Dinamisasi Dalam Bisnis

Oleh : Arief Maulana

Dinamisasi Bisnis
Dinamisasi Bisnis

Seperti biasa kalau tidak ada aktivitas apa-apa, saya menghabiskan waktu pagi hari dengan membalas komentar yang masuk di blog, baca berita online dan juga bermain di social media site. Banyak informasi lalu lalang. Tapi ada 1 update status yang cukup menarik buat saya dilontarkan oleh Mas Agus Siswoyo.

Awalnya di twitter. Kemudian dilanjutkan dengan share link di facebook, sebuah situs dimana kita bisa mengakses secara online hampir semua radio yang ada di Indonesia. Streaming tentunya, jadi kalau koneksi Anda kurang bagus ya ngga tahu lagi (coba cari provider internet yang oke punya), hehehe… Cek disini untuk streaming radio!

Itu hanyalah sebagian contoh kecil bagaimana radio bisa survive di tengah gempuran fasilitas internet. Mungkin sudah pernah ada yang survey kali ya, kalau peminat sekaligus penikmat radio jumlahnya sudah mulai berkurang. Anak muda sekarang, sudah enggan lagi mendengarkan radio dengan gaya seperti orang tua dulu. Lebih asik bersocial media ataupun browsing.

Apa yang akan terjadi, seandainya bisnis radio tidak melakukan adaptasi dan dinamisasi dalam bisnisnya? Tergilas oleh zaman. Kebutuhan market setiap waktu selalu berubah. Pun strategi bisnis (termasuk marketing) sudah berubah total. Mereka yang bisa menyesuaikan diri akan berkembang, sedangkan yang tidak ya say good bye. Ini juga mungkin yang menjadi alasan Hermawan Kartajaya menulis buku “New Wave Marketing”.

Dalam bisnis internet pun demikian. Mesti dinamis. Misalnya : dulu mungkin ebook laku keras, tapi sekarang market cenderung beralih ke video tutorial. Orang tentu lebih nyaman menikmati sajian video. Begitu juga di bisnis affiliate marketing. Sekarang dengan dulu tidak sama. Untuk berhasil perlu menjadi affiliate marketer yang punya kelebihan tertentu alias affiliate marketer plus plus.

Jadi buat Anda yang sekarang sedang berbisnis, sudah siapkah dengan perubahan zaman dan pola konsumsi market yang juga ikut berubah? Siapkan diri dan bisnis Anda. Siapa tidak mampu mengikuti, akan tertinggal. Semoga bermanfaat.

Ps. Bagi pengguna twitter bisa follow @hermawank (Hermawan Kartajaya) untuk tweet-tweet new wave marketing dan @tuhunugraha (Tuhu Nugraha) untuk tweet-tweet market insight.

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. Panduan Bisnis Rumahan says:

    Now, the serious stuff ..

    Memang cuma orang2 kreatif yang bakal survive dalam hal apapun.

    Bagaimana Kalau kita kurang atau bahkan tidak kreatif?
    Cara mudahnya ya menggaji orang yang kreatif.
    Kalau mau yang agak sulit dan butuh proses ya belajar dari orang-orang yang kreatif, dan berlatih.

    Makasih gan, sekarang mau follow @hermawank dan @tuhunugraha. Mau belajar dan berlatih. Biar tambah kreatif!

  2. Suparti Ninengah says:

    Saya rasa bisa saja kemajuantehnologi selalu berkembang dan semakin mendasar apapun bisa terjadi dalam perubahan dan semakin berkembangnannya kemajuan.

  3. whythe.net says:

    emnang harus melakukan revolusi strategi bisnis mas…menyesuaikan perkembangan jaman. Terkadang masalahnya adalah TIDAK siap dengan perubahan zaman…:sip: nice post

    • @whythe.net, tidak siap ya ambles mas. Makanya di dalam perusahaan biasanya ada divisi litbang.

      Untuk membantu perusahaan agar bisa terus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan yang sedang terjadi.

      Dan, selalu ada riset berkala pula:sip:

  4. resellerbisnis says:

    Hu hu hu kalah cepat sama mb Nengah, Jadi kedua nih…
    Btw, dinamisnya sperti apa mas Maul, evolusioner atau revolusioner ?

  5. masuk podium ketiga… lemayanlah…
    kayaknya bakalan repot juga nih mengikuti arus dan perkembangan bisnis yang begitu dinamis.
    betul juga yah kata Mas Arief. Moga deh saya bisa ikutin perkembangan yang begitu cepat.
    :sip:

    • @Dimas, podium ketiga? :ngakak::ngakak::ngakak: cek dulu deh mas.

      Memang repot mas. Tapi itu tuntutan yang mesti dilakukan. Kalau tidak ya sudah, berakhir.

      Makanya banyak Internet Marketer yang kemudian mengupdate produknya atau mengembangkan produk baru.

      Bisa jadi agar tidak kehilangan market share yang sudah ada di tangan.

  6. Info Bagus;Bisnis makanan,kecantikan,kesehatan kayaknya akan tetap bertahan,zaman boleh maju,orang tetap harus makan,ingin cantik dan sehat he2……

  7. Belajar dari waktu yang selalu bergerak, sudah menjadi sunatullah jika dalam bisnis pun harus ada perubahan, bertahan dalam suatu bisnis boleh saja, asal ada inovasi, mungkin begitu ya Mas?

  8. Dalam teori manajemen ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam berbisnis agar selaras dengan dinamika situasi yaitu product, price, place, promotion, (4P). Ini teori lho….:baca:

  9. Lutvi Avandi says:

    Perubahan itu sifatnya kekal. Jadi kalau kita nggak ikutan berubah, maka kita akan tergerus perubahan itu sendiri

  10. Klo saya internet dan radio tidak bisa dipisahkan, alias gak afdol klo update blog tanpa gunjrang gunjreng dari radio :hihi:
    Klo saya sie berusaha melakukan inovasi baru, tapi klo sistem lama masih ada yang dianggap bagus dan berguna, saya tetep memanfaatkannya sebaik mungkin, jika memungkinkan di-mix sama inovasi baru biar lebih lengkap.

    • @turisuna, ada kalanya perubahan itu tidak bisa seketika saklek begitu saja. Pelan pelan, memasukkan inovasi, lama-lama berubah hingga hilang sudah sistem lama berganti dengan yang baru yang lebih oke.

  11. YahyaPramana says:

    Sangat beda dengan internet di era awal 2000an; saat ini sangat “RAMAI” sehingga mmg jadi lebih DINAMIS. Peluang datang dari mana saja; Informasi sangat deras.
    Pelaku bisnis, mesti pandai-pandai filter dan fokus ya..

    Salam SUKSES untuk kita semua

  12. priyo susilo says:

    Kalo ebook ke video emang ada kelebihan dan kekurangannya, yang pasti kalo video file besar, downloadnya capek he he.
    Mungkin cara akan berubah, yang dasar-dasar tetep, kayak riset kata kunci en konten yang baik. iya nggak…?

    • Maghfur Amin says:

      @priyo susilo, Untuk itu saya merasa bahwa ebook tidak akan terlupakan, tp akan menjadi pendamping dari video tutorial. Jadi ada informasi yg format video + ebook dalam satu paket. Jd costumer tetap bisa memilih mana yg ia suka sesuai kondisinya…

      • priyo susilo says:

        @Maghfur Amin, Kayaknya produknya mantep tuh, boleh juga Mas. lagi nimbang2 nih.Ada discount nggak ya.. he he he

    • @priyo susilo, untuk video bisa kan diminimalisir dengan bentuk DVD yang dikirim. Harga tinggal disesuaikan dengan penambahan biaya kirim.

      Seperti di BBI. 14 Video Action Series mereka kemas dalam bentuk DVD dan dikirimkan.

  13. Betul mas, dan saya sangat setuju tentang perubahan itu.
    Dan baru-baru ini saya juga menulis tentang Tidak ada kata berhenti untuk belajar.
    Yang terus belajar aja kadang kalah dengan pesaing, apalagi yg tidak mau belajar(berubah) pasti akan tergilas.

  14. Hahaha, kok kebetulan sekali ya? Baru-baru ini saya juga memposting tentang perjalanan panjang pesawat radio, dan ternyata lumayan membangkitkan nostalgia terhadap alat komunikasi yang dulu sempat sangat populer ini. :D

  15. Suarakelana says:

    sudah sebegitunya ya mas ? tapi sebagian besar dunia biz yg saya lihat belum bersentuhan dgn hal itu dan berkembang terus di luar hingar-bingarnya dunia online

    • @Suarakelana, bisnis konvensional ya, yang mas maksud? Kalau iya, kemarin waktu bicara sama mas Tuhu Nugraha (konseptor Program Soyjoy Healthycious) dia sempat share.

      Beberapa brand produk yang mulai memadukan offline dan online, ada peningkatan dari segi volume penjualan. Cuma ya ngga asal punya website dan on aja, ada strategi2 khususnya.

    • @Suarakelana, jadi walaupun sebagian besar masih bertahan tanpa menyentuh sisi online, mungkin ke depan trendnhya bergerak ke arah sana, sebagaimana diprediksi Hermawan Kartajaya.

  16. memang betul mas arif kita harus berubah setiapsaat tetapi kita memprediksikan kedapan sering tidak tepat bahkan sering melenceng dan mengecewakan tapi prinsip untuk berbisnis yang sederhana ini yang sering bertahan pernah dengan jual saja perhitungkan dapat untung ….

    • @ekogondo, masa depan memang tidak bisa dipastikan. Tapi dengan mengamati market share secara jeli, tentu keliatan polanya / trendnya kemana.

      Mungkin ketika kita tetap bertahan dengan pola yang lama, masih untung. Tapi pertanyaannya ketika pola konsumsi pasar sudah berubah, masih bisakah untung? Who knows ?

  17. Yah, semua memang bisa berubah. Tinggal kita saja mau bertindak progresif apa gak. Tentang video tutorial saya pribadi saat ini belum terlalu cocok karena alasan bandwith. Saya masih lebih suka format pdf. Kalo video lama donlotnya. Apalagi kalo jaringan pas lemot. Payah!

  18. Sugiana Hadisuwarto says:

    Tidak ada yang pasti dalam hidup ini termasuk bisnis, yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Hanya mereka yang responsif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya yang akan mampu bertahan dan menang.
    Salam Sukses.

  19. ya begitulah kehidupan ini selalu terus berubah dan sangat beruntunglah org yang senantiasa berdamai dengan perubhan2 itu.
    trim mas artikelnya

  20. segala sesuatu berubah, berkembang, jadi ikuti saja setiap perubahan yang ada. kalo tertinggal, asal enjoy ya gapapalah.. toh sekarang penggemar radio masih tetap bisa enjoy… lebih nyaman denger radio ketimbang denger u tube ato mp3.kalo radio ada orang yang ngomong, live, jadi tidak merasa sendiri.heheh

    • @herlina mutmainah, hehehe…
      Mungkin kehadiran streaming radio ini biar memungkinkan multitasking mbak.

      1 perangkat (komputer) bisa semua. sambil selancar, radio jalan gitu. Hehehe…

  21. Maghfur Amin says:

    Para pebisnis yang menjual produk informasi dalam format ebook memang harus bersiap-siap ke video tutorial, sebagai konsekuensi dinamisasi dunia bisnis informasi digital.
    Mantap gan :sip:

      • fadly muin says:

        @arief maulana, he he he..
        kalau gitu kita perluas saja deh. manusia pada hakikatnya butuh yang namanya dinamika, perubahan dan harmonisasi. elemen2 harus bisa menciptakan suasana yang tidak monoton. termasuk dalam menulis mas :sip:

  22. Agus Siswoyo says:

    Nggak sangka update fesbuk saya jadi bahan artikel blog mas Arief. Besok update tentang pizza ahhh…
    :yoyo:

  23. Agus Siswoyo says:

    Ini yang saya pelajari dari HK. Bahwa bisnis itu dinamis. Tahun kemarin bisa jadi super affiliate, belum tentu tahun ini. Perilaku prospek berkembang. Dan marketer dituntut tanggap terhadap hal ini.

    Dalam bahasa sederhananya, tujuan bisnis bukan hanya mengejar Market Share saja, tetapi harus diimbangi dengan Mind Share dan Heart Share. Insyaalloh awet suksesnya.

  24. Kalo saya mas, lebih melihat streaming radio sebagai one stop entertainment on PC/Laptop. Tinggal masukin alamat, pilih channel, lalu ajib-ajib..hehe

  25. Abdoorahman says:

    wiiihh…90 komentar lebih, cape juga scroll mouse ke bawah :hihi:.

    Kalo ga mengamati dan pinter-pinter mencermati perkembangan yang ada,saya setuju deh kita pasti ketinggalan.

    Apalagi yang namanya teknologi, internet marketing…hampir setiap browsing saya nemuin istilah-istilah ‘asing’.

    Baru belajar internet marketing, terus baca artikel mas arief… nyadarin saya supaya terus kreatif ‘n inovatif, tapi abis gitu jadi keblinger:puyeng::hihi:

    Salam kenal mas Arief, anda punya blog keren banget.

    • @Abdoorahman, keblinger kenapa mas. apa karena perubahannya terlalu cepat untuk diikuti? Hahaha…
      Salam kenal juga mas. Terimakasih, saya liat blog Anda bagus, juga web special resellernya :D

  26. Wah, memang betul mas arief. jika kita tidak mengikuti trend zaman sekarang maka secara otomatis keteteran.

    Oh ya mas, saya tertarik sekali dengan artikel yang anda posting di blog ini. Bolehkah saya memasang Tautan blog anda di blog saya?

    Terima kasih atas respon nya.

  27. hanifilham says:

    selalu ingin belajar, menjadikan diri tidak pada tempat yang ingin lebih senior, sehingga saat zaman menggilas, kita siap karena telah belajar ilmu yang baru akan kehidupan ataupun bisnis.

  28. sejalan sekali nih tulisan Mas Arif dengan apa yang sedang dikerjakan perusahaan tempat kami mencari nafkah. New Wave marketing adalah keharusan bagi perusahaan utk tetap bertahan karena pemasaran sekarang ini tidak hanya one or two way communication tetapi sdh melibatkan banyak pihak atau dikenal dengan many to many marketing

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,855 bad guys.