Oleh : Arief Maulana

Beberapa waktu yang lalu, kantor saya kedatangan tim konsultan dari Jakarta. Tugas mereka secara umum adalah melihat bagaimana kondisi para staf di cabang dan beban kerja dari masing-masing staf dengan berbagai tugas dan tanggung jawabnya. Tujuannya, tentu agar kantor pusat mendapatkan masukan profesional dari pihak ketiga, terkait dengan beban kerja SDM di masing-masing Cabang.

Satu yang membuat saya berdecak kagum adalah perusahaan di tempat para tim konsultan ini ternyata memiliki program pengembangan diri yang jelas. Bahkan dalam setahun, mereka ditarget harus bisa menghabiskan anggaran dana tertentu dan jumlah jam tertentu untuk mengembangkan dirinya, baik itu melalui seminar, workshop, dan kegiatan sejenis lainnya.

Rupanya, dengan cara seperti itu lah perusahaan mereka memastikan bahwa selalu ada update dan upgrade kualitas dari SDMnya. Apalagi aset terbesar di perusahaan tersebut (termasuk juga di perusahaan tempat saya bekerja) adalah manusia alias karyawan itu sendiri. Sehingga sudah seyogyanya ada post-post pengeluaran khusus yang memang diperuntukkan untuk mengupgrade kualitas para staf.

Self Improvement

Saya termasuk orang yang percaya bahwasanya nilai pendapatan seseorang akan bertambah seiring dengan pertambahan kualitas dan kapasitas kemampuan yang dimiliki oleh orang tersebut. Maka saat Anda merasa pendapatan Anda saat ini stagnan, coba tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Kapan terakhir kali Anda meningkatkan kualitas diri Anda?

Sebuah contoh sederhana saja. Seorang manager di sebuah perusahaan, sudah memasuki usia pensiunnya. Mau tidak mau, dia pun harus mengakhiri masa kerjanya. Praktis, sebuah posisi jabatan struktural telah kosong. Dalam hal ini, persaingan untuk mendapatkan jabatan yang kosong ini pun dimulai.

Menurut Anda, siapakah yang akan duduk di kursi manajemen tersebut? Apakah hanya staf biasa yang setiap hari perkerjaannya monoton tanpa ada inovasi atau hal-hal yang membuatnya menonjol (dalam hal ini kualitas diri)? Ataukah yang dipilih nantinya adalah mereka yang memang memiliki kualitas diri yang tinggi dan senantiasa selalu meningkatkannya? Anda pasti sudah tahu jawabannya.

Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas diri. Mulai dari hal yang sederhana seperti memperluas wawasan. Menyisihkan sedikit dana untuk ikut seminar / workshop. Memperluas pertemanan dan masih banyak hal-hal lainnya dan tidak harus mahal.

Nah, kapan terakhir kali Anda ikut workshop / seminar?

Atau paling sederhana, kapan terakhir kali Anda habis membaca buku pengembangan diri?  :p

Kapan Terakhir Kali Mengembangkan Diri?
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

5 thoughts on “Kapan Terakhir Kali Mengembangkan Diri?

  • hampir setiap minggu saya ikut seminar atau workshop, mas…
    Dari mulai HOM, distributor training, quickstart training, supervisor training, success training seminar,… insya Allah tahun depan saya ikut indonesia spectaculars dan extravaganza (training luar negeri)… :)

  • Tiga hal ini menjadi peta dasar untuk pengembangan diri kita. Untuk mencapai apa yang kita mau kita harus tahu siapa diri kita dan apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu. Dari sana kita bisa menyiapkan diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.Pengembangan diri merupakan topik yang luas karena didalamnya ada manajemen waktu, personal goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving dan masih banyak lagi.

    Tetapi kita selalu kembali ke 3 hal diatas karena pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam DIRI SENDIRI, bukan orang lain. Artinya kita menciptakan kondisi baru di luar dengan melakukan perubahan di dalam diri sendiri.Di tulisan berikutnya saya akan membahas lebih detil apa saja yang terkandung dalam peta dasar pengembangan diri tersebut.

    “Terima kasih, untuk tambahannya mas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,422 bad guys.