Oleh : Arief Maulana

Kalau Anda adalah pengguna aktif social networking site twitter, tentu berita disuspendnya salah satu twitter client UberTwitter (UT) tidak luput dari Timeline Anda. Yah, maklum lah rata-rata user twitter dengan smartphone Blackberry menggunakan twitter sebagai twitter clientnya. Bahkan sampai-sampai ada yang bilang kalau UT adalah twitter client sejuta umat.

Uber Social
Uber Social

Popularitas UberTwitter bahkan mengalahkan twitter client yang dirilis resmi oleh twitter untuk smartphone tertentu. Biasanya berembel-embel : twitter for blackberry (TFB), twitter for iphone, dsb. Tentu saja berita disuspendnya UT menjadi semacam petir di siang bolong bagi para usernya. Mau tidak mau para user UT pun terpaksa harus menggunakan TFB dsb, twitter client yang menurut mereka kualitasnya jauh di bawah UT.

Praktis kemarin TL saya isinya keluhan dan keluhan. Mulai dari keluhan ke pihak Twitter karena sudah mensuspend UT, ataupun keluhan tidak enaknya menggunakan twitter client yang lain selain UT. Padahal banyak juga user UT yang tahu kalau saat ini UT sedang mengupayakan agar mereka bisa diterima lagi oleh pihak Twitter, termasuk dengan mengganti nama menjadi UberSocial (US).

Saya sendiri? Daripada menghabiskan energi dengan mengeluh mending cari solusi. Dan saya pun mendapatkan twitter client yang lumayan enak dan nyaman untuk digunakan, yaitu Social Scope. Dan tentu saja melanjutkan eksistensi di twitterworld hahaha…

 

Social Scope
Social Scope

Rekan-rekan, seringkali kondisi yang mirip-mirip dengan keadaan di atas terjadi dalam kehidupan kita. Masa depan tidak pernah ada yang tahu. Mungkin saat ini kita merasa nyaman dengan keadaan sekarang, tapi bukan tidak mungkin kejutan-kejutan itu datang. Kejutan yang mungkin membuat kita berada pada kondisi tidak menyenangkan.

Ketika hal ini terjadi, kita bisa memilih. Ya, bukankah hidup selalu tentang pilihan. Kita bisa memilih untuk mengeluhkan keadaan yang tidak mendukung, terus saja menyalahkan orang lain, atau terus saja melakukan penolakan ataupun penyesalan terhadap kenyataan, yang nyata-nyata tidak membawa perubahan.

  • “Ini seharusnya tidak begini.”
  • “Ini salah si A.”
  • “Tidak mungkin seperti ini,

Atau pilihan lainnya adalah kita menerima kenyataan bahwa sesuatu sudah terjadi dan tidak bisa diubah lain. Alih-alih terpaku pada masalah yang ada, kita mencoba mencari jalan keluar. Mencari solusi dan berhenti mengeluh yang hanya akan membuang-buang waktu tanpa hasil yang jelas. Toh meski berat di awal, ketika kita mencoba hal yang baru sebagai solusi lama-lama akan terbiasa juga. Mencoba menikmati hidup dengan segala suka dukanya.

Terkadang ada satu hal lucu yang sering jadi bahan renungan saya. Dan ini terkait juga dengan masalah syukur. Kita hitung-hitungan sedikit yuk. Coba deh Anda hitung, berapa banyak hal-hal yang mungkin Anda keluhkan. Bayangkan saja. Bebas Anda mau mengeluhkan apa saja.

Sudah? Kalau sudah sekarang hitung, berapa banyak nikmat Tuhan yang sudah Anda terima sampai detik ini. Udara untuk bernafas. Indera yang lengkap untuk bisa menikmati keindahan ciptaanNya. Coba baca artikelnya Mas Lutvi tentang sumber daya melimpah yang dianugerahkan oleh Tuhan, yang semestinya bisa kita nikmati dan manfaatkan tanpa batas.

 

QS : Ar-Rahman
QS : Ar-Rahman

“Maka nikmat Tuhan yang manakah, yang kamu dustakan.” (QS Ar-Rahman)

Rekan-rekan, hidup kita ini cuma satu kali. Tentu sayang sekali kalau isinya sebagian besar hanya diisi dengan berkeluh kesah. Kenapa tidak mulai untuk berubah. Memang sulit, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba mengurangi. Alih-alih mengeluh, coba cari sisi lain yang mungkin bisa membuat kita bersyukur dan tidak jadi mengeluh. Atau bisa juga dengan berpikir dan mencari solusi gimana caranya supaya tidak mengeluh lagi.

Merasa pendapatan kurang karena biaya hidup yang mahal, alih-alih mengeluh mending luangkan waktu untuk berpikir solusi menambah pendapatan. Misalnya dengan internet marketing atau apa gitu. Lebih baik mencoba daripada jalan di tempat dan menutup segala kemungkinan untuk hidup yang lebih baik. Semoga kita semua bisa meminimalisir keluh kesah yang sering terlontar dari lisan ini. Amin…

Eh…, sudah banyak mention masuk ini di notifikasi aplikasi Social Scope saya. Artinya sudah waktunya saya mencukupi tulisan ini dan membalas semua mention. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Jangan lupa, kalau punya akun twitter bisa follow saya di @ariefmw (teteup… promosi hahaha…).

Hidup Menyenangkan Tanpa Mengeluh
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

77 thoughts on “Hidup Menyenangkan Tanpa Mengeluh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.