Kehidupan Adalah Sebuah Cermin
Oleh : Arief Maulana
Rekan-rekan, pernah di sebuah seminar saya mendapati sebuah ungkapan dari seorang narasumber. “Kehidupan ini ibarat sebuah cermin. Apa yang kita lakukan, maka bayangan yang ada di cermin pun melakukan hal yang sama.”
Ini erat kaitannya jika kita memahami dan mendalamai dua hukum luar biasa dari sekian banyak hukum alam yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Sang Khalik, Sang Pencipta, Penguasa Alam Semesta ini. Apa kedua hukum yang saya maksud? HUKUM DAYA TARIK dan HUKUM SEBAB AKIBAT.
Saya memiliki keyakinan bahwa mayoritas orang sukses mengerti dan paham betul “cermin kehidupan” ini. Mereka tahu apa yang mereka perbuat akan berdampak sama kepada diri mereka sendiri.
Ketika kita menginginkan sebuah kesuksesan, maka bantulah orang-orang lain di sekeliling Anda untuk menggapai kesuksesan. Maka cermin ajaib ini akan bekerja untuk Anda. Akan selalu ada orang-orang yang membantu Anda untuk menggapai sukses yang diinginkan.
Jangan pernah berbuat yang tidak baik kepada orang lain, karena itu akan berbalas kepada diri kita sendiri. Ada hukum sebab akibat bekerja disini. Jika ingin bisnis lancar, ya jangan mempersulit bisnis orang lain. Bersainglah secara sehat.
Begitu pula dengan rekan-rekan kerja satu tim kita, yang notabene memiliki kesamaan visi dan misi untuk menjadi sukses. Mereka adalah cerminan dari diri kita. Ketika kita menjadi pribadi yang berkualitas, maka yang datang di sekeliling kita dan nantinya menjadi tim kita pun orang-orang yang pribadi dan kualitasnya setara dengan diri kita. Ini sebagaimana yang diungkapkan John C. Maxwell dalam buku 21 Irrefutable Laws of Leadership.
2 hukum ini akan bekerja dan membuat dunia kita menjadi cermin kehidupan. Kalaupun Anda tidak merasakannya langsung itu hanya masalah waktu saja. Karena lagi-lagi ada intervensi tangan Sang Pencipta disini. Tapi pasti terjadi.
Itulah mengapa kalau kita perhatikan dengan jeli ada kebiasaan yang sama hampir di setiap mayoritas orang sukses. Apa itu? SENANG BERBAGI dan MAU TERUS MENGEMBANGKAN DIRI.
Dengan berbagi, maka hukum sebab akibat akan bekerja. Mereka akan mendapatkan kembali apa yang dibagikan meskipun tanpa diminta. Bahkan bukan tidak mungkin yang datang malah berlipat ganda karena ini adalah Janji Allah.
Dengan mengembangkan diri, kualitas dan kepribadian akan selalu menjadi lebih baik dari hari ke hari. Ini berefek pada hukum daya tarik yang akan menarik orang-orang serupa di bawah kepemimpinannya. Akhirnya yang baik akan berkumpul dengan yang baik dan sebaliknya. Kalaupun bercampur di awal, dengan sendirinya akan memisah seringin berjalannya waktu.
Nah, rekan-rekan. Kita sudah tahu bahwa dunia ini adalah cermin kehidupan. Mari kita mencerminkan hal-hal yang baik agar bayangan kehidupan kita juga menjadi baik. Kalau perlu “berdandanlah” yang enak dilihat dan tunjukkan senyuman tulus terbaik Anda.
Semoga hari Anda menyenangkan.









PERTAMAX DULU BARU BACA
balas komentar
arief maulana Reply:
December 18th, 2009 at 10:25 am
@ismail, congratulations bro…
balas komentar
mashengky.com Reply:
December 20th, 2009 at 7:50 am
@arief maulana, numpang di bawah AM aja hahaha
balas komentar
Alfred Reply:
December 21st, 2009 at 11:26 am
@mashengky.com, numpang di bawah mas hengky aja hehe…^_^
@arief, klo dipikirkan, hukum ini nyata sekali…kalau kita peka, bahkan hukum ini terjadi dalam hal kecil sekalipun
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 8:13 pm
@Alfred, bener mas. Makanya saya agak menyeriusi 2 hukum ini. Seperti kejadian kemarin.
Sempat kehilangan sandal di masjid (diambil org). Saya mencoba utk positif saja. Toh infaq sudah disisihkan. Berarti waktunya hilang. Mungkin yg mengambil membutuhkan.
Beberapa menit kemudian, ada beberapa penjualan produk terjadi. Bahkan nilainya melebihi sandal yg hilang. Dahsyat kan. Dari sana saya jadi semakin yakin mas.
balas komentar
andriristiawan Reply:
December 19th, 2009 at 6:23 am
@ismail, numpang pertamaxnya

balas komentar
ismail Reply:
December 20th, 2009 at 12:51 pm
@andriristiawan, klo numpang bayar bro wawkwkwkwk
balas komentar
arief maulana Reply:
December 22nd, 2009 at 4:13 am
@ismail, bayarnya ke siapa neeh? Ke admin apa ke Bro Ismail?


balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 24th, 2009 at 7:05 pm
@arief maulana, bayar pakai dollar ke paypal saya.
hehehe…
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 19th, 2009 at 9:51 pm
@ismail, Solar sudah nggak laku ya…?
balas komentar
ismail Reply:
December 20th, 2009 at 12:50 pm
@Agus Siswoyo, solar ga ramah lingkungan bro
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 6:58 pm
@ismail, klo BBM nya shell gmn yah? Harganya aje mirip pertamax. Itu yg paling murah.
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 22nd, 2009 at 10:51 pm
@ismail, Kalau biosolar?
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
December 18th, 2009 at 10:26 am
@ismail, makin banyak berbagi makin banyak menerima mas…
balas komentar
Artikel yg bagus untuk direnungi dan diamalkan, apalagi ini hari jum’at sekaligus awal tahun baru hijriah. Semoga hidup kita lebih baik. Amin. Terima kasih.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 18th, 2009 at 10:27 am
@Dedi Nugraha, amin…
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 19th, 2009 at 9:56 pm
@Dedi Nugraha, moment yang tepat untuk berhijrah ke jalan yang benar.
balas komentar
zona bisnis Reply:
December 24th, 2009 at 11:50 pm
@Dedi Nugraha, amin ya rabbal alamin….. konsep saling berbagi memang harus diterapkan mulai sekarang. Yang kaya berbagi kepada yang miskin. InsyaAllah gak ada kemiskinan di negara kita
balas komentar
Bahkan ketika org sukses kita beritahu ttg “Law of attraction” mrk tdk tau artinya. Tp mrk sudah mempraktekkan-nya dlm kehidupan mrk sehari-hari.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:08 am
@MasterClickCom, itu bedanya praktisi sukses dengan komentator mas.
Mereka lakukan kemudian diteorikan. Walau seperti yg mas bilang, mungkin sebelum buku the secret keluar, mereka ga tau apa itu The Law of Attraction
balas komentar
filosofi cermin ini, memberikan banyak pelajran hidup. hukum timbal balik sangat pantas di gunakan untuk memahami filosifi cermin ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 18th, 2009 at 10:32 am
@fadly muin, udah ‘rapi’ mas waktu bercermin?
balas komentar
fadly muin Reply:
December 18th, 2009 at 9:05 pm
@arief maulana, masih banyak yang perlu dibenahi mas..
eh mas arief, link tentang branding mana sih? kok saya tidak nemu yah? saya mau nge-link ke situ. artikel baru mau turun
balas komentar
candradot.com Reply:
December 19th, 2009 at 12:54 am
@fadly muin, turun dari mana neh? turun dari busway… hehhehe
udah pertamax mas
balas komentar
fadly muin Reply:
December 19th, 2009 at 5:36 am
@candradot.com, :

balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:01 am
@fadly muin, coba cek di http://ariefmaulana.com/blogging-for-branding
balas komentar
fadly muin Reply:
December 19th, 2009 at 5:42 am
@arief maulana, tks mas.
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:12 am
@tetenw(blog sehat), ya. Dan inti artikel ini adalah, jaga sikap dan perbuatan kita.
Karena apapun yg kita lakukan akan kembali lagi ke diri kita. Persis seperti bayangan cermin yg selalu mengikuti apapun tindakan kita.
balas komentar
mari bercermin rame-rame…tingkatkan keikhlasan diri untuk menemukan potensi positif kita dan meminimalisir kekurangan kita…
salam hangat semua^_^
hepy islamic new year…
balas komentar
fadly muin Reply:
December 18th, 2009 at 9:10 pm
@Alfred Sejuta cinta, salam hangat boss!
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:09 am
@Alfred Sejuta cinta, terima kasih mas. Yap, dgn cermin kehidupan paling tidak seperti kata Mas Alfred kita bisa berkaca mana yg kurang untuk kemudian memperbaikinya dgn yg lebih baik.
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 19th, 2009 at 9:57 pm
@Alfred Sejuta cinta, Bercermin kok pakai bareng-bareng mas, seberapa lebar kacanya?
Hehehe…
balas komentar
saya males bercermin masalahnya muka gw jelek he…heee
dengan berbagi akan membuka 2 hal yaitu kita terbuka dengan hal baru dan kita tidak takut kehilangan ato berjiwa optimis
BRAVO
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:14 am
@dewanto, wah ga pede neeh. Hati2 mas, penilaian kita terhadap diri akan menentukan kita sukses ngga nya.
Seperti sebuah pesan bijak, “Bagaimana kita bisa mengharapkan orang lain menghargai kita, sementara kita tidak pernah menghargai diri kita sendiri.”
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 19th, 2009 at 9:58 pm
@dewanto, Tidak punya wajah atau tidak punya cermin mas?
balas komentar
berbuatlah yg baik sebanyak mungkin agar mendapatkan hasil yg baik pula
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:15 am
@pasutrisatu, yap. U got the point. That’s a life, work like as a mirror.
balas komentar
Dengan berbagi justru rejeki kita akan semakin bertambah. Rejeki bukan hanya dalam bentuk uang atau materi, tapi kemudahan-kemudahan dalam hidup juga merupakan rejeki yang tak ternilai harganya
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:20 am
@turisuna, Anda benar. Rezeki itu luas maknanya, bukan sekedar materi belaka.

balas komentar
Selamat tahun baru! thanks mas arief, artikelnya mantap banget untuk evaluasi diri sekaligus bekal di tahun depan…
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:22 am
@budhi, terima kasih Bu. Sekalian ini, cermin untuk refleksi diri dan membuat resolusi perbaikan di tahun berikutnya.
balas komentar
Jangan lupa kita harus meluruskan dulu persepsi kita terhadap yang akan kita hadapi, sehingga kita bisa menentukan arah untuk menindak lanjutinya
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:23 am
@zona bisnis,
balas komentar
Karena dengan banyak memberi, artinya kita menaikkan kualitas diri kita, makin tinggi kualitas diri kita, maka makin layak kita untuk menerima yang lebih banyak lagi.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:32 am
@Light, dgn banyak memberi kita seakan2 menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam membagi berkat.
Karena itu, Tuhan suka dan akhirnya mempercayakan kepada kita titipan hak2 orang lain.
*sesungguhnya dlm setiap harta + penghasilan kita, ada hak orang lain yg mesti dikeluarkan…
balas komentar
selamat tahun baru hijriyah, mari sebagai umat yang beriman kita mantapkan tali silaturahmi kita.
bener mas arief, jika kita ingin sukses kita harus mensukseskan orang lain disekeliling kita. hukum timbal balik memang berlaku “apa yang kita tanam kelak kita akan menuai hasilnya” Oh ya kpn nih maen ke blog q lagi….
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:34 am
@andrik sugianto, sama-sama. Cara tercepat meraih sukses : banyak2 mensukseskan orang.
Next time saya blogwalking. Ini masih agak repot kejar deadline kerjaan offline.
balas komentar
Bener tuh mas, hukum tarik menarik (THE SECRETS) memang selalu bekerja..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:39 am
@Habib Yunus, tinggal kitanya. Mau mengoptimalkan hukum ini atau malah kita yg dikendalikan hukum ini.
balas komentar
Light Reply:
December 19th, 2009 at 3:31 pm
@arief maulana,apa yang di maksud dengan “mengoptimalkan” dan “di kendalikan”??
menarik nih kayaknya..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 7:28 pm
@Light, optimalkan dgn memahami dan mempraktekkan hukum daya tarik.
Kalau kita ga optimalkan, kita hanya jadi pelengkap hukum daya tarik yg dijalankan oleh orang lain.
balas komentar
Dari apa yang kita baca dan lihat, mempengaruhi cara berfikir. Dari cara berfikir, menurut The law of attraction, disadari atau tidak disadari, menarik orang-orang yang satu pemikiran dengan kita untuk berada disekitar kita.
Oleh karena itu hati-hatilah dalam berfikir. Anda sering berfikir negatif, maka anda akan banyak dikelilingi oleh orang-orang yang berfikir negarif.
Ingin dikelilingi oleh orang-orang yang berfikir positif, berfikirlah positif dengan memilah-milah apa yang kita baca dan kita lihat.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:42 am
@online-business-story.com, tambahan yg bagus mas. Dan salah satu upaya untuk membantu + memudahkan pikiran tetap positif adl dgn menjaga agar perasaan kita positif.
*ketika dlm kondisi senang, jarang kita bs berpikir negatif. That’s the fact.
balas komentar
online-business-story.com Reply:
December 19th, 2009 at 1:54 pm
@arief maulana, sip… positif feeling >>> positif thingking >>> positif acting
balas komentar
Light Reply:
December 19th, 2009 at 3:33 pm
@online-business-story.com, komentar anda benar-benar ‘nendang’ banget mas..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 7:14 pm
@online-business-story.com, if all people do that, this world will be better than before… Especially, our Indonesia.
balas komentar
fadly muin Reply:
December 19th, 2009 at 5:39 am
@online-business-story.com, perspektif pelengkap yang sangat bagus mas octa
balas komentar
online-business-story.com Reply:
December 23rd, 2009 at 3:08 pm
@fadly muin, terima kasih mas fadly
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
December 19th, 2009 at 10:02 pm
@online-business-story.com, Pak Octa ketemu mas Arief = klop banget deh…!
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 5:04 am
@Agus Siswoyo, kayanya Pak Octa kapan2 perlu diundang nulis disini.
balas komentar
online-business-story.com Reply:
December 23rd, 2009 at 5:11 pm
@arief maulana, waduh… kalo nulis disini mesti siap mental nih… Siap dikomentari banyak blogger… hehe
Jadi boleh nih saya nulis disini ? Kalau boleh berarti saya harus siap-siap dari sekarang untuk buat tulisan yang berbobot seperti tulisan di blog ini…
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
balas komentar
arief maulana Reply:
December 24th, 2009 at 4:56 am
@online-business-story.com, kirim aja pak kalau ada artikel yang mo dipublish disini.
Terutama dgn tema : motivasi / bisnis / manajemen diri
balas komentar
online-business-story.com Reply:
December 24th, 2009 at 9:27 am
@arief maulana, itu yang jadi masalah mas arif. Saya kurang mahir membuat artikel motivasi dan menajemen diri…
InsyaAllah nanti saya coba. Lumayan dapat trafik gratis dari blognya mas Arief
balas komentar
arief maulana Reply:
December 24th, 2009 at 4:07 pm
@online-business-story.com, tips bisnis jg gpp mas. Atau lebih baik lagi bila mas punya pengalaman pribadi yg punya nilai2 pembelajaran hidup.
Dulu Mbak Trieand juga pernah nulis pengalamannya yg punya nilai2 hidup.
balas komentar
online-business-story.com Reply:
December 23rd, 2009 at 5:00 pm
@Agus Siswoyo, boleh juga usulnya mas Agus. Mas Arif saya tunggu ya di bandara Supadio Pontianak
balas komentar
MAS ARIEF SELAMAT HARI RAYA I MUHARRAM YA BENAR SEKALI SETIAP HARI KITA PERLU BERCERMIN BUKAN PENAMPILAN AJA YANG PERLU TAPI INNER BEAUTY ITU YANG DINILAI TUHAN
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:44 am
@lianawati natawijaya, terima kasih Bu. Inner beauty yg baik otomatis akan memancar keluar dan mempengaruhi fisik kita.
Itu yg membuat perbedaan antara orang yg bersih hatinya dgn yg selalu berisi penyakit2 hati.
balas komentar
setuju banget mas Arief, kita memang harus selalu bercermin agar kotoran yang ada pada wajah kita selalu terlihat dan segera dibersihkan agar image dan branding jiwa kita selalu terlihat indah dipandang mata.
Informasi yang sangat berharga sekali mas,…
selamat Tahun baru Hijriyah.
mohon maaf lahir bathin, semoga terus sukses di awal tahun ini.
sukses
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 2:51 am
@blog buat bisnis, sama-sama.
balas komentar
postingan yang mantap seperti biasa…
Hidup adalah cermin…
perbuatan yang kita lakukan pasti akan mendapat balasan yang serupa ya mas arief
I get it…
oke memulai semuanya dari sekarang dengan perbuatan yang jauh lebih baik dari sebelumnya
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 7:12 pm
@andriristiawan, yap. Spt byangan di cermin yg slalu ikuti kita.
balas komentar
BELAJAR DARI CERMIN KEHIDUPAN….
THANKS
SALAM SEMANGAT..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 7:13 pm
@ALHIJR ADWITIYA,
balas komentar
sebuah muhasabah di awal tahun baru 1431 H. Top top top…..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 7:16 pm
@mubarok, terima kasih.
balas komentar
meskipun tahun ini banyak target yang belum terealisasi.



seomoga mulai hari ini bisa terus mengembangkan diri..dan tahun 2010 bisa tercapai semua…Amin..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 19th, 2009 at 7:31 pm
@ali mustika sari, amin…
balas komentar
Apapun namanya itu. Baik hukum timbal-balik, sebab-akibat, hukum karma dan sejenisnya. Apa yang kita tanam, pasti kita tuai.
Dalam hal ngeblog, saya yakin bahwa apa yang saya lakukan saat ini tidak akan sia-sia. Jika saat ini hasilnya belum maksimal, saya percaya Tuhan akan melipatgandakan di kemudian hari.
Posting yang bagus mas…
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 4:16 am
@Agus Siswoyo, bener mas. Ga ada yg sia2. Awal ngeblog sy jg punya pikiran yg sm dgn Mas Agus.
Walau sepi pengunjung, dll, konsisten aja. Someday pasti ada hasilnya. Dan sekarang terbukti.
balas komentar
Teruslah berbagi, meski ada cermin atau tidak. Rasakan kenikmatan berbagi dari kegembiraan orang yang kita bagi. Cermin kadang muncul teramat lambat.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 5:08 am
@Suarakelana, itu serunya Pak. Menanti dlm sebuah harapan. Percaya bahwa Tuhan tdk tidur dan suatu hari kelak akan terbalaskan apa-apa yg kita perbuat.
balas komentar
betul bro apa yg bro tulis. thanks for share.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 4:07 am
@mebelanda.com, sama2
balas komentar
postingan maut.. pasti ini udah di jadwal ya? soalnya gak ada note nya di fesbuk wkwkwkwkw..
makanya saya gak kebagian pertamax.. 
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 7:59 am
@mashengky.com, masa ga keluar di fesbuk ya? Soale yg di fesbuk notes dah tak set otomatis mas. Bgt post keluar, notes terbentuk.
Klo dijadwal iya. Msh berkutat sm kuliah. Time crisis ini,
balas komentar
mashengky.com Reply:
December 21st, 2009 at 9:27 am
@arief maulana, citra dewasa makin melekat di artikel anda nih.. sepertinya di tengah2 jepitan waktu yang semakin ketat, anda malah bisa makin mengembangkan time management.. salut!
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 9:42 am
@mashengky.com, power of kepepet mas
. Kondisi memaksa utk harus bisa memaksimalkan time management di tengah time crisis.
Bener2 pelajaran hidup buat saya.
balas komentar
dapet masukan lg dari mas arief nih
cermin kehidupan ya istilah baru lg yg saya dpt tuh
bisnis internet memang harus sabar menanti dan jg saling sikut2an
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 8:13 am
@download software pc, gantian mas. Habis artikel bisnis, motivasi, hehehe… Next artikel ntar konsep bisnis yg mesti dikuasai.
balas komentar
Ya betul…Siapa menanam akan memetik hasilnya
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 5:44 pm
@kerja part time, siapa menabur angin, akan menuai badai. Hehehehe
balas komentar
setuju mas. kehidupan ini ibarat cermin, dan kita cuma ‘bayangan’ di dalam cermin.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 5:48 pm
@caps and glasses, sy ralat dikit ya mas… Kitalah yg bercermin. Bayangan di cermin adl efek dr setiap perbuatan yg kita lakukan. Dlm hal ini berlaku hukum timbal balik.
balas komentar
mulai sekarang saya akan mulai berbagi.
Masalahnya kadang barang yang kita bagi dipergunakan orang lain untuk mencari keuntungan sendiri.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 6:55 pm
@gugeluv, itu urusan mereka dgn Tuhan. Adzab pedih bagi yg memakan hak org lain. Yg penting kita dah usaha mencari yg bs dipercaya utk berbagi.
balas komentar
Ada sebab ada akibat,” kesuksesan hari ini dipengaruhi oleh tindakan masa lalu, dan tindakan kita hari ini akan mempengaruhi kesuksesan di masa depan”
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 6:57 pm
@saran investasi, yap. Masa depan tdk ada yg tahu. Masa lalu jg tdk bs diubah.
Cara terbaik meramal masa depan adl dgn memutuskan apa yg kita perbuat saat ini.
balas komentar
Triagung.com Reply:
December 20th, 2009 at 10:25 pm
@arief maulana, siip mas, itu bagian dari ikhtiar
balas komentar
NIce INFO Good Blog… Salam Kenal wat Admin…
Mohon kunjungi blog saya yaaah?
Makasih Sebelumnya
http://uzi-online.blogspot.com/
balas komentar
arief maulana Reply:
December 20th, 2009 at 7:18 pm
@Fauzi Online, Salam kenal jg. Oke. Ntar next time klo udah agk reda ksibukan sy blogwalking, jg ke temen2 lain.
balas komentar
Postingan Mas Arief kalau ditelaah maknanya dalam…keadaan tidak akan jadi seperti sekarang ini tapi kenyataannya lain jadi plesetan kalau bercermin dalam hati selalu bilang kok sudah tua masih laku enggak yaa…………..thanks.

balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 4:06 am
@tyas, ngga laku apanya neeh?
balas komentar
itulah kehidupan, apa yang kau tanam maka itu pula yang kau petik..setiap kebaikan yang kau berikan adalah sebuah keindahan jadi kenapa memilih yang lain…
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 4:05 am
@Triagung.com, … karena hidup adalah pilihan, dan manusia harus siap bertanggung jawab atas konsekuensi pilihan hidupnya
balas komentar
Benar,suka berbagi,koreksi diri, pengembangan diri,bersihkan hati adalah diantara karakteristik orang sukses.

balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 9:47 am
@Web Hidup Mulia, terima kasih tambahannya.
balas komentar
mirror mirror on the wall, who is the greatest vcc seller of all?
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 9:39 am
@mashengky.com, mirror said, “Of course only one great vcc seller. That is VCC Indonesia.”
ga usah blagak ga tau deh

balas komentar
gimana yah….

setelah membaca artikel mas arief…
jadinya mikir terus….
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 8:08 pm
@Dimas,
berpikir akan mengasah otak kita. Menajamkan intuisi dan menambah kepekaan. Makanya sesekali saya kasih artikel kelas berat.
Atau jangan2 terlalu sering artikel kelas berat ya? Ada masukan Mas Dimas?
balas komentar
makasih mas arif atas cermin nya,biar kita bisa lebih hati dalam melangkah kedepan!!salam sukses buat mas arif
balas komentar
arief maulana Reply:
December 21st, 2009 at 8:14 pm
@tejo, salam sukses jg buat Mas Tejo. Semoga bisa memetik manfaat dari artikel sederhana ini.
balas komentar
Saat kita tidak tahu siapa kita ini sebenarnya, cerminlah yang akan mengatakannya kita ini siapa..

balas komentar
arief maulana Reply:
December 22nd, 2009 at 3:57 am
@Pangki | Dofollow, betul betul betul…
balas komentar
Mungkin itu sebabnya sebelum kita bertindak harus kita pikir masak-masak karena akibatnya kena kita juga
balas komentar
arief maulana Reply:
December 22nd, 2009 at 4:23 pm
@adit, bener. Tapi untuk kebaikan, lakukan saja sebanyak2nya…
balas komentar
John Maxwell pakar Kepemimpinan, berarti harus menerapkan Blue Ocean Strategy ya mas??
balas komentar
arief maulana Reply:
December 22nd, 2009 at 4:55 pm
@imron46, sebenernya komentarnya kurang pas. Mksd artikel disini adalah ‘jaga pikiran dan tindakan kita’. Kenapa? Krn ada 2 hukum bekerja di sekliling kita. Hukum timbal balik dan hukum daya tarik.
Adapun blue ocean strategy, mutlak dilakukan. Why krn iklim persaingan bisnis saat ini begitu ketat. Dgn strategi ini, alih2 mengikuti pasar, kita justru menciptakan niche baru dan membuat pasar lama tdk relevan.
Salam sukses.
balas komentar
mantep mas..memang dalam hidup ini kita perlu saling berbagi dengan orang lain. kalau kita menjadi orang yang mudah berbagi maka Tuhan akan memberikan kepada kita berkatNYA
balas komentar
arief maulana Reply:
December 22nd, 2009 at 9:01 pm
@erick, yup. Dgn kata lain kita dipercaya menjadi kepanjangan tanganNya utk membagi berkat kepada sesama.
balas komentar
Salut, tulisan yang singkat tapi berkualitas. Sy setuju, bahkan dg respon sosial didepan kita akan menjadi alat ukur bgm sih tampang kita yg berupa “wajah respon sosial” (kl istilah ms arief = cermin) itu? baik atau tidak. Ms arief,kl boleh usul bs nggak kpn2 menulis tg bgm proses terjadinya hukum2 alam (sunahtullah).Salam kenal, dari Newbie,Arkum
balas komentar
arief maulana Reply:
December 22nd, 2009 at 9:07 pm
@arkum, sebenernya sempat terlintas mo nulis itu mas. Hanya sy ngga berani. Khawatir ilmu ngga cukup, malah sok tahu.
Selama ini saya hanya aplikasi langsung dan menikmati hasilnya saja. Biasanya, saya reference ke buku2 langsung Mas.
Kalau mas mau detil bagaimana proses itu semua, bisa baca :
- Quantum Ikhlas (Erbe Sentanu)
- Manage Your Mind For Success (Adi W.Gunawan)
2 buku itu udah cukup mengcover bout hukum2 sunnatullah yg bisa membantu kehidupan kita menjadi lebih baik.
balas komentar
arkum Reply:
December 23rd, 2009 at 3:13 pm
@arief maulana, OK, ms arief trima ksh info referennya.Nanti tk smptkan beli.Ms,kl ada artikel yg baru lg tolong diinfokan lg ya.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 23rd, 2009 at 4:20 pm
@arkum, sudah gabung di newsletter saya kan Pak? Kalau sudah, tiap ada artikel baru pasti saya kabari…
balas komentar
arkum Reply:
December 24th, 2009 at 9:53 am
@arief maulana, sudah ms.Oh y next, panggil sy dgn “mas” aja y.Biar kelihatan muda ms,hehehe…
balas komentar
arief maulana Reply:
December 24th, 2009 at 4:08 pm
@arkum, oke bos…
balas komentar
Mas Arief betul. Sekarang bagaimana kalau ermin itu sudah lama retak ? Perlu diganti cerminnya atau yang retak bisa diberi lem Mas.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 23rd, 2009 at 4:10 pm
@formula,lowongan,mantap, cermin disini seperti yg dibilang Arkum, sbenarnya adlh respon sosial akibat berlakunya 2 hukum. Ga akan oernah retak. Selalu memberikan balasan atas apa2 yg kita perbuat.

balas komentar
yang penting jangan memberikan cermin yang buruk ke orang… nanti jadinya buruk juga….


balas komentar
arief maulana Reply:
December 24th, 2009 at 5:05 am
@T. Wahyudi, klo mau ngasih orang, berikan yg juga kita suka dong…
balas komentar
betul sekali mas, oya saat bercermin jangan lupa berdoa.
balas komentar
setuju abis dengan artikel ini.
Seringkali kita mengharapkan yang terbaik tapi tidak melakukan yang terbaik.
come to Blog Bisnis
balas komentar
arief maulana Reply:
December 24th, 2009 at 5:06 am
@emperor edutainment, welcome to my world
balas komentar
Mas Arief masih inget analogi ini kan?
Kalau kita menanam padi pasti akan tumbuh rumput. Tapi kalau kita menanam rumput sangat mustahil akan tumbuh padi.
So, Menjadi orang baik dan berbuat kebaikan di muka bumi ini tidak selalu mudah. Bahkan kita sendiri pun mungkin pernah mengalaminya, bagaimana kebaikan yang kita berikan tidak serta-merta (tersurat)berbalas kebaikan juga. Oleh karena itu, jangan pernah berputus asa dalam berbuat kebaikan.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 24th, 2009 at 5:10 pm
@Umar Puja Kesuma, yg penting fokus berbuat baik. Urusan balasannya, lemparkan saja ke atas. Dia tahu harus membalas kebaikan kita dgn apa dan kapan waktu yg tepat untuk membalas perbuatan kita.
balas komentar
Yup setuju hidup bagaikan sebuah cermin,
balas komentar
arief maulana Reply:
January 5th, 2010 at 5:17 am
@ngobrol seputar bisnis online,
balas komentar
Salam kenal mas arief, saya masih baru di dunia blogger. Semoga bisa saling sharing ya
balas komentar
arief maulana Reply:
January 5th, 2010 at 4:51 am
@Forex Trading, salam kenal.
balas komentar
Kalau ada waktu mohon berkunjung ke blog saya ya mas
balas komentar
arief maulana Reply:
January 5th, 2010 at 4:52 am
@Forex Trading, next time yah!
balas komentar
betul…. betul… betul….



balas komentar