Oleh : Arief Maulana

Edifikasi Dalam Bisnis OnlineEdifikasi salah satu senjata tidak terlihat yang ampuh

Edifikasi? Kalau Anda pernah berkecimpung di dunia Network Marketing / MLM, pasti pernah mendengar istilah edifikasi. Bahkan kalau boleh dibilang edifikasi adalah salah satu dari 3 prinsip dasar seorang network builder (edifikasi, konsultasi, no crosslining). Kok tahu? Ya, saya kan pernah nyemplung di bisnis network marketing.

Saya jadi teringat ketika dulu, setiap kali akan presentasi baik itu untuk kepentingan pribadi ataupun membantu grup, senantiasa kegiatan edifikasi saya lakukan. Tujuannya adalah mengangkat postur upline ataupun downline (bila presentasi di grup).  

Biar lebih paham, gini nih contohnya :

Katakanlah saya akan presentasi membantu grup saya di rumahnya Mas Adi Wardana (top leader di grup saya). Ketika saya datang, tampak prospek sudah pada datang. Sebelumnya mas Adi bilang ke saya bahwa prospeknya adalah orang-orang yang punya posisi (pejabat desa). Dengan demikian, postur saya lebih rendah dari prospek karena saya hanyalah mahasiswa.

Ketika saya akan masuk kedalam ruangan, Mas Adi menjemput saya di luar dan membawakan tas yang saya bawa. Sesampainya di dalam, Mas Adi kemudian memperkenalkan saya dengan prospek, sambil berkata kepada prospeknya (misal Pak Djalil),

”Pak Djalil, ini upline saya, orang yang luar biasa. Beliau jaringan bisnisnya sudah mulai berkembang di beberapa kota di Indonesia. Walaupun masih muda, namun sepak terjangnya di bisnis ini patut diacungi jempol…”

Apa yang terjadi kemudian? Dengan segera, postur saya di mata prospek pun naik dengan cepat. Pak Djalil yang tadinya meremehkan, kini mulai menunjukkan rasa hormatnya. Kenapa? Karena yang terbersit di benaknya bukanlah Arief seorang mahasiswa, melainkan Arief sebagai seorang Pebisnis Profesional yang sudah punya jaringan dan grup besar.

Jika sudah begitu, maka saya seakan-akan punya memiliki power yang dahsyat untuk melakukan presentasi dengan profesional dan mampu menciptakan ketertarikan Pak Djalil terhadap bisnis MLM yang saya bawakan.

Di akhir presentasi, tidak lupa juga saya edifikasi balik Mas Adi dengan mengatakan,

”Pak Djalil, Anda sudah bertemu dengan orang yang tepat. Saya tahu betul, Mas Adi ini adalah orang yang luar biasa. Dia bahkan menjadi top leader di jaringan saya. Saya juga tahu komitmennya dalam membangun bisnis dan membantu jaringan besar sekali…”

Apa tujuan saya melakukan edifikasi balik? Itu adalah cara saya menaikkan postur dan memberikan sebagian power ke Mas Adi. Dengan demikian, Mas Adi memiliki kekuatan lebih untuk menclosing prospek. Akhirnya, prospek itu pun bergabung menjadi downlinenya Mas Adi. Kalau sudah begitu, bukankah saya ikut untung juga karena group bisnis menjadi besar.

Sampai disini paham apa itu edifikasi?

Kalau boleh saya mendefinisikan edifikasi adalah sebuah tindakan memperkenalkan sosok seseorang kepada orang lain sekaligus menanamkan rasa menghargai dan menghormati sosok orang tersebut dimana tujuannya adalah  menaikkan postur orang yang bersangkutan.

Namun, meskipun demikian edifikasi tidak akan berhasil manakala kita melakukannya dengan ”membual” atau berlebih-lebihan. Katakan saja apa adanya dengan jujur kebaikan-kebaikan dari orang yang kita edifikasi.

Lantas, siapa yang diuntungkan dengan adanya proses edifikasi ini? Yang diuntungkan adalah kedua belah pihak (yang mengedifikasi dan yang diedifikasi), selama keduanya mengerti etika bisnis. Apalagi bila keduanya memiliki suatu ikatan (entah teman, partner bisnis, rekan kerja, tim bisnis, dll).

Anda bisa lihat kembali pada contoh di atas…

Ketika Mas Adi mengedifikasi saya, maka saya punya kekuatan ekstra untuk ”menjinakkan” prospek dan meyakinkannya. Ketika saya mengedifikasi balik Mas Adi, maka Mas Adi mempunyai kekuatan untuk mengclosing prospek dan akhirnya prospek join (membeli produk) ke Mas Adi.

Namun, ada ”tapi”nya. Yakni ketika etika bisnis benar-benar ditegakkan. Etika dimana kita tahu bahwa ketika diedifikasi, kita semestinya tahu diri dan mengedifikasi balik. Maka dengan demikian senjata rahasia yang tidak terlihat itu akan bekerja dengan maksimal.

Lantas, bagaimana bentuk edifikasi dalam bisnis online? Bagaimana pula edifikasi di bisnis online bisa mendongkrak penjualan afiliasi / reseller / produk kita sendiri? Apalagi contoh nyata terjadi dalam bisnis affiliate yang saya tekuni saat ini.

Nantikan kelanjutannya di artikel Edifikasi Dalam Bisnis Online (2).

Salam Sukses,
Photobucket
space

Edifikasi Dalam Bisnis Online (1)
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

60 thoughts on “Edifikasi Dalam Bisnis Online (1)

    1. Saya sih biasa mas, yang luar biasa itu grup saya. Saya hanya memanfaatkan sistem yang ada. Saya bersyukur bisnis pertama nyemplung di MLM.

      Banyak pelajaran yang saya dapet di MLM (bisnis pertama), termasuk yang paling penting mindset bisnisnya plus pengembangan dirinya.

      Trims… udah sering2 mampir mas. Menambah semangat juang neeh!
      Ditunggu aja kelanjutannya, mas joko jadi artis tuh di artikel berikutnya, hehehe…

      1. @Arief Maulana,
        wah beneran di posting disini nih jadi sungkan btw thanks sob,dah bantu aku sampai sekarang q percaya kalau dekat orang yang memancarkan kesuksesan pasti bisa ketularan sukses juga.

        never stop before succes

        1. @adi wardana, Nah.,, ini dia top leader saya :sip:, silahkan rekan-rekan main ke blognya Mas Adi.

          Beliau luar biasa sekali, bahkan kini selangkah lebih maju dari saya karena sudah launching web duluan :hore:

      2. @Arief Maulana,
        Ini baru ketemu dengan habitat sesama networker, tapi kenapa ya masih banyak yang alergi sama MLM, padahal kalau tahu potensi penghasilannya pasti nggak mau berhenti presentasi dech….

    1. Ngga apa-apa mas… memang ini istilah yang jarang terdengar. Orang2 MLM yg biasa denger dan menerapkan ilmu ini. Yah, bagus deh kalau bermanfaat dan menambah wawasan.

      Btw, themes blogiologi bisa minta tolong kirim via email ngga mas? Aku download failed terus

  • Salam kenal mas Arief, salam kenal juga buat rekan2….
    Saya byk belajar dari mas Arif nie,walaupun titel mahasiswa tapi ilmunya buanyak mengenai bisnis…
    Selama ini saya cuma menjadi pengamat mas Arief dan rekan2, akhirnya memang hrs show up mas…
    Nambah lagi , maaf mas? saya kepincut dengan blog anda, jadinya ngikut2 deh….
    terus berikan ilmu2 yg bermanfaat mas…saya akan terus belajar dari Anda….

    Salam sukses…

    1. Terima kasih mas… ilmu saya masih sedikit kok dibandingkan rekan2 lain yang sudah sukses.

      Indonesia udah kebanyakan pengamat daripada pelaku, makanya bangsa ini sulit maju. Kalau di luar negeri, talk less do more.

      Insya Allah saya akan selalu berusaha memberikan ilmu / informasi yg bermanfaat. SIlahkan subscribe emailnya di pojok kanan atas. Dengan demikian setiap ada artikel baru, otomatis ada pemberitahuan.

      Salam Sukses

  • Siip, selama ini saya seperti alergi jika diajak bergabung oleh teman di network marketiing. Saya salut ternyata mas arief pernah nyemplung disini. Emang mindset bisnisnya sangat bagus, tapi yaitu yg gak tahan nyari jaringannya.
    Btw, nama MLM nya dulu apa? (ingin tahu aja)

    1. Salah satu alasan saya dulu nyemplung di MLM, selain cari duit cari pengembangan dirinya mas. Aku dulu kuper dan grogi bicara di depan umum, apalagi ngga punya leadership.

      Alhamdulillah MLM membantuku berubah dengan memaksa kita untuk terjun langsung di lapangan. DIsamping itu, kita jadi tahu seperti apa kerja keras + mindset bahwa untuk sukses butuh proses.

      Saya di tianshi. Posisi terakhir *4. Sebenernya bisa *5 karena omzet udah masuk. Cuma legnya jaringannya kurang. Mau membangun leg baru, waktunya ngga ada (kuliah tahun2 akhir). JAdinya pelarian biar income teteo ya bisnis online.

  • good posting, singkat padat dan bermutu, itulah yang sangat saya apreciate. Tidak pelit ilmu, suka membantu yang pemula. Ok saya tunggu kelanjutannya

    1. Kalau MLMnya bener dan edukasi dari tim supportnya bagus, maka itulah yang seharusnya terjadi mas. Kita baru bisa sukses ketika lebih dulu mensukseskan orang lain.

      Makanya kadang2 saya kurang setuju bahwa MLM selalu menguntungkan yg diatas. Justru yang paling susah untuk membantu saya sukses adalah upline saya. Begitupun saya kepada downline. Pokoke, kudu ikhlas bantu downline dulu untuk naik peringkat, baru kita naik.

  • Sebenernya bukan rahasia sih mas… cuma mencoba menghubungkan antara teori bisnis MLM di bisnis online. Lihat aja, mas joko juga pernah nyemplung di MLM kan. Mungkin salah satu pendidikan disana lah yang membuat mas Joko menjadi sukses.

    Intinya, seperti artikel mas agung, jasmerah… semua adalah proses.

  • hmm, njenengan emang pinter bikin penasaran. pasti ini juga salah satu trik biar pengunjung balik lagi ke sini…

    tak banyak orang mampu mentransfer ilmu terapan menjadi sajian nikmat baca. angkat 2 jempol untuk njenengan deh.

    1. Hehehe… bukan trik sebenernya. Kalau dipaksain keluar semua, bisa2 pembaca pada klenger. Soalnya contoh kasusnya lumayan advance, baik teknisnya maupun efeknya. Hehehe, tambah penasaran kan? Ditunggu aja.

  • mindset mas Arief tentang pengembangan diri boleh juga ya… saya mau belajar private ah boleh kan, biar ga grogi kalau lagi ngomong,dan yang penting bisa mengencerkan buah pikiran yang selalu mentok

    1. :hehe: aduh, saya jadi ngga enak. Sawangane hebat, padahal saya juga baru belajar :ngelamun:

      Ngga apa-apa mas, saya buka konsultasi kok. :uhuk:

      Sekarang masih FREE. Tapi suatu saat bayar :mataduitan:
      hahaha :ngakak:

  • Namun, ada ”tapi”nya. Yakni ketika etika bisnis benar-benar ditegakkan. Etika dimana kita tahu bahwa ketika diedifikasi, kita semestinya tahu diri dan mengedifikasi balik. Maka dengan demikian senjata rahasia yang tidak terlihat itu akan bekerja dengan maksimal.

    ini yang saya dapatkan dalam postingannya mas arief. (sungguh ilmu yang berguna)
    suatu saat nanti pasti saya lakukan

    mas arief, saya sangat bersyukur bisa kenal mas. ini secara tidak sengaja. dengan memanfaatkan internet gratisan jam 8 malam sampai jam 8 pagi, tapi terakhir bulan ini. (saya ucapkan terima kasih buat my brother saya yang sedang tidur. dia yang memberikan fasilitas ini)

    Mas tolong ajarin biar ada reply di komentar saya dong:baca:

    1. @dangbigboy, :kembik2: dengan berat hati saya mengatakan ngga bisa mas.

      Fitur reply adalah PLUGIN dari blog dengan platform wordpress.

      Itupun bukan wordpress.com yg gratis, tapi wordpress dengan hosting bayar. :phew:

      Segera mas.. pindah ke wp hosting bayar, biar bisa diutek2 sesuka hati blognya tanpa takut di banned :no:

  • sowry masih pake dankbigboy

    dangbigboy = rekanbisnisku

    rekbisnis.blogspot.com = rekanbisnisku.co.cc

    padahal lebih tauan mas arief ya.
    sowry hanya untuk menegaskan bukan menjelaskan:hehe:

    1. @endro.s, :sip: Terkadang memang diperlukan sebuah pemikiran yang jernih untuk bisa melihat sisi positif dari segala sesuatunya. (sok bijak mode : On:uhuk:

    1. @mashengky, :hihi: Saya pluginnya masih aslinya mas. Kalau yg mas pake kan udah diedit.

      Saya dapet linknya dari mas ardy pratama :nyembah: … hehehe…

      Korban semaleman betulin themes baru ini, hahaha :hore:

  • Mas Arief mhn maaf utk storynya saya belum bisa menuangkannya,memang mas Arief orang keempat yang minta buat story itu sebelumnya wartawan lokal menyampaikan juga maksud yang sama,Insya Allah kedepan kalau memang itu ada manfaat untuk orang lain.Untuk sementara saya minta alamat posnya mas Arief ada sedikit hal yang yang mau saya kirim (kalau mas Arief gak keberatan)

    1. @Mohammad Aspuri Hz, :hore: wah, terima kasih Pak Aspuri. Alamt pos sudah saya kirim via email.

      Ehm… :mikir: jadi penasaran, apa neeh yang mau dikirim…

  • Namun, ada ”tapi”nya. Yakni ketika etika bisnis benar-benar ditegakkan. Etika dimana kita tahu bahwa ketika diedifikasi, kita semestinya tahu diri dan mengedifikasi balik. Maka dengan demikian senjata rahasia yang tidak terlihat itu akan bekerja dengan maksimal.

    Maaf saya bukan bermaksud sombong hanya sekedar pembuktian kebenaran artikel ini..saya memakai edifikasi ini untuk langsung terjun kedunia IT walau masih “gaptek” (8 th lalu). Dan berjarak 2 tahun (edifikasi saya terapkan) saya memiliki customer loyal lebih dari 20 orang sampai saat ini..

    Info yang bagus. Dan belum pernah saya temukan diblog lain..semoga jadi pelajaran baru buat teman-teman..

  • rahasia dengan mengedikfikasi sebetulnya bukan menaikkan nama orang yang sudah diedifikasi tapi justru malah membuat yang mengedifikasi itu sendiri punya postur.

    inilah rahasia dari teamwork.

    bagi siapapun yang kenak arief pasti akan merasakan manfaat yang baik sekali dan juga memotivasi semua orang di dekatnya.

    saya sangat respek sekali jika yang bilang sesuatu itu arief karena integritasnya sangat bisa dipercaya.

    dan berbisnis dengan arief pun juga sanghat bermanfaat dan memberikan investasi jangka panjang.

  • Oh ya mas, muncul lagi nih saya. Ada yang baru matang di blogku, masih hangat. Tolong ya dikunjungin.
    Btw, saya tertarik tuh ama peliharaannya yang lagi ketawa haa…haa…ha…:ngakak:

      1. @arief maulana,
        :hihi: lg promosi neh

        keren bgt mas..terasa sejuk neh diblog ini..ada gunungnya :hehe:

        saya baru tahu neh arti edifikasi, lumayan dapet ilmu mlm :sip:

        1. @aruta, bener mas… atmosfer blog motivasinya lebih mengena themes ini. Untung kemarin kesasar ke blognya Kang Nawar…:sip:

        1. @sumartono, :uhuk: semua itu ada di batas pikiran Anda. Kalau Anda berpikir pantas ya pantas, dan sebaliknya.

          Saya ada member mas Fadly. Sama seperti Mas Sumartono, dia juga newbie.

          Karena kepengen maju dan cepet punya blog profesional.com, maka dia pun langsung ambil keputusan beli domhost.

          Masalah perbaikan supaya optimal bisa sambil jalan. Anda sendiri lihat kan, berapa kali blog ini ganti performance biar lebih optimal… :tendang:

  • mas Arief dari kemaren-kemaren kok sering bicara presentasi… ooh ternyata pernah jadi Network Marketing? sekarang saya jadi nyambung mas..(soalnya istri saya pernah juga)… hehehe
    sebelumnya, saya pikir presentasi didepan dosen kok sering ya?

    Artikel yg menarik mas, jadi pengin tahu episode selanjutnya nich…

    Oh ya.. Blognya tambah keren nich.. udah realestate kalo saya masih setia dgn RSSSSSS…hihihi

    Salam

    1. @jpurnomo, :uhuk: saya memang hobi presentasi pak. Gara2 di MLM dulu. Tapi efeknya ke dunia kuliah luar biasa.

      Alhamdulillah setiap mata kuliah yg ada presentasinya, nilai “A” di kantong… :hihi:

  • Edifikasi..memang senjata rahasia yang mantap mas…thanx sudah berbagi informasi yang tak terbayangkan ini….

    Salam…

  • ada yg aneh Mas..di link sidebar titlenya Edifikasi dalam bisnis onine tapi koq setelah masuk single page nya jadi edifikasi dalam bisnis offline..hehehehe

  • Asl, sy baru d dunia MLM. Saya sedang iseng2 nyari tau ttg esifikasi, dan dijodohkan dgn artikel ini. Makasih ya postingannya yg dah lama tp tetap berguna.

    Mas, sy mau tanya. Kalau edifikasi kpd diri sendiri, apakah bisa berbentuk kita berpenampilan rapi? Kalau org jawa bilang “ajining raga saka busana”? Selain itu dgn meningkatkan kapasitas juga?

    Apk juga tmsk salah satu usaha dlm edifikasi thd diri sendiri? Mksh sbelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,429 bad guys.