Oleh : Arief Maulana

teknik perkapalanPosting kali ini lahir gara-gara ada satu pernyataan menggelitik yang dilontarkan oleh Cak Budhi K. Wardana pada sharing tentang review produk. Beliau bilang, “saya kadang berpikir apa bener mas Arief ini kuliah di Teknik? Anda seperti pakar marketing tulen?”. Saya jawab, “Lha wong saya juga bingung, hehehe…”

Flashback dikit. Saya ingat betul ketika ibu sering menceritakan seperti apa sikap saya waktu kecil. Yang pasti bakat teknik itu terlihat sejak kecil, manakala kerjaan saya adalah merusak setiap mainan yang diberikan ayah. Ngerusaknya bukan dibanting atau apa, melainkan dibongkar satu persatu, persis kaya tukang bengkel bongkar mesin. Bedanya, saya ngga bisa balikin lagi itu mainan yang udah dipreteli ke kondisi semula alias rusak. Biar ngga dimarahi, biasanya saya umpetin di lemari pakaian.

Bakat ini lama-lama makin kelihatan. Soalnya kalau udah urusan menggambar, entah kenapa yang sering saya gambar kalau ngga robot pasti mobil atau hal-hal berbau teknologi. Disamping itu saya hobi juga bongkar pasang tamiya. Apalagi dulu sering beli tamiya. Sampai-sampai waktu SMP saya udah bisa cari duit lewat tamiya. Ngapain? Buka jasa ngerancang tamiya yang optimize and kenceng larinya (padahal itu kan tergantung motornya). Disini ketika saya ditanya ntar mo jadi apa, sudah ada satu keinginan mantep yaitu jadi insinyur alias engineer alias orang teknik.

Waktu SMA ya sama milih kelas IPA untuk mendukung keinginan jadi engineer dengan masuk ITS. Disini pemetaan potensi mulai keliatan. Saya menemukan satu lagi hobi baru, yaitu desain. Ini gara-gara guru desain grafis saya memberikan materi DKV (desain komunikasi visual) dasar dengan Corel Draw + Photoshop. Makanya saya bisa dikit-dikit desain banner, e-cover, dll. Akhirnya setelah hunting info kesana kemari ada 4 pilihan yang mau saya masukin : STAN, Architect ITS, Teknik Sipil ITS, dan Program Desain DKV ITS. 

Pengen ke STAN karena semua biaya gratis, jadi bisa ngeringanin ortu. Architect / Teknik Sipil / ProDes DKV tidak lain karena saya suka desain dan merancang sesuatu. Lha kok terus kesasar di perkapalan. Ceritanya ayah saya kan kerjanya di bawah naungan Dirjen Perhubungan Laut + kerjanya di Kantor Administrator Pelabuhan. Ayah kagum sama anak temennya yang sekarang jadi Marine Inspector. Usut punya usut ternyata anak itu lulusan teknik perkapalan ITS and ikut program pertukaran mahasiswa ke Jerman (sekarang udah ngga ada lagi).

Kebetulan waktu itu saya dan keluarga lagi share masalah kemana akan melanjutkan kuliah. Disana ayah masuk menawarkan ke saya, kenapa ngga masuk teknik perkapalan aja. Saya kaget, soalnya yang kebayang itu kalau lulus saya mesti berlayar. Jauh dari rumah, jauh dari keluarga, berbulan-bulan di laut, ngga Arief banget. Tapi ternyata beda jauh.

Teknik Perkapalan atau nama kerennya Naval Architecture and Ship Building, itu lebih ke arah desainer + pembangunan kapal. Lihat aja nama inggrisnya, ada Architect. Kata ayah, kalau sama-sama merancangnya seperti Architect mending ke perkapalan aja. Potensi maritim gede, lowongan kerja banyak (memang banyak lowongan dari alumni), karena ngga banyak orang tahu apa dan bagaimana teknik perkapalan.

Oke, saya pikir ngga ada masalah karena yang penting sama-sama merancang. Kalau architect merancang rumah dan sipil masalah pembangunan rumah tersebut, maka Naval Architect and Ship Building malah gabungan dari architect + teknik sipil. Modul kuliahnya 1 paket. Makanya mata kuliahnya susah + yang lulus tepat waktu (4 tahun) paling dikit dari seluruh jurusan se-ITS. Lha wong lulus 5 tahun itu udah bagus. Biasanya 6-7 tahun. Kalau kata Kajur, kita ini limited edition. Yang masuk banyak, keluarnya dikit. Padahal amat sangat dibutuhkan. Dan jadilah hingga saat ini saya masih kuliah di Teknik Perkapalan ITS.

Waktu kuliah, biasa pikiran kan udah beranjak dewasa mulai mikir gimana cara dapet duit. Eh masuk temen SMA saya, cewek, nawarin bisnis MLM. Awalnya saya ngga suka bisnis jaringan (kena efek negatif ortu). Tapi dipaksa-paksa akhirnya join juga (lebih karena kasihan sebenarnya). Makanya saya males jalanin dan baru aktif setelah 1 tahun.

Saya ikut di Tianshi. Yang bikin aktif, saya ditemukan sama Upline Leader. Disitu dia buka wawasan pikiran saya, dan disanalah saya mulai mengenal konsep Passive Income. Saya suka konsep itu karena, duduk diam duit datang (4D). Dan akhirnya saya getol jalanin Tianshi. Dalam 1 bulan sejak goal sharing + menata dream book saya tembus *4.

Saya bersyukur masuk MLM. Disanalah saya mengenal dunia bisnis + marketing. Disanalah saya belajar bahwa untuk bisa sukses kita harus punya 3 hal, dream + nilai tambah + faktor kali, persis seperti ajaran Pak Tung Desem Waringin. Nilai tambah ada pada produk bisnis MLM. Dan faktor kalinya itu lho, yang bikin bisnis itu jadi dahsyat. Apa faktor kalinya? JARINGAN.

Seperti kata Kiyosaki,

“Sementara orang rata-rata sibuk mencari kerja, orang kaya sibuk mencari dan mengembangkan jaringan bisnisnya.”

That’s why I love marketing + network = Network Marketing. Hingga akhirnya harus take a rest juga gara-gara jaringan saya yang 95% mahasiswa pada ngilang, menyisakan 1 leader *4, Adi Wardana. Omzet sebenernya udah tembus *5 (lebih dari 50 juta), sayang kaki *4 kurang.

Kuliah lama-lama tambah sibuk. Mau bangun kaki baru lagi, butuh waktu dan banyak tenaga menduplikasikan sistem. Akhirnya cari peluang apa yang bisa dikerjakan paruh waktu tanpa mobilitas tinggi. Ketemulah saya dengan bisnis online.

Oke, dream tetep dipasang cuma caranya sekarang beda. Kalau dulu di MLM Tianshi, sekarang di affiliate marketing. Intinya, marketing juga. Sayangnya bermain di areal affiliate marketing hanya mengedapankan satu nilai tambah saja, tapi tidak dengan konsep JARINGAN. Kalau bagi pemilik produk mungkin iya, dengan konsep jaringan viral marketing. Kalau affiliate marketernya kan cuma memasarkan produk sekali, kemudian selesai.

Setelah dapet agak banyak dari affiliate marketing akhirnya saya niat balik lagi ke bisnis jaringan dan kesasarlah ke Bisnis Pulsa Dynasis. Interest karena daftarnya gratis, ada sistem viral marketing (network marketing), dan bisa dijalankan secara online. Justru di Dynasisnya ini yang pasti memberikan income setiap bulannya + membiayai operasional bisnis internet saya. Cuma ya butuh perdjoeangan di awal untuk membentuk sistem jaringan yang kokoh dan tak tertandingi. Memang untungnya dikit.

Sebagai gambaran terjelek cuma Rp.60 pertransaksi. Eits, lihat faktor kalinya Bung. 2500 orang jaringan di bawah saya. Kalikan saja untuk dapat pertransaksinya. Dan faktanya tidak ada yang benar-benar 1 kali transaksi. Rata-rata 2-3 transaksi per member. Kerjaan saya? Sekarang ngga ada. Ngga ngapa-ngapain juga bonus masuk terus.

Panjang ya ceritanya? Apa sih pelajaran dibalik ini semua?

Sesungguhnya ILMU di jagat semesta ini bagaikan samudera tanpa batas. Apa yang Anda tekuni saat ini hanyalah 1 dari jutaan tetes air di samudera. Tidak ada salahnya kan kita mengambil 1 tetes lagi.

Saya mengambil 1 tetes di awal, yaitu engineering. Dan sekarang mengambil 1 tetes lagi di bidang marketing. Entah besok atau mendatang akan ambil tetes yang mana lagi, mungkin bisnis properti. Bukankah Rasulullah sendiri bersabda, “Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat”. So become multi talent and knowledge, why not. Apalagi multi income.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Engineer VS Business and Marketer
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

91 thoughts on “Engineer VS Business and Marketer

      1. @arief maulana, :sip: Kisah hidup memang tidak selalu seperti yang kita inginkan. namun tetap saja tujuan hidup harus satu.

        1. @Stop Dreaming Start Action,
          itulah manusia yang terus mau mengubah hidupnya…

          buat apa jadi manusia kalau tidak bisa merubah dirinya sendiri…

          keahlian, buakn berasal dari kampus yg sudah kita ambil jurusannya, tapi keahlian berasal dari ketekunan dan keuletan.

          Tetap komitmen, dan Action tentunya…

          salam mas Ariel… EEEEee…. Arief…
          :hihi:

  • Apapun latar belakang kita klw mampu dan bisa dengan bidang yang lain mengapa tidak…yang penting fokus…:)

    1. @petanionline, betul mas… Untuk sukses tidak perlu melihat latar belakang.

      Kita cukup melihat kedepan mau jadi apa dan membekali diri dengan kemampuan yg sesuai

    1. @Winarno, Tak lanjutin Mas:hehe: Sebenarnya ketika pertamax buka blognya Mas Arief, saya bertanya2 ini orang tekhnik ko jago dlm motivasi bisnis online. Memang sih ga beda…kan sama ahli, ahli kapal dan ahli memasarkan…:hehe:

      1. @Winarno, soal motivasi, mungkin karena di kampus saya diberi amanah menjadi pemandu (trainer) untuk Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa mas.

        Kebetulan materi yg sering saya bawakan berkaitan dengan pengembangan diri + motivasi itu sendiri. Yah, tempaan proses lah.

        Dan semua juga bisa kok kalau mau. :hihi:

    1. @Tri Agung Y, betul sekali. Dan ngomong2 banyak sekali lho engineer yg ujung2nya masuk bisnis online juga. :sip:

  • Ruar biasya dahsyat sarapan pagi saya hari ini, dimana yang masakin enginering marketing membuat libido saya semakin memuncak untuk bisa seperti anda mz arief, kebetulan saya teknik mesin graduate, tapi hidup ini terus berjalan dan banyak yang harus saya pelajari dan ambil dari ilmu2 Allah yang Maha Luas ini, SubhanaAllah !:hore::hore::

  • nice post mas Arif, mengingatkan perjalanan kehidupanku yang pernah mampir di bisnis MLM, secara finansial gak terlalu banyak yang saya dapatkan disana, tapi banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa saya ambil.
    Selanjutnya saya kenal dunia internet marketing, ini saja baru mulai, dari NOL besar saya bikin blog, kata Acha (abula45) blogku masih perawan,
    kok jadi curhat ya ….

    Saya masih belajar banyak cara membangunnya.
    hiet… terimakasih mas arif, postingan yang bagus.

    sukses untuk semua

    1. @munif il, sama-sama. Semoga memberi satu spirits dan motivasi tersendiri untuk berjuang terus tanpa lelah hingga sukses :sip:

  • Subhanallah…ada anak cerdasnya kaya gini…betapa bangganya orang tua mas Arif…Imtaq n Imtek nya jalan bareng…Kudukung nak… teruskan perjuanganmu…Mudah-mudahan dapat istri yang sholehah he..he..he:hiks:

  • Wow…makasi banyak bro atas sharingnya…MEMANG ilmu pengetahuan dunia ini tidak ada batasnya, so kalau mau maju kita harus siap dan berani belajar apapun yang sesuai dengan minat kita supaya bisa survive dalam hidup dan mencapai pengembangan diri yang maksimal…btw, terimakasih banyak atas saran+komennya di blog percobaan saya, hehehe…saya lagi merancang blog baru nieh…moga hasilnya bagus :D, mohon bantuannya juga…matur nuwun ya mas arief…salam hangat ^o^

    1. @d D4n, secara garis besar konsep sama, yaitu sistem pemasaran jaringan. Bedanya kalo MLM ada sistem pemeringkatan dan bonus level tiap2 peringkat beda.

      Viral marketing ngga pake sistem peringkat dan prosentase bonus di kelebaran ataupun di kedalaman sama.

      Contohnya di http://goldendynasis.com

  • Kalau saya berpendapat, ilmu marketing adalah penting terlepas apapun jurusan kita di kampus…..Ide dan skill kita perlu diketahui atau dimarketkan kepada orang kalo ingin bisa berkiprah di masyarakat….Terlebih buat Mas Arief yang kelihatannya menikmati dunia teknik sekaligus marketing

    1. @sagara mubarok, yang paling mendasar dari ilmu marketing yg wajib dikuasai oleh kita adalah MEMASARKAN POTENSI DIRI.

      Percuma kita punya segudang talenta, kalau orang ngga tau atau ngga interest.

      Dan blog bisa menjadi media untuk self marketing.

  • nice true story mas…bisa jadi pelajaran untuk semua blogger…kebetulan saya juga orang teknik, jadi gak masalah kan mempelajari setes air? hehehhee…
    :sip::sip::sip:

    1. @Agung Jatnika, ayo… kita buat perkumpulan engineer yg terjun ke bisnis online. Dihitung2 ternyata lumayan banyak juga lho. :hihi:

  • Akan lebih bagus jika kelak kedepannya mas Arief bisa memadukan ilmu di bidang marketing dan ilmu yang didapat di bangku kuliah.

    Semisal mas arief membangun usaha bengkel perbaikan kapal, mas Arief tentu sangat mudah memasarkan dan mempromosikan bengkel tersebut karena basic marketing telah dimiliki plus didukung dengan jaringan relasi yang udah dibangun selama menggeluti bidang marketing.

    Bagaimana mas Arief, ada planning seperti itu?

    1. @Stop Dreaming Start Action, itu yang sulit mas. Kalau bisnis di bidang perkapalan hampir semua menggunakan sistem tender.

      Kapal bukan mass product. Sehingga tunggu ada tender baru ikutan.

      Adapun untuk galangan reparasi kapal, langkah awal untuk membuat punya pelanggan ya ikut tender lagi… Hahaha…

      Saya sih kalo punya duit and bisa buka galangan kapal rakyat… mending meng-HIRE orang mas… termasuk masalah marketingnya.

      Sementara itu, kumpulin modal dari bisnis online dulu

  • sharing yang begitu bagus!God provides each one of us with so many talents but it depends on how we make good of it and work out to discover more the talents in us and for the person who knows how to thank God never keeps for her/him-self rather will always share with others for the betterment of many. thanks for the inspiring sharing and motivation.

    1. @thasia, terbata-bata aku membacanya… akhirnya nangkep juga maksudnya…

      terima kasih udah mampir disni!:sip:

  • Saya baru tahu kalau mas Arief ini asalnya dari engineering, saya senang dengan hal seperti ini, memiliki kemampuan lebih selain basic yg sdh dimiliki. Sama juga dengan saya mas, basic saya juga manufacturing & sekarang lagi memulai hidup di dunia online, bagi2 ilmunya ya mas…?? O iya mas bagaimana cara pasang kotak email subscriber? terimakasih.

    1. @David, :sip:

      Ada dua cara :
      1. Cara gratis, gabung aja di feedburner. Cuma kiriman artikelnya biasanya agak lambat dan kita ngga bisa kirim email pengumuman secara massal.

      2. Dengan autoresponder berbayar. Banyak kelebihannya bisa baca di http://ambil.info/autoresponder

  • banyak yang bisa di petik perjalanan mas Arief. mengagumkan..

    kalau melihat hasrat-hasrat dan langkah2 mas Arief. saya yakin kedepan akan lebih dahsyat lagi

    salam hangat

    1. @fadly muin, mudah-mudahan saya bisa menggebrak lebih dahsyat lagi dan memberikan yg terbaik untuk bangsa ini mas. Hehehe…

  • hemmm….semua orang sudah ngambil bagian untuk comment.mas arief memang super dan sllu siap berbagi dg sesamanya,good luck.
    Allah wafgak……

    1. @sari, sebenarnya saya bukan orang super mbak. Setiap orang dilahirkan dengan multi talenta pada dirinya masing-masing.

      Namun demikian, harus ada keinginan dalam diri orang tersebut untuk menemukan dimana talenta dan potensi dirinya untuk kemudian diledakkan menjadi sesuatu yg dahsyat. :sip:

  • :sip: msih muda pnya multi-income, idola para wanita :love:
    Hihihhihi… Saya jga snyum2 wktu baca penglman mas arief. Trnyta gtu perdjoeangan mas arief.. :matabelo:

      1. @Candradot.com, ssst…:bisik: banyak sih. Cuma… ngga fokus kesana mas. Kasihan ama ceweknya. Lha wong saya ngga ada waktu ekstra untuk itu.

        Mapan dulu lah.

    1. @Ardy Pratama, saya yakin kalau mas Ardy juga buka kartu pasti lebih banyak yg senyam senyum juga melihat perdjoeangan mas. :sip:

  • kesuksesan bisa berangkat dari mana saja, termasuk sampeyan mas. orang teknik ke bisnis online.

    bukankah orang pintar adalah mereka yg setiap menemui satu ilmu baru yg bermanfaat, bersikap terbuka dan mau mempelajarinya. (hehe…nyontek bahasamu mas):sip:

  • waduh ga dapet yang pertamax rek..
    ternyata banyak juga keahlian mas arief ya.. termasuk sekarang menuju jenjang bebas finansial dengan mendirikan perusahaan bisnis dasar bersama dua orang pakar internet marketing sidoarjo..

    btw, komentar di blog saya sepi gara2 tersedot artikel mas arief neh wakakaka…

    atau memang artikel saya terlalu panas untuk dikomentari?

    1. @mashengky.com, artikel yg mana mas? Kayanya artikelnya terlalu panas deh mas. Beberapa rekan sempat tanya ke saya, ada apa MH vs JS.

      Disisi lain, mungkin mereka mencoba bersikap netral. :sip:

      1. @arief maulana, hihihihi.. padahal gak ada apa2 kok mas..
        justru kalo mau disebut internet marketer sejati, harus bisa bikin heboh dan mencuri perhatian orang lain..
        ayoo belajar dari yang sudah paham.. tinggalkan zona nyaman anda.. ikutan berpanas2an supaya cepat matang :melet:

  • setelah baca ini saya jadi menerka2 apa keahlian saya .

    1. supel
    2. ganteng
    3. tinggi
    4. badan proporsional

    loh loh.. itu bukan kelebihan yah, tapi menyombongkan diri wkwkwk..

    aniway, salam kenal yah mas arief. bisnis jaringan memang enak, karna kita punya team yang bisa mencarikan kita uang. seneng dhe hoho

    1. @Ferry Prima, betul mas emang enak… klo kita udah bangun fondasi jaringan yang kokoh. Kalo belum… ya percuma, bisa roboh kapan aja.

  • Salam kenal mas Arif, saya banyak belajar dari ‘keberanian’ Anda. Semoga banyak generasi muda yang berani keluar dari zona nyaman dengan berinovasi baru

    1. @Masimam, salam kenal juga mas. Saya juga berharap seperti itu. Makanya blog ini lahir untuk membantu membentuk karakter dan mental yang positif bagi pembacanya..

  • jd mikir.. potensi diri sy apa ya…?
    tentukan pilihan, buat keputusan..
    curahkan segenap akal budi pd pilihan yg telah kita putuskan…
    dan ternyata, luar biasa, ada banyak kesempatan di bumi ini untuk kita mengukir prestasi…
    _salam anget_

    1. @Abula45, salam anget juga.. :ngakak:

      Potensi diri..? Kira-kira senengnya masalah apa mas. Itu biasanya ngga jauh2 dari potensi diri.

      Ya, Allah menciptakan manusia sebenernya dengan bibit multitalenta. Nah, kitanya mo ngembangin bibit yang mana…

  • Dalam era gobal ini, saya pikir gak masalah untuk lintas spesialisasi. Saya juga sama Mas Arif, hanya lulusan manajemen. Tapi kerja sehari-harinya di proyek nanganin kebutuhan kabel FRC di proyek high building atau mal.:puyeng:

    1. @Sumartono, ya, sepakat mas. Udah ngga jamannya lagi kayanya menguasai cuma 1 bidang… seperti kata Mas ROmi Satria Wahono :sip:

    1. @Ahmad N, ehm… emang sulit kok mas cari apa nilai tambah kita. Tapi kalo dah ketemu, bisa jadi luar biasa. :sip:

  • Mas Arief, sebetulnya latar belakang atau profesi apapun kalau sudah terjun ke masyarakat tidak akan lepas dengan yang namanya jual-beli. Entah itu jual-beli produk atau jasa. Maka menurut saya engineer + marketing = success businessman.
    Semoga sukses…!

  • saya salut sama mas Arief, walau sibuk ama pekerjaan, namun sangat aktif ngeblog. Gimana caranya ngatur waktunya mas? saya sendiri sering kewalahan dengan deadline kantor.

    1. Saya sebenernya belum bekerja pak, hanya berbisnis di jalur online saja. Pekerjaan utama saya saat ini ya kuliah. Tapi ada satu sistem pengaturan waktu yang saya tetapkan. Yakni untuk kerjaan siang, saya tidak ganggu. Saya menjalankan sisi marketing online di malam hari cukup 2-3 jam saja.

      Bila lelah, saya biasanya tidur sore dan bangun lebih pagi sekitar jam 2 atau jam 3. Intinya, tidak mengurangi jatah jam tidur, tapi hanya menggesernya.

  • Pengalaman yang bisa dijadikan referensi ya Mas..

    Orang2 enginer yang sukses biasanya mampu menuangkan ilmunya dalam bahasa awam. Dimana bahasa awam sama dengan bahasa pasar.

    Smoga Mas Arif mampu memiliki ilmu enginering yang rumit, tapi kemampuannya bisa terlihat simpel di dunia kerja nanti..

    1. @Wawan Purnama, bener mas. Kita dituntut untuk mampu menyederhanakan masalah yang ruwet hingga menjadi solusi sederhana di mata masyarakat. :sip:

  • Benar Mas…, seperti apapun orang yang “gak tahu” membenci MLM, faktanya ia telah membuka banyak orang ihwal konsep pasive income. Iku MLM, keluar, ikut lagi…, ikut lagi adalah sangat wajar.

    Yang tidak wajar adalah kalau selama mengikuti bisnis MLM ia tidak mendapatkan ilmu pemasarannya.

    1. @hade, maka itu mas. Sesungguhnya dalam setiap jalan hidup kita ada pelajaran disana. Jadi tidak perlu disesali. Hehehe…

  • Tq banget mas Arief, komentar saya malah jadi bahan postingan Anda. Saya sendiri orang teknik yang memang bener-bener kecebur ke area teknik. Pengennya sekarang nyoba bisnis online, tapi susahnya setengah mati lantaran hrs bagi waktu dengan kerjaan teknik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.