Oleh : Arief Maulana

Kedamaian Batin
Kedamaian Batin

Sore ini saya menghabiskan waktu untuk menonton sebuah film kartun lucu yang cukup menghibur. Mungkin Anda semua sudah pernah menontonnya, Kungfu Panda 2. Mengisahkan tentang perjalanan Po, si panda lucu yang mendapatkan gelar kesatria naga dan juga Furious Five dalam membasmi Lord Shen.

Bukan isi filmnya yang akan saya bahas disini, melainkan sebuah nilai dan pesan yang disampaikan oleh Master Shifu, guru Po dan kawan-kawan Furious Fivenya. Inti pesannya adalah untuk memaksimalkan kungfu yang dimiliki, setiap master harus menemukan kedamaian batin di dalam dirinya, apapun caranya. Bisa melalui meditasi atau mengalami satu fase menedihkan dan menyiksa dalam kehidupannya.

Menarik sekali kalau kita mau membahas tentang kedamaian batin iji. Bahkan mungkin di zaman serba modern ini, kedamaian batin sudah menjadi sesuatu yang langka dan sulit ditemukan. Apalagi kehidupan seperti terus memacu kita untuk berlari kencang. Mengejar semua obsesi, mimpi, hasrat, atau apalah kita menyebutnya. Tidak memberikan cukup waktu untuk jeda, beristirahat dan menemukan kedamaian batin yang dimaksudkan ini. Lantas apa makna dan hakikat hidup kita?

Pada akhirnya semua akan bermuara pada satu pertanyaan dasar, untuk apa kita diciptakan? Untuk apa kita hidup? Apalah arti semua yang kita kejar selama ini, kalai semuanya tidak membawa pada sebuah kedamaian yang hakiki. Selalu berkutat dengan kegelisahan hati yang tidak berujung. Kata anak muda sekarang, galau.

Lantas buat apa hidup yang sekali ini, kalau isinya hanya kegelisahan hati, ketidaktentraman, tidak damai, meski kita tidak sedang perang? Apa ngga capek gitu, hidup seperti itu terus? Hidup seperti dikejar-kejar setan. Hahaha…

Banyak faktor sebenarnya yang membuat kita jadi sulit menemukan kedamaian batin. Bisa jadi karena kita terlalu pusing soal rezeki, padahal jelas-jelas rezeki sudah ada yang mengatur. Atau boleh jadi karena kita terlalu ambisius mengejar apa yang kita impikan. Atau bisa juga karena hati yang kurang bersih, sehingga selalu dihinggapi rasa iri pada apa yang didapatkan atau dimiliki oleh orang lain. Segera temukan sumbet kegalauan Anda.

Saya bukan bermaksud mengerdilkan impian Anda. Karena bagaimana pun kita harus punya tujuan hidup yang jelas. Hanya saja coba ditelaah kembali. Apakah benar setelah mencapai semua itu, Anda bisa mendapatkan kedamaian batin yang diinginkan? Atau malah Anda terjebak pada roda tikus yang terus berputar jalan di tempat. Selalu diperbudak oleh ambisi yang tidak ada habisnya.

Tulisan saya kali ini bukan untuk memotivasi apalagi demotivasi. Hanya mengajak Anda untuk sedikit meluangkan waktu. Untuk berpikir lebih dalam dan mencari apa-apa yang membuat hidup Anda sulit menemukan apalagi menikmati kedamaian batin. Mencoba memperbaiki dan lebih menikmati hidup. Lebih bersyukur lagi, sebelum semuanya terlambat. Sebelum ajal menjemput dan menyisakan penyesalan. Hidup sekali, kok sekalinya hidup malah melangsa. Betul, tidak?

Selamat menjalani perjalanan panjang menyelami isi hati diri Anda sendiri. Demi sebuah kedamaian batin yang kita harapkan. :)

Kedamaian Batin
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

25 thoughts on “Kedamaian Batin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.