Oleh : Arief Maulana

Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda

Halo rekan-rekan, lama sekali rasanya saya tidak menyapa Anda di blog masing-masing (blogwalking). Mohon maaf karena memang sejak hari senin kemarin (19 Jan ’09) saya sudah mulai melaksanakan kerja praktek (KP) di PT. (Persero) Biro Klasifikasi Indonesia Cabang Utama Surabaya.

BKI adalah BUMN yang bertugas untuk mengklasifikasikan kapal-kapal berbendera Indonesia yang akan beroperasi di wilayah perairan Indonesia. Tentunya dalam proses pengklasifikasian suatu kapal ada prasyarat yang mesti dipenuhi baik itu secara administrasi maupun teknis di lapangan. Untuk teknis di lapangan yang mengawasi dan mengecek adalah surveyor kelas.

Saya sengaja memilih di perusahaan klasifikasi karena banyak ilmu yang bisa dipetik disana. Kata para senior, kalau di klasifikasi kita bakal ikut surveyor kelas untuk terjun di lapangan mengecek segala sesuatunya (pembangunan kapal baru, reparasi kapal, survey tahunan, dll). Sehingga kondisi real kapal dengan segala macam problematika teknisnya bisa kita ketahui, tidak hanya teori di kelas belaka. 

Hari pertama kerja (Senin), saya berangkat dari rumah dengan sukacita. Yang ada di benak adalah hari ini saya dan teman-teman (5 orang) akan langsung ikut para surveyor terjun ke lapangan. Maka dari itu, dengan PD kita langsung memakai wearpack (pakaian kerja lapangan for safety) dan membawa perlengkapan lain yang dibutuhkan (senter, helm proyek, safety boat, dll).

Namun rasa senang itu berganti duka manakala kita menghadap Pak Ir. Misbahudin Aidy (surveyor kelas + pembimbing KP). Kita berlima langsung dikritik habis-habisan gara-gara langsung memakai wearpack. Katanya ngga sopan karena disana adalah kantor. Wearpack baru dipakai ketika kita akan terjun ke lapangan. Sebelum itu, pakaian kudu rapi (kemeja + celana kain).

Bukan itu yang membuat saya sedih, melainkan ucapan Pak Aidy sesudahnya. Pak Aidy mengatakan bahwa untuk 2 hari kedepan (s/d selasa) kami tidak bisa ikut survey, melainkan belajar di ruangan yang sudah disediakan (3x3m). Hari rabunya akan dilaksanakan pre-test. Kalau lulus, siangnya kami bisa ikut surveyor survey kapal.

Ah… malas juga rasanya mengingat teman saya di Bureu Veritas (perusahaan klasifikasi asing) langsung terjun ke lapangan sejak hari pertama, sedangkan kami di BKI tidak. Namun, dengan sedikit terpaksa ya kudu dijalani.

Di ruangan itu, berserakan beberapa buku BKI Rules berbagai volume. Saya bingung belajar yang mana. Masa dalam dua hari harus memahami itu semua. Mana bukunya menggunakan bahasa inggris + bahasa hukum bin njelimet. Untungnya ada anak-anak Poltek yang 3 bulan kemarin KP disana lebih dulu. Mereka menyarankan untuk belajar BKI Rules Vol. I saja, yang berisi mengenai klasifikasi dan macam-macam survey.

Agak mendingan lah, walau masih malas. Bukunya seukuran F4 dengan ketebalan 2,5 cm + bahasa inggris + bahasa hukum. Gara-gara itu, hari pertama menjadi sangat membosankan + BT banget. Pulang di tanya ortu, eh jawabnya cuma disuruh baca buku doang.

Hari kedua (Selasa) kegiatan masih sama. Hanya saja teman saya, Aldo, mendapat fotocopy BKI Vol I. Versi terjemahan. Wah, belajar jadi agak mendingan. Lebih ngerti, hehehe…

Hari ketiga (Rabu pagi) saya bersama dengan Yehuda dan Tomi menghadap Pak Koko, sedangkan Aldo dan Argo menghadap Pak Hanif untuk di test (Pak Koko dan Pak Hanif adalah surveyor kelas + penguji pretest).

Anda tahu apa hasilnya? KAMI GAGAL TOTAL! Dari sekian banyak pertanyaan yang keluar dari BKI Vol. I yang bisa dijawab hanya 3-4 saja. Memalukan sekali sebenarnya. Akhirnya Pak Koko menyuruh kami belajar lagi dan menghadap keesokan harinya. Artinya HARI RABU TIDAK ADA KEGIATAN SURVEY UNTUK KAMI. Namun, sebelum pamit menuju ”ruang eksekusi” Pak Koko menyebutkan apa kesalahan terbesar kami. Apa itu? Kami tidak membuat resume sama sekali tentang macam-maca survey dan item-item yang dicek. Dengan demikian mana bisa hafal. Selain itu, Pak Koko menyuruh kami fokus di Bab II dan III saja belajarnya.

Dengan petunjuk itu, saya dan teman-teman menjadi sedikit bersemangat. Kami langsung membuat resume dan menghafalkan item-item yang mesti diperiksa dan diuji coba selama survey. Tidak terasa dengan cara belajar seperti itu, waktu berlalu lebih cepat tidak seperti 2 hari sebelumnya. Maklum lah, capek juga kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Lebih enak bisnis online, hehehe…

Hari keempat (Kamis), dengan PD dan penuh senyum + semangat saya dan teman-teman menghadap Pak Koko. Kami lantas menyerahkan resumenya. Pak Koko melihat sejenak sambil sedikit tersenyum dan mengerenyitkan dahi. Kami pun di tes lisan.

Hasilnya? KAMI GAGAL LAGI PAGI ITU. Pak Koko berkata, ”Bagaimana kalian bisa lulus tes. Resumenya aja pada salah. Sudah belajar lagi sana. Perbaiki resumenya. Coba lebih teliti lagi. Nta sore menghadap saya!”

Dengan langkah gontai saya pun kembali ke ”ruang eksekusi”. Menelaah kembali BKI Rules Vol.I. Ternyata memang benar, ada banyak item-item yang terlewatkan. Saya kembali bersemangat dan menuliskan kembali resume yang benar.

Sore harinya dengan mantap menghadap kembali ke Pak Koko. Beliau melihat resume saya, Yehuda dan Tomi. Beliau tersenyum. Resume kami benar, tapi beliau tidak bisa menguji lisan sore itu karena dipanggil rapat oleh Pak Ir. Darwis Ali (Kacab BKI). Katanya, ”Udah bagus resumenya, besok saya tanya dikit. Kalo oke siangnya bisa ikut survey.” Intinya masih sama. Hari itu, KAMI GAGAL MENDAPATKAN IJIN IKUT SURVEY.

Keesokan harinya  saya dan teman-teman menghadap pak Koko. Kami diuji lisan tentang materi survey klasfikasi dan pengetahuan konstruksi kapal dasar. Alhamdulillah akhirnya lulus tes juga. Izin untuk ikut survey pun keluar. Kami dinyatakan bisa ikut surveyor untuk survey ke kapal. Saya pribadi hari ikut survey 2 kali. Saking masih kebawa semangatnya (gara-gara bisa tembus dan ikut survey), makanya langsung ngepost artikel ini untuk Anda semua.

Kisah nyata di atas saya renungi dalam-dalam. Hingga akhirnya saya bersyukur harus mengalami proses gagal test dan baru bisa ikut survey sekarang. Kenapa? Karena ada beberapa pelajaran hidup yang bisa dipetik dan bisa saya share ke Anda semua. Ini dia pelajarannya :

space

1. JANGAN MENYERAH DENGAN DREAM ANDA.

Apapun dream kita, akan selalu ada rintangan menghadang. Bahkan tidak mungkin rintangan itu adalah kegagalan-kegagalan seperti yang saya alami sebelum akhirnya bisa ikut survey. Jangan takut gagal. Anda masih punya dream yang mesti diperjuangkan.

space

2. PREPARE ITU PENTING

Salah satu alasan para surveyor menyuruh kami belajar adalah agar kami lebih siap di lapangan nanti. Persiapan yang matang akan membuat kinerja menjadi lebih optimal. Apa jadinya bila kami terjun ke lapangan tapi tidak tahu harus berbuat apa, tentu akan terlihat sangat bodoh dan memalukan instansi BKI. Paling tidak dengan belajar dan test tadi saya jadi ada gambaran apa yang akan dilakukan. Persiapkan diri Anda dengan matang sebelum terjun di medan perang!

space

3. TEAM WORK IS IMPORTANT

Kerja tim itu penting. Ini dinampakkan oleh Pak Koko secara tersirat ketika beliau membantu kami dengan memberikan arahan resume + bab mana yang mesti difokuskan untuk belajar agar optimal. Dengan demikian kami bisa cepat mengerti, dan di lapangan pun tidak akan merepotkan surveyor dengan pertanyaan ngga penting. Coba tidak ada pengarahan seperti itu, pasti gagal terus. Lebih jelas tentang gambaran contoh kerjasama team work silahkan baca artikel saya sebelumnya tentang tim support.

space

4. FOKUS

Ingat ketika awal-awal saya belajar? Saya tidak fokus bagian mana dari buku yang mesti benar-benar dipelajari. Akibatnya ngga efektif juga. Setelah Pak Koko mengarahkan kami agar fokus di Bab II dan III, hasilnya pun terasa lebih optimal. Jadi fokuslah dalam mengerjakan segala sesuatunya demi tercapainya goal Anda dengan cepat.

Space

5. BERHASIL SETELAH BERJUANG ITU NIKMAT

Survey sore tadi terasa nikmat sekali. Kenapa? Karena untuk bisa ikut survey, kami harus berjuang hingga 4 hari. Itupun dengan kegagalan yang tidak mengenakkan hati. Namun ketika ijin survey keluar dan kami terjun ke lapangan, rasanya puas dan senang sekali. Saking senangnya saya masih semangat hingga saat ini mengepostkan artikel ini. Biasanya jam segini dah tidur karena kecapekan.

Oke, itu aja sharing hari ini. Maaf kalau panjang dan membuat mata Anda lelah. Tiada niat lain selain share pengalaman dan hikmah di balik setiap peristiwa…

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Gagal 3 Kali, Akhirnya Berhasil Juga
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

64 thoughts on “Gagal 3 Kali, Akhirnya Berhasil Juga

  • memang penuh semangat, dengan langkah hati2 dan penuh ketenangan membuat apapun menjadi lebih ringan.
    sukses sohib

    1. @jpurnomo, tul… susah untuk bisa dapet ijin survey. Tapi begitu udah bisa survey, asyik. Jadi pengen masuk kerja senin mpe minggu… full spirits! :sip:

  • Sebelumnya saya ucapkan selamat atas KP-nya. BENAR, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Karena dengan kegagalan dan mau memperbaikinya maka kita akan sematang matang pada bidang yang kita geluti.

  • Mas, anggap ja itu adalah pengingat dari Allah. biar nggak keenakan di bisnis online. biar bisa tetap berempati dengan banyak orang yang merasakan kerasnya hidup. hehehe…

    1. @onabunga, hehehe… bener mbak. Kalo kerja keras kaya gitu jadi inget nikmatnya bisnis online. Yuk rekan-rekan yang lain, semangat ding bisnis onlinenya :love:

  • Sip.. dan selalu sip neh artikel pak arief… Banyak ide cemerlang. Banyak melakukan pencerahan. Hari ini gw baru bikin bolg juga hehehe… Planningnya mau ngangkat topik2 “Seribu Satu Cara Ilegal Berbisnis Internet”. Tujuannya ya supaya temen-temen tahu bahwa dunia internet itu punya seribu satu cara baik dan buruk Nah yang buruk kan juga harus tahu kan, supaya kita hati-hati dan tidak tertipu… Silahkan deh kunjungi Blog saya SEKARANG juga. Jamin deh bakal HEBOHHHH…..!!!!

    1. @Anonim, ide itu banyak pak, seliweran di sekitar kita :sliweran:, asal jeli dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat maka nilai lebihnya akan muncul. :ngelamun:

  • Hari ini seneng banget :hore: tadi pagi diajak Mas Hanief (surveyor BKI) ke IMS Gresik survey dua kapal lagi. Keren banget jadi surveyor! :matabelo:

  • Selamat menjalani kesibukan barunya Mas Arief. Dunia kerja offline tidak selamanya nyaman. Kadangkala kita melihat pekerjaan orang lain enak sekali. Padahal sebenarnya tidak selalu begitu. Akan ada rasa jenuh dengan rutinitas, dan rintik-rintik konflik yang jika tidak kita sikapi dengan ikhlas dan bijaksana maka dapat merongrong karir kita.

    KLIK BISNIS GURU : Referensi Bisnis dan Info Pendidikan

    1. @Umar Puja Kesuma, yes… i know it Mr. Umar. Makanya merintis bisnis online.

      Plan sih kerja offline dulu mpe bisnis onlinenya bener2 mantep. Kalo udah mantep, langung resign… :hihi:

  • Selamat, atas keberhasilan mas bisa ikut surveyor survey kapal, nanti untuk kedepan semoga mas bisa ngrasain kerja di kapal ,jadi benar2 tahu kondisi kapal yg sebenarnya,tapi jangan lupa tetap ngeblog ya….

    1. @Bambang Nugroho, oh ngeblog sih tetep mas… lha wong dari sini duitnya mengalir, hehehe :mataduitan:

      But the soul of naval architect still in my heart :love:

  • Dunia kerja yang sebenarnya akan lebih banyak warnanya mas…ada yang putih, hitam bahkan abu2…dan semuanya harus kita hadapi…semoga pelajaran berharga ini dapat mendewasakan dan mengupgrade diri…
    Salam…:sip:

    1. @Agung Jatnika, yes i know it. Saya belajar dari ayah kok mas. Beliau kan sering sharing masalah kerjaan di kantor.

      Maksudnya sih biar anak2nya pada belajar bahwa kehidupan itu keras dan kejam. Hanya Allah yg bisa melindungi dan mempermudah urusan :uhuk:

  • Rif, sudah asistensi ke pak didi?.
    kalo bisa bareng y!:plis:
    Aduh, susah y survey itu:nyerah:,
    aq ampir nyebur ke laut:kringetan:.
    bentuk print2an ato tulis tangan rip?.
    BTW senin libur g?:love:

    1. @dimas argo prasetyo, ACC paling hari selasa Go.

      Survey emang susah, tapi menantang. Hari Sabtu kemarin PKBL TOCA Go!
      :waaa: mau cari angpow, hahaha

      Senin libur, ngerayai GONG XI FA CHOI

      Tulisa tangan dulu aja, kalo dah acc baru diketik dan minta tanda tangan lagi. :hore::ngikik::melet:

  • eng ing enngggg… ya gitu deh mas.. kalo bercita2 jadi orang gajian seumur hidup… ga bebas berkarya, otak dijejali teori2 yang pada prakteknya tidak 100% berguna..

    salut untuk anda. gagal bukan akhir dari segalanya..coba terus sampe berhasil!:puyeng::sip:

    1. @mashengky, makanya sambil nyambi bisnis online mas. Untuk sementara gajian dulu. Begitu bisnis udah mantep dan passive income, saya resign hahaha… :melet:

  • Pengalaman yang berharga banget
    huhuhuhuhuhu
    kayaknya seru mas
    terus TIPsnya
    bener2 membantu saya
    Jangan menyerah, prepare, FOkus, Team work dan merayakan keberhasilan!
    akan saya ingat baik2 dipikiran saya mas!
    soalnya saya sendiri kadang melupakan ke 4 hal penting itu… sering dilanda rasa akan meyerah, sering tidak fokus, susah banget maw kerja team kalo teamnya ngga semangat, dan kadang juga ngga prepare dengan segala sesuatu
    makasie banget Ipnphonya
    Very Usefull
    :D
    Glad To Be Heree

  • maaf mas.. agak sedikit membenahi kata “kegagalan adalah sukses yang tertunda”. Sepertinya untuk seorang motivator sudah tidak relevan lagi kata itu. Apa jadinya kalau orang yang mendengar, dengan santainya mengartikan secara text book, “ah… suksesku masih terunda.” Dia akan tetap berusaha tetapi tanpa disertai sesuatu yang baru. Coba kalau “Jadikanlah kegagalan sebagai pemicu semangat untuk meraih kesuksesan.”
    Bukan sedang menggurui mas, tapi saya coba melihat dari sisi lain sebuah kalimat/bahasa.
    Tapi bagaimanapun saya ucapkan selamat atas kesuksesan Anda, sukses online dan sukses offline….

    :sip:

    1. @madhysta, yang anda katakan tidak salah. Bila orang mengartikan “kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda” sebagaimana yang mas maksud berarti orang yang mengartikan demikian belum pernah mendengar definisi kegilaan : :jedug:

      Adalah suatu kegilaan apabila kita mengharapkan hasil yang berbeda, namun cara yang kita gunakan tidak pernah berubah

      Semoga bisa membuka pencerahan untuk kita semua. :uhuk:

  • Selamat atas perjuangannya Mas.. Sarang ya, mumpung masih di BKI : kalau memang berminat kerja disitu, bikin pendekatan secara personal ke pada beliau-beliau (bukan KKN lho):sip:

  • Seperti biasa kang Arief meluncurkan artikel yg enak dibaca dan inspiring.

    Dan slamat buat theme barunya, baru sempet main lagi nih, lalu gimana dengan komen yg di intensedebate hilangkah?

    :mikir:

    1. @Abi, :love: ah mas abi bisa aja.

      Bout intense debate… yg terakhir waktu pindah ke thread comment ngga mas. Dulu hilangnya waktu ada upgrade plugin intense debate.

      Saya kan ngga tau, tak pikir diupgrade ngga ngefek, ternyata pada hilang…

      Tapi sekarang biarlah pake WP thread comment aja.

      Thanx for support

  • Asw…. selamat mas atas keberhasilannya melewati kegagalan. eAq juga baru ngerasain kebahagiaan juga mas, tepat hari kamis kemarin tgl 22 jan 09, aq lulus uji SIM C. Sebelumnya ngulang ampe 4x. Weleh..weleh… nikmat banget rasanya…. Salam hangat :matabelo:

  • betul, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Saya pernah ikut ujian CPNS 3 kali gagal semua, terus yang ke lima kemarin, alhamdulillah diterima.
    salam

    1. @joe, salam kenal mas joe…
      Kegagalan adalah sukses yg tertunda asal kita tetap bertahan untuk berjuang

      Selamat mas… udah berhasil menjadi PNS… :sip:

  • mas arief cerita anda bagus sekali,, saya seorang mahasiswa dan baru aja tadi siang ujian skripsi, mungkin rasanya senang sekali tp saya juga takut karena saya bingung mo kerja dimana, saya jurusan akuntansi S 1, mungkin bisa ksi info dmn coba2 ngelamar ato mungkin ada lowongan di tempat kerja bpk,,,

  • kata orang, kesuksesan itu adalah kumpulan dari kegagalan
    semakin banyak gagal semakin dekat dengan kesuksesan..

    jadi habiskan cepat2 jatah gagalmu!

    bukan begitu mas Arief?

    1. @Siswo Nugroho, bener mas. Kalau orang sadar konsep ini, maka mereka bisa berlomba2 untuk gagal.

      Maksudnya gagal dalam proses menuju sukses. Sehingga tidak ada perasaan takut dalam perdjoeangan bila nanti gagal.

  • Ass.Wr.Wb.
    Selamat mas arief…kayaknya sekarang sudah kerja ya.
    maaf baru lihat blognya…saya kira pengalaman mas arif ini bisa menjadi bekal yang baik untuk kerja.
    Sebagai pembimbing kerja praktek sy punya misi supaya PKL ini tidak mubasir dan adik2 tidak mendapatkan ilmu/pengalaman apapun, sehingga sy mungkin agak keras. bahkan sy mengharuskan membuat artikel mengenai berbagai permasalahan survey, saya harapkan itu menjadi bekal, minimum ada 4 permasalahan yang betul2 dipahami dengan menulis artikel tsb. salam sukse, semoga kita bisa bertemu kembali sebagai teman, klien atau bahkan rekan kerja…apa nggak tertarik ke BKI?
    Wassalam.

    1. @M.Aidy, wass.wr.wb

      Wah, sampai juga neeh Pak Aidy di blog saya, hehehe…

      Bener pak. Pengalaman kerja praktek di BKI benar-benar berharga dan tidak terlupakan. Andai tidak dibatasi waktu, saya malah pengen 3 bulanan KP disana.

      Dan saya setuju sekali dengan metode Pak Aidy dalam membimbing kita. Dengan begitu, kalau kita bener2 serius KP, ada hasil yang bisa didapatkan. Tidak sekedar memenuhi SKS kuliah saja.

      Btw… saya belum kerja pak. Menulis di blog ini hanya sebagai hobi saja. Semester besok baru mau ambil skripsi.

      Harapan saya sih mudah2an kita bisa ketemu lagi sebagai rekan kerja. Karena sebenarnya saya tertarik sekali untuk bekerja di BKI.

      Keep contact ya pak, nanti saya mau tanya2 bagaimana prosedurnya hingga bisa diterima kerja di BKI.

      Terima kasih kunjungannya.

      Salam Sukses.

      Wass.wr.wb

  • kk senior… u/ mempunyai soft copy Buku BKI Vol 1 , 2 ,3 4 dst versi bhs indonesia mudahnya cari dimana ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,421 bad guys.