hehehe bukannya yg baca mlh bingung koq ada foto ibu2 qkqkqk.saingan sama mb dini euy….Btw saya setuju qta pnya passive income tapi harus punya juga active income…Tapi apapun itu ke2nya pasti dg usaha yah…

      1. @bunda, kalau passive incomenya udah mencukupi seperti Mas Arief, ngapain cari active income lagi Mbak… capek deh…:ngikik:
        jadi waktu bisa kita manfaatkan ke hal yang berguna seperti lebih khusuk beribadah…

        1. @rudy azhar, :hihi: iya nie, passive income saya bukan dari internet, tapi tetap dari hasil kerja keras sebelumnya…..mau juga ah seperti mas arief…..:sip:

        2. @rudy azhar, saya belum cukup lho mas… maih kurang neeh! Soale ini belum ada sistemnya… masih active income. Yang passive cuma dari Dynasis! :sip:

        1. @arief maulana, waaaahhhhh……ini sebab terdaftar di wordpress dengan merek dagang,,,,,hehehe perlu diganti dg foto yah??????:ngakak:

          1. @bunda, udah tahu bun… udah liat profilnya kok. Mbak Aeres juga udah cerita pernah dapet trip arround the world. :sip:

  • kata “KAYA” emang kata yang paling terfavorit untuk digunakan sebagai kata penghipnotis. Contohnya banyak sekali digunakan dalam ebook-ebook maupun situs-situs bisnis online…

    Padahal kalau diganti dengan “SUKSES” saya rasa akan lebih bagus, memiliki makna lebih luas dan tidak terlihat hanya semata-mata karena uang…betul ngga mas?

    Salam Sukses.:sip:

    1. @Stop Dreaming Start Action, eits… yang nulis bukan saya loh, tapi bunda eva :ngakak:

      Tapi ada benarnya mas. Saya lebih suka pakai kata sukses. Sukses pasti kaya, tapi kaya belum tentu sukses… :sip:

      1. @arief maulana, bener2… setuju wess…:nyerah:tapi yang paling penting KAYA HATI YA MAS ARIEF…Seperti mas arief ni… :sikut: yang selalu reply setiap comment yang masuk:telpun:

    2. @Stop Dreaming Start Action, :sip: salam kenal…yah saya yang nulis…dpt inspirasi dari toko buku dan liat judul koq byk banget ttg bgm mjd kaya….tp blm nemu buku ‘ga enak jadi kaya’ nti saya dg mas arief yg nulis…betul Sukses lebih tepat yah.bukan hanya kaya.karena sukses bisa dalam hal apa saja termasuk kekayaan…

      1. @bunda, boleh tuh bun… kita nulis bareng. Siapa tahu dengan judul kontroversial… ada penerbit yang mo nerbitin. Hahaha :ngakak:

        Btw… artikel self esteemnya ditunggu loh!:hihi:

        1. @arief maulana, weeewww….dah promo……hehehe sip in progresss….Bener juga, bikin buku kontroversial juga yah biar heboh, toh qta real person, bukan hanya di dunia maya…Btw, sy kmrn nemu buku bagus deh….bisa jadi inspirasi di dunia kerja saya…..

          1. @rudy azhar, :sip: wow yg heboh khak judulnya mas…isinya jg lbh heboh..yg kontroversi biasanya lbh ‘mengundang’ ., gpp nti mas Rudi jd editornya

          2. @bunda, wah hobi kita sama bun… book hunting. Cuma saya agak ngerem ke GRamed Bun. Kalo ngga gitu, bisa habis komisi bulanan hanya buat beli buku.:sip:

    1. @Ricky, The Best Human adalah yg bisa bermanfaat bagi orang lain… bukan bgitu mas? Makanya tolok ukur sukses menurut saya adalah ketika kita bisa banyak berbagi… :sip:

  • mungkin kebanyakan orang memang ingin kaya, :mataduitan:
    tetapi bagi saya bukan kekayaan yang ingin dicapai tetapi kesuksesan. sukses berbeda dengan kaya, .:no:
    karena sukses adalah sesuatu yang relatif dan sesuai dengan kenyamanan, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi orang yang telah mencapainya. Salam sukses selalu untuk kita semua:uhuk:

    1. @baitul alim, :sip: yah mungkin sebagiaan orang bercita-cita menjadi kaya:ngelamun: punya banyak harta:mataduitan: tapi ternyata masih ada orang yang sadar, mereka tidak sekedar ingin kaya:baca: tapi sukses.:lompat::koprol: ….dunia akhirat…

    2. @baitul alim, makanya ada saya bilang… sukses pasti kaya… tapi kaya belum tentu sukses.

      Kalau memang standar sukses kita bukan harta melimpah… setidaknya kita kaya hati dan penuh rasa syukur…

      Bukankah kita sudah cukup kaya dengan nikmat Allah! :sip:

  • “saya tidak pernah miskin, hanya tidak punya uang. Kemiskinan adalah kerangka berfikir. Sedangkan tidak punya uang hanya kondisi sementara” Jadi yang utama adalah mindset kita dulu harus diluruskan…seperti kata mas arief luruskan niat untuk apa kita kaya.

    1. @Tri Agung Y, Setuju mas,,,,,mengubah mindset akan mengubah hidup kita, mindset baru dalam memandang hidup, memandang dunia….kaya dan miskin adalah relatif.

    2. @Tri Agung Y, bener mas… miskin sebenarnya hanya kerangka pikiran yang akan menjadi mindblock yang membuat kita tidak sukses.

      Maka dari itu mindset sukses penting ada terlebih dahulu. Sebagai referensi yang bagus dibaca :

      Manage Your Mind FOr Success – Adi W. Gunawan :sip:

  • setiap orang yang mengikuti kontes SEO Stop Dreaming Star Action, saya rasa mempunyai niat yang berbeda. kalau saya seh sekali dayung 2,3 pulau terlampaui..sambil belajar seo intinya…kontes seo sebagai “motor” penggerak aja.:sip:

    1. @Tri Agung Y, mari luruskan niat, ikut kontes SEO untuk apa? tapi sebagian besar mungkin juga karena ingin ‘kaya’ yah???:sip::sip:

  • …KUNCINYA MANUSIA KUDU BERSYUKUR (QONA’AH) atas sma Rizki…, dan Bersabar Berkhtiar,,,,Betul…Mas…””GUANBATTE””

    MAKASIH EBOOKnya…loh

    1. @ALHIJR ADWITIYA, bersyukur sama Qona’ah ga sama mas….ikhtiar dulu baru bersabar…..:puyeng: hehehe bener ga mas arief????

      1. @bunda, malah ngga ngerti bhs arab aku! Yg pasti bahasa indonya… ya kudu ikhtiar dulu. Lebih bagus + dengan ibadah plus2… (Duha + Tahajud), katanya ust. Mansur!

  • Kaya kenapa selalu dikonotasikan dengan banyak uang?? Kaya menurut saya sih sudah berkecukupan dalam memenuhi segala kebutuhan hidup.
    mau makan udah ada yang dimakan, mau berteduh udah ada tempat tinggal.
    Yang saya kejar bukan sekedar kekayaan tapi kesuksesan, karena bila kita sukses kita akan meraih segalanya….:lompat:

    1. @rudy azhar, :sip: tapi kita kadang memiliki pandangan seragam tentang kaya….karena yang dipahami sebagian besar orang menjadi akaya adalah ‘kaya harta’:sip:

    2. @rudy azhar, ehm… jadi pengen posting… Anda Harus Kaya… inspire by your comment and buku “Why We Want You To Be Rich” :sip:

      1. @arief maulana, kenapa kita selalu ingin kaya???:mikir:

        menurut abraham maslow karena manusia punya kebutuhan akan self esteem dan aktualisasi diri:uhuk:

        1. @baitul alim, ga ada khan yg ingin miskin? Miskin ilmu-harta-hati…jangan miskin deh,,ga enak….n org lain ikut susah…kaya + bermanfaat = semua orang senang

  • Mas Arief salam kenal saya lebih senang pas-pas an tuh ya pas mau beli mobil ada, pas mau ke tanah suci bisa, pas mau jalan-jalan dengan keluarga bisa juga dan seterusnya.

    yah pas mau internetan salah nulis lagi maaf ya baru bisa buka-buka email saja belum bisa seperti Mas Joko dan Mas Arief mudah-mudahan kedepan pas bisa ketemu pas ada kesempatan Amiin.

    1. @wiyadi senen, insya Allah mas… jangan berhenti berdjoeang pokoke. Main2 aja ke sidoarjo… nanti kita ngobrol sama2… :sip:

    2. @wiyadi senen, mas Senen jangan pas2an ah.nti senin kemis kembang kempis,mesti lebih dwonk biar bisa ajak2 saya n mas arief..:ngakak:

  • Menurut saya tingkat Kekayaan seseorang dinilai & dilihat banyaknya ia memberi, dan banyaknyanya ia bersyukur..

    1. @ekosukmo, :ngelamun::hehe:wah…mudah-mudahan saya ketemu dengan orang sebaik mas eko, yang mengukur kekayaan dengan banyaknya memberi….

        1. @baitul alim, lah jelas mas…shodaqoh khan tujuannya mengembalikan pada sang Pemberi Rizki…pasti gantinya lbh byk.Teko yg ga pernah dituang tp diisi terus akan tumpah mjd mubazir.kalo dituang ke cangkir2 kecil bisa dinikmati byk org..teko akan tetap penuh…wong jatah qta memang satu teko.tapi besar teko tiap org beda2 yah hehehe

    2. @ekosukmo, Yap… i like your comment. Nanti keluar tuh di artikel selanjutnya… just waiting for that! :hihi:

  • Terlalu bayak alasan untuk cepat kaya dengan penuh angan2 jika kaya saya akan berbuat kebaikan lebih banyak.. (maaf Mas Arief comentnya dulu baca entar di rumah)..

        1. @baitul alim, tu mah… kaya jadi2an… liat aja. Jarang tuh yang nunjukin porsi ibadah. Kaya, tapi lupa sama Tuhannya!

        2. @baitul alim, ah yg di sinetron sie kaya pinjeman..menjual mimpi…tapi itu yg diliat oleh masyarakat yah.kesian yg mimpi bisa kaya spt sinetron

    1. @Stop Dreaming Start Action, atau malah start dreaming stop action… seperti di artikel saya yang lalu… hehehe

  • Semuanya adalah satu. Dan, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantu meraihnya (Paulo Colhoe dalam The Alchemist). intinya pada bagaimana kita bisa menyelaraskan ingin kita dan ingin semesta ya Bunda. jika ingin kita selaras dengan inginnya alam semesta, hukum ketertarikan pun akan bekerja. begitu kan Bunda… salam kenal…

    1. @onabunga, Wah kayaknya mulai berfilsafat nih:baca:

      memang jika kita menginginkan sesuatu dan lingkungan mendukungnya maka kita akan lebih mudah untuk tertarik akan sesuatu itu. begitu ya mas??:mikir:

      1. @baitul alim, itu mbak-mbak mas… :ngakak:

        Ingin sesuatu… pikirkan, ikhtiarkan, doakan, dan yakini. Apapun kondisi lingkungannya, dia akan menyesuaikan dengan apa yg kita inginkan.

        The Secret dan Quantum Ikhlas membahas itu semua.:sip:

      1. @arief maulana, Mas Arief saya kalo baca bukunya Mas Nunu eh Erbe Sentanu sampai-sampai meneteskan air mata karena dan bener-bener membuat kita sadar bahwa kekuatan Quantum Ikhlas benar-benar nyata dan sangat sering terjadi di depan kita.

    2. @onabunga, salam kenal juga….nti sy mampir tempat mbak bunga,, Benar mbak kr alam selalu mengikuti aturan Sang Pencipta…selaras dg alam membuat alam bersahabat dg kita…tapi tetap hrs berjuang loh..:sip:

  • Kaya… kayaknya keinginan semua orang. :puyeng:
    siapa sih yang ingin kaya…
    Tapi lebih baik kaya memberi apa yang bisa kita beri… kata ustd. Mansyur” bersodakoh sebanyak2nya, maka Allah akan melipatgandakan rizky”…nyambung ga ya:ngakak::puyeng:

    1. @Winarno, nyambung mas. Resep kaya adalah dengan shodaqoh + duha + tahajud… ini ada di bukunya ust. Mansur ‘The Miracle of Giving’

  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah (5) | ARIEF MAULANA | Success Is The Way Of My Life
  • Artikelnya bagus bunda eva…bercita2 menajadi kaya tidak menjadi soal, asal tidak menggebu2 dan menggunakan berbagai macam cara. Kaya dan miskin sama aja yg penting semuanya tidak menghalangi utk ibadah. (itu yg namanya zuhud, kata org ikhlas.red).
    tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah kan? asal sandarannya yg harus jelas.
    salam…

    1. @Agung Jatnika,terima kasih mas….the point of the story is, jika menginginkan sesuatu (yang positif tentunya) harus menggebu>>> spt perkataan louise barille dalam artikel :ngacir:

  • Ada tambahan neh mas..
    selain kita musti berusaha,,tidak lupa juga kita berdoa pada yang Maha Kuasa supaya diberikan rezeki..
    Postingan yang menarik sekali..Aku bookmark yah situsnya^^

    Lam kenal

    :sip:

  • setuju..kebahagiaan tidak diukur dari kayak tidaknya seseorang..tapi lebih pada hati…Sedang untuk mencapai cita2 (kaya), kita harus semangat (menggebu), namun yang tak kalah penting adalah menjaga semangat agar tidak padam di tengah jalan..:belajarkeras:

  • ya betul,bgt kita harus kaya jangan pengen kaya, karna kalo kita kaya kita bisa distribusikan kekayaan nya buat orang yang belum beruntung….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.