Oleh : Arief Maulana

Itulah kekhawatiran yang selalu berkecamuk di pikiran saya beberapa hari sebelum akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta menghabiskan weekend. Hei, bukankah saya sering ke Jakarta? Setidaknya sebulan sekali untuk Monthly Meeting ataupun sekedar menyerahkan laporan kepada ship owner. Yup, saya memang sudah beberapa kali ke Jakarta tapi kali ini beda. Bila biasanya saya menggunakan kendaraan kantor dan selalu berada di jalan tol, maka tidak untuk kali ini.

 

Bus TransJakarta
Bus TransJakarta

Saya katakan berbeda karena kali ini saya 90% menggunakan kendaraan umum. Saya berangkat dari Cilegon menggunakan bis. Dan Anda tahu, ini kali pertama. Bermodal sekilas info dari senior (bus dari Cilegon ke Jakarta) dan print out rute bus transjakarta (busyway) saya memberanikan diri untuk berangkat ke Jakarta. Buat saya ini termasuk hal yang baru. Tak heran sedikit cemas dan berbagai pikiran yang menjadi judul artikel ini hinggap.

Rencana saya ke Jakarta pada awalnya adalah untuk tweet-up dengan beberapa teman baru di twitter. Seperti yang pernah saya ulas pada artikel “Memperluas Social Circle”, saya senang bila akhirnya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan kawan-kawan baru hasil sosialisasi di dunia maya, khususnya twitter. Paling tidak saya bisa melihat sejauh mana kecocokan sosok antara apa yang mereka tampilkan di dunia maya dengan keadaan sebenarnya.

Semua berjalan lancar sesuai plan sampai akhirnya saya mendapatkan PING Blackberry Messenger dari Bunda Julia a.k.a Bundapreneur. Beliau memberi masukan agar saya menyempatkan sedikit waktu di tengah rencana saya untuk bertemu dengannya. Beliau mengatakan bahwa ini adalah kesempatan saya untuk bertemu dengan Mashengky yang kebetulan juga berada di Jakarta. Bunda juga menyampaikan bahwa ini kesempatan saya bertemu dengan seseorang yang sempat beliau kenalkan di twitter.

 

Bertemu Dengan Mashengky
Bertemu Dengan Mashengky

Saya dilanda keraguan. Bila saya mengikuti saran bunda, maka otomatis plan awal berubah. Yang seharusnya rute saya ke daerah Tebet, maka kini harus saya arahkan ke Universitas Negeri Jakarta. Sontak rute busway yang sudah direncanakan berubah. Lagi-lagi saya mesti bergelut dengan rasa cemas, khawatir kesasar. Modalnya cuma tanya sama petugas, kalau mau ke UNJ mesti naik busway koridor berapa dan transfer / transit dimana. Syukurlah pada akhirnya saya bisa bertemu mereka semua. Baik Bunda, Mashengky, ataupun teman-teman baru saya di twitter.

Rencana semula yaitu tweet-up tetap berjalan lancar, meski ketambahan beberapa hal baru di luar rencana seperti bertemu dengan Mashengky dan Bunda ataupun ikut dalam acara “Revolusi Cinta” yang diselenggarakan oleh Hitman System (yang ini diajak teman saya). Bahkan di acara Revolusi Cinta tersebut, saya pun sempat ketemu lagi dengan Tjandra Danny walau kami tidak sempat bicara banyak. Intinya acara weekend saya di Jakarta menyenangkan. Meski dengan keterbatasan waktu, setidaknya hari sabtu bisa dimaksimalkan. Saya pun kembali ke Cilegon minggu siang sesudah bertemu dengan 1 teman lagi di pagi harinya.

Rekan-rekan, adalah hal yang sangat wajar manakala kita akan mencoba sesuatu yang baru berbagai kecemasan ataupun kekhawatiran melanda. Itu tidak lain karena kita belum pernah mencoba sama sekali. Sama halnya ketika Anda dulu belajar naik sepeda atau sepeda motor mungkin. Awalnya merasa ndredeg gimana. Mikir yang enggak-enggak. Tapi ketika dicoba dan akhirnya bisa, eh malah biasa. Ngga cuma itu, mungkin malah bisa nyetir sepeda motor dengan hanya menggunakan satu tangan saja.

Seringkali apa-apa yang kita cemaskan tampak begitu mengerikan HANYA DI PIKIRAN KITA. Padahal ketika kita menjalani langsung prosesnya, ternyata tidak semengerikan itu.

Sekali lagi seringkali ketakutan atau kekhawatiran itu hanya tampak mengerikan di pikiran kita.

 

Berpikir
Berpikir

Jadi ketika nanti Anda memutuskan untuk mencoba hal-hal baru, jangan terlalu banyak pikiran macam-macam. Buat rencana dengan sebaik mungkin. Bisa dengan membuat beberapa plan seperti Plan A dan Plan B. Anda juga bisa melakukan Analisis AKU. Setelah semua rencana dibuat, selanjutnya ya tinggal dilaksanakan. Jangan terlalu banyak mikir yang tidak-tidak. Jalani saja. Ketemu masalah ya diatasi. Tahu-tahu nanti Anda sudah sampai pada tujuan.

Pertanyaan penutup, hal baru apa yang bakal Anda lakukan dalam waktu dekat ini? :D

Ps. Isi pembicaraan saya dengan Mashengky ataupun Bunda out of the record dan tidak akan saya bocorkan disini. Adapun perihal berhentinya Mashengky dari aktivitas blogging untuk waktu yang tidak bisa ditentukan sudah saya konfirmasikan dan memang benar adanya.

 

Duh Gimana Nih, Saya Tersesat Di Jakarta!
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

68 thoughts on “Duh Gimana Nih, Saya Tersesat Di Jakarta!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.