facebook, facebook marketing

Jualan, Kenapa Harus Malu?

Oleh : Arief Maulana

Salah satu kendala ketika kita yang berlatarbelakang pekerja / karyawan untuk memulai bisnis adalah malu untuk jualan. Kita malu kalau ketahuan jualan oleh keluarga, rekan sekantor, teman sekolah, bahkan tetangga. Apalagi selama ini image jualan adalah sales door to door yang seringkali ditolak bahkan sebelum mempresentasikan produk yang mereka jual.

Perlu disadari bahwa tidak ada bisnis besar tanpa dimulai dari hal sederhana, sesederhana kemampuan menjual sesuatu. Nah, bagaimana bisa menjual sesuatu kalau dari awal mindsetnya salah atau mentalnya malu untuk berjualan.

Jualan bukan lah hal yang hina. Bahkan banyak orang-orang kaya dan terkenal bila diselidiki latar belakangnya ternyata memiliki kemampuan jualan yang baik. Paling tidak menjual kemampuan diri sendiri pada orang lain sehingga mereka bisa yakin dan percaya kepada kita.

Maka dari itu mulailah belajar jualan, kalau memang Anda berencana memiliki bisnis sampingan atau bahkan bisnis sendiri. Karena sehebat apapun produk atau ide Anda, kalau tidak bisa dijual juga tidak akan menghasilkan apa-apa.

Nah, bagi yang masih terkendala malu untuk jualan ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan agar bisa berjualan tanpa harus merasa malu. Apa saja ?

#1 Memulai Dengan Jualan Online

Salah satu kelebihan memulai usaha dengan jualan online adalah, Anda tidak perlu khawatir dan malu untuk jualan. Anda cukup menyiapkan toko online (website) saja untuk menjual produk Anda. Promosinya pun lagi-lagi tidak perlu cara offline seperti : sebar flyer, bertemu orang untuk presentasi produk, atau sales door to door. Anda bisa jualan hanya dengan duduk di depan komputer atau laptop saja. Semua dilakukan secara online.

Kalau tidak bisa membuat website?

Anda punya akun Facebook, Twitter atau Instagram? Kalau Anda sampai pada web saya dan membaca tulisan ini, saya bisa pastikan Anda punya salah satu dari tiga akun sosial media yang populer di masyarakat kita. Kenapa itu tidak dipake jualan?

Buat Anda yang serius, Anda bisa belajar Facebook Marketing, yaitu bagaimana menggunakan membuat akun facebook khusus untuk jualan dan bagaimana mencari target pasar dari produk Anda melalui facebook. Info lengkapnya : klik disini untuk belajar Facebook Marketing.

facebook, facebook markeing
belajar facebook marketing

#2 Jual Hanya Kepada Orang-Orang Baru

Kenapa harus orang-orang baru? Khususnya buat Anda yang masih malu atau baru belajar untuk jualan ini dia alasannya :

Keluarga : Anda akan sering berkumpul dengan keluarga. Biasanya justru keluarga lah yang suka bikin down kita yang baru mulai jualan. Mulai dari mengganggap rendah profesi jualan, selalu bertanya proses kita, kalau proses lambat, langsung menjustifikasi bahwa kita salah karena mengambil langkah jualan dan bikin malu.

Pun kalau membeli produk kita, seringnya minta tunda pembayaran dengan mengandalkan “rasa tidak enak / sungkan” karena keluarga. Kita mau nagih yang jadi hak kita juga jadinya sungkan dan tidak enak toh. Masa sama keluarga sendiri gini amat.

Rekan Sekantor / Teman Sekolah : Ini apalagi. Rekan sekantor biasanya merendahkan dengan kata-kata, “Ngapain kami jualan begituan. Kan sudah enak kerjaanmu.” dan sejenisnya. Mereka juga cenderung meledek karena tahu latar belakang dan kebiasaan kita seperti apa. Apalagi kalau bidang profesi Anda jauh dari kata jualan. Bidang teknik misalnya (seperti saya), tiba-tiba nyasar ke jualan kan aneh. Merendahkan kasta teknik katanya. Hahahaha…

Teman Sekolah Dan Tetangga : Kalau ini susah jualnya karena biasanya minta pembayarannya bisa dicicil. Lah kita baru mulai jelas butuh dana cash cepat untuk diputar kembali toh.

Paling enak dan aman, ya memasarkan ke orang baru. Lagi-lagi kalau Anda punya sifat pemalu atau sulit berkomunikasi dengan orang baru, solusinya adalah jualan lewat internet.

#3 Kenali Produk Anda Lebih Jauh 

Pengetahuan tentang produk sangat krusial menurut saya. Mereka yang menguasai seluk belum produknya, cenderung lebih percaya diri saat menawarkan pada orang lain. Mereka tahu kualitas produknya seperti apa dan seberapa jauh produk itu menjadi solusi bagi calon pembelinya.

Bagaimana kalau yang dijual bukan produk sendiri?

Sebisa mungkin sih dicoba atau pakai sendiri dulu. Biar ada user experience atau pengalaman pribadi. Dengan begitu waktu promosi bisa lebih pede, meyakinkan (tanpa harus susah payah meyakinkan), dan bicara dari hati ke hati karena merasakan sendiri manfaat produknya.

Sampai di sini paham ya? Silahkan dipraktekkan belajar jualan.

Oh iya, hampir lupa. Buat rekan-rekan yang serius mau belajar jualan sampai jago closing (deal dengan pembeli), ini ada buku referensi bagus : 30 Hari Jago Jualan.

Bukunya dijual TERBATAS dan TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU. Khusus bagi yang serius dan berminat, silahkan hubungi kontak di bawah ini.

30 Hari Jago Jualan
PESAN SEKARANG !
  1. Saya pernah jadi karyawan toko batik di Tanah Abang. Awal jualan memang malu, teriak-teriak nawarin baju. Tapi lama kelamaan Alhamdulillah rasa malu itu hilang sendiri.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.