Jadilah Pembawa Pesan Ketika Memasarkan Produk

Oleh : Arief Maulana

Pembawa Pesan

Pembawa Pesan

Seperti yang sudah saya beritahukan pada blog post terdahulu saat saya meliput event Indonesia Spectaculars 2012 di blog ini, maka sekarang saya mulai sharing nilai-nilai atau pelajaran apa saja yang sekiranya bisa dijadikan pelajaran.

“We are messenger, not a message” (Mr. Fernando Nani Rancel)

Pada saat kita memasarkan sebuah produk, apapun itu, ada baiknya memposisikan diri kita adalah sebagai pembawa pesan, bukan sebuah pesan. Maksudnya adalah ketika Anda sedang memasarkan sebuah produk, jangan bercerita tentang fitur.

Sebuah produk mungkin memiliki fitur-fitur canggih yang mendukung kehebatan produk tersebut. Tapi semua fitur itu hanyalah nomor dua. Tidak perlu detail disana. Justru yang ditonjolkan adalah nilai manfaat dari produk yang kita jual.

Seorang pembeli ketika memutuskan untuk membeli sebuah produk, dia akan melihat apakah ada nilai manfaat yang bisa didapatkan saat penjual menyampaikan presentasi ataupun sharingnya tentang produk tersebut. Bila tidak ada, seberapa ngotot Anda menjelaskan manfaat yang bisa diberikan oleh produk Anda tetap saja calon pembeli ini tidak akan jadi membeli. Secara logika ini tentu masuk akal. Buat apa kita membeli sesuatu yang tidak bisa memberikan manfaat.

Mas Octa, dalam sesi sharing selepas acara pun ikut menambahkan, “Peranan kita sebenarnya hanya sebatas pada pembawa pesan ataupun informasi yang bermanfaat dari produk yang kita jual. Sampaikan saja apa yang memang baik untuk disampaikan. Adapun urusan nanti calon pelanggan itu akan membeli atau tidak, itu sudah di luar ranah kekuasaan manusia. Itu adalah ranah Allah yang mengatur rezeki. Kalau memang rezeki kita, tidak akan lari kemana.”

Saya pikir itu ada benarnya. Jangan hanya sekedar saja dalam menyampaikan informasi yang baik, terutama yang berkenaan dengan produk yang kita pasarkan. Urusan calon pelangan nantinya memutuskan untuk membeli dan menjadi pelanggan kita, itu urusan nanti.

Nah, bagaimana caranya agar informasi yang kita berikan bisa maksimal. Well, salah satunya adalah dengan banyak membaca atau belajar hal-hal yang berkaitan dengan bidang produk yang kita pasarkan. Disini kita bisa memberikan edukasi positif kepada calon pelanggan maupun pelanggan kita agar ke depannya mereka mau menjadi pelanggan yang loyal dan terus melakukan repeat order (pemesanan kembali). Tidak hanya sekedar repeat order, melainkan repeat order melalui kita. Karena ada saja kasus pelanggan yang repeat order tapi tidak ke kita, melainkan ke orang lain yang juga menjual produk serupa atau sejenis.

Bisa jadi karena pelayanan kita yang kurang memuaskan, atau ada penjual lain yang mampu memberikan manfaat lebih kepada pelanggan tersebut. Salah satunya dengan memberikan edukasi berkelanjutan.

Menyampaikan pesan ketika menjual

Menyampaikan pesan ketika menjual

Kembali lagi ke soal membawa pesan informasi yang baik bagi semua orang, saya jadi ingat pengalaman kehilangan pelanggan. Entah kenapa tiba-tiba dia menghilang begitu saja. Padahal saya sudah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik dan follow up. Tapi kemudian team leader saya mengingatkan bahwa tidak ada yang sia-sia.

Saat kita menyampaikan informasi yang bermanfaat, maka itu tak ubahnya kita memberikan satu ilmu baru. Apalagi, bisnis yang saya jalankan erat hubungannya dengan proses membangun kualitas kesehatan yang lebih baik dan juga tentang gaya hidup sehat. Dengan berbagai referensi yang diambil dari buku-buku kesehatan.

Itulah salah satu dari tiga amalan yang kemungkinan tidak akan terputus, dimana salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat bila diamalkan. Mungkin pelanggan itu tidak membeli lagi melalui saya. Tapi bila kemudian dia melakukan perubahan dalam gaya hidupnya gara-gara apa yang saya sampaikan, bahkan dia sampaikan ke orang lain, maka disini pahala amal itu akan terus mengalir dan tidak terputus. Inilah yang namanya investasi akhirat.

Maka ketika menjual jangan hanya bercerita fitur dan fitur semata. Ceritakan bagaimana manfaat dari produk tersebut dan juga tambahan-tambahan wawasan yang terkait dengan produk tersebut. Ini akan membuka cakrawala wawasan calon pelanggan dan sekaligus menunjukkan kepada mereka bahwasanya kita memang expert di bidang tersebut.

Oleh karena itu, jangan malas-malas untuk selalu meningkatkan kapasitas diri. Baik itu dari segi wawasan, maupun dari segi soft skill seperti ilmu komunikasi. Semoga bermanfaat, nantikan kelanjutannya.

57 Responses to Jadilah Pembawa Pesan Ketika Memasarkan Produk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 400,898 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip