Oleh : Arief Maulana

Irene Lau
Irene Lau

Minggu kemarin kegiatan saya padat sekali. Semenjak pagi hari, saya sudah keluar dari kost untuk menuju ke Gelora Bung Karno. Ngapain? Biasa lah olahraga dan sekalian cuci mata. Ingin tahu bagaimana suasana pagi hari di GBK kalau hari libur. Lumayan menyenangkan olahraga disana, walau hanya sebatas briskwalk selama kurang lebih 1 jam saja.

Setelah puas berolahraga, saya pun meluncur ke RS. Jakarta yang tidak jauh darisana untuk mengikuti acara Business Focus Group. Berkumpul dengan teman-teman yang sama-sama baru memulai bisnisnya dan saling share satu sama lain. Acara selesai jam 11.30.

Dari RS. Jakarta saya bergerak lagi ke Plaza Semanggi. Saya membuat janji bertemu dengan Irene Lau, seorang web desainer. Buat janji ketemuannya pun dadakan sekali. Itu pun karena pada saat subuh-subuh, Irene menyapa saya melalui twitter. Iseng saya coba tanyakan agendanya hari ini. Ternyata kosong, ya saya ajak saja ketemuan untuk sekedar ngopi-ngopi dan ngobrol santai di Plaza Semanggi. *sebenernya sih tujuannya biar habis dari RS. Jakarta, ngga langsung balik ke kost*

Sebelumnya saya sudah pernah bertemu dengan Irene pada saat Gathering Nasional Fiksi Mini yang waktu lalu pernah diselenggarakan di TIM Jakarta. Waktu itu saya masih bekerja di Cilegon dan kebetulan lagi jalan-jalan ke Jakarta. Irene sih tidak ingat pada saya. Tapi saya ingat dengan dia.

Kami janji bertemu di Plaza Semanggi jam 12.30. Sayangnya karena saya salah menuliskan SMS, jadi kepending sampai jam 13.30. Baru saya sadari setelah mengecek SMS yang saya kirimkan. Daripada ngga ngapa-ngapain, saya meluncur ke Gramedia dulu mencari beberapa buku yang mungkin bagus untuk dibeli. Eh kebetulan, ada diskon 70%. Lumayan. Mungkin ini hikmahnya :D

Fokus Dan Selesaikan Dengan Cepat

Yang ditunggu akhirnya tiba juga, walau sedikit terlambat. Usai saya makan siang di Solaria, kami pun mencari tempat tenang untuk ngobrol santai. Muter-muter sejenak, akhirnya ke Starbucks juga.

Banyak hal yang kami bicarakan. Mulai dari pekerjaan masing-masing, hobi, hingga pengalaman Irene Lau dalam menapaki dunia kerja yang terbilang cukup lama dibandingkan saya yang baru mulai menanjakkan karir. Termasuk juga yang kami bicarakan adalah bagaimana hidup di lebih dari satu “dunia”, menjalani dua profesi yang berbeda dan mungkin bisa saling bertolak belakang.

Irene menasehati saya, yang intinya adalah :

“Lebih baik fokus pada satu hal dan menyelesaikannya dengan cepat kemudian mencoba hal yang baru lagi, daripada mencoba beberapa hal tapi semuanya berjalan lambat dan bahkan mungkin berpotensi tidak ada yang jadi.”

Saya pikir ada benarnya juga. Seringkali ketika kita melangkah untuk menapakkan karir agar lebih sukses dalam satu bidang, ada saja godaan dari bidang yang lain. Nampak sama-sama berpotensi sukses, apalagi kalau kita merasa punya talenta lebih seperti yang pernah saya tuliskan di sebuah artikel lama, “Engineer vs Business and Marketer”. Ada yang mengalami hal yang sama?

Saya lantas teringat kopdar dengan Mbak Fifi kapan hari. Beliau juga pernah menceritakan kepada saya bagaimana Pak Krishnamurti mengajarkan untuk fokus pada satu tujuan dulu dan kejar sampai dapat. Ibarat kita memanah, anak panah kita cuma satu. Kalau papan bidiknya ada banyak, tetap saja kita harus memilih satu tujuannya dulu baru melepaskan anak panahnya.

Irene Lau kemudian memberikan keyword yang mudah kepada saya, agar lebih mudah menentukan tujuan dari karir yang saya kejar :

“Kamu nanti mau dikenal sebagai apa? Apakah ahli teknik perkapalan, internet marketer atau apa?”

Tadinya, saya berpikir kenapa tidak kalau bisa dikenal sebagai ahli bermacam-macam. Tapi tetap saja tidak bisa. Akan ada satu keahlian utama yang akan digunakan orang lain untuk memperkenalkan kita kepada audience tertentu. Sedangkan keahlian lain hanya sebagai pelengkap saja.

Misalkan : “Perkenalkan ini Bapak A. Beliau adalah seorang Pakar di bidang Teknik Perkapalan yang saat ini menjabat sebagai direktur utama PT …. Disamping itu beliau juga seorang penulis buku …

Anda lihat? Setelah kata “disamping itu” menunjukkan keahlian pelengkapnya. Apa yang disampaikan oleh Irene senada dengan apa yang dituliskan oleh Ippho Santosa dalam buku “7 Keajaiban Rezeki” tentang Pembeda Abadi. Saya tidak tahu, apakah Irene sudah membaca buku itu atau tidak.

Menyenangkan sekali bisa ngobrol santai agak lama dengan Irene yang selain freelancer profesional, namun juga memiliki kemampuan membaca karakter orang lain. Sayang, waktu sudah menunjukkan jam 16.30. Kami harus mengakhiri pertemuan ini karena Irene akan pergi ke Gereja jam 5 sorenya. Well, nice talk with her. Saya dapat banyak sekali pelajaran dari dia.

Sekalian, sebagai penutup tulisan ini saya mau bantu promosiin Irene Lau. Mungkin ada teman-teman yang membutuhkan jasa web designer, kontak aja langsung Irene Lau melalui beberapa line berikut :

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Ada lagi yang mau ketemuan dengan saya? :p

Fokus dan Selesaikan Dengan Cepat
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

66 thoughts on “Fokus dan Selesaikan Dengan Cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.