Oleh : Arief Maulana

Peramal Masa Depan
Peramal Masa Depan

Seorang anak kecil dibawa oleh ibunya menghadap ke orang pintar yang pandai meramal nasib seseorang di masa mendatang. Sang ibu membawanya karena ingin tahu apakah nasib anak ini bagus, mengingat selama ini keluarga mereka hidup di bawah garis kemiskinan.

Peramal ini cukup hebat, hanya dengan data berupa hari, tanggal dan jam kelahiran dia bisa meramal dengan akurat. Penduduk setempat pun percaya pada ramalannya. Itulah mengapa sang ibu membawa anaknya untuk diramal.

Hasil ramalan keluar. Si anak divonis tidak sukses. Hidupnya akan susah dan miskin sebagaimana keluarganya kini. Sang ibu pun sedih. Nampaknya, garis kemiskinan belum akan putus dari keluarga mereka di generasi selanjutnya.

Puluhan tahun berlalu. Sang peramal pun keburu meninggal. Si anak sekarang hidup sejahtera berkelimpahan. Bahagia juga pastinya. Saya yakin Anda pasti kenal anak ini. Dialah, ANDRIE WONGSO. Salah satu motivator top Indonesia. Hidup untuk menyemangati mereka yang putus asa akan haknya untuk menjadi sukses. Motivator yang bahkan SD saja tidak tamat. “Success is my right!” slogan yang selalu didengungkannya. Anda perlu membaca buku biografinya, Andrie Wongso Sang Pembelajar.

Kisah nyata ini selalu saya pegang setiap kali mengusahakan sesuatu. Saya tidak pernah percaya ramalan. Apalagi di Al-Qur’an juga ada, “… Sesungguhnya kami tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubahnya sendiri…” (mohon dikoreksi kalau salah). Pun slogan “manjadda wa jada” selalu membara di dalam hati, “barang siapa bersungguh-sungguh akan berhasil.”

Tidak percaya dengan ramalan orang lain itu bagus. Kita perlu percaya diri. Akan tetapi, ternyata ada yang lebih parah dan sukar disembuhkan. Apa itu, KITA TIDAK BISA MERAMAL, TAPI SOK JADI PERAMAL MASA DEPAN. Kalau ramalannya positif sih ngga masalah, jadi termotivasi. Lha kebanyakan isinya negatif.

Sering ketika kita akan mengusahakan sesuatu, yang terbersit selalu “bagaimana kalau gagal?” Kenapa tidak coba dibalik, “bagaimana kalau sukses?”. Lagi pula Anda bukan peramal. Anda juga tidak tahu apakah bila mencoba sesuatu hal yang baru akan berhasil atau gagal. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukannya.

“Mas Arief, kalau saya menjalankan internet marketing apa saya akan berhasil?” | “Maaf, saya bukan peramal. Berhasil tidaknya semua tergantung Anda, bukan ramalan!”

Jangan berharap hidup Anda akan luar biasa, selama yang dilakukan masih biasa-biasa. Lakukan hal yang berbeda maka hasilnya pun akan berbeda. Coba deh beberapa langkah berikut :

#1 Mencoba Hal-hal Baru

Belum kenal internet marketing, ya dicoba saja. Kalau berhasil lumayan toh untuk menambah penghasilan. Toh internet marketing tidak membutuhkan modal besar. Saya pun di awal dulu asing sekali dengan internet marketing. Tapi sekarang, semua biasa. Malah ini mau mencoba hal baru, yaitu berinvestasi cerdas dengan emas.

#2 Sesuaikan Dengan Hobi

Seorang teman pernah menyarankan kepada saya, kalau hendak memulai sesuatu (bisnis) yang baru ada baiknya dimulai dari hobi. Ketika jalurnya sudah selaras dengan hobi, kita cenderung menyukainya dan siap melakukan apapun tanpa kenal lelah. Lha wong hobi kok, artinya berhubungan dengan apa yang kita senangi. Ini akan meminimalisir peluang gagal karena dari awal, Anda sudah bersemangat dengan apa yang disukai.

#3 Jangan Jadi PERAMAL!

Anda bukan Tuhan toh. Emang bisa tahu masa depan seperti apa? Ngga kan. Makanya itu, kalau memulai sesuatu yang baru jangan meramal dari awal. Nanti sukses atau gagal. Karena Anda tidak tahu bagaimana ujungnya nanti, maka lakukan saja. Yang penting bersungguh-sungguh, komitmen

#4 Menang Atau Belajar

Mungkin kita akan sukses, mungkin juga berujung pada kegagalan. Tidak ada yang tahu. Khrisnamurti pernah menuliskan sebuah kalimat dalam Bidadari Words : “Menang atau Belajar”. Kalau kita sukses, itu artinya kita menang. Kalau pun gagal, itu bukan kegagalan melainkan cara lain untuk kita belajar dan menemukan jalannya. Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah percobaan ke 1000. Apakah artinya dia gagal 1000 percobaan? Tidak. Beliau menemukan 1000 cara yang salah untuk membuat lampu. See? Win or learning!

“Success always follow anyone who consider failure as a lesson…” (Yunus Bani)

#5 Manjadda Wa Jada

Barang siapa bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Meski tidak tahu kedepannya seperti apa, Anda perlu menjalani setiap prosesnya dengan serius, penuh kesungguhan, dan keyakinan yang tinggi. Keraguan hanya akan memperbesar peluang Anda untuk menjadi gagal. Baca lagi tulisan saya, “Bagaimana Keyakinan Membawa Kesuksesan”.

Semoga bermanfaat. Ingat, jangan sok jadi peramal masa depan kalau tidak bisa meramal! Buang prasangka, lakukan yang terbaik dan pasrahkan hasilnya pada Tuhan.

“Cara terbaik meramal masa depan adalah dengan apa yang Anda lakukan saat ini. Selalu lakukan yang terbaik!” – Anonim

Jangan Jadi Peramal Kalau Tidak Bisa Meramal
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

42 thoughts on “Jangan Jadi Peramal Kalau Tidak Bisa Meramal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,416 bad guys.