Investasi, Kunci Sukses Dunia Akhirat
Oleh : Arief Maulana
Masih dalam nuansa Bulan Suci Ramadhan, jadi artikelnya sedikit bernuansa spiritual. Yah, itung-itung siapa tahu bisa menambah iman kita biar ngga terjangkit kuman (kurang iman) yang efeknya bisa macam-macam hehehe…
Tentu kita sudah sering mendengar bahwa rahasia para orang sukses untuk menjadi ultrakaya adalah berada di kuadran investasi. Di kuadran investasi, kita mempekerjakan uang untuk bekerja keras dan mendapatkan lebih banyak lagi hasil / uang. Ujung-ujungnya makin besar investasi, makin besar hasilnya dan makin sukses kita di dunia.
Nah, ternyata konsep investasi ini tidak hanya untuk bisnis semata. Bahkan ibadah pun menggunakan konsep investasi juga, malah efeknya jauh lebih dahsyat yakni sukses di kehidupan nanti alias akhirat. Saya rasa hampir setiap agama memilik konsep serupa, yakni setelah kehidupan yang sekarang (dunia) akan ada kehidupan yang abadi nanti. Kehidupan yang sebenarnya, karena kita akan hidup dalam keabadian. Pilihannya hanya dua : senang / bahagia selamanya di surga atau sengsara selamanya di neraka.
Jika untuk kehidupan dunia saja kita mau bekerja keras untuk bahagia, kenapa tidak untuk kehidupan yang lebih kekal. Sayangnya untuk menikmati kebahagiaan yang kekal di akhirat nanti ada harga yang sangat mahal yang mesti kita bayar. Untuk itulah Allah menciptakan dunia ini sebagai sarana bagi kita mengumpulkan bekal demi membayar “tiket” kebahagiaan yang kekal tersebut.
Kesuksesan kita di dunia ini sebenarnya adalah salah satu sarana untuk mempermudah kita dalam mengumpulkan bekal yang cukup ketika nanti kita dipanggil menghadap Sang Kuasa. Namun, cukupkah waktu yang kita miliki? Coba saja tanya rekan-rekan yang sudah cukup berumur, kebanyakan rata-rata belum siap dan masih merasa kurang bekal untuk “membeli tiket” kebahagiaan yang abadi tersebut.
Untungnya Allah sudah memberikan petunjuk lewat baginda Rasulullah SAW bagaimana caranya berinvestasi untuk akhirat, yang akan terus mengalirkan pahala dan kebaikan untuk kita meskipun kita sudah meninggal. Apa saja?
space
SHODAQOH JARIYAH
Ibu selalu mengajarkan kepada saya bahwa harta kita yang sesungguhnya bukanlah yang kita miliki saat ini, melainkan yang kita keluarkan di jalan Allah. Ketika kita menyodaqohkan sebagian harta kita untuk hal-hal positif, maka itu akan menjadi investasi yang luar biasa.
Sebagai contoh : katakanlah Anda bershodaqoh untuk biaya pembangunan masjid / rumah ibadah. Maka, ketika masjid itu jadi dan terus digunakan oleh orang-orang untuk ibadah maka selama itulah pahala terus mengalir memenuhi bekal kita, sekalipun kita sudah meninggal.
Konsep ini hampir sama dengan ketika kita membeli sebuah saham. Maka selama perusahaan terus beroperasi dan menghasilkan profit, maka selama itulah kita akan mendapatkan pembagian keuntungan untuk para pemegang saham.
I
ILMU YANG BERMANFAAT
Kebetulan kemarin adalah saat terakhir saya memegang amanah sebagai Koordinator Pelatihan Pemandu LKMM ITS di Badan Koord. Pemandu LKMM ITS. Tidak terasa sudah tiga tahun sudah saya mengabdikan diri untuk terjun di dunia LKMM ITS untuk memberikan ilmu manajemen mahasiswa di tingkat pra dasar dan tingkat dasar. Honor? Gratis lah. Namanya juga jalan pengabdian hehehe…
Itu adalah salah satu cara saya “berivestasi”. Awalnya saya memilih jalan tersebut karena merasa berhutang budi kepada para Pemandu LKMM senior. Mereka dengan senang hati dan tulus mau mensharingkan ilmunya kepada saya. Sebagai balas budi, saya pun mengikuti jejak yang mereka, membagikan ilmu yang bermanfaat kepada adik-adik kelas di ITS tanpa memungut biaya.
Ilmu bermanfaat yang kita bagikan akan selalu menghasilkan pahala manakala ilmu tersebut diamalkan oleh orang lain dan mendatangkan manfaat. Bila orang lain tersebut mengajarkannya kepada orang lain lagi dan yang lain mengamalkan, maka kita sebagai pemberi ilmu di awal masih akan mendapatkan kucuran pahala. Ini akan mengalir terus sekalipun kita sudah meninggal. Makanya jangan sungkan-sungkan untuk berbagi.
Konsep ini hampir sama dengan bisnis MLM. Dimana berawal dari satu (diri kita) kemudian menyebar dan menyebar. Makin banyak “member aktif” maka makin besar omzet dan bonus kita. Kalau Anda telaah lebih lanjut, bukankah penyebaran agama kita dulu juga menggunakan sistem yang hampir sama. Dari satu orang yang menerima wahyu, menyebar kepada beberapa juru dakwah pertama dan akhirnya menyebar hingga ke berbagai belahan dunia.
|
DOA ANAK YANG SHOLEH UNTUK ORANG TUANYA
Saat ini saya memang belum berkeluarga ataupun punya anak. Namun, saya ingat betul bagaimana dari kecil selalu dididik oleh orang tua agar selalu mendoakan mereka di setiap selesai menunaikan ibadah shalat 5 waktu. Karena sudah dibiasakan dan ditanamkan sejak kecil tentu nancep di alam bawah sadar. Hingga menjadi satu kebiasaan positif dan ini menjadi hasil dari investasi kedua orang tua saya.
Orang tua yang baik adalah mereka yang mendidik dan mengkader anaknya untuk menjadi generasi yang lebih baik lagi. Tentu dengan tidak melupakan nilai-nilai agama dan spiritual. Dan kalau diperhatikan lebih dalam lagi, di dalam ajaran agama itu sendiri diajarkan bagaimana adab, sikap dan cara membalas budi kepada kedua orang tua kita yang salah satunya adalah senantiasa mendoakan mereka, sekalipun sudah pergi meninggalkan kita untuk menghadap Sang Kuasa.
Konsep ini sama dengan model investasi menabung untuk hari tua. Entah itu tabungan berjangka, deposito, tabungan biasa, dsb. Yang jelas manakala kita tua, bisa digunakan tanpa harus bersusah payah lagi mencari uang.
Jadi, untuk mencapai kesuksesan akhirat pun ternyata perlu “investasi”. Makin banyak investasinya, makin besar juga hasil yang dicapai. Jadi kalau ada mesin penghasil uang otomatis, kenapa tidak membangun mesin penghasil pahala otomatis yang akan mengalirkan terus pahala kebaikan untuk kita meskipun nanti kita sudah meninggal?
So, sudahkah Anda berinvestasi untuk akhirat?





:sip BENAR SEKALI MAS…INVESTASI TERBESAR KITA..APALAGI DI BULAN SUCI INI..DI LIPATGANDAKAN KEUNTUNGANNYA….FASTABIQUL KHAIRAT
balas komentar
balas komentar
harusnya gak cuma di bulan puasa mas.. tapi di setiap saat selama napas masih nempel di badan..
balas komentar
arief maulana Reply:
August 30th, 2009 at 6:36 am
@mashengky.com, betul mas. Starting pointnya justru sekarang untuk 11 bulan ke depan.
Cuma orang kan kadang males kalo diluar bulan puasa. Jadi mumpung masih puasaan dijadiin kebiasaan dulu. Hehehe…
balas komentar
trieand Reply:
August 31st, 2009 at 9:24 am
@arief maulana, artikelnya dah tak post loh…


boleh disensor dulu deh…

balas komentar
Yg belum berinvestasi..yuk mari dimulai..mumpung bln Ramadhan..(pasti berlipat lipat)
Yg sudah terbiasa berinvestasi..mari lebih di tingkatkan lagi. :-)
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:32 am
@Lendra andrian, yup bener banget. Ibarat suku bunga bank… di bulan puasa ini tingkat bunganya tinggi sekali…
balas komentar
semoga kita semua sukses dan bahagia dunia akhirat !
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
August 30th, 2009 at 7:49 am
@bunda, wah bener banget tuh bun… Sip… Kalo kata “Kiyosaki” udah di track yg bener.
balas komentar
setuju mas , kita membuat mesin penghasil pahala otomatis,
mudah2an ini juga dilaksanakan nggak hanya di bulan puasa aja.
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:26 am
@candradot.com, yah… bulan puasa ini cuma camp for training aja… perjuangan sebenarnya ya pasca puasa…
balas komentar
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 27th, 2010 at 8:49 am
@candradot.com, SMPO sistem mesin pahala otomatis
balas komentar
Hehe..Judul yang menarik mas, saya kira investasi bisnis. Memang benar bahwa ibadah yang kita lakukan merupakan investasi untuk akhirat kelak.
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:23 am
@Peluang Bisnis | Ricky, yah… jangan bisnis melulu lah… sekali-kali yg religius… hehehe
balas komentar
Memang benar mas, investari untuk akhirat itu penting, karena kalau kita minta dunia pasti dikasih didunia aja, tapi kalau minta akhirat dunianya pasti dapat juga, semoga iman kita menjadikan persahabatan seluruh umat manusia, amin. MET MEJALANKAN IBADAH PUASA BUAT PEMBACA BLOGNYA MAS ARIEF. salam dari pulau rupat
balas komentar
idris Reply:
December 17th, 2009 at 10:37 am
@Susilo, mari lah bersama-sama menjalani hidup sesuai syariat agama yang udah ditentukan oleh allh….insya kita akan bahagia dunia dan akherat amin…….
balas komentar
arief maulana Reply:
December 17th, 2009 at 9:49 pm
@idris, bener mas Idris. Kalau kata nenek saya : “kejar akhiratmu, maka dunia mengikuti”
balas komentar
Biar investasinya berlipat dan hasilnya dahsyat ditunjang dengan da’wah ilallah serta mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkaran.Ya, di duplikasikan… Setuju ga mas ?
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:22 am
@Agus Shadiqin, betul duplikasi dari sistem jaringan adalah faktor kali yang dahsyat…
makanya bangun jaringan ilmu seluas-luasnya…
balas komentar
Yap!
Kalau mau untung dunia dan akherat, investasi adalah wajib hukumnya.
Nice posting, mas!
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:21 am
@Agus Siswoyo, thanx
balas komentar
Wah, postingannya bagus banget mas! Teruslah melakukan postingan sekurang-kurangnya satu minggu sekali demi kemajuan bisnis online anda! Apalagi di bulan ramadhan seperti ini, bisa menjadi ladang sedekah
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:20 am
@BISNIS INTERNET, insya allah… doakan yah!
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:18 am
@Alfred | Dont Stop Believing, itu baru sukses luar biasa mas. Kaya dunia dan akhirat

balas komentar
Saya setuju dgn Mas Arief..hidup ini mesti seimbang, kl kita berani berinvestasi untuk kehidupan di dunia…mestinya kita lebih berani lagi berinvesasi untuk kehidupan di Akhirat. diantaranya berani bershodaqoh.. :-)
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:15 am
@Indra Suryadarma, Sip. Jangan cuma ngikuti 2.5% income aja… kalau berani > 5% hehehe… toh dilipatgandakan juga ntar…
balas komentar
Itulah hebatnya ajaran kita lewat Rasulullah ya mas. Bukan hanya untuk kepentingan dunia saja, bahkan untuk kebahagiaan akherat juga sangat penting. Khususnya lewat 3 amal tadi. Salam

balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:11 am
@sumartono, yap. Nabi terakhir menyempurnakan semua ajaran Islam. Tentu pesan2nya sanggup mengcover hingga akhir jaman nanti…
balas komentar
Amiin… Yg pasti kita harus bersikap BALANCE… Dunia dan Akhirat.. tapi.. kok susah ya mas..? Yuk sesaat kita kirim Do’a untuk Orang Tua kita, baik yang masih Hidup juga yang sudah mendahului kita… Semoga Do’a kita dikabulkan Amiiiin… Sukses utk semua..
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:09 am
@Jajank, susah mas… ke depan setan makin banyak, makin menggoda iman untuk memuliakan dunia dan melupakan akhirat.
Kalau saya selalu ingat pesan nenek. Kejar akhiratmu maka dunia otomatis mengikuti.
Dengan mengejar akhirat kita jadi dekat dengan Allah… maka dipermudah lah segala urusan kita…
balas komentar
serahkan semuanya pada yang punya
dengan niat ibadah dan ikhlas
jangan hanya membicarakan dunia
berlipat-lipatlah ALLAH kan membalas
lanjutkan…
balas komentar
Agus Siswoyo Reply:
September 1st, 2009 at 10:11 pm
@dadang firdaos,
yap…
lebih cepat dilaksanakan, lebih baik hasilnya…
balas komentar
alhamdulillah… buat yg 1 dan 3 dah rutin dilakukan mas, tp buat yang ke 2 masih blom bisa…
karena blom cukup ilmu neh…mesti belajar dulu ma senior-2 yang lebih pinter….



balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:07 am
@trieand, kalau punya setitik ilmu disebarkan jg investasi lho mbak. Ngga perlu nunggu ilmu seabrek…
balas komentar
Kita memang perlu investasi masa depan, saya pernah menuliskannya dengan judul Tabungan Masa Depan.
Selamat berjuang mas Arief.
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:04 am
@Puspita W, wah sip… deh… mari sama-sama menyuarakan kebaikan…
balas komentar
Memang sangat perlu untuk siraman rohani kita terutama di saat bulan suci ramadhan ini
balas komentar
arief maulana Reply:
September 3rd, 2009 at 12:03 am
@higam, betul… jangan mikir dunia melulu… perlu balance life
balas komentar
Alhamdulillah Terima Kasih Mas Arif Artikelnya sangat bagus sekali. Artikel ini benar-benar bermanfaat untuk para pengunjung yang haus siraman motivasi. Terima Kasih!
balas komentar
arief maulana Reply:
September 6th, 2009 at 8:17 am
@stop dreaming start action, Terima kasih…
balas komentar
Andai saja
para “pekerja sesat dan sejawatnya”

memahami arti pembicaraan kita ini DAN melakukannya…..DAMAI DI DUNIA PASTI TERCIPTA…..AMIN.
balas komentar
arief maulana Reply:
September 6th, 2009 at 8:16 am
@yohanes, Betul mas…
balas komentar
investasi untuk akhirat…
inilah investasi yang paling berharga…
nilainya tak terkira…
trimakasih buat mas arief yang telah menuliskannya dengan luar biasa…
sukses untuk anda
balas komentar
arief maulana Reply:
September 6th, 2009 at 8:15 am
@IwanKus, sama-sama mas iwan. Kebetulan aja ide ini lewat begitu saja di benak saya. Jadi saya tulis.
balas komentar
Salam kenal mas. Ini kali pertama saya berkunjung. Tapi kesannya bagus, dan khusus untuk postingan yg satu ini saya sangat suka.
Kalau boleh usul, tambahin dong mas postingan terkaitnya, biar kita lebih gampang nyari topik yg sama. Terima kasih, moga tambah bermanfaat bagi blogger yg lain, termasuk saya..
balas komentar
arief maulana Reply:
September 6th, 2009 at 8:14 am
@Lukman Nulhakiem, salam kenal juga. Yah, ntar kalau ada ide sejenis mampir tak posting lagi. Atau mas punya ide mo bahas apa?
balas komentar
sodakoh itu memang Ajjib..
sudah saya buktikan sendiri dengan bersedekah harta kita akan bertambah…
balas komentar
betul mas Arif, investasi itu bukan hanya untuk dunia. Investasikan juga untuk akherat, karena hidup sebenarnya itu di sana…trims.
balas komentar
[...] Saya selalu senang setiap kali hadir untuk memberikan materi PP LKMM ini, dimanapun fakultasnya di ITS. Why, karena itu artinya investasi saya jalan. Investasi apa? Investasi akhirat dengan jalan ilmu (bisa baca selengkapnya di “Investasi, Kunci Sukses Dunia Akhirat” [...]
[...] Sengaja pilih buku karena di dalamnya ada ilmu, yang kalau dipraktekkan sama pemenangnya maka investasi akhirat saya [...]