Oleh : Arief Maulana

Beberapa waktu lalu saya dan ayah pergi ke toko optik. Seperti biasa, kalau ngga ganti lensa karena udah ngga cocok ya memperbaiki frame kacamata yang bermasalah entah itu murnya hilang, benang penahan lensa yang putus atau bantalan penyangga kacamata di hidung yang hilang.

Ehm, sudah sejak beberapa bulan yang lalu saya berpindah toko optik. Sebelumnya saya biasa ke toko optik S****** (sensor, khawatir kena kasus Prita Mulyasari). Udah langganan sejak pertama saya pake kacamata dulu (SMA Kelas 1). Waktu itu, optik tersebut bagus pelayanannya. Ramah, suka kasih diskon, free service, dll.

Lain dulu lain sekarang. Setelah sekian lama mereka tahu bahwa saya dan keluarga adalah pelanggan loyal dan royal yang kadang bisa ngabisin 700ribu hanya untuk frame kacamata doang (terpaksa, coz yang ukuran gede dan muat di kepala saya ngga ada yang murah), mulai deh aneh-aneh.

Setiap beli frame disitu ada aja masalahnya. Mulai dari frame yang gampang patah, murnya lepasan dll. Kalau ngadu disana ujung-ujungnya malah diupsale biar beli frame baru. Bukan 1 atau 2 kejadian tapi sering. Akhirnya karena udah bener-bener muak kita pindah ke toko optik lain.  

Well, tempatnya lebih bagus, nyaman, dan mbak-mbaknya itu loh kalau ngelayani keliatan tulus. Senyum apa adanya, bukan senyum mekanis yang terkesan dipaksain seperti di minimarket frenchise berbau mart. Dan sejak terakhir beli frame yang mahal toko optik baru itu, ngga pernah ada masalah. Cuma lensa kacamata yang cuil itu kan memang kesalahan saya sendiri, jatuh waktu masuk-masuk di tanki kapal.

Lihat ya, efeknya gede banget loh. Hanya karena main-main sama pelanggan loyal untuk dapet keuntungan lebih eh yang didapet malah kehilangan omzet. Dan saya lihat, pelanggan lain juga pada beralih ke toko optik yang saya kunjungi sekarang.

Nah, rekan-rekan yang sekarang lagi terjun di dunia bisnis, entah bisnis internet atau bisnis apapun, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Slogan, ‘customer is king’ itu masih berlaku (pokok ngga ngelanggar TOS). Apalagi kalau customernya adalah tipikal yang loyal (langganan terus) dan royal (ngga tanggung-tanggung kalau shopping). Itu mesti dijaga dan dipelihara betul. Kenapa? Karena mendapatkan customer baru yang model begituan jauh lebih sulit daripada mempertahankan yang lama. Apalagi di bisnis internet, susahnya bukan main.

Maka dari itu kita kudu selalu meningkatkan kualitas layanan, seperti yang pernah ditulis mas Tri Wahyudi di blognya soal efek kualitas dan layanan  terhadap bisnis. Kalau kita main-main soal kualitas dan layanan ini, tinggal ditunggu aja deh bisnis kita ditinggal sama pelanggan yang loyal dan royal. Kalau yang loyal dan royal aja udah males, apalagi pelanggan yang sifatnya beli trus ngacir.

Bahkan saya pernah membaca di sebuah buku soal tips marketing, kita perlu membangun komunitas customer ini. Berikan mereka hal-hal yang lebih dan bermanfaat, misalnya informasi yang bermanfaat, tips-tips, dll yang berhubungan dengan bisnis kita. Dan ini sudah dilakukan oleh banyak pebisnis internet sukses. Cosa Aranda dengan komunitas Panduan Dasarnya, Dini Shanti dengan komunitas d’BC Onlinenya, Lutvi Avandi dengan komunitas Café Bisnisnya, Joko Susilo lewat blognya untuk komunitas formula bisnis dan rahasia blogging, dll. Ini persis seperti yang pernah ditulis Mas Cosa Aranda soal List Building vs Community Building di website Panduan Dasarnya.

Nah itu kalau di posisi penjual atau penyedia jasa. Gimana kalau model affiliate kaya saya atau temen-temen laen yang berkecimpung di dunia yang sama. Bisa. Gunakan saja strategi list building dan community building. Gunakan autoresponder untuk mempermudah urusan ini.

Silahkan baca artikelnya Mas Cosa biar paham. Dan rekan-rekan akan mengerti kenapa meskipun topik utama di blog ini adalah seputar motivasi, pengembangan diri, dan bisnis (secara umum), tapi kok untuk list building saya malah kasih ebook “The Simple Internet Selling”.

Intinya, jaga baik-baik customer Anda. Jangan pernah main-main dengan mereka. Selalu berikan service terbaik seperti Mashengky yang memberikan service cepat dan profesional di bisnis VCC nya.

Salam Sukses,

arief maulana
space

Jangan Main-Main Dengan Pelanggan Anda!
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

121 thoughts on “Jangan Main-Main Dengan Pelanggan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,560 bad guys.