Disiplin Waktu, Kunci Sukses Memanaje Waktu
Oleh : Arief Maulana
Beberapa waktu yang lalu saya chatting dengan Mbak Nur Izzah, founder of Galeri Muslimah. Yah, sekedar sharing sambil menunggu waktu laptop saya yang sedang mengconvert Free Report “Sukses Berbisnis Dari Rumah Modal Rp.0” ke PDF (nanti akan saya bagikan untuk Anda).
Di salah satu sesi chat tersebut, Mbak Izzah menanyakan kepada saya bagaimana caranya memanaje waktu. Sebenarnya jawabannya sudah pernah saya tulis di artikel ini, tepatnya pada saat saya membahas kiat profesional dalam bekerja. Hanya saja, nampaknya ada satu point yang perlu sedikit disinggung disini, khususnya yang berkenaan dan menjadi kunci sukses manajemen waktu yaitu DISIPLIN WAKTU.
Suka tidak suka, mau tidak mau disiplin waktu adalah poin utama agar Anda bisa sukses memanaje waktu. Sayangnya seringkali didikan disiplin yang kerap diajarkan kepada kita semenjak kecil efeknya masih kurang. Akibatnya sering saya lihat orang-orang yang ada di lingkungan sekitar rendah sekali kesadaran dirinya atas sikap disiplin ini.
Mari kita belajar sejenak dari Bangsa Jepang. Anda tahu salah satu kunci kecepatan pembangunan peradaban dan teknologi jepang pasca ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki? Disiplin waktu dan profesionalitas kerja. Lihatlah betapa kehidupan mereka sangat tertata dan terkelola dengan sangat baik. Bahkan kalau Anda hidup di Jepang, lamanya perjalanan menggunakan kendaraan umum sudah bisa dihitung karena ketatnya disiplin waktu yang diterapkan dan teknologinya memadai.
Tentu kita tidak ingin jika Indonesia harus kena bom atom sedahsyat yang diterima oleh Jepang dulu baru bisa disiplin. Lha beberapa tragedi bom di tanah air saja tidak membuat kita menjadi lebih baik, apalagi kalau harus kena bom sedahsyat jepang.
Apakah masih kurang cukup “pendidikan positif” yang diajarkan Bangsa Jepang soal kedisiplinan pada saat mereka menjajah kita? Bangun pagi-pagi, kerja keras hingga matahari terbenam, waktunya kerja ya kerja, istirahat ya istirahat, dsb. Jadi secara tidak langsung sebenarnya mereka juga mengajarkan bagaimana profesional dalam bekerja, walaupun kondisinya saat itu adalah dalam masa penjajahan. Jadi jangan cuma diliat sisi negatifnya aja.
Disiplin dalam manajemen waktu menjadi penting manakala Anda sudah membuat list to do dan juga prioritas kegiatan yang mesti dilakukan. Semua itu akan sangat percuma ketika pada saatnya Anda melakukan kegiatan A, Anda tunda atau parahnya malah tidak dikerjakan karena rasa malas atau sekedar bad mood belaka. Padahal, boleh jadi kalau poin A tadi tidak dikerjakan mungkin yang lainnya juga tidak akan selesai.
Memang berat pada awalnya, apalagi kalau Anda adalah tipikal orang yang tidak suka keteraturan. Menjalani hidup apa adanya bagai air mengalir (terus mengalir meski keruh). Tapi Anda harus berani memulainya. Bertindak tegas pada diri sendiri. Sulit? Memang. Lebih sulit mengatur diri sendiri daripada mengatur orang lain.
Sebagai awal, agar tidak terlalu berat melatih sikap disiplin dalam memanaje waktu ini, Anda bisa mencoba beberapa metode berikut :
space
KURANGI JUMLAH AKTIVITAS PADA LIST TO DO
Seringkali yang membuat kita malas melakukan list to do yang sudah dibuat adalah karena kita melihatnya banyak sekali sehingga kebayang sulit dan malasnya mengerjakan itu semua. Buatlah yang sekiranya tidak terlalu berat dan banyak namun juga tidak terlalu ringan. Cobalah untuk konsisten melakukan apa yang sudah Anda buat tersebut. Bisa juga dengan menerapkan punishment and reward system. Paling tidak ada penghargaan atas upaya Anda mendisiplinkan diri.
space
JANGAN PERNAH MEMBERIKAN TOLERANSI SEDIKITPUN
Jika alasannya hanya rasa malas atau enggan melakukan aktivitas yang sudah Anda catat di list to do, jangan memberikan tolereansi. Sekali saja Anda toleransi, misalnya dengan mengatakan : “Ah, nanti saja” atau “Besok masih bisa dikerjakan” dsb, maka saya jamin pekerjaan tersebut akan terus molor. Dan Anda tidak akan pernah bisa mendisiplinkan diri khususnya dalam hal waktu. Apalagi kalau Anda punya kebiasaan memindahkan perkerjaan yang ada di list to do hari ini ke list to do esok hari.
Ini ada sedikit pengalaman dari sobat saya yang hingga saat ini sedang belajar dan berusaha memanaje waktunya. Pernah dia mencoba dan berhasil konsisten menjalankan apa yang sudah dituliskan. Hingga pada akhirnya, dia menoleransi satu kegiatan (ditunda karena malas).
Pikirnya, sekali-kali ngga apa-apa ditunda. Toh, biasanya saya selalu mengerjakan tepat waktu. Anda tahu apa yang terjadi? Sejak saat itu, toleransi demi toleransi terus bergulir dan akhirnya kebiasaan yang sudah dibangun menjadi percuma seketika.
space
HANYA YANG BISA MEMANAJE WAKTU YANG AKAN SUKSES
Setiap Anda akan melakukan pelanggaran disiplin waktu ini, ingatkan diri Anda “hanya mereka yang bisa memanaje waktu yang akan sukses”. Lihat saja para pebisnis profesional. Mereka rata-rata sangat menghargai waktu dan tingkat kedisiplinan terhadap agenda kegiatan tinggi sekali. Bahkan sulit untuk bertemu dengan mereka jika Anda belum membuat janji sebelumnya, karena itu sudah pasti merusak jadwal kegiatan mereka.Because time is money.
Tips singkat : kalau Anda punya hobi “ngaret” ketika ada janji ketemu, coba ubah jadwal meeting Anda menjadi 1 jam sebelumnya. Sehingga meskipun Anda “ngaret”, meeting tersebut tetap berjalan tepat pada waktunya.
Selamat mencoba dan berlatih disiplin waktu. Mulailah dengan melakukan semua aktivitas Anda tepat waktu, tepat mulainya dan tepat juga selesainya. Lakukan secara konsisten selama 90 hari, maka disiplin waktu akan menjadi kebiasaan baru Anda dan secara tidak langsung Anda sudah bisa memanaje waktu.





pertamax aja deh mas hahaha
balas komentar
candradot.com Reply:
July 22nd, 2009 at 4:23 am
@mashengky.com,

balas komentar
mas, ada orang yang memang jam karet, tapi dia tau tanggung jawab, hari ini pasti beres, apapun yang terjadi..
kalo yg jenis kayak gitu bisa maju gak? angin2an yah??
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 4:21 am
@mashengky.com, bisa maju mas. Cuma, orang itu bakal sering berada di kuadran waktu MENDESAK PENTING.
Itu kuadran waktu yg suka bikin orang jadi stress and ngga menikmati hidup.

Ntar lain artikel tak bahas masalah kuadrant waktu…
balas komentar
candradot.com Reply:
July 22nd, 2009 at 4:24 am
@arief maulana, jadi kalo di getok gak jalan gitu ya mas….?
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 4:33 am
@candradot.com, ehm… lebih suka kalo kondisi kepepet terus. Memang ada power of kepepet… tapi kelau setiap waktu kepepet melulu ya modar mas…
balas komentar
candradot.com Reply:
July 22nd, 2009 at 4:39 am
@arief maulana, kayaknya suka banget sama yang di pepet2 gitu
balas komentar
ADAbisnis Reply:
July 22nd, 2009 at 7:47 am
@candradot.com, sama mas… sense of urgency emang powerful… tp kalo terus menerus kayak gini ya bakalan dicap ga disiplin.
Bgmnpun jg dalam bekerja costumer memerlukan keprofesionalan kita. Salah satu penilain untuk melihat seberapa kita profesional ya dari disiplin waktu ini.
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:21 am
@ADAbisnis, anda benar… customer ngeliat profesionalitas kerja kita jg dari manajemen waktu.
Saya kalau janjian meeting bisnis dan orang itu telat… Kesan pertama jadi jelek, dan uadh males mo kerjasama ma org tsb.
balas komentar
rudy azhar Reply:
July 22nd, 2009 at 8:14 am
@arief maulana, The power of kepepet bisa nyerempet-nyerempet, kerjaan bisa tuntas tapi jadi kurang maksimal….
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:22 am
@rudy azhar, betul… pasti ada aja tuh yg kelewat.
balas komentar
bunda Reply:
July 22nd, 2009 at 8:06 am
@arief maulana, saya di kuadran apa yah, kalau nunggu
balas komentar
rudy azhar Reply:
July 22nd, 2009 at 8:16 am
@bunda, kuadran 4 Bunda… Robert Kiyosaki..
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:25 am
@bunda, sabar deh bun… kalo Kiyosaki punya cashflow quadrant.. saya punya time quadrant.
balas komentar
Sewa Komputer Reply:
July 25th, 2009 at 4:21 pm
@arief maulana, akur pak. gelandangan ama CEO punya hal yang sama yaitu 24 jam sehari, tergantung gmn keduanya memanage 24 jam mereka.
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 8:07 pm
thats why time management menjadi salah satu faktor yg menentukan sukses tidaknya seseorang.
balas komentar
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:26 am
@Nur Izzah, yah… yg dikasih backlink malah no comment… hehehe
balas komentar
Nur Izzah Reply:
July 22nd, 2009 at 6:29 pm
@arief maulana,
hi..hi..hi.. ngambek nie..ceritanya..ndak kok mas arief..he.he.he..tadi buka kaget aja …wouw..kena
he..he.he.iya mas arief..thanks banget udah ingetin buat list to do.. yang udah aku tinggalin slm 3 bln-nan ini.. it’s..ok..to start again.. 
balas komentar
Reward and punishment sptnya cocok sbg cambuk tuh mas. Tp lbh baik dari luar, misal peraturan perusahaan dlsb, krn terkadang dari dlm diri sdr sangatlah kurang kesadaran untuk disiplin. Krn disiplin ini merupakan kebiasaan yang harus terus menerus dilakukan.
Kalo saya memang seringkali krn tugas menumpuk akhirnya malah ga dikerjain sama sekali. Solusinya saya buat prioritas mana dulu yg dikerjain, baru yg lain. Optimalkan satu dulu baru yg lain.
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:27 am
@ADAbisnis, nah mantap itu. Emang kudu ada prioritas. Seperti yg dah tak bahas di artikel yg lalu bout profesionalitas kerja…
balas komentar
balas komentar
balas komentar
bunda Reply:
July 22nd, 2009 at 8:22 am
@bunda,
loh wis iso,,,,
jadi inget di SPore, semua org lari2 di stasiun, kirain knp, ga taunya krn memperpendek waktu antara msk stasiun dengan keluar di stasiun tujuan, semakin cepat semakin murah
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:29 am
@bunda, ngga ilang bun. Masuk di SPAM. Komen dari HP yah. Waktu bunda koment… sebenernya udah masuk, tapi load ke HP bunda error.
Nah bunda kirim lagi yg serupa… udah deh dianggap spam ma WP System. Tuh udah muncul…
balas komentar
bunda Reply:
July 22nd, 2009 at 1:55 pm
@arief maulana, duh jd dobel.td dr laptop koq….
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 4:40 am
@bunda, berarti koneksinya yg ga stabil bun. Masalah klasik di Indonesia…
balas komentar
iya neh…

agak susah untuk disiplin waktu…
banyak yang molor terus…
auh..
balas komentar
aditya permana Reply:
July 22nd, 2009 at 7:31 pm
@Dimas, makannya jangan suka molor.
balas komentar
benar…kadang2 saya juga suka ngolorwaktu kalo udah deket deadline baru dikerjain…herannya…ide2 banyak bermunculan kalau aku sedang diburu waktu…jadi final pekerjaan malah siip…tapi nggak baik juga sih…
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:35 am
@Lidya, tenang mbak… RSJ sudah menanti. Kebanyakan pasiennya kan orang2 stress…
HIdup kaya gitu sering stress lho…
balas komentar
say tuh yang suka ngaret.. he..he..susah banget nih ngrubahnya. mungkin budaya kali ya.. budaya jelek maksudnya.. zam

balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:38 am
@stop dreaming start action, ayo dong diubah… embel2nya aja stop dreaming start action… let start change our attitude…
balas komentar
pembahasan yang benar-benar saya buthkan saat ini mas, thanks sdh berbagi
balas komentar
arief maulana Reply:
July 22nd, 2009 at 10:39 am
@aliyusrie.com | Blog Bisnis Internet, sama-sama…
balas komentar
Yup, saya setuju dengan tip “Kurangi jumlah aktivitas pada list to do” itu. Itu memang salah satu cara untuk memanage waktu. Dahulukan yang utama terlebih dahulu, begitu kira-kira kata Stephen R. Covey, maka yang kurang utama juga akan dapat kita selesaikan.
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 4:41 am
@Roi Lukman S., bener. Nanti kalau saya udah share kuadran waktu mungkin masalah prioritas ini bisa menjadi lebih jelas lagi.
balas komentar
sepertinya antara list to do, target pencapaian dan disiplin waktu jadi satu rangkaian menuju profesionalisme
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 4:42 am
@didit, yap. 3 Muskeeter!
balas komentar
Makasih banyak tips-tipsnya
Salam kenal.
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 4:32 am
salam kenal juga mas Riswanto
balas komentar
hmm.. waktu memang mahal mas.
merugilah kita, jika tidak pandai memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
balas komentar
dadang firdaos Reply:
July 22nd, 2009 at 4:29 pm
@Fadly Muin,
balas komentar
Umar Puja Kesuma Reply:
July 22nd, 2009 at 5:06 pm
@Fadly Muin, Hehehe…betul sekali Mas fadly, waktu begitu mahal. Baru kerasa kalo dah nelpon pakai SLI, browsing di warnet, atau keliling kota naik taksi.
balas komentar
manfaatkan waktu sebaik mungkin…
salah satu caranya kurangi keyword tentang diri dalam dunia manapun (off atau On)
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 5:07 am
@dadang firdaos, bisa minta penjelasan lebih soal keyword diri ini mas?
Biar rekan2 yg lain paham maksudnya.
balas komentar
dadang firdaos Reply:
July 26th, 2009 at 12:53 pm
@arief maulana, saat sudah banyak orang yang mengetahui seluruh kemampuan kita…. siap2 waktu kita harus bisa teratur
balas komentar
Ngobrol-ngobrol masalah disiplin waktu, para blogger akan mudah dideteksi tingkat kedisiplinannya dari jadwal posting di blognya.
Yang konsisten dengan jadwal postingnya berarti ia termasuk disiplin, kalo tidak…hmmm…tanya kenapaaaa??
balas komentar
Nur Izzah Reply:
July 22nd, 2009 at 6:25 pm
@Umar Puja Kesuma, he.he..he.. ternyata bukan saya aja yang bisa deteksi jam posting..he.he.he..

balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 5:07 am
@Umar Puja Kesuma, ayo…. yg suka ngga konsisten posting sapa yo…
Pak Guru nanya neeh…
balas komentar
dadang firdaos Reply:
July 26th, 2009 at 12:54 pm
@Umar Puja Kesuma, oo.. saya ketahuan..
balas komentar
Memang di Indonesia ini terkenal dg jam karet nya. Padahal ga ada jam yang terbuat dari karet….

Kita sdh coba disiplin waktu, lha wong teman2 masih ngaret gimana?
Coz saya selau tepat waktu, walau kadang nunggu yg lain selama 30 menit kadang 1 jam
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 5:06 am
@Winarno, ini yg bikin orang jadi “ngaret massal” mas. Ada pola pikir :
Kalau saya on time yg lain ngga kan rugi. Malah saya capek nunggu. Mending ngaret aja.
Akhirnya semua pada ngaret. Kalau saya sih cuek aja meski yg lain ngaret. Budaya profesionalitas kerja termasuk dalah hal waktu ini bener2 saya jaga.
Kita ngga tahu kalau ntar suatu saat nanti dapet kerjasama dengan orang prof, trus gara kebiasaan ngaret malah lost hehehe…
Saya kalau ada janji dan temen ngaret, tak sindir yg rada ngga enak dan mengiris mas…
balas komentar
Thanks MAS ARIEF memang betul semua petunjuk Mas terus terang terlalu bahyak kegiatan saya sehingga yang tak penting barus dipangkas YES I WILL DO IT
balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 5:00 am
@lianawati Natawijaya, ya… sisakan yg penting2 saja.
balas komentar
tadi dah nulis tp kok ga muncul seh…Ngaret di aku kayaknya emang hobby deh…
pengin banget ngilangin tapi sulit..
tapi segala tugas n tangung jawab tetep beres sesuai jadwal kok mas.. walopun pake acara gedabrukan.. 



balas komentar
arief maulana Reply:
July 23rd, 2009 at 4:56 am
@trieand, Muncul tuh. Cuma masuk daftar pending aja tadi. Well everyone punya cara sendiri2 dalam menyelesaikan problem dan mengatur waktunya.
Kebetulan kalau saya nyamannya dengan memplaning sejak awal dan mengikuti alur plan tsb.
So semua selesai tanpa stress, tepat waktu dan hasil maksimal.
balas komentar
Makasih tipsnya mas.. lagi butuh banget, soalnya suka ga inget waktu klo dah browsing :-(
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:48 am
@Oriflame, hahaha… kayanya cuma masalah fokus aja tuh mbak. Kalau saya biar ga kelayapan tak tulis dulu… browsing mo ngapain aja.
kalao udah ya stop, jangan melebar kemana-mana. Hemat waktu, hemat koneksi, hemat biaya juga.
balas komentar
Btw, tips singkatnya unik dan ampuh tuh mas..
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:52 am
@Ricky, trims.
balas komentar
…SIpp betul Mas..WAKTU ADALAH PEDANG…, DEMI MASA,,,,SESUNGGHNYA MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN…..
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:54 am
@ALHIJR ADWITIYA, kecuali… kecuali apa yo…?

balas komentar
Wah…. kayaknya asyik n seru banget kalo sekiranya kita bisa mengisi waktu dengan baik, pasti penuh dengan hal-hal positif.
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:54 am
@Yoga, asik mas. yg membedakan orang sukses dan orang biasa-biasa ada di pengelolaan management waktunya.
balas komentar
Hennah…bener bgt maz arif, Budaya ngaret alias ndak disiplin waktu tuh wajib diperangi dalam diri kita semua(jadi ndak cuma teroris dan korupsi aja yg diperangi).
Sekarang tuh mas yang lebih parah lagi, budaya ndak disiplin waktu dah jadi lifestyle di negeri ini, lha wong jadwal ngaret ja dah dianggap biasa dlm acara2.
Waduuh mau dibawa kemana negeri ini?(halah diriku kok malah jadi curhat ya..)
Sekian mas komen saya yg isinya ndak karuan ini..
Semoga blog mas Arief bisa lebih berjaya di udara
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:36 am
hehehe bener mas. Budaya oh budaya, susah banget diubahnya. Makanya daripada susah-susah mengubah orang lain, mari mengubah diri sendiri dulu, trus keluarga, lingkungan hingga dunia.
balas komentar
wah malu deh baca tulisan mas arief
agak mirip2 sama…saya…
btw great info
tak tunggu time quadrant-nya
trims
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:46 am
@IwanKus, insya Allah mas Iwan. Saya kumpulkan dulu materi Training Manajemen Mahasiswa yg pernah saya bawakan bout time manajemen ini.
balas komentar
Dari pengalaman saya pada saat bisa disiplin rasanya kita jadi punya banyak waktu. Padahal kita baru saja menyelesaikan banyak tugas.
Pada saat sekali saja ngaret rasanya waktu menjadi sempit dan pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan sempurna.
time quadrant-nya ditunggu …
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:45 am
@Bang Dje, bener Bang. Itu karena kita mengoptimalkan waktu dengan sebaik mungkin.
Bahkan boleh jadi di celah2 luang kita gunakan untuk kegiatan positif.

balas komentar
Slam Action
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 4:44 am
@TITIK, benarmbak. Kalau all schedule bisa kita manage dengan baik, malah kerja kita jadi santai tapi semua target tercapa!

balas komentar
Tpis singkat nya bermanfaat banget sob,, saya juga biasanya kaya gitu, 1 jam sebelum nya udah siap,,
balas komentar
arief maulana Reply:
July 25th, 2009 at 8:06 pm
terima kasih. Websitenya mbak juga keren kok. Apalagi postingan bout mata uang Amrik itu.
balas komentar
Wah saya ni.. masuk kudran berapa ya? kalau gak kepepet idenya gak muncul Mas.. gimana hayoo..
balas komentar
wa… kesindir neehh
beberapa agenda mundur gara-gara satu kerjaan ndak selesai tepat waktu. hmm, andai waktu bisa diajak jalan lambat untuk sementara. huh, ngayal……
balas komentar
awal dari ketidaksuksesan adalah selalu mengulur waktu
balas komentar
masih ada budaya ngaret sejak remaja.

kayaknya butuh waktu tuk ubah ini…
balas komentar
kemaren belajar DNA ….ternyata ada hubungannya ….kebisaan dan karakter dengan GOLONGAN DARAH lo mas….termasuk yang nda tepat waktu
balas komentar
Tidak semua semua website yang ada di Indonesia saya sukai, tapi ketika membaca website anda saya langsung jatuh hati. Sumpah!!!
Oya mas, ngomong-ngomong saya juga punya website yang sangat bagus sekali. Jika berkenan dan ingin belajar untuk berbisnis internet cobalah berkunjung ke website saya; http://www.uangsetan.com
balas komentar
ini dia kelemahan saya mengatur waktu agar bisa lebih optimal, kadang-kadang sdah di rencanakan, namun ketika ada ajakan yang lain, pasti bisa berubah tu rencana.
balas komentar
Mampir aja dh buat baca n koment
balas komentar
Dalam Alquran pun disebutkan masalah Waktu dan agar kita Disiplin.
Surat Al-ashri: Allah bersumpah demi waktu sesungguhnya manusia ini dalam merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Memang tugas yang paling berat di dunia ini adalah mengatur waktu. Tapi saya yakin kalo kita selalu beriman dan beramal sholeh maka kita tidak akan rugi termakan waktu. SEMOGA…
AMIN YAA RABBAL ALAMIIN
balas komentar
arief maulana Reply:
July 27th, 2009 at 10:52 am
yap Anda benar sekali… jangan sampai waktu terbuang percuma untuk hal-hal yg tidak produktif.
Salam kenal…
balas komentar
Indikator disiplin dan profesional seseorang adalah bagaimana ia komit terhadap waktu,,,
balas komentar
trims atas artikelnya sangat menarik,,,betul sekali terkadang kita diliputi rasa malas n bosan,,,sepatutnya kita melawan rasa itu dgn berbagai cara sebagai self improvement kita,,,dan juga disiplin waktu harus juga kita pergunakan semaksimal mungkin agar tetap profesional dibidang kita,,,
salam
fikri
balas komentar
[...] memiliki tujuan dan arah, jadi tidak sekedar membuang waktu untuk hal-hal yang tidak jelas. Disiplinlah dalam menghabiskan waktu yang sudah Anda rencanakan [...]
mas, tolong dunk kirimkan bentuk format agenda list to do yang efektif
balas komentar
arief maulana Reply:
July 11th, 2010 at 11:50 pm
@donald, ah agenda saya jg biasa aja kok. Paling2 hanya terdiri dari :
1. No.
2. Uraian kegiatan
3. Jam pelaksanaan
4. Keterangan
Yg terpenting adalah konsistensi & kedisiplinan melakukan apa yg udah ditulis.
balas komentar