Jangan Menyesali Perjalanan Hidup Anda
Oleh : Arief Maulana
Beberapa waktu yang lalu, saya kebetulan terhubung dengan beberapa kawan lama melalui media site facebook, salah satu dari 2 social media site yang saya gunakan (satunya lagi twitter). Kawan lama yang mana? Kawan lama yang dulu sama-sama aktif di bisnis network marketing. Berbagai cerita hadir disana. Mulai yang masih aktif (top leader saya) sampai beberapa temen yang sudah passive bahkan berhenti total dan beralih profesi jadi pebisnis internet.
Rasanya seperti reunian saja. Jadi inget masa-masa dulu sering kumpul. Entah itu exclusive meeting khusus leader, home meeting untuk presentasi bisnis ataupun home sharing untuk membagi pengalaman dan dream sharing.
Salah satunya saya tanya apa masih aktif, jawabnya sudah ngga. Hanya saja masih menggunakan produk yang dipasarkan biar tetep sehat. Sekarang malah aktif main di forex online trading. Lumayan katanya. Alasannya agar bisa bekerja sambil ngemongi anak-anaknya yang masih kecil-kecil, sudah ditinggal ibunya menghadap ke hadirat Yang Kuasa. Kan bisnis internet ngga butuh mobilitas tinggi dan bisa dikerjakan dari rumah aja.
Saya sendiri ketika ditanya tak jawab ae udah berhenti. Waktu untuk mobilitas kemana-mana ngga ada. Capek juga. Makanya milih terjun ke bisnis internet. Sambil online, sambil bisnis, sambil garap kerjaan offline juga. Membangun aset biar bisa passive income.
Pernah juga ada yang bilang, “Kalau ujung-ujungnya berhenti juga, ngapain dulu ngotot banget jalanin bisnis network marketingnya? Sampe koar-koar pengen dapet mobil mewah.” Saya ngga tahu kalau Anda yang diberi pernyataan seperti itu akan bereaksi apa. Yang jelas reaksi saya stay cool dan bilang, “Ngga ada yang sia-sia dalam hidupku. Semua itu hanyalah proses dan perjalanan yang mesti dinikmati, bukan untuk disesali. Dan selalu ada hikmah di balik semua itu”. Kalaupun saya ngotot, karena saya tahu bisnis network marketing kalo ngga ngotot, ngga dapet hasil.
Kadang mikir juga. Kalau saya ngga kenal network marketing, sekarang mungkin saya juga ngga asyik menikmati pendapatan dari bisnis internet. Kok bisa? Bisa lah! Saat nyemplung network marketing itulah saat dimana saya belajar dan mengenal pertama kali apa itu bisnis dan bagaimana seluk beluk dunia marketing. Keluarga saya sampai kakek buyut buyut buyut… ngga ada lho yang terjun di dunia bisnis. Rata-rata orang birokrasi. Baru saya yang merintis pertama kali.
Kalau ngga kecebur ke network marketing, saya ngga kenal bisnis. Ngga kenal bisnis, ngga kenal enaknya bisnis, termasuk nikmatnya bisnis internet. Ngga bisa kaya sekarang yang notabene dari kamar aja Alhamdulillah bisa memperoleh pendapatan yang cukup buat hidup sebulan tanpa kerja.
Lewat network marketing juga saya belajar banyak soal pengembangan diri. Dan ujung-ujungnya saya malah tertarik dan konsen di masalah pengembangan diri. Bahkan ini semua kebawa dan berguna banget setiap kali saya memberikan materi LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) di kampus.
Nah, bagaimana dengan mimpi-mimpi sukses saya sewaktu dulu aktif di network marketing? Tetep ada dong. Masa dihapus. Visi sukses tetep kepegang, hanya saja jalannya yang berbeda. Pun temen-temen lain yang ngga aktif lagi juga sama. Dengan cara masing-masing, kita tetep berlari mengejar mimpi. Karena kita adalah dream hunter. Selalu bermimpi dan bertindak mengejar mimpi.
Setelah saya berhenti di network marketing, ibu saya membuka sebuah diskusi kecil. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya ngga tega ngeliat saya susah payah kesana kemari. Presentasi, ikut pertemuan, ditolakin berkali-kali sama orang, repot dan susahnya bawa jas formal kalo ke pertemuan, dll. Tapi justru ketika akan meminta saya untuk berhenti ayah melarang. Ayah bilang biarin aja, biar tahu susahnya hidup kaya apa dan biar menghargai apa yang di dapat dari hasil jerih payahnya sendiri. Lagipula ada perubahan dalam segi pemikiran dan sikap. Nanti kalau udah mentok, lha berhenti sendiri.
Ternyata terbukti kan. Saya berhenti sendiri. Berhenti untuk sekedar berpindah “rel kereta”. Tracknya masih tetap sama. Impian pun tetap sama. Ini semua hanyalah bagian dari kehidupan dan cerita sukses saya nantinya.
Begitupun dengan Anda. Mungkin terasa berliku, terasa ngga enak. Tapi itu semua adalah bagian dari perjalanan hidup yang mesti Anda lalui. Jalani saja dengan ikhlas. Tak perlu disesali. Asal Anda tahu, ketika kita meminta kepada Tuhan jalan yang terbaik untuk kehidupan yang lebih baik, Dia tidak akan memberikan semuanya cuma-cuma. Anda harus mau menerimanya 1 paket. Paket sukses sekaligus paket gagalnya. Hingga nanti di penghujung jalan, di panggung kesuksesan Anda, ada cerita menarik yang bisa Anda ceritakan dan menginspirasi dunia.
Semoga yang sedikit ini bermanfaat.






tetap semangat…
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 1:59 pm
@Sarimin,

balas komentar
online-business-story.com Reply:
December 30th, 2009 at 7:04 pm
@Sarimin, numpang pertamax ya
Ikuti Kontes Akhir Tahun Cafe Bisnis
Komentar sebenarnya dibawah, kalo kurang berkenan dihapus aja mas arif
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:59 pm
@online-business-story.com, gpp Mas Octa.
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
January 1st, 2010 at 4:00 pm
@online-business-story.com,
Numpang?
Bayar mas…!
balas komentar
Tak Ada yang perlu disesali, karena hidup ini adalah sebuah Anugerah
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 2:26 pm
@Dwi Kurniawan, yoa. Jgn sampe yg 1x ini berlalu tanpa sesuatu yg berarti dlm hidup kita.
Btw gmn mas Dwi dgn dynasisnya dan web support yg mas miliki.
balas komentar
Dwi Kurniawan Reply:
December 30th, 2009 at 4:37 pm
@arief maulana,

Dynasis sy lagi Kolaps Nih
3 bulan terakhir ini bonus turun drastis.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:35 pm
@Dwi Kurniawan, iya. Pelayanannya jg makin parah mas. Masa banyak stok pulsa yg kosong.
Makanya, aku cari server pulsa baru dan udah ketemu. Ini lagi progress buat webnya. Bukan MLM, murni dealer pulsa.
balas komentar
Betul sekali Mas Arief, apa yg sudah dilalui bakal menjadi “senjata” kita utk kehidupan yang akan datang.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 2:39 pm
@MasterClickCom, yup. Asal ngga ditaruh digudang aje mas. Tapi digunakan.
balas komentar
jangan pernah sesali yang tlah terjadi,,bwt pembelajaran di hari ini dan masa depan…….kalau mau dirunut, dah berulang kali jatuh di bisnis,,,,tp tetap semangat bangkit lagi…..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 2:45 pm
@bundapreneur, trims tambahannya bun. Sesekali nulis dong bun, jatuh bangunnya bunda di dunia bisnis.
balas komentar
fadly muin Reply:
December 30th, 2009 at 5:02 pm
@bundapreneur, auranya positifnya terasa nih bun..
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:44 pm
@fadly muin, bunda gitu loh…
balas komentar
resume perjalanan bisnis arief maulana? bisa jadi buku cetakan neh… kisah nyata anak pegawai yang sukses menjadi motivator internasional wkwkwkwk
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 3:03 pm
@mashengky.com, belum mas. Masih prolognya,
. Belum sukses betul soale.
balas komentar
seperti membaca biografi perjalanan karir singkat Mas Arief.
Apakah Mas Arief tidak punya rasa penyesalan sedikitpun???
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 3:12 pm
@rudy azhar, ngga mas. Soale dari kecil doktrinasi ortu saya utk menjadikan bagian hidup di masa lalu sbg pelajaran alih2 disesali udah nancep.
Manis pahitnya hidup, ya begitulah mesti dijalani. Karena kita manusia. seperti kutipan sebuah film (fast & furious, tokyo drift) :
Hidup itu simpel, hanya membuat keputusan dan bertanggung jwb atas konsekuensi pilihan kita.
balas komentar
Hidup itu pilihan.Dan apapun pilihan itu adalah keptsn murni kita.Mk apapun nanti hasil dari pilihan itu (bahagia,sedih,bencana dst)itu adalah hasil dr keberanian kita dlm memutuskannya.Makanya tepat jk ms arief mengatakan tidak perlu menyesali apapun perjlnan hidup kita seblmnya.Krn penyesalan itu = tidak menghargainya kptsan yg prnh kita ambil dimasa lalu (kita)
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 3:14 pm
@arkum, life is simple. Just make a decision and brave to do all the risk of our decision.
balas komentar
Satu hal dalam hidup saya yang paling saya sesali adalah, saya terlalu keras kepala dan gak mau denger nasehat bapak. Pada dasarnya saya cuma mau mencari jalan saya sendiri dan tidak mengikuti tradisi keluarga dalam mencari nafkah. Saya tahu beliau sangat kecewa, tapi beliau tidak pernah mengatakannya terus terang. Sekarang bapak sudah tenang disisi-Nya, semoga beliau mau memaafkan saya.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 3:17 pm
@turisuna, justru itu mas. Biar ngga kecewa buktikan bahwa pilihan hidup mas jauh lebih baik dan menghasilkan lebih banyak.
Justru mereka kecewa ketika apa yg dinasehatkan itu benar. Dan Mas udah terlanjur membuang waktu utk sesuatu yg tdk jauh lebih baik.
Let’s make our past become the strength to be success in the future.
balas komentar
penyesalan hanya akan membuahkan sikap negatif dan malas,karena sllu menyalakan dirinya tak mampu/gagal.
nikmati saja apa yg terjadi…dg skp positif.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 30th, 2009 at 3:27 pm
Bener banget mbak Sari.
balas komentar
good bye MLM, good bye tianshi… good bye omong kosong
balas komentar
IwanKus Reply:
December 30th, 2009 at 4:40 pm
@mashengky.com, selamat datang VCC…


balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:04 pm
balas komentar
salam sukses!
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:05 pm
@erick, terima kasih. Amin… Smoga semua sama2 sukses.
balas komentar
satu yang saya sesali…


kok tidak dari dulu kenal bisnis internet…
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:37 pm
@IwanKus, hehehe… Mungkin dulu belum saatnya Mas Iwan kenal. Bisa jadi ketika Mas kenal waktu dulu, bukan kebaikan yg didapat. Karena saya percaya, berkat Tuhan datang tepat pada waktunya.
balas komentar
muhamad arifin Reply:
January 1st, 2010 at 2:26 pm
@arief maulana,
pasti Tuhan tau yang terbaik buat kita, kapan saat kita di kenalkan dengan bisnis internet, itulah waktu terbaik yang di berikaNya, selalu syukurin dan jangan pernah mengeluh
balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 7:16 am
@muhamad arifin, yap you got the point.
balas komentar
IwanKus Reply:
January 1st, 2010 at 8:16 pm
@arief maulana, anda betul mas…


balas komentar
masa lalu + masa kini = (sukses) masa depan.
kdang kita baru sadar, kenapa saya dulu harus melakukan itu. dengan perkembangan cara berfikir kita saat ini, kita mungkin mencibir terhadap masa lalu kita. tapi sebenarnya masa lalu kita adalah kristal-kristal kecil yang telah membantu perkembangan kita sat ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:43 pm
@fadly muin, itulah Mas. Hanya Allah yg tau apa yg akan terjadi ke depannya.
Kadang kita ngerasanya kok ‘begini’. Padahal ketika sudah berlalu sekian waktu baru bisa bilang, ‘Alhamdulillah, ternyata ini toh maksudnya kejadian yg dulu itu.’
balas komentar
fadly muin Reply:
December 31st, 2009 at 11:55 pm
@arief maulana, bener mas
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:47 pm
@prasetyo, wah padahal komentar2 disini bikin saya semangat loh. Saya masih tunggu neeh pembaca lain seperti Mas Prasetyo untuk komentar di setiap artikel saya.
balas komentar
Benar sekali mas arief kita nggak boleh menyesali perjalanan hidup yang sudah Tuhan takdirkan buat kita semua.Takdir itu bisa diubah kalau kita mau bekerja keras dan ada kemauan untuk maju mengejar cita-cita yang diimpikan selama ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 5:55 pm
@Cara Cari Duit, ehm… Saya jadi inget pesan orang bijak : cara terbaik meramal masa depan adalah dgn perbuatan kita saat ini.
balas komentar
setidaknya ada dua mantan MLMer yang akhirnya sukses dibidangnya masing-masing.
Yang satu, teman satu komunitas, sekarang sukses dengan beberapa bisnisnya. Bisnis komputer, tas dan butik
Yang satunya lagi, teman blogger, sudah semakin sukses menjadi seorang internet marketer. Mau tahu siapa orangnnya, ya mas arif ini
Jangan pernah menyesali apa yang sudah kita lewati. Karena semuanya pasti ada hikmahnya.
Menyikapi kejadian di masa lalu, memaknai hikmah disetiap kejadian, akan membentuk seperti apa kita sekarang.
sikapi hari ini dan maknai setiap kejadian yang akan terjadi, maka akan membentuk seperi apa kita di masa depan
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
NB : Ikuti Kontes Akhir Tahun Cafe Bisnis
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 6:31 pm
@online-business-story.com, trims Mas Octa atas supportnya juga tambahannya dalam komentar ini.
balas komentar
Adik-adik, itu baru sepenggal kecil kehidupan. Jangan terburu2 menyimpulkan. Just jalani saja segala sesuatu dgn semaksimal kemampuan. Berhasil atau gagal hanyalah konsekuensi dari upaya. Kalaupun ada yg mesti disesali dlm hidup ini, itu adalah bila anda melakukan sesuatu tanpa keseriusan. Karena anda tak pernah tahu hasilnya bila seandainya serius dilakukan.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 6:32 pm
@Suarakelana, betul Pak. Perjalanan saya rasanya masih panjang. Mesti banyak belajar dari bapak juga.
balas komentar
Selamat tahun baru 2010 yach…,
semoga anda akan mendapatkan banyak rejeki dan sukses selalu. Salam sukses ber-bisnis internet dari Blog Buat Bisnis. Segera mantapkan langkah anda di tahun baru ini dan songsonglah masa depan yang lebih baik, anda pasti bisa..!!
Yuk mampir ke blog saya untuk mendapatkan kenang-kenangan akhir tahun.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 6:34 pm
@Blog Buat Bisnis, amin… Sama2 sukses lah di tahun berikutnya.
balas komentar
membentuk sejarah pada diri sendiri memang sangat berat sekali… karena nantinya harus bisa berguna buat yang lainnya…
berikan kenyamanan diri saat pembuktian tujuan menjadi kenyataan… (tengs mas arief)
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 6:39 pm
@dadang firdaos, yaps. Masih jadi dream saya untuk menorehkan sejarah yg baik untuk anak cucu kelak.
balas komentar
kalau berhenti kan gak bisa cerita ke anak-anak nantinya.
masa nanti kalau gede ceritanya cuman nonton tv, sinetron ama realiti show ajah, gak ada yang bisa dibanggakan ke generasi penerus.
balas komentar
arief maulana Reply:
December 31st, 2009 at 7:05 pm
@dreamfrog, nanti cerita saya : be top guest speaker IM / motivator trainer…
balas komentar
Maafkan…Lama ngilang…InsyaAllah mau aktif lagi nih…
balas komentar
arief maulana Reply:
January 1st, 2010 at 4:33 am
@Does Ichtiah CP, sip dah…
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
January 1st, 2010 at 4:34 am
@ALHIJR ADWITIYA, otreee…
balas komentar
Halo..mas Arief


kalo sy baca artikelnya mas,yg dilakukan mas Arief adalah ganti haluan dari network marketing ke Internet business,dan itu adalah pilihan.
Apa tidak lebih baik kalau dua-duanya dijalankan mas/Bahkan tiga2nya kalau ada yg satunya lagi(konvensional),toh semuanya bisa dijalankan,tergantung memanage waktu kita.
Sy pernah baca buku (lupa judulnya),bahwa rata2 manusia menggunakan energinya dalam satu hari hanya 8% saja,nah berarti sebetulnya masih banyak yg belum digunakan potensi kita.Tapi semuanya ya tergantung visi masing2 kita ,kedepan pengen meraih apa,pengen punya apa,nah IMPIAN kita itulah yang menggerakkan pikiran dan tindakkan kita
balas komentar
arief maulana Reply:
January 1st, 2010 at 4:39 am
@Adif, pesen mentor saya dulu 1. Sebelum 1 bisnis yang ditekuni sukses dan bisa kita tinggalkan (sistem berjalan, tanpa campur tangan kita), fokus aja.
Rata-rata yang menjalankan sekaligus ngga akan pernah maksimal.
Seperti memainkan permainan putar piring mas. Putar dulu 1 piring hingga stabil.
Kalau sudah stabil, lanjut putar piring kedua. Sesekali cek piring pertama tadi untuk menjaga kestabilan putaran sambil mempertahankan putaran piring kedua.
Kalau kedua piring sudah stabil, lanjutkan piring ke-3. Itu caranya yang pernah diajarkan kepada saya.
Intinya, sukseskan dan bentuk sistem di salah satu bisnis. Kalau udah oke, silahkan buka bisnis yang lain.
Salam.
balas komentar
Met tahun baru mas Arief.
Semoga apa yang kita inginkan dan menjadi keputusan pindahnya haluan bisnis di 2010 bisa terwujud.
Dengan tidak menyesali apa yg tlah trjadi di 2009 lalu, walau kemrosotan bisnis yg amat tajam.
Ibarat roda berputar, tidak selamanya kita di atas.
Pasti Tuhan punya rencana lain untuk kita di 2010.
Ini yang lagi saya cari dibalik kemrosotan bisnis tahun lalu.
Maaf mas, koq malah curqat.
Terimakasih
Sukses Selalu
balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 6:00 am
@Udin Hamd, gpp mas. Kemerosotan bisnis mas, mungkin krn roda bisnis masih di bawah.
Siapa tahu dgn tetap memutar ‘roda’ tahun 2010 bisnis mas berputar ke atas.
balas komentar
Betul mas,ga pernah maksimal hasilnya,sy setuju.
Ga usah adu argumen di sini ya mas,mendingan kita saling mengisi,tukar pikiran,tukar pengalaman.
balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 6:08 am
@Adif, oh ga, saya hanya mengutarakan dasar pemikiran saja. Bebas berpendapat kok. Ngga akan saya bredel,
balas komentar
akhir.y saya bisa blogwalking d blog mas arief..
Jangan Menyesali Perjalanan Hidup Anda tema yang sangat mengena mas bagi saya karena hidup terus berjalan maka jangan di sesali tapi di buat sebagai pelajaran
balas komentar
se7 mas arief (setujunya lebih dari satu, he..he..), masa lalu adalah pengalaman yang tak ternilai harganya, orang bisa saja mencibir keputusan yang kita ambil… tapi, kita tak akan pernah merasakan pahit manisnya sesuatu kalau tidak merasakannya sendiri. dalam network marketing, internet marketing, atau kerjaan apa pun yang dinilai kan usahanya, semua usaha itu (asal usaha yang halal) sama-sama mulia dibandingkan ngga usaha sama sekali. saya salut sama ortu mas arief yang memberikan kesempatan pada anaknya untuk merasakan pengalamannya “keluar dari zona nyaman”, salam ya buat ibu dan bapak…

balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 7:41 am
@budhi, tul Bu. Saya jg bersyukur, meskipun di Bali dulu sempat berlebih tapi mereka mengajarkan kesederhanaan dan kerja keras.
Termasuk ketika ekonomi keluarga sempat minus, hingga terpaksa jualan kue ke pasar.
Prinsip mereka kalau anak udah biasa keluar dari zona nyaman, di kehidupan yg keras Insya Allah bisa survive.
balas komentar
Siapa yang menanam, dia akan menuai.
balas komentar
well,well,well memang demikian cak arif hidup dan penghidupan tak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari, hy saja bahwasanya adanya masa depan setelah adanya masa lalu hidup tidak boleh menyesal klo kejadian itu hanya berimbas sampai kita hidup saja, dan kita harus menyesal kalo itu berimplikasi nanti di alam kubur dan selanjutnya. sukses mas arif saya ikut sumbang doa buat mas arif semakin berkah dan semakin dekat dengan Allah SWT dengan mengerjakan perintahNya dengan cara Rasulullah seperti para sahabat. Amin
balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 7:43 am
@wisnu, terima kasih doanya Pak. Saya aminkan juga…
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 7:55 am
@lianawati natawijaya, sngaja cari emotion yg lucu Bu, biar komentnya ga tulisan melulu…
balas komentar
Cerita yang Mas Arif ceritakan diatas,persis sama dengan yang saya alami dan rasakan juga. Saya juga tidak pernah menyesali kenapa dulu harus terjun ke dunia MLM, saya justru merasa banyak manfaat yang saya peroleh dari MLM. Namun bedanya saya baru memulai bisnis online sebulan ini, dan belum merasakan sukses di bisnis online seperti mas Arif. Mudah-mudahan saja ya kesuksesan juga bisa saya raih..
balas komentar
arief maulana Reply:
January 2nd, 2010 at 8:00 am
@MuchlisMarshal.com, ya dijalani dgn sabar saja Pak. Seiring berjalannya waktu, kalau usaha dgn sungguh2 pasti bisa.
balas komentar
penyesalan ngak akan menyelesaikan masalah.selamat tahun baru aja.salam kenal.
balas komentar
impian tetep, rel na yg beda!!!
okelah kalo begitu
balas komentar
kalo saya mah ga pernah terjun ke MLM, jadi bener2 buta soal bisnis hehehe…untung punya rekan yang mau share seperti mas arief…Sangat membantu saya ^_^
balas komentar
arief maulana Reply:
January 14th, 2010 at 3:17 am
Intinya, apapun masa lalu kita show must go on!
balas komentar
balas komentar