Jangan Main-Main Dengan Pelanggan Anda!

Oleh : Arief Maulana

Beberapa waktu lalu saya dan ayah pergi ke toko optik. Seperti biasa, kalau ngga ganti lensa karena udah ngga cocok ya memperbaiki frame kacamata yang bermasalah entah itu murnya hilang, benang penahan lensa yang putus atau bantalan penyangga kacamata di hidung yang hilang.

Ehm, sudah sejak beberapa bulan yang lalu saya berpindah toko optik. Sebelumnya saya biasa ke toko optik S****** (sensor, khawatir kena kasus Prita Mulyasari). Udah langganan sejak pertama saya pake kacamata dulu (SMA Kelas 1). Waktu itu, optik tersebut bagus pelayanannya. Ramah, suka kasih diskon, free service, dll.

Lain dulu lain sekarang. Setelah sekian lama mereka tahu bahwa saya dan keluarga adalah pelanggan loyal dan royal yang kadang bisa ngabisin 700ribu hanya untuk frame kacamata doang (terpaksa, coz yang ukuran gede dan muat di kepala saya ngga ada yang murah), mulai deh aneh-aneh.

Setiap beli frame disitu ada aja masalahnya. Mulai dari frame yang gampang patah, murnya lepasan dll. Kalau ngadu disana ujung-ujungnya malah diupsale biar beli frame baru. Bukan 1 atau 2 kejadian tapi sering. Akhirnya karena udah bener-bener muak kita pindah ke toko optik lain.  

Well, tempatnya lebih bagus, nyaman, dan mbak-mbaknya itu loh kalau ngelayani keliatan tulus. Senyum apa adanya, bukan senyum mekanis yang terkesan dipaksain seperti di minimarket frenchise berbau mart. Dan sejak terakhir beli frame yang mahal toko optik baru itu, ngga pernah ada masalah. Cuma lensa kacamata yang cuil itu kan memang kesalahan saya sendiri, jatuh waktu masuk-masuk di tanki kapal.

Lihat ya, efeknya gede banget loh. Hanya karena main-main sama pelanggan loyal untuk dapet keuntungan lebih eh yang didapet malah kehilangan omzet. Dan saya lihat, pelanggan lain juga pada beralih ke toko optik yang saya kunjungi sekarang.

Nah, rekan-rekan yang sekarang lagi terjun di dunia bisnis, entah bisnis internet atau bisnis apapun, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Slogan, ‘customer is king’ itu masih berlaku (pokok ngga ngelanggar TOS). Apalagi kalau customernya adalah tipikal yang loyal (langganan terus) dan royal (ngga tanggung-tanggung kalau shopping). Itu mesti dijaga dan dipelihara betul. Kenapa? Karena mendapatkan customer baru yang model begituan jauh lebih sulit daripada mempertahankan yang lama. Apalagi di bisnis internet, susahnya bukan main.

Maka dari itu kita kudu selalu meningkatkan kualitas layanan, seperti yang pernah ditulis mas Tri Wahyudi di blognya soal efek kualitas dan layanan  terhadap bisnis. Kalau kita main-main soal kualitas dan layanan ini, tinggal ditunggu aja deh bisnis kita ditinggal sama pelanggan yang loyal dan royal. Kalau yang loyal dan royal aja udah males, apalagi pelanggan yang sifatnya beli trus ngacir.

Bahkan saya pernah membaca di sebuah buku soal tips marketing, kita perlu membangun komunitas customer ini. Berikan mereka hal-hal yang lebih dan bermanfaat, misalnya informasi yang bermanfaat, tips-tips, dll yang berhubungan dengan bisnis kita. Dan ini sudah dilakukan oleh banyak pebisnis internet sukses. Cosa Aranda dengan komunitas Panduan Dasarnya, Dini Shanti dengan komunitas d’BC Onlinenya, Lutvi Avandi dengan komunitas Café Bisnisnya, Joko Susilo lewat blognya untuk komunitas formula bisnis dan rahasia blogging, dll. Ini persis seperti yang pernah ditulis Mas Cosa Aranda soal List Building vs Community Building di website Panduan Dasarnya.

Nah itu kalau di posisi penjual atau penyedia jasa. Gimana kalau model affiliate kaya saya atau temen-temen laen yang berkecimpung di dunia yang sama. Bisa. Gunakan saja strategi list building dan community building. Gunakan autoresponder untuk mempermudah urusan ini.

Silahkan baca artikelnya Mas Cosa biar paham. Dan rekan-rekan akan mengerti kenapa meskipun topik utama di blog ini adalah seputar motivasi, pengembangan diri, dan bisnis (secara umum), tapi kok untuk list building saya malah kasih ebook “The Simple Internet Selling”.

Intinya, jaga baik-baik customer Anda. Jangan pernah main-main dengan mereka. Selalu berikan service terbaik seperti Mashengky yang memberikan service cepat dan profesional di bisnis VCC nya.

Salam Sukses,

arief maulana
space

121 Responses to Jangan Main-Main Dengan Pelanggan Anda!

  • pertamax masih mahal ya gan?? :nangis:

    arief maulana Reply:

    @Mashengky, dapet ae pertamax. Artikel ini dah sy buat 4 hr yg lalu. Wkt itu ad yg tanya lo mas. Kapan next artikel publish.

    Sy jwb tgl hr rabu jam 6. Katanya dia mo pertamax. Ternyata tetep ae keduluan MH, :ngakak:

    muhamad arifin Reply:

    @arief maulana, wah bukan aku kan? :uhuk: kan kmren nanyain heeee, tapi kok telat y..byasanya ada email lansung ke TKP heee jah cuman dapat solar.., tapi emang artikelnya makyus..bner banget harus di jaga, meski ada pengorbanan lebih di situ

    arief maulana Reply:

    @ipin van java, keknya situ deh yg tanya2 waktu itu. :ngakak: :hehe:

  • curiga neh, kenapa nama saya paling bawah ya? wkwkwkwk..:hihi:

    arief maulana Reply:

    @MH, curiga gmn mas? Tolong dijelasken… :ngakak:

    fadly muin Reply:

    @mashengky.com, kadang di atas, kadang di wabah mas, supaya lebih harmonis:ngakak::ngakak:

    arief maulana Reply:

    @fadly muin, mungkin laen waktu saya taruh di tengah mas, biar ngerasain di berbegai posisi :ngakak:

  • fadly muin says:

    minggu ini artikel sepertinya full business nih..

    pokoke pintar2 deh membaca situasi. memperlakukan pelanggan dengan sebaik-baiknya adalah suatu keharusan untuk mendukung perkembangan bisnis kita..

    arief maulana Reply:

    @fadly muin, berikutnya tentang motivasi mas. Mau nulis ini Mas Fadly? :uhuk:

    fadly muin Reply:

    @arief maulana, sudah terbit tuh mas, bahkan sudah ketutup lagi sama artikel baru:sip:

    arief maulana Reply:

    @fadly muin, oh iya saya udah baca kok. Maksud saya nulis di blog ini mas. Seperti Bunda. :hehe:

  • syukur alhamdullilah..ga pernah macem-macem’in costomer..

    arief maulana Reply:

    @wawan, makanya lareeesss bisnis komputernya. Bukan begitu mas wawan?

  • rudy azhar says:

    pelanggan adalah prioritas utama dalam berbisnis, tanpa pelanggan saya kira bisnis kita tidak berjalan dengan baik. thanks infonya Mas.

    arief maulana Reply:

    @Rudy Azhar, yup. Kalo ngga ada pelanggan, ya ngga ada yg beli produk kita. :sip:

  • Suarakelana says:

    Makasih pencerahannya mas. Mengelola pelanggan di dunia maya merupakan hal baru buat saya. Pantas berkomen di blog ini terasa lain.

    arief maulana Reply:

    @suara kelana, sama-sama. Saya juga belajar pengelolaan customer di bisnis internet dari temen2 senior.

    Sama-sama belajar Pak. Hanya saja mungkin saya mengetahuinya lebih dulu.

  • MasterClickCom says:

    Buat customer loyal jgn coba-coba. :nangis:

    arief maulana Reply:

    @MasterClickCom, jangan coba2 apa mas. Saya customer loyal lho… hahaha… :merokok:

  • lianawati natawijaya says:

    SAYA KAGUM DG MAS ARIEF YANG SABAR MEMBANTU SAYA KALAU LAGI ADA PERTANYAAN2 SAYA INI PATUT DIANCUNI JEMPOL SAYA RASAKAN KEPEDULIAN MAS JUAG SALUT UNTUK MAS HENGKY YANG SUDAH BANTU VERIFIKASI VCC SAMAPI TUNTAS

    arief maulana Reply:

    @Lianawati, terima kasih banyak Bu. :nyembah:

  • Triagung.com says:

    insya Allah mas arief sudah melakukan apa yang di tulis, saya sendiri sampe di telp, waktu id saya blom aktif juga, salut..

    arief maulana Reply:

    @Tri Agung, wah masih inget mas? Saya udah lupa. I just try to give the best. Syukur deh kalau dinilai sudah baik.

    Triagung.com Reply:

    @arief maulana, iya dong mas masih ingat, suaranya kan ciri khas jowo pisan heheh

    arief maulana Reply:

    @tri agung, hahaha… Jowo gimana mas? Padahal udah pake gaya cso :ngakak: :ngakak: :ngakak:

    Triagung.com Reply:

    @arief maulana, logat jawanya itu lho mas heheh but tetap profesional:sip:

    arief maulana Reply:

    @Triagung.com, wah udh berubah brarti. Beberapa thn sblmnya malah logat bali lho mas. :ngakak:

  • turisuna says:

    Kok optiknya lucu ya, biasanya pelanggan loyal kan selalu diistimewakan,la kok ini malah dikerjain :nantanggue:

    arief maulana Reply:

    @Trisuna, ngga tahu juga tuh. Mungkin biar saya sering beli disana kali.

    Padahal ketika mereka seperti itu, mereka kehilangan tidak hanya saya sbg pelanggan. Tapi calon2 pelanggan yg meminta rekomendasi kita.

  • Bisnis Tiket Pesawat Review says:

    Memang gak salah klw ada istilah “Pelanggan adalah Raja”

    arief maulana Reply:

    @lukman, pokok selama pelanggan ngga ngelanggar TOS, give the best service…

  • Ajang says:

    Seorang penjual, baik itu jual jasa, barang atau jual omongan, harus mengerti apa yang diamuin si pembeli/pelanggan, selama si pelanggan ga aneh aneh, dan tidak merugikan kita, ya kita layani, karena dari merekalah promosi yang ampuh dan murah

    arief maulana Reply:

    @ajang, bener Pak. Jangan lupakan power of mouth marketing…

    Mbafi Reply:

    @arief maulana, MLM = mulut lewat mulut:hihi:

    arief maulana Reply:

    @Mbafi, yap. MLM banyak arti yah jadinya… tergantung yg mendefinisikan :hihi:

  • ismail says:

    dan mbak-mbaknya itu loh kalau ngelayani keliatan tulus. Senyum apa adanya, bukan senyum mekanis yang terkesan dipaksain:hehe:
    senyum gw juga tulus lho mas tiap baca artikel anda

    arief maulana Reply:

    @ismail, OH YA…? Thank you :nyembah: :nyembah: :hehe:

  • adityasejati says:

    artikel yang menarik,bermanfaat cukup sangat bagi saya yg jg bisnis offline, pekan ini saya hampir kehilangan kepercayaan pelanggan. satu kesimpulannya, kepercayaan itu memang mahal mas.

    :sliweran:

    thx 4 sharing

    arief maulana Reply:

    @adityasejati, wow… kalau boleh tahu sharing dong, bisnis offlinenya apa. Barangkali kita-kita disini bisa sama-sama belajar.:sip:

    adityasejati Reply:

    @arief maulana, saya membuka usaha jasa desain grafis & printing mas, slain itu juga jadi guru di sekolah (hehe.. ini mah bisnis akhirat, amin)

    :hehe::koprol::hehe:

  • dreamfrog says:

    sekali gayuh dua tiga pulau terlampaui
    artikel yang mantab
    link affiliasinya banyak amat ya mash, hari ini tampak beda :D

    arief maulana Reply:

    @dreamfrog, inilah yg dinamakan the art of writing and silent marketing. Kalau ngga biasa sulit loh memadukan seperti itu.

    Syukur saya bisa belajar ini dari Mas Jonru. Walau produk panduan menulisnya ga ada yg diresellerkan, tapi saya rekomendasikan betul.

    Btw, beda apanya neeh….?

  • tetenw(blog sehat) says:

    Betul bila customer kecewa, lamat bisnis kita tutup … itu yang saya alami di bisnis off-line saya … tapi kita hrs terus memperbaikinya …

    artikel yang membangun:sip:

    arief maulana Reply:

    @tetenw(blog sehat), wah udah pengalaman neeh. Kalau udah pernah tutup, tentu next business sukses besar. Amin…

  • Artikelnya bagus untuk bahan renungan saya. Terima kasih

    arief maulana Reply:

    @Ejakulasi Dini, sama-sama

  • Wahh…kisahnya persis banget dengan yang saya alami saat ini.
    Sudah lebih sebulan jahitan gak beres2. Janji hari senin selesai, eh suruh sabar sampai hari jumat. Hari jumat didatangi suruh nunggu lagi hari senin…dst..
    Dalam hati sampai bersumpah seumur hidup gak bakalan lagi menginjak halamannya. Najis..:ngacir::waaa:

    arief maulana Reply:

    @Umar Puja Kesuma, wah nyesel dah tuh tukang jahit lama-lama. Dimulai dari 1 pelanggan merembet ke pelanggan lainnya.

    Btw, sibuk sekali ya mas Umar. Blognya jarang diupdate saya liat.

  • budhi says:

    “best service” untuk pelanggan loyal dan royal, kalau untuk pelanggan loyal yang rewel plus ngirit gimana, mas..?:hihi:

    arief maulana Reply:

    @ibu budhi, tetep berikan yg terbaik bu, selama pelanggan ngga melanggar ketentuan alias TOS.

    Mungkin dia ngirit. Tapi kita ga pernah tahu bisa saja dia punya temen yg loyal dan royal. Dengan memberikan yg terbaik, suatu saat ada yg minta referensi ke dia udah bisa dipastiin bisnis kita yang akan direferensikan.

    Memang hasilnya ga bisa instan. Tapi secara jangka panjang beginilah proses pembangunan kredibilitas dilakukan.

  • noto says:

    Betul mas, kita mesti memberi palayan yg sebaik2nya. Mencari pelanggan susahnya minta ampun. Kalau udah dapet mesti di service yg sebaik2nya. Betul kan mas?

    arief maulana Reply:

    @noto, yoa. :sip: :sip: :sip:

  • zona bisnis says:

    pelayanan terhadap pelanggan memang perlu di unggulkan mas. Kalau pelayanan memble pasti orang akan kabur, mereka tidak akan loyal. Pendapatan mungkin akan besar diawal, tetapi akan menciut untuk kedepannya bila tidak disertai pelayanan yang bagus

    arief maulana Reply:

    @zona bisnis, yap. Ini sama saja dengan strategi untuk bisnis jangka panjang.

    Sebagaimana halnya para market leader di tiap-tiap produk, tentu memerlukan proses dan perjalanan yang panjang untuk meraih kepercayaan pelanggan lewat pelayanan dan kualitas produk yang baik.

  • AlHIJR ADWITIYA says:

    :sip: GIVE THE EXCELENT SERvICE…kta REZA m SYARIEF

    arief maulana Reply:

    @AlHIJR ADWITIYA, reza m. syarief tuh siapa yah. Kayanya saya pernah denger.

  • Dimas says:

    well…
    pelanggan tuh mesti diperhatikan kalo ga mau kehilangan potensial.
    stuju ama mas Arief
    :sip:

    arief maulana Reply:

    @Dimas, betul mas. Ada 2 potensi yg bisa kita lepas :
    - kehilangan pelanggan itu sendiri
    - kehilangan calon pelanggan lain yg mungkin datang dari hasil rekomendasi pelanggan lama

    Dimas Reply:

    wauw…
    pengaruh pelanggan lebih kuat neh.
    :grogi:

  • memang bisnis membuktikan bawha pelanggan adalah raja :sip: dah boz

    arief maulana Reply:

    @download software pc, dan raja juga harus bijaksana loh. Setidaknya itu kata teman saya.

    download software pc Reply:

    @arief maulana, :sip: dah gan…
    memang pelanggan bnyk mau.y :ngakak:

    arief maulana Reply:

    @download software pc, kalo banyak maunya tapi mudah grojok berjute2 beli produk kita sih gpp :ngakak: :ngakak:

    download software pc Reply:

    @arief maulana, waduh tuh mah bisa d bilang ngerampok mas :hihi:

  • wellsen says:

    Wah..kebangetan tuh.. Sebagai langganan harusnya mendapat perlakuan istimewa, yang ini malah ‘diperas’ ….
    Saya setuju bahwa layanan konsumen itu sangat penting…Dengan efek ‘word of mouth’ , kabar kejelekan kita bisa menyebar 2 x lebih cepat dari virus flu.. hahaha

    P.S:
    kalo kena kasus kayak Prita, ntar saya ikut nyumbang koin, mas :sikut:

    arief maulana Reply:

    @wellsen, yah. Hati2 dgn power of mouth. Bagai pisau bermata 2. Kebaikan dan keburukan sama-sama cepat menyebarnya.

    Dimas Reply:

    @wellsen, well…
    jaman sekarang ini dah ada toko yang berani peras pelanggan.
    penyebab persaingan tidak sehat tuh…

    arief maulana Reply:

    @Dimas, itu akan terjadi kalau sistem perdagangannya monopoli.

    Kalo ga monopoli, balik lagi kudu kasih yg terbaik lah.

  • pasutrisatu says:

    wah!makasih kunjungannya kemarin mas, inputnya dah langsung di follow up (ini termasuk nyenengin calon pelanggan (pengunjung) blog ga ya mas..?..):sip:

    arief maulana Reply:

    @pasutrisatu, oh ya. Itu adalah upaya membuat pengunjung betah. Kalau udah betah mereka loyal datang ke blog kita. Bukan begitu? :hehe:

  • andrik sugianto says:

    Kalau didunia maya berhubung q blm punya konsumen jadi blm bisa praktekkan, tapi offline nya udah koq. Nah menurut saya kalo kita bisa menjaga kepuasan konsumen itu adalah sumber promosi yang mujarab, bukankah strategi getok tular atau bahasa bulenya viral marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang paling ampuh? tul gak mas arief?

    arief maulana Reply:

    @andrik sugianto, yap. Modern marketing = mouth to mouth marketing. Karena kepercayaan ada di strategi marketing tersebut. Asyiknya lagi, pelanggan melakukannya dengan cuma-cuma.

    Dan itu terjadi kalau kita mampu memberikan pelayanan yang memuaskan.

  • ipul says:

    bagian tersulit menjadi penyedia jasa adalah , bagian dimana custumer sudah mulai bertingkan . tapi apapun itu pembeli adalah raja ….susah ya….:puyeng::sip:

    arief maulana Reply:

    @ipul, sikapi dengan profesional aja mas. Kalau udah melanggar TOS yang kita buat, ya udah jangan terlalu diturutin.

    Speerti kata teman saya, pelanggan adalah raja. Namun, raja tentu harus bijaksana bukan? :no:

  • kalo jadi pelanggan saya, harus babak belur dulu dimarahin sm saya hehehe…
    :mimisan::nyerah::grogi::setan:

    download software pc Reply:

    @mashengky.com, yoi saya sampe ketakutan sama MH ini :hiks::hihi:

    BenyAditya.com Reply:

    @mashengky.com, :ngakak:

    Tapi kalo Mas Hengky ini kan gak mungkin marah kalo ga ada sebab..

    :yoyo:

    arief maulana Reply:

    @mashengky.com, ini kebalik pelanggannya yg kudu sabar :ngakak: :ngakak: :ngakak:

  • pelanggan saya malah yg mempermainkan saya…belum bayar udah kabur duluan :hiks:

    arief maulana Reply:

    @Exotic Travel, mungkin perlu pembenahan sistem Pak. Kalau bisa disharingkan mungkin lebih baik pak. Biar menjadi pelajaran utk kita semua.

  • ebook gratis says:

    betuk mas, kualitas pelayanan kita terhadap pelanggan adlah harga mati, karena tanpa pelayanan yang prima…ya pelanggan akan kabur ke lain hati…

    arief maulana Reply:

    @ebook gratis, pelanggan bisa main hati juga yah :hehe:

  • dafiDRiau says:

    Klo saya waktu jahit Baju Nikah juga gitu mas, ya udah pindah kelain penjahit aja walaupun hasilnya kurang bagus, tapi hati puas. Semoga pd bisnis kita ga ada Konsumen kita yang kaciwa.

    arief maulana Reply:

    @dafiDRiau, untuk memuaskan semua biasanya sulit mas. Karena kadang ada juga loh yg expektasinya ke produk kita berlebih. Itu sulitnya, tapi sebanding sama incomenya klo dah sukses.

  • Habib Yunus says:

    Bener tuh mas, karena yang menggaji karyawan sebenarnya bukan perusahaan melainkan pelanggan yang seperti mas sebutkan itu loyal dan royal.

    arief maulana Reply:

    @Habib Yunus, yap. Walaupun mencari yg loyal dan royal itu susah, mesti diperjuangkan.

  • Achmad Fauzi says:

    kita ini konsumen yang produsen ya … hidup konsumen !
    Tanpa konsumen, produsen hanya bisa gigit jari. Sperti RSOI yg mulai dijauhi konsumennya, gara2 dholim samu bu Prita.

    arief maulana Reply:

    @Achmad Fauzi, RSOI jadi takut sendiri. Mpe mau cabut tuntutan ke Prita. Tapi semua udah terlambat. Stigma negatif dah kadung nancep.

  • andriristiawan says:

    owgh begitu…
    mendapat pencerahan lagi :)
    konsumen adalah raja… RAJA!!!!!
    hohohoho sepertinya ini juga benar2 diterapin mas arief dalam bisnis internetnya :P:sip::sip::sip:

    arief maulana Reply:

    @andriristiawan, jelas Mas. Khususnya raja yg udah bayar, tau TOS, dan bijaksana.

  • Light says:

    Karena konsumen ingin di mengerti… :)

    Dimas Reply:

    @Light, karena konsumen ingin dimengerti…
    mirip ama iklan yang aku pernah lihat…
    :sip:
    pelanggan tentunya membutuhkan produk yang benar-benar bermanfaat dan berguna dibanding dipaksa beli tapi tidak digunakan.
    kata2 yang bagus.
    :sip:

    Light Reply:

    >Dimas,karena selama ini konsumen sudah jenuh dengan aneka penawaran bombastis tapi ternyata tidak sesuai dengan apa yang di tawarkan.. :)

    arief maulana Reply:

    @Dimas, itulah sebabnya saya memposisikan diri memberi pilihan. Bukan memaksakan mereka beli, tapi mencari dulu kebutuhannya apa.

    arief maulana Reply:

    @Light, kaya wanita ya, ingin dimengerti :ngakak:

    Light Reply:

    @arief maulana, Ya,meskipun kadang mereka hanya mau di mengerti tanpa pernah mau mengerti… :D

    Dimas Reply:

    @arief maulana, Pelanggan susah ditebak. Kita hanya berusaha memahami apa yang benar-benar diingin pelanggan, bukan asal paham ato angguk2 tetapi tidak paham.
    :baca:

  • d D4n says:

    ok sech mas arief….

    Pelanggan kyak gtu memang hrus dijga….

    he-he!!

  • Mas Arief kapan ya Tips mengamankan Link Affiliase/Reseller buat yang berbayar? Trims, ditunggu dalam kesempatan pertama.:sip::sip::sip:

    arief maulana Reply:

    @Web Hidup Mulia, nanti bu. Di buku premium saya, My Secret of Internet Selling

  • Sumber Insirasimu says:

    Mantapp Nih mas arief,,,,sepertinya saya juga pernah mengalami hal seperti itu..padahal cuma gara2 raut muka yang punya toko ga enak..jadi males lagi kesitu…Hmm..buat bahan renungan…

    Salam hangat Mas Arief,,

    arief maulana Reply:

    @Sumber Insirasimu, wah ini pelanggan sensi namanya. Tentu butuh perlakuan yg lebih halus dan baik. Tul ngga Gan?

  • online-business-story.com says:

    setuju mas…
    kalo mau main-main ditaman bermain aja :D , kalo di toko mesti kasih layanan terbaik dong.

    tapi kadang susah juga mas untuk mendidik karyawan untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggan.

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    arief maulana Reply:

    @online-business-story.com, mungkin bisa dimulai dari proses seleksi or recrutmen pak!

  • benar apa yang dikatakan mas arief maulana kalau mempertahankan itu hal yang paling sulit.Melalui itu semua setidaknya kita tahu bahwa kita tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun terhadap pelanggan kita.Bisa jadi malah kabur pelanggan kita.Akibatnya penghasilan yang didapatkan akan berkurang

    arief maulana Reply:

    @Cara Cari Duit, u got the point…

  • web design tutorial says:

    betul sekali mas, pelayanan nomor satu, produk nomor dua.

    arief maulana Reply:

    @web design tutorial, :sip:

  • tejo says:

    makash buat maas arif,salam hangat

    arief maulana Reply:

    @tejo, sama-sama. Salam hangat juga :sip:

  • Pingback: Ini Dia, Cocok Untuk Saya | Arief Maulana

  • les privat sd says:

    Saya sedang mempraktekkannya Gan
    Semoga bisa memuaskan pelanggan :sip:

    arief maulana Reply:

    @les privat sd, pasti bisa Gan :sip:

  • Pingback: Garansi Berapa Lama, Mbak? | Arief Maulana

  • Pingback: Market Insight : Satpam Galeri Indosat Sidoarjo | ARIEF MAULANA.com

  • Pingback: Tips Membangun Pelanggan Loyal | ARIEF MAULANA.com

  • Pingback: Hati-hati Diblacklist Pelanggan Anda | ARIEF MAULANA.com

  • Pingback: Mudah Karena Biasa dan Terasah | ARIEF MAULANA.com

  • aank says:

    saya sering to ggal dalam mengatasi pelanggan ada saran tidak

    arief maulana Reply:

    @Aank, tingkatkan kemampuan komunikasi dan approach ke pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 369,213 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip