Keberuntungan: Perpaduan Kesempatan dan Kesiapan

Oleh: Agus Siswoyo

Kita semua paham bahwa kesuksesan yang menghampiri kita tidak datang dengan sendirinya. Ia adalah resultan berbagai faktor penting yang menjadi ruh segenap tindakan yang kita ambil. Diantaranya adalah tujuan yang jelas, tindakan yang nyata, daya tahan menghadapi rintangan, inovasi berkelanjutan dan tentu saja sedikit keberuntungan.

Nah, dalam artikel kali ini saya tidak akan mengupas semuanya. Pembahasan mengenai tujuan hidup, langkah-langkah pencapaian dan inovasi sudah banyak dibahas oleh Mas Arief. Kali ini fokus bagian yang terakhir saya tulis tadi, yaitu mengenai keberuntungan.

Keberuntungan, ada juga yang menyebut sebagai luck factor, jarang dibahas dalam berbagai artikel blog bisnis dan motivasi. Kalaupun muncul dalam website portal berita, bisa dipastikan tulisan tersebut hasil olah rasa para ahli terawang nasib, hoki, hongshui, ramal weton dan sebagainya. Tapi tidak untuk kali ini. Saya tidak sedang membahas kepiawaian Mama Loreng, Ki Joko Stupid, Suhu Kang Kung dan kawan-kawan seprofesinya.

Kalau Anda mau berpikir sejenak, keberuntungan yang Anda dapat selama ini tidak lebih dari kombinasi yang dihasilkan oleh dua hal. Yaitu kesempatan dan kesiapan diri. Kedua unsur tersebut harus terpenuhi. Kalau nggak ada salah satunya, saya nggak yakin keberuntungan Anda benar-benar maksimal.

Coba saya terjemahkan konsep di atas dalam permainan sepakbola. Kalau Anda punya kesempatan tapi nggak siap diri, sama saja dengan seorang penyerang yang dapat assist dari pemain bertahan tapi posisi penyerang nggak PW alias terlalu jauh dari mulut gawang. Mau nendang sekuat tenaga juga nggak akurat. Atau terjadi sebaliknya, Anda siap seratus persen tapi nggak ada kesempatan yang tercipta. Sami rawon! Emang bolanya siapa yang mau dimasukkan?

Menciptakan Kesempatan

Kesempatan itu jenisnya ada dua: pasif dan aktif. Dikatakan kesempatan pasif karena Anda tidak melakukan apa-apa tapi dia datang duluan dengan berbagai cara. Biasanya lewat pemberian orang lain. Asik kan! Nah, yang kedua adalah yang aktif. Type kedua ini ada karena Anda telah berbuat proaktif sehingga terbuka peluang berbagai kesempatan untuk didapat.

Saya tidak menyarankan Anda jadi orang pasif. Maka aktiflah menciptakan kesempatan bagi diri Anda sendiri. Mari keluar dari zona nyaman dan ambil resiko. Inilah kesempatan ideal yang saya maksudkan. Karena kalau Anda telah bersusah payah meraihnya, pasti Anda nggak akan dengan mudah rela melepaskan.

Banyak cara kreatif yang bisa dicoba. Misalnya membuka seluas mungkin pergaulan dengan orang-orang baru, mencari tantangan yang belum pernah dilakuakan sebelumnya, aktif mengikuti perkembangan terkini dunia informasi dan lain-lain. Pokoknya semua hal yang bisa memerangi sifat kuper (kurang pergaulan) dalam diri Anda itulah yang harus sering didatangi.

Bergabung dengan komunitas yang sesuai bidang Anda adalah yang paling saya sarankan. Kesamaan tujuan, cara pandang dan metode pencapaian adalah modal kuat untuk sukses bersama-sama dalam sebuah kelompok jaringan (link). Semakin kokoh posisi Anda dalam sebuah kelompok, makin besar peluang terbukanya berbagai kesempatan langka.

Menyiapkan Diri Secara Fisik dan Mental

Bersamaan dengan proses meng-create kesempatan, Anda juga harus bersiap-siap menjelang datangnya keberuntungan. Persiapan ini meliputi fisik dan mental. Yang menyangkut fisik misalnya kesehatan tubuh yang prima, dana yang cukup dan sarana dan prasarana penunjang bisnis yang siap 24 jam.

Lalu yang persiapan kedua yang tak kalah pentingnya adalah mental. Hal ini berupa serangkaian mindset sukses yang berbentuk strategis efektif pencapaian target, optimisme menghadapi persaingan, kesediaan mendengarkan suara konsumen serta evaluasi dan inovasi berkelanjutan tentang arah laju bisnis atau usaha Anda.

Mindset terakhir yang patut Anda punyai adalah jika hari ini Anda belum beruntung bukan berarti masa depan Anda sudah tamat. Sangat mungkin Tuhan punya rencana lain sehingga keberuntungan itu diberikan pada waktu dan tempat yang lebih tepat sehingga bisa memberi manfaat lebih banyak bagi orang lain.

Makanya saya sering heran terhadap mereka yang suka mengeluh sebagai manusia paling sial di muka bumi. Mereka mengaku sudah berjuang mati-matian tapi belum ketemu titik cerah yang diinginkan. Saatnya koreksi diri bagian mana yang masih lemah pada diri Anda. Apakah Anda benar menciptakan kesempatan bagi diri sendiri? Lalu seberapa jauh kesiapan Anda menyambut keberuntungan untuk diolah menjadi manfaat nyata?

Let’s think it over!

  1. wwaaah,,, saya sangat setuju dengan mendapatkan kesempatan secara aktif… berani keluar dari zona nyaman berarti kita berani untuk lebik baik dan lebih maju dibanding kondisi kita sebelumnya… mantap mas agus/….. trims…

    • @omjun, sayangnya tidak semua orang berani ambil resiko dengan keluar dari zona nyaman. padahal dari situlah kita akan menemukan banyak hal baru.

        • @arief maulana, jadi ingat kalimat TDW: kalau semua orang berperilaku jujur, maka sifat jujur bukan lagi dikatakan nilai lebih.

          mungkin ada baiknya mereka kita bikin takut dulu ya. biar nggak semuanya maju bareng-bareng. hahaha…

  2. Ya.. ya… ya… kesempatan dan kesiapan memang dua hal yang wajib berdampingan. Jika salah satunya tidak ada, maka keberuntungan sulit didapatkan.

  3. Oleh karenanya, kewajiban kita adalah menciptakan kesiapan itu dengan berbagai kompetensi sehingga ketika kesempatan datang kita sudah siap.

  4. Kalau itu sih menurut saya bukan keberuntungan karena memang semua sudah disiapkan.

    Keberuntungan yang asyik itu kan yang datang tanpa persiapan dan kita siap tanpa perlu mempersiapkan diri. hehehe…..

    • @Lutvi Avandi,
      Sebagai contoh saya pernah beli domain PR 3. Rencana awal buat main PTR. Tapi baru juga diinstall WP eh udah ditawar orang $450. Alhamdulillah… :sip:

      • @Lutvi Avandi, Saya setuju dengan mas Lutvi.

        Keberuntungan(luck) menurut dict.die.net merupakan sebuah
        fenomena yang tidak terprediksi yang membawa pada sesuatu yang
        diinginkan. Atau dalam kalimat yg lain, keberuntungan adalah
        mendapatkan sesuatu yang diharapkan dengan cara yang tidak
        diketahui/diperkirakan sebelumnya.

        Jadi jika perpaduan antara kesempatan dan kesiapan itu di sebut berhasil.

  5. Zainur Rochim says:

    coba mengomentari paragraf terakhir posting ini…

    Kebanyakan orang (termasuk saya he3x) biasanya mengeluh karena belum dapat hasil, padahal sudah berjuang maksimal…

    Tapi sepatutnya kita sadar, bahwa usaha yg menurut kita sudah maksimal, belum tentu terlihat maksimal di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan hanya membalasnya sesuai dengan usaha yang kita anggap maksimal tersebut..

    Jadi intinya kita harus terus berusaha dan bekerja keras, tanpa menganggap hasil kerja kita tsb sudah maksimal, biarlah Tuhan yang menilainya…:D

    • @Zainur Rochim, berusaha sajalah sebaik mungkin untuk menuliskan lembaran hidup kita. Namun ikhlaskan penghapusnya ada pada Tuhan untuk mengubah tulisan kita menjadi yang lebih baik lagi.

      Kehidupan adalah misteri, maka sebaik-baik penuntun hidup adalah Tuhan.

  6. waktu mmbaca bagian “meng create kesempatan” sy benar2 terhenyak, hal ini brtolak blakang skali dgn apa yg sy lakukan saat ini, sy jrang bergaul, pnya komunitas yg se misi tapi jrg kmpun jg, darimana akn dtang ksempatan? :hiks: smoga hal ini slalu mjd motivasi sy utk lbih mlebarkan & mnambah link. Mksh dh menginspirasi…. :plis:

    • @anax kolonx, kemon, sekarang coba kontek-kontek teman blogger sekota. barangkali dari situ akan terbuka kesempatan lebih luas.

  7. Faktor keberuntungan memang sangat berperan mas, tapi bukan berarti dengan percaya dengan faktor tsb kita menduakan TUHAN.

    • @Sandro Yosua, sudah pernah baca Quantum Ikhlas? Disana juga disharingkan bagaimana menciptakan ‘keberuntungan’ dengan mensinergikan kekuasaan Tuhan. :)

      Dengan kata lain semua tetap saja terjadi atas kehendakNya. Dan saya kira tanpa didetilkan setiap pribadi yang mengerti agama paham akan hal itu.

    • @contoh laporan, segala kemungkinan bisa terjadi. kepintaran pun kalau diolah dengan bijak akan mendatangkan keberuntungan. sebaliknya, kalau tidak cermat melangkah bisa juga mendatangkan celaka.

    • @contoh laporan, benar sekali Pak. Tapi pertanyaannya, dalam usia hidup kita berapa kali sih keberuntungan itu datang?

      Sebaliknya ketika kita memposisikan diri u/ menjadi pintar, tidak hanya dalam hal akademis, namun juga pintar menangkap peluang & mengolahnya, maka kita bisa menciptakan ‘keberuntungan-keberuntungan’ tersebut.

      Itu menurut saya mas.

  8. Menarik sekali tema yang diangkat mas Agus Siswoyo kali ini yaitu tentang Keberuntungan. Saya sangat setuju dengan mas Agus bahwa Keburuntungan itu tidak daang dengan sendiri. Kesempatan dan Kesiapan (yak bener itu dia salah satunya) namun ada sesuatu dibalik itu yang seharusnya ada dan itu menjadi ruh di balik keduanya maupun keberuntungan itu sendiri. Tidak banyak orang membahas tentang ini.

    Ruh itu yaitu sisi spiritual. .

  9. rada “ngejelimet”juga paragraf pertama, tapi lama kelamaan saya jadi mengerti juga bahwa kesuksesan memang tergantung dari kesiapan kita untuk menggapainya, dan kesuskesan adalah bukan arti dari tujuan akhir, namun sukses adalah sebuah perjalanan…bravo untuk mas Agus S.

    :sip:

    • @bisnis sampingan karyawan di rumah, selamat ya sudah mencoba memahami tulisan saya. padahal awalnya berangkat dari ide sederhana, tapi nggak tahu kok saya bisa nulis panjang lebar kayak artikel ini.

  10. kereta keberuntungan sering lewat kok ! Pastikan saja saat itu kita ada di stasiun dan punya tiket. Jangan dibiasakan jadi penumpang gelap ya..:hihi:

  11. Lukman Nulhakiem says:

    Kalau saya mah tertarik dengan menciptakan kesempatan…itu bagian yang paling menantang.

    Apalagi kita bisa menciptakan kesempatan untuk orang2 di sekeliling kita dan membuat mereka menjadi berdaya..

    Really..good post!

    • @Lukman Nulhakiem, sikap proaktif memang diperlukan dalam hal ini. menerima ‘pemberian’ orang lain memang enak, nggak usah keluar keringat sudah datang sendiri. tapi untuk jangka panjang jelas bukan solusi terbaik.

      menciptakan kesempatan untuk orang-orang di sekeliling kita. yup! ini nggak mudah. juga tidak banyak orang yang sanggup melakukan. namun saya yakin selalu ada barokah di setiap langkah yang ditujukan untuk kebaikan bersama.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,748 bad guys.