Entrepreneur Adalah Urusan Tuhan

Oleh : Arief Maulana

Donald Trump, Entrepreneur suksesMendekatlah KepadaNya, Maka Urusanmu Di TanganNya

Hari Sabtu minggu lalu (29 Nov ’08) saya ada kuliah tambahan di kampus untuk mata kuliah Manajemen Produksi Kapal. Kuliahnya bisa dibilang cukup lama (6 SKS). Namun tidak membosankan karena kebetulan dosennya memang enak.

Bab yang dibahas waktu itu adalah masalah manajemen keuangan dalam sebuah perusahaan. Dan penjelasannya meliputi 3 laporan keuangan, yaitu balance sheet, income statement, dan cashflow statement. Saya ngga akan bahas ini, karena tentu yang jurusan Ekonomi lebih menguasai. Saya cuma mau ambil pelajaran hidup di dari 3 laporan keuangan tersebut.

Pak Sjarief kemudian masuk ke dalam pelajaran hidup dengan mengeluarkan statemen, “Entrepreneur adalah urusan Tuhan”. Kok bisa demikian?

Kita lihat saja sekarang. Ketika sesorang memutuskan untuk menjadi entrepreneur maka dia akan menjadi pembuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Kalau tidak ada entrepreneur tentu tidak ada lapangan pekerjaan, terutama bagi mereka yang memilih jalan untuk menjadi karyawan (ini dilakukan sebagian besar orang di dunia). Dan bicara soal karyawan yang berkeluarga, maka perusahaan secara tidak langsung memberikan kontribusi pada kehidupan keluarga karyawannya.

Bayangkan bila sebuah perusahaan tutup. Maka berapa banyak karyawan yang akan kehilangan sumber mata pencaharian. Iya kalau usianya masih 25 – 35 tahun. Kalau di atas itu, sudah susah untuk melamar pekerjaan baru.

Memilih menjadi entrepreneur maka sama artinya kita memilih untuk sport jantung setiap hari. Why, karena setiap waktu bila lengah sedikit saja, maka posisi perusahaan bisa berada pada posisi rugi atau bahkan siap untuk bangkrut. Darimana tahunya? Dari 3 laporan yang harus selalu ada di meja dewan direksi (yang saya sebutkan di atas).

Belum lagi ditambah dengan masalah-masalah finansial lainnya seperti inflasi, depresiasi produk dan peralatan, suku bunga pinjaman yang ngga jelas, harga saham yang sekarang cenderung turun, atau berapa lama modal besar yang sudah dikeluarkan bisa kembali, dll.

Kira-kira dengan masalah sebanyak itu apa masih ada yang mau menjadi entrepreneur. Saya membayangkannya saja ngeri sekali. Tapi kita bersyukur masih ada yang mau mengambil peran tersebut. Maka pantaslah bila seorang entrepreneur lantas memiliki kekayaan yang melimpah. Cukup sepadan dengan harga dan perjuangan yang harus dibayar serta tanggung jawab yang diembannya.

Dan bila Anda adalah orang yang masih tetap bersikeras untuk menjadi seorang entrepreneur, maka mendekatlah pada Sang Pencipta, Allah SWT (ini pesan Pak Sjarief). Karena dengan masalah sebanyak dan tanggung jawab sebesar itu, satu-satunya yang bisa menolong Anda adalah Allah SWT.

Mereka yang dekat dengan Allah cenderung akan menjadi entrepreneur yang sukses dan bermental berkelimpahan yang senantiasa senang berbagi.

Kesamaan mereka bisa Anda amati pada posisi-posisi CEO / posisi-posisi puncak lainnya dalam sebuah perusahaan yang berkembang luar biasa. Rata-rata, mereka yang menduduki peringkat elite tersebut orang yang sisi spiritualnya bagus.

Maka ketika pensiun biasanya mereka akan menjadi juru dakwah, atau penasihat spiritual, atau dermawan yang selalu berbagi, dll. Pokoknya sisi spiritualnya bagus.

Itulah mengapa ketika kita akan take action untuk menjadi seorang entrepreneur yang harus diluruskan pertama kali adalah niatnya. Bukan untuk kesuksesan pribadi, melainkan untuk kesejahteraan banyak orang.

Ketika Anda sudah bisa mengubah niat untuk bisa membantu banyak orang lewat perusahaan yang Anda bangun, dan dengan didukung oleh doa, maka bisa dipastikan perusahaan Anda akan bertahan menghidupi banyak karyawan yang bekerja di dalamnya.

Karena Allah senantiasa akan membantu dan mendampingi kita yang punya niat membantu umat manusia. Bukankah bila semua urusan dipegang Allah segala sesuatunya akan menjadi lebih baik? Jadi ngga perlu sikut-sikutan. Cukup dengan meluruskan niat, berdoa, dan berusaha sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan Anda.

Allah tidak mungkin turun langsung menampakkan diriNya untuk membantu umat manusia. Maka satu-satunya jalan adalah mengutus sebagian manusia untuk menjadi tangan kanannya dalam mensejahterakan umat manusia. Dan salah satu tangan kananNya adalah ENTREPRENEUR…

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Dan untuk Pak Sjarief Widjaja, saya ucapkan banyak terima kasih atas pencerahannya untuk kita-kita semua. Semoga saya masih bisa diberi kesempatan banyak untuk belajar tentang kehidupan dari Anda.

Salam Sukses,
Photobucket
space

  1. nice post mas.. oya, ternyata anda JV dengan mas agung di coverku.com yah? keren euy!

    ARIEF MAULANA menjawab :

    Iya mas… kerjasama antar newbie…

  2. arief maulana says:

    Emang sih lebih enak jadi netpreneur.
    Tapi bukan berarti ngga boleh jadi entrepreneur kan…
    APalagi mereka yang idealis… hehehe..

  3. arief maulana says:

    Anda benar sekali mas Wawan.
    Ide saya malah pengen ngumpulin modal dan passive income dari bisnis online.
    Nah, ntar modal itu tak kasih ke adik yg kuliah di bidang ekonomi.

    Biar dia lah yg ngurusi bisnis offline. Saya ikut andil saham saja hehehe…
    Paling ngga pengennya masing-masing adik saya tak bekali dengan bisnis SPBU semua.

  4. luar biasa mas Arief pmaparannya… :) klo sya mngkin niru jdul bukux Aa Gym ma Rhenald Kasali, berbisnis dengan hati… Mngmbil resiko adalah cntoh enterpeneur sjati. Resiko trbesar sllu mnghntui, ttpi enterpreur sejati trus maju… Krena ikhtiar, nrusaha dan brdoa.. Klo pun trjadi ssuatu ykin bhwa Allah pnya rncana trbaik :)

    Pncerahan yg luar biasa mas Arief.. blog yg tdak prnah kring dngan sumber motivasi…

    ARIEF MAULANA menjawab :

    Terima kasih, Andalah salah satu inspirasi saya. Hehehe

  5. satriyo yudiarto says:

    Mas arief sekarang udah jadi enterpreneur
    Kalo saya masih jadi entarpreneur…hehehehe…sibuk mau bikin dot com atau entar gitu…

  6. Nice content with great motivation artikel.Memang betul enterpreneur berselancar di negeri impiannya,dan bermain dengan resiko.Always inspiring.

    ARIEF MAULANA menjawab :

    Thanx a lot di… u’re my best friend and business partner. Sejak bisnis offline dulu. Hehehe

  7. mumuh muharam says:

    Salam kenal mas…. Luar biasa!! saya jadi salah satu kalimat bijak…
    Enterpreneur bukan sekadar mencari kekayaan tapi lebih dari itu….
    Bravo!!!

  8. Salam kenal semuanya…

    hmm.. Sudah seharusnya kita melakukan pendekatan kpd sang Pencipta dari segi apapun dalam kehidupan ini. tapi untuk masalah ini, saya pernah baca sebuah buku, saya lupa judulnya (ntar aku ksh tau deh). saya sangat terkesan dengan seorang entrepreneur yang senantiasa melakukan pendekatan spiritual sprt tulisan mas Arief ini.

    Salam sukses

  9. setuju Rif.
    Termasuk jodoh urusannya yang di atas, termasuk dijodohin sama anaknya atasan kita

    hue hehehehe

    ARIEF MAULANA menjawab :

    Kalo yg ini saya kurang sepakat. Why? karena manusia kan disuruh Allah untuk usaha. Thats why Baginda Rasulullah memberikan saran bahwa untuk mencari calon pendamping hidup pilihlah wanita yg :
    1. Agamanya Kuat
    2. Cantik parasnya
    3. Memiliki harta, dst.

    Namun yg terbaik adalah yg agamanya kuat, karena akan mengcover semuanya…
    Ini yg saya cari, hehehe…

  10. Tulisan yang Luar Biasa Prima, Mas Arief.
    Kalau sebagian besar generasi muda punya mental seperti anda, saya yakin negeri ini semakin maju dan makmur. :-)

    Kalau kita memikirkan orang lain, maka giliran Allah yang memikirkan kita. Kalau kita membantu orang lain, maka pasti Tuhan membantu kita.

    Salam Luar Biasa Prima,
    Wuryanano :)

  11. arief maulana says:

    Wah… saya merasa terhormat sekali, Mas Wuryanano mau mampir ke blog yg biasa ini. Say kagum betul dengan Anda, motivator sekaligus pebisnis sukses. You are my inspiration.

    Sebagai ucapan terima kasih saya, link Mas udah saya pasang di link INSPIRATOR HIDUP.

    Salam Sukses.

  12. thanks artikelnya mas arief buat aku semangat terus…..he..pokoknya life is always fair,inilah cara berfikir yan baik.Allah sayang sama makhluknya.teruskan dakwahnya berbagi ide

  13. Pingback: Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  14. artikelnya bener2 berguna dan menyentuh…
    Indonesia sangat butuh banyak sekali entrepreneur muda, karena jumlah pengusaha di indonesia masih terlalu rendah (skitar 400rb-an), jauh dibanding penduduknya yang mendekati 230juta.. q pnya pandangan ke depannya jd entrepreneur…. doain ya mas……
    081804586657

    • arief maulana says:

      Wah saya senang sekali kalau ada yang bercita-cita jadi entrepreneur. Lumayan, bisa meluaskan lapangan pekerjaan. Amin… saya doakan Anda bisa jadi orang sukses!

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,744 bad guys.