Oleh : Arief Maulana

Visi Itu PentingSetelah sukses, mau apa?

Beberapa waktu yang lalu, saya kebetulan ada waktu senggang . Yang biasanya padet kegiatan ini kok tumben-tumbenan ngga ada kerjaan. Langsung saja waktu senggang tersebut saya gunakan untuk membangun situs yang akan dijadikan pilot project (percontohan). Situs ini nantinya akan dijadikan rujukan pada saat saya membawakan materi workshop “Internet As A Business Support” untuk masyarakat pengusaha kecil menengah di Sidoarjo Bulan April.

Nyambi garap project, saya chating sama Mas Umar dan Mashengky. Pada awalnya yang memulai adalah Mas Umar. Dan tanpa basa-basi dia langsung bertanya kepada saya kurang lebih sebagai berikut :

“Mas, kalau nanti sudah sukses sampai passive income apa yang akan dilakukan selanjutnya”

Terus terang pertanyaan ini simpel namun butuh pemikiran dalam untuk menjawabnya. Apalagi bila visi yang kita miliki tidak cukup besar untuk menjawab tantangan tersebut.

Mungkin saat ini, Anda pun sama seperti saya. Begitu semangatnya mengerjakan bisnis dengan tujuan akhir sebuah kesuksesan. Namun pernahkah terpikir di benak Anda, nanti kalau sudah sukses terus mau apa? Apakah semua selesai begitu saja? Tinggal menunggu mati, karena semuanya telah kita miliki.

Saya jadi teringat sebuah ungkapan yang pernah saya baca di sebuah buku dulu (lupa judul bukunya).

Ketika seseorang berhenti bermimpi, maka itulah saat dimana cahaya lilin kehidupannya mulai redup dan akhirnya padam. Namun bukan suatu yang mustahil lilin tersebut tetap hidup dan bersinar hingga Dia yang meniupnya.

Ungkapan ini baru saya pahami sekarang, walaupun selama ini sudah menjalaninya tanpa saya sadari. 

Kalau kita sedikit menelaah ungkapan di atas, maka kata kuncinya adalah mimpi (visi). Ketika kita berhenti bermimpi, maka sama artinya hidup kita telah usai sebelum waktunya. Bagaimana agar tidak usai, ya bangunlah mimpi baru dan kejar semua mimpi tersebut.

Lantas bagaimana bila kasusnya adalah semua mimpi itu sudah tercapai? Apakah selesai sudah peran kita? Buat saya BELUM. Bila semua mimpi Anda telah tercapai, maka mimpikanlah sesuatu yang lebih besar lagi untuk dicapai. Bila Anda lelah, beristirahatlah sejenak setelah itu kejar kembali mimpi Anda.

Bila hasrat Anda untuk memiliki mimpi yang lebih besar lagi sudah padam, maka bantulah orang lain untuk mencapai mimpi mereka.

Karena kesuksesan yang terbaik bukanlah artinya kita berdiri sebagai pemenang seorang diri, melainkan kita menjadi pemenang sekaligus mencetak para pemenang-pemenang yang luar biasa dalam hidup ini.

Pertanyaan mas Umar ini mengingatkan saya pada mimpi besar yang dulu pernah saya miliki, bahkan lebih besar dari mimpi saya saat ini. Apa itu?

Bergabung bersama rekan-rekan yang sudah sukses untuk mendirikan sebuah sarana pendidikan gratis, rumah sakit gratis, dan menciptakan lapangan kerja baru. Duit darimana? Urunan sesama orang sukses. Mimpinya ngga kebesaran mas? Apa ngga takut bila nanti ngga kesampaian? TIDAK. Karena saya percaya tidak ada yang tidak mungkin. Dan satu ungkapan lagi…

Tidak semua mimpi besar kita akan berbuah kesuksesan. Namun tidak ada kesuksesan besar yang tidak diawali oleh sebuah mimpi.

Intinya jangan berhenti bermimpi. Bila Anda sudah sukses dan merasa lelah, kurangi saja kerja fisiknya dengan membagi tanggung jawab kepada orang lain (mempekerjakan orang menggantikan Anda). Namun, biarkan pikiran Anda terus berkreasi mewujudkan mimpi-mimpi baru yang dikemas dalam sebuah visi sukses yang lebih besar dan lebih nyata.

Kesimpulan saya pribadi di atas diperkuat lagi dengan hasil sharing dan chat saya bersama Mashengky. Kebetulan memang sering chat dan bertukar pikiran dengan Mashengky. Karena saya merasa beliau adalah sosok pebisnis yang bisa diteladani. Sukses di dua dunia, online dan offline.

Saya tanya ke beliau… mau sampai kapan terus berbisnis. Katanya sih usia 50 tahun udah stop. Ingin traveling keliling dunia. Lantas saya tanya lagi, apa setelah itu selesai. Jawabnya TIDAK. Perjuangan fisik melelahkan mungkin sudah berhenti. Namun visinya untuk terus berkarya masih jalan. Bahkan Mashengky bercita-cita juga untuk sukses di bisnis properti.

Dari sini kita bisa belajar banyak. Bahwa orang sukses tidak akan pernah berhenti memiliki visi yang besar dan akan terus berkarya sepanjang hidupnya. Hingga kelak ketika dia meninggalkan dunia ini… banyak yang menangis karena merasa ditinggalkan oleh orang yang sudah memberikan banyak manfaat.

Sebagai penutup satu pertanyaan penting  juga akan saya lontarkan kepada Anda…

Apa yang akan Anda lakukan nanti ketika kelak sudah sukses…?

NB : Maaf record chat saya sama Mas Umar dan Mashengky hilang kena virus. Jadi tidak bisa saya lampirkan. Kalau belajar bijaksana, sering-sering aja chat sama Mas Umar. Sedangkan kalau Anda ingin menjadi pebisnis top, bisa sering-sering sharing dan tuker pikiran dengan Mashengky.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Hidup Tanpa Visi, Bagai Tubuh Tanpa Jiwa
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

81 thoughts on “Hidup Tanpa Visi, Bagai Tubuh Tanpa Jiwa

  • Bila kita sudah mencapai semua kesuksesan.Kita harus bisa menjadikan apa yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi orang lain.Karena kesuksesan yang kita peroleh tidak lepas dari adanya orang lain dalam bisnis kita.Misalkan sehebat apapun orang menciptakan produk dia tdk bisa berdiri sendiri,tanpa ada orang lain sebagai konsumen akan sia-sia

    1. @SUNARYO, bener mas. Itu sebabnya banyak para pebisnis yang setelah sukses pada akhirnya akan terjun sebagai seorang motivator yang membangun orang lain untuk sukses bersama dia.

      Salam Sukses

  • Benar sukses itu adalah sebuah perjalan yang tiada akhir. Dan itu selalu dimulai dari mimpi. Yakinilah mimpi anda dan buat itu terwujud dengan TAKE ACTION secara konsisten.

    Setelah sukses? saya ingin terus belajar agar bisa sukses terus menerus. Karena sekali anda berhenti belajar. Saat itulah anda berhenti berkembang. Betul tidak?

    Yang Baru di BLOG MOTIVASI SUKSES Klik Disini!

  • Wah…. jadi impas nih Mas, hehehe…
    Membaca postingan ini saya langung teringat artikel lawas saya yang berjudul Bukti Kejujuran Dalam Formula Bisnis, Mas Arief masih ingat?

    Jujur saya begitu terkesima dengan jawaban-jawaban optimis dan sugestif yang mas arief tuliskan kemarin. Untungnya saya masih punya record percakapannya. Akan saya dokumentasikan untuk mengingatkan Mas Arief 17 tahun mendatang bahwa pernah menuliskan visi besarnya. Dan saat itu mungkin Mas Arief sudah lupa pernah menulisnya untuk saya pribadi.

    Saya berdoa, mudah-mudahan visi besar itu menjadi kenyataan, Mas!
    Mas Arief saya anggap sangat layak mendapatkannya.

    1. @Umar Puja Kesuma, ya mas. Saya masih ingat artikel Mas Umar.

      Malah problem Mas Umar dulu itu terbilang cukup pelik juga. Menuntut kejujuran banyak pihak, ngga cuma saya tapi juga team forbis.

      Terima kasih sudah didokumentasikan. Sudah saya tempelkan di papan visi kok mas. Hehehe…

      Jika mas mendoakan saya agar semua visi besar itu tercapai, maka saya mendoakan mas agar nanti juga bisa berdiri di sisi saya sebagai orang sukses dan ikut urunan membangun bangsa ini menjadi lebih baik.

      :nyembah:

        1. @onabunga, wah ada ya. Lama saya ngga main ke tempatnya mbak. Meluncur ke TKP deh.

          Siap mbak… saya mintai urunan 100 M? Hehehe…

  • Halo Mas Arief, saya sangat setuju dengan pendapat Mas bahwa ketika kita berhenti bermimpi maka sebetulnya kita sudah ‘tidak hidup lagi’.
    Bagi saya, sukses adalah sebuah perjalanan sama halnya dengan pendapat Mas Arif Gunawan. Kebetulan saya baru juga menulis di blog saya yang saya pikir berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh Mas Arif : Apa Arti Sukses Bagi Anda?
    Jika misalkan ada orang yang bermimpi untuk membantu orang lain untuk meningkatkan taraf hidupnya dan ia berhasil maka orang itu dapat dikatakan sukses. Jadi bagi saya, sukses tidak selalu berhubungan dengan hal yang berbau materialisme. Sukses dapat berarti juga pencapaian mimpi-mimpi entah apapun itu mimpinya.

    Salam sukses luar biasa.

    1. @Arswino Sonata, saya sepakat dengan kata-kata mas, bahwa sukses ngga mesti materi.

      Saya pribadi punya definisi sukses dua macam. Satu untuk diri sendiri dan satu untuk dunia ini (bermanfaat buat orang banyak).

      Untuk definisi sukses kedua, saya masih membutuhkan backup dana, oleh karena itu secara ngga langsung sukses material juga. hehehe…

  • Bisa dianalogikan seperti dalam sepakbola. Jdi pada saat masih muda berjuang dan bermain sebaik-baiknya untuk kesuksesan dirinya sendiri dan team, namun setelah pensiun maka bersiaplah jadi pelatih dan menjadikan pemain2nya hebat dan berhasil. Semoga cita2 mulia itu dikalbulkan oleh Allah mas amien..

    1. @zams, pas banget mas perumpamaannya. Seperti halnya para pebisnis sukses yang ujung2nya menjadi motivator untuk membangun orang lain agar bisa sukses bersama.

  • saya sudah mencatat njenengan sebagai salah satu orang yang akan saya ajak kerja sama untuk menyusun puzzle mutiara berserak di negeri ini. ini sekaligus benteng yang saya buat agar saya nggak mundur lagi…

    1. @onabunga, mundur sedikit gpp mbak, asal liat spion jadi ngga nabrak.

      Sometime kita perlu mundur sejenak, mengumpulkan power yang lebih besar untuk kemudian tancap gas!

      :hihi:

  • Pertahankan figur bijaksananya Mas Umar..
    Ayo yang masih muda, Visinya disiapkan..dulu waktu sewaktu saya berumur 23 ga pernah mikirin visi dan misi. yang ada cuma gimana cara kerja bisa dapet duit..:puyeng:

    1. @Wawan Purnama, ini yang saya syukuri mas. Untung saya sempat nyemplung di MLM. Disanalah saya belajar banyak apa, bagaimana, dan seberapa pentingnya visi. Termasuk diantaranya cara mengubah impian menjadi visi dan visi menjadi goal.

  • betul mas

    karena impian, bisa membuat kita menghadapi penolakan penolakan terhadap kendala yang ada, yang kadangkala dibuat oleh manusia itu sendiri.

    sukses mas

    1. @chondro, impian itu bagai obat bius mas. Ketika kita mengalami rasa sakit dalam perjalanan menuju sukses, maka impian bisa dengan cepat mengurangi rasa sakit itu.

      Salam Sukses

      1. @arief maulana,

        ada kata bijak seperti ini mas

        kekuatan seseorang, tak hanya diukur dari kekuatan fisik semata,

        namun juga bagaimana ia melupakan kegagalan yang dahulu dan mengobati rasa sakitnya

  • bicara mengenai impian memang ngga ada habisnya. namanya juga impian, sesuatu yg belum terwujud.untuk itulah kita mengejarnya.

    saya yakin semua org punya impian, hanya tidak semua orang menyusun impiannya dalam suatu visi yg jelas seperti yg mas Arief Lakukan.

    Makasih Mas Arief sudah memotivasi saya dan rekan-rekan disini.

    SALAM SUKSES = BLOG MOTIVASI MENTAL =

    1. @Fadly Muin, :sip:
      Semua orang boleh punya mimpi sukses. Namun hanya mereka yang bisa memetakannya dalam visi dan goal serta diamini dengan action yang akan benar2 menjadi sukses

  • Seperti juga Di Atas Langit Ada Langit. Tercapai satu kesuksesan ada lagi kesuksesan yang harus dicapai. Yang penting adalah kesuksesan kita harus bisa membuat orang lain, minimal orang terdekat, tertulari kesuksesan yang kita didapat.

    1. @wahyudi, pokoknya teruslah memiliki visi. Maka Anda akan terus hidup dengan itu.

      Bila sudah merasa berlebihan, ganti haluan visinya dengan mensukseskan orang lain.
      :hihi:

  • Betul mas Arief, Impian adalah pembakar semangat kita untuk selalu melakukan yang terbaik dan terus berkarya untuk menghasilkan sesuatu yang paling berarti dan berharga dalam hidup kita…

      1. @arief maulana,

        Rencana terus melakukan pengembangan diri untuk menggapai sukses-sukses yang lainnya termasuk di dunia offline….yang penting doakan saya sukses mas:sikut:

  • Saya suka dengan kata-kata “bantulah orang lain untuk mencapai mimpi mereka. Karena kesuksesan yang terbaik bukanlah artinya kita berdiri sebagai pemenang seorang diri, melainkan kita menjadi pemenang sekaligus mencetak para pemenang-pemenang yang luar biasa dalam hidup ini”. Tidak ada yang lebih membanggakan dari kesuksesan seseorang setelah ia melahirkan orang” yang bisa melampaui kesuksesannya.
    Sungguh cita” yang mulia mas arief, ingin melepaskan bangsa ini dari kemiskinan melalui internet.Saya doakan sukses workshop disidoarjo april besok..dan..

    -salam sucses-

    1. @Ricky, sebenarnya banyak orang yang punya cita-cita lebih mulia dari saya, hanya saja tidak terekspos.

      Saya hanya berharap mereka tetap bertahan di jalur itu.

      Oh ya, mas Ricky kalau sudah sukses mau ngapain neeh?

      1. @arief maulana, wah saya pribadi masih terfokus untuk mencapai kesuksesan mas. Jadi belum terpikirkan setelah itu :phew:

        Oya mas, bagaimana cara buat tag cloud seperti punya mas arif ?, keren mas..

        -salam hangat-

  • Setelah saya sukses yang saya inginkan adalah membagi-bagi pengalaman saya terhadap semua orang dan kesuksesan tersebut dapat dinikmati dan diterapkan oleh semua kalangan, yang pada akhirnya tercipta sebuah kedamaian.

  • Menyinggung “ketika sudah lelah”, kalau lelah ya istirahat sejenak (bukan berhenti) untuk kemudian melanjutkan perjalanan…

    1. @hade, hehehe… iya mas. Soalnya orang-orang kita kalau dah berhenti (walau sejenak) bisa-bisa ngga action lagi. Salam Sukses

      1. @arief maulana, Itu saya dapat tips dari Krishnamurti…, tapi masuk akal banget. Benar kata sampeyan sih…, kelamaan istirahat jadi ketiduran..:ngakak:

  • Saya kalau berkunjung ke blog-nya mas Arief ini senantiasa merasa disiram dengan air sejuk, jadi tambah semangat dan tenang. Tulisan mas Arief memberi tambahan semangat dan motivasi, luar biasa mas.

    1. @SUGIANA, terima kasih mas Sugiana. Saya hanya memberikan apa yang saya rasa bermanfaat untuk pengunjung disini.

      Siapa tahu bisa menjadi inspirasi untuk berbuat lebih baik lagi dalam hidup ini.

  • Sukses hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang punya visi realistis. Realistis di sini artinya adalah sesuatu yang memang belum tercapai. Kalau yang sudah tercapai lalu ditargetkan lagi jadi visi, itu tidak realistis namanya.

    1. @widjaksana, membangun VISI, gunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, and Time Limit)

  • sebuah artikel menarik mas Arif, anda memiliki impian yang sangat mulia, saya doakan akan tercapai, memang impian kita akan berubah seiring dengan pencapaian yang satu impian ke impian berikutnya, saya ingat kata pemimpin saya, bermimpilah lebih besar ibarat kita ingin menggapai langit kalaupun tidak tercapai tangan kita tidak kotor di dasar bumi, sukses untuk anda

      1. @arief maulana,
        terima kasih mas Arief, beruntunglah kita sama-sama pernah berada dalam dunia network marketing, banyak pengalaman dan pelajaran yang didapatkan, terutama bagi saya pribadi

        1. @alie, hehehe… itulah efek positif dari sikap positif mas alie.

          Banyak juga lho temen saya yang pernah terjun di network marketing namun dia tidak mendapatkan apa-apa…

    1. @byme, jangan cuma mimpi ah… action juga dunk. Hehehe

      Kunjungan pertama kesini ya mas?
      Silahkan submit emailnya kalau mau berlangganan informasi tebaru dari blog ini!

  • Salam Perkenalan, Mas.
    Comment di urutan ke 42 gak apa2, yang penting punya motifasi untuk maju.
    Who is The Champions ?
    *Mas Arief* lah yang punya cita2 sangat mulia.
    Ini blog bagus *sangat direkomendasikan* semoga rekan2 bloger yang lain membaca untuk menambah motivasi berkarya. Nggak kalah sama mario teguh, Mr Liem, Mr Chandra n Andre Wongso. Mantap !!

    1. @sulatiyono, santai aja mas. Andai di urutan 100 pun tetep akan saya baca.

      Terima kasih atas dukungannya. Saya doakan semoga Anda juga sukses.

      Baru pertama kesini ya Pak? Kalau memang tertarik dengan blog ini, silahkan submit email Anda, agar saya bisa infokan bila ada artikel terbaru.

      Salam Sukses

  • @Arief Maulana, untuk pertanya,an tersebut ada dua sudut pandang mas.

    1. Sudut pandang yang saya lihat dari keberhasilan saya dilihat dari tingakatan dan lingkungan saya, dari sudut pandang ini saya sudah sangat jauh berhasil dibandingkan mayoritas teman2 dekat saya, teman2 kuliah saya dan lingkungan keluarga saya.

    Tetapi apakah ada yang jauh lebih berhasil dara saya ?

    Sudah tentu..itu ada di sudut pandang yang ke.

    2. Sudut pandang yang saya lihat dari keberhasilan orang lain yang jauh lebih dari saya yang menjadikan hidup saya lebih melihat ke atas dan terus maju.

    Ada target2 tertentu bagi saya untuk sudut pandang yg ke 2 ini, dari semenjak kuliah saya sudah biasa menerapkan target per tahun dan bagi saya Alhamdulliah semuanya terwujud tanpa saya sadari datang nya dari mana ( dari tuhan sudah sangat tentu )

    Dari sudut pandang yg ke 2 ini saya punya target 3 thn kedepan sudah mempunyai mini market,seperti alfa, yomart, indomart dll (tentu saja salah satunya) dan toko grosir sembako dan juga Game Online saya bertambah besar, itu semua target yang sudah ada celah unutuk dijalani.

    Dan usia saya sekarang 32thn.

    Ups..ma’af kepanjangan mas :-)

  • setuju ief kalau sudah passive income ya bantu orang lain seperti kita juga seperti anne ahira sukses di internet marketing bikin kursus im n pak joko susilo sukses dengan SMUO nya juga memberikan rahasianya bagaimana seperti pak Joko, kalau arief sukses jadi motibator n pebisnis yang diturunkan ke bgenerasi penerusnya yang mana nih? motivator atau dua2 nya?:sip:

    1. @adi wardana, kalau bisa sih dua-duanya di. Seenggak-enggaknya pebisnisnya lah yang turun. Karena ntar sisi motivatornya tumbuh dengan sendirinya.

      Contoh, liat aja pebisnis-pebisnis sukses. Pada jadi motivator kan ujung-ujungnya. hehehe…

  • Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda tentang kesuksesan. Dan pada dasarnya didasari oleh impian yang dimiliki.Bahkan jika mau melihat “kesuksesan” yang pernah kita lewati kita akan terkesima atas karunia Allah yang maha dahsyat ini.
    “Sukses muncul di dunia ini,sukses menangis,sukses merangkak…..sukses lulus sekolah…sukses menikah…” Life must go on…(ngomong apaan yah…:puyeng:

  • Kayaknya strategi postingnya berubah ya Mas…
    Saya juga rubah. Seminggu maksimal 2 artikel…, hari ini saya posting yang baru tuh…

    1. @hade, iya mas. Kesibukan di dunia offline makin menggila aja. Pa lagi kudapet tawaran jadi pembicara workshop internet marketing + pembicara seminar motivasi.

  • Blog yang bagus Mas, salam kenal Mas, kebetulan saya lagi gila sama bacaan spt ini, boleh saya copy buat “simpanan” perpustakaan pribadi saya kan, matur nuwun.:plis:

    1. Gpp mas dicopy juga ngga apa-apa! Tapi kalau diekspos, jangan lupa nyebutin sumbernya ya! Biar tragedi kemarin ngga terulang lagi…

  • kalau jalan tanpa tujuan mungkin bingung juga ya mas?. itulah yang mungkin terjadi, kita tahu banyak tentang banyak hal, jadinya bingung mana yang harus diseriusi..maturnuwun:sip:

    1. iya mas. Hidup harus punya tujuan. Anda kita tidak punya sekalipun, ingat saja dalam kitab suci seenggaknya Allah sudah mengatakan bahwa kita hidup hanya untuk ibadah.

    1. @fandy, sudah action belum mas. Kalau sudah ditunggu saja. Masukkan dalam Believe System Anda… Berkat Tuhan Datang Tepat pada waktunya…

      salam sukses

  • Membaca artikel Mas Arief membuat langkah saya makin mantap untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Sejak belasan tahun lalu saya telah mulai bermimpi membangun pesantren, English Camp, dan sekolah SMPIT di kampung saya.Sebagai pemanasan saya mulai menggarap proyek-proyek kecil yang ujungnya adalah terwujudnya impian saya. Sebelum Pesantren, English Camp, dan SMPIT terwujud, di tahun 2002 saya mendirikan TKIT dan mengaktifkan TPA keduanya diselenggarakan di tempat majelis taklim orang tua. Alhamdulillah sampai sekarang berjalan lancar, dan untuk gaji para guru TK saya kirim dari Jakarta. Sebagai pemanasan, saya juga kalo pulang kampung ngajar Bahasa Inggris kepada anak-anak di sana, yang juga dibantu oleh kawan-kawan lain. Mas Arief, punya ” English Camp” di kampung dengan jumlah siswa banyak berdatangan dari berbagai tempat lain di Indonesia, karena biaya yang sangat murah tapi berkualitas adalah impian saya. Mereka pun dapat tinggal di pesantren. Namun demikian, hampir semua orang yang saya ajak diskusi tentang mimpi saya tersebut merasa pesimis. Alasannya beragam.Sebaliknya, semangat dan keyakinan akan mampu mengatasi semua rintangan kian hari kian kuat. Dan saya merasa yakin Tuhan akan membantu saya. Saat ini saya pun menyisihkan waktu saya untuk menyiapkan modul-modulnya, dan sebagian sudah saya pake sebagai modul pelatihan Bahasa Inggris di beberapa perusahaan. Pertanyaannya : Apakah saya yang terlalu muluk dalam bermimpi sehingga hampir semua orang yang saya ajak diskusi ragu mimpi saya tsb akan terwujud. Mas Arief , saya menulis ini sekalian belajar nulis he he.. jadi maklum ya kalau susunan kalimatnya tidak bagus seperti tulisan mas arif..slam sukses !!!

  • Pingback: Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • Pingback: Stop Dreaming Start Action | ARIEF MAULANA | Success Is The Way Of My Life
  • Pingback: Tidak Ada Yang Gratis | ARIEF MAULANA | Success Is The Way Of My Life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.