Oleh : Arief Maulana

Sore tadi selepas Ashar, saya dan ibu berangkat ke Pacet untuk mengantarkan Wulan kembali ke pondok pesantrennya. Yah, liburan sekolahnya udah selesai. Waktunya bergelut kembali dengan rutinitas dan fokus mengejar salah satu beasiswa, entah itu ke Cambridge, Kairo Mesir, atau Universitas Negeri di Indonesia.

Awalnya sempat ada kekhawatiran jalanan akan macet. Karena biasanya weekend, route ke pacet suka macet. Alhamdulillah kekhawatiran itu ga beralasan, hehehe…

Pulangnya, di sekitar Tanggulangin perjalanan agak merayap. Ternyata jalanan ramai dengan masyarakat setempat, memenuhi toko-toko kecil yang menjual berbagai perlengkapan sekolah mulai dari seragam sekolah, buku, alat tulis, dll.

Demi anak, para orang tua rela bersusah payah mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Tidak ada dana? Pinjem duit, gadaikan barang, dsb. Bisa dimaklumi. Dari tahun ke tahun biaya terus naik, apalagi pendidikan katanya nilai inflasinya paling besar. Itu baru pendidikan. Padahal saya dengar dari ibu, harga-harga bahan pokok juga mulai naik di pasar.

Yah masa depan tidak ada yang tahu. Syukur-syukur pendapatan kita bisa mengimbangi besarnya kenaikan harga-harga. Kalau tidak maka ada 2 kemungkinan yang bisa dilakukan :


  1. Menambah sumber penghasilan.
  2. Menurunkan kualitas hidup akibat daya beli yang semakin menurun.

Jika saat ini pendapatan kita masih cukup, maka cobalah luangkan waktu untuk memikirkan bagaimana ke depannya. Apa masih bisa? Coba renungkan peluang-peluang yang memungkinkan untuk Anda tekuni. Lebih bagus lagi yang sesuai dengan hobi. Contoh : Anda hobi menulis. Maka cobalah tampung tulisan Anda dalam blog dan lakukan monetisasi blog.

Meningkatkan pendapatan merupakan pelajaran pertama dalam ‘kurikulum kecerdasan finansial’ yang dipaparkan oleh R.T. Kiyosaki di “Increase your Financial IQ”.

Selain itu, Anda juga bisa meminimalisir resiko di masa mendatang. Asuransi mungkin bisa menjadi pilihan yang bagus juga. Seperti asuransi pendidikan misalnya, atau asuransi kesehatan. Kebetulan Mashengky juga terjun di bisnis asuransi. Anda bisa kontak Mashengky yang kebetulan punya pengalaman juga terkait asuransi ini.

Intinya, siapkan diri Anda secara finansial apapun caranya (cara yang positif tentunya). Jangan lupa juga dekatkan juga diri Anda dengan Tuhan, karena bagaimana pun sebaik-baik penolong adalah Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Harga Naik, Siapa Takut?
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

35 thoughts on “Harga Naik, Siapa Takut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.