Dengan Atau Tanpa Bakat, Anda Tetap Bisa Sukses

Oleh : Arief Maulana

Pertama saya mau mengucapkan congratulations untuk adik saya, Wulan, yang beberapa waktu lalu memenangkan lomba debat bahasa Inggris tingkat Jawa Timur di Fasaintek Universitas Airlangga Surabaya. Luar biasa, karena dia anak pondokan tapi ngga kalah dengan SMA-SMA favorit lainnya.

Sekilas saya teringat ucapan ibu saya, bahwa Firman, Wulan dan saya memiliki keunikan dan bakat masing-masing. Firman punya bakat di musik dan akademik lebih ke arah ekonomi akutansi. Wulan punya bakat nulis, teater, musik dan akademik cenderung ke arah sastra / bhs inggris. Saya sendiri? Hanya basic desain, teater, menulis dan soal akademik saya nyemplung di dunia teknik.

Bicara soal bakat-bakatan tentu menimbulkan sebuah pernyataan klasik yang sering didengungkan orang gagal kepada orang sukses. “Dia sukses karena emang bakat!” Pernyataan ini lantas dibuntuti dengan sebuah pertanyaan, “Seberapa besar sih peranan bakat dalam kesuksesan seseorang? Apakah lantas yang tidak berbakat tidak bisa sukses?”  

Sebenarnya ini hanya masalah starting poin (titik awal) saja. Karena semua orang punya hak yang sama untuk sukses apapun bidang yang ditekuninya. Karena bakat bisa diibaratkan sebagai daya ungkit, meski tanpa itu pun kita masih bisa mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Kasus 1 : Seseorang yang sejak awal memiliki bakat untuk bermain alat musik (misal anak pemusik), maka secara naluriah dia akan lebih cepat dalam mempelajari dan menguasai alat musik yang diajarkan kepadanya.

Kasus 2 : Seseorang yang tidak punya bakat bermain musik pada akhirnya akan bisa mempelajari dan menguasai alat musik dengan catatan, senantiasa berlatih dan terus berlatih. Mungkin tidak secepat mereka yang berbakat, namun tetap saja dia bisa memainkan alat musik.

Kasus 3 : Seseorang yang sejak awal memiliki bakat untuk bermain alat musik, namun tidak pernah belajar dan berlatih memainkan alat musik. Maka meski sehebat apapun bakatnya tetap saja di akhir dia tidak bisa bermain alat musik, kalah dengan mereka yang tidak berbakat namun giat berlatih.

Cermati baik-baik ketiga kasus di atas. Saya rasa itu yang mendasari salah seorang pembicara di seminar motivasi yang pernah saya ikuti berkata, “Kesuksesan itu 1% bakat 99% kerja keras. Bakat tanpa kerja keras sama saja bohong!”

Michael Jordan, pebasket legendaris yang terkenal dengan airwalknya. Menjadi idola hampir setiap anak basket di dunia dan menjadi rebutan club-club NBA. Selalu masuk dalam Hall of Fame, dan all stars competition.

Tahukah Anda, bahwa ketika kecil Michael Jordan adalah anak yang paling bodoh dalam bermain basket. Bahkan mendrible bola saja dia tidak bisa. Namun tekadnya yang kuat dan giatnya dia berlatih membuat dirinya tumbuh menjadi atlit basket profesional.

Tiger Wood, pegolf internasional sekaligus juara dunia. Banyak orang mengaguminya. Tapi sedikit yang mengetahui bahwa Tiger Wood menghabiskan hari-harinya dengan berlatih memukul +/- 1000 bola golf. Jadi sungguh wajar bila akhirnya dia menjadi juara dunia dalam turnamen golf.

Susi Susanti. Masih ingat? Mantan Atlit Nasional yang memenangkan Medali Emas Olimpiade cabang olahraga bulu tangkis. Keliahaiannya bermain bulu tangkis patut diacungi jempol. Bahkan ketahanan fisiknya untuk selalu bermain rubber set (3 set) juga amat dikagumi. Tapi sedikit yang tahu bahwa sejak kecil Susi Susanti menghabiskan 5 jam sehari untuk berlatih bulu tangkis.

Lihat tokoh-tokoh luar biasa itu yang saya sebutkan diatas! Kira-kira lebih menonjol mana, bakatnya atau kerja kerasnya? Lepas dari punya bakat atau tidak saya lebih menghargai kerja keras mereka yang senantiasa berlatih.

Jadi jangan berdalih lagi. Apapun yang Anda tekuni sekarang bisa menjadi jalan menuju kesuksesan Anda. Cintai dan hargai pekerjaan Anda. Luangkan waktu untuk mengasah skill dan menambah wawasan yang berkaitan dengan itu semua. Pelan tapi pasti saya yakin karir Anda akan semakin cemerlang. Kalau saya percaya Anda bisa sukses, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda percaya bisa sukses?

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. herlina mutmainah says:

    hmmmm, makin semangat ni pagi pagi baca post ini. kalau mau ditanya soal bakat, saya tuh lebih bakat bikin puisi mellow hehehe, tapi… untuk bisnis puisi saya ga laku kalo di jual hehehe

    memang benar.. yang penting kerja keras dan satu lagi yang mas arief lupa yaitu Passion!.. dengan passion, seseorang melakukan segala sesuatu walaupun kerja keras tapi menyenangkan, jadi ga terasa beratnya. ya ga mas. :hope

    • arief maulana says:

      @IwanKus, terusin mas. Kalau saya ga berasa udah 100 lebih. Padahal awal ngeblog dulu mikir juga, gmn kalo idenya stag.

      Ternyata itu ketakutan yg beralasan sama sekali! :ngakak:

    • online-business-story.com says:

      @IwanKus, itu kejadian juga sama saya mas. dulu mau menuangkan ide dalam tulisan susah banget. tapi sekarang, karena sering berlatih dan posting, akhirnya semuanya jadi mudah.

      “alah bisa karena biasa”.

        • online-business-story.com says:

          @arief maulana, kalau bikin kontes mesti punya keahlian lain tuh mas. saya masih perlu banyak belajar… kemarin aja bikin kontes peserta cuma 4 orang…. :hehe:

          • arief maulana says:

            @online-business-story.com, kalau kontes yg penting sepertinya informasnya menyebar.

            Makanya di kontes SEO sering syaratnya adl mencantumkan banner kontes tsb. Jd pas org review kontes, pengunjung ngelihat dan harapannya ngikut jg.

  2. iya nich kebanyakan orang terpenjara pikirannya dengan pernyataan klo kesuksesan itu bakat, padahal kan ada yang namanya “success are made, not born” dan “success are born, not made” jadi tidak hanya bakat tapi latihan dan tempaan :sip:

    juga blogger kan banyak dari latihan otodidak ? :recsel

    • arief maulana says:

      @IHSAN, itu biasanya pengaruh lingkungan mereka tumbuh mas. Kalo lingkungan pada punya pemikiran tsb ya gitu deh jadinya.

      Lingkungan sy juga spt itu. Namun utk mengimbangi ‘racun pikiran’ saya minum obat penawar berupa buku2 positif + pengembangan diri.

  3. gak cuma bakat ternyata gen orang tua juga berpengaruh pada anak tentang keahlian dan hobi.
    contoh ternyata monyet pinter manjat pohon bukan karena sekolah kenapa? karena dia anak pemanajat pohon yah..namanya monyet juga hee.hee…hee

    • arief maulana says:

      @dewanto, makanya ada pepatah jawa kalo cari jodoh liat bibit, bebet, bobot.

      Jadi bisa memadukan 2 gen berkualitas dan melahirkan anak2 gen super. Nanti tinggal dipoles bakat dan keahliannya agar siap tempur. Hahaha… :cendol

  4. coba di eksplore pakai teori multiple intellegencenya Howard gardner pasti lebih sip….

    jadi keingat prensentasi saya :)

    eh juga baca situsnya Richard Boles.. http://www.jobhuntersbible.com bagus tuh untuk enrich tulisan2 mas arif :) apalagi punya bukunya What’s Color is your Parachute… keren ituuu pasti mas arif dapat insight memlipah untuk bahan tulisan…

    • arief maulana says:

      @hmc, wah saya blm punya & baca buku itu. Itu bhs inggris apa sudah diterjemahkan Pak? Karena sy ada sdikit masalah dgn bhs inggris, hehehe… :hehe:

  5. eh selamat2 buat Adiknya ya… weee keren… adik saya dulu juga nggak kuliah cuman mondok Tahfidz Quran juga pinter nulis bahasa inggris…

    Selamat… sekali lagi selamat buat Mas Arif Sekluarga

    • arief maulana says:

      @Triagung.com, saya setuju dgn teori ini. Bayi lahir ibarat sebuah gelas kosong. Akan diisi awalnya apa tergantung ortu.

      Selebihnya tinggal bagaimana kemudian anak tsb mengasah apa yang menjadi minatnya menjadi special skill.
      :uhuk:

  6. Mantab Mas, emang saat ini banyak orang lebih senang meng-kambing hitamkan bakat, modal, keturunan dan macam2. Padahal mereka belum pernah mencoba dan bekerja keras.
    Semoga bisa menginspirasi banyak orang mas.

  7. Betul Mas! Bakat adalah sebagian kecil untuk mencapai sukses porsi yang paling banyak adalah belajarn dan kerja keras, niat iklas dan selalu berpikir yang baik-baik

  8. Bismillah..saya yakin bisa sukses!kalo oranglain bisa yakin kita sukses, kenapa kita gak yakin!?Harus yakin bisa Sukses!:sip:

    ps.maaf mas Arief>numpang info:ikutan kontes minimalis di pasutrisatu yuk!:sip:

  9. lianawati Natawijaya says:

    Benar mas 3 contoh sudah cukup mewakili dalih2 orang yang kurang mau melatih kemampuan YES SAYA PASTI BISA SUKSES OK SELAMAT UNTUK WULAN SAYA JUGA BANGGA DGN KEBERHASILANNYA PASI TELADAN DARI ABANGBYA YANG PAKAI KAOS KUNING ITU YA HA HA HA

  10. Alow mas arief …. salam kenal … menurut saya kerja keras penting, tapi harus diikuti keberuntungan dan manajemen juga … hehehehe

    liat aja tukang roti di kampus-2 sampai sekarang juga sama saja tukang roti … apa itu masih kurang kerja keras …

    Regrads
    Nan-Yang

    • arief maulana says:

      @Nan-Yang, kerja cerdas terjadi saat sistem mulai terbentuk. Dan biasanya untuk awal membangun sistem tetap dibutuhkan kerja keras.

      Artikel berikutnya mengupas soal ini. Sudah siap, hanya menunggu jadwal posting saja. Hehehe..

    • arief maulana says:

      @candradot.com, yap. Karena ga ada yg pasti di dunia ini. Kuasa Allah mengalahkan segala kekuasaan yg ada di semesta ini.

      Asal mestakung biasanya goal apa yang kita kejar.

  11. 1% : 99% Saya akur bgt.!!!!krena ada yang jalan pintas(?) dengan cara operasi garis tangan,nasya Allah!

    terima kasih artikel mas Arief sangat berguna untuk saya.(MADE BY SELF)

    NB:ISSI nya nggak bisa di buka,nih! (corrupt?).Salam.(MADE BY SELF)

    • arief maulana says:

      @m.koer’s, TSIS tah pak. Kalau corrupt berarti waktu bapak download tidak sempurna.

      Karena temen2 yang lain download bisa dibuka semua. Ada kemungkinan pada saat bapak download, koneksi internet bapak tidak stabil.

  12. memang bakat hanyalah katalis saja menuju cita-cita yang diinginkan. Lebih penting kerja kerasnya.
    PS: congrat buat wulan mas…^_^ :cendol

  13. Saya bakatnya makan n tidur, pas punya ponakan malah dijadiin tempat penitipan ponakan, katanya pinter maksa anak-anak untuk makan n tidur :hehe:
    Terus terang sampe sekarang saya belum tau bakat saya apa, tapi yang jelas saya mau belajar n berusaha mewujudkan keinginan saya, saya cenderung untuk belajar otodidak karena suka penasaran, klo dah mentok gak bisa baru tanya sama para senior :baca:

  14. masing-masing orang punya bakat yang bisa dikembangkan hingga menjadi sukses, tapi kesuksesan tidak sepenuhnya bargantung pada bakat melainkan juga pada usaha, bahkan yang berbakat sekali :siul: pun kalau tidak berusaha untuk berkembang tidak akan sukses, begitu ya mas arief…? btw, selamat ya buat adiknya… :thumbup: :)

  15. Setiap manusia yang terlahir sudah dibekali bakat masing-2. Dan semuanya juga punya kemauan untuk sukses. Tinggal intensitas kemauannya yang berbeda-beda.

  16. Muhammad Arifin says:

    :sip:mangtabz mas, mang anak pertama ya? memang kerja keras penting, namun ikutkan Allah dalam segala hal, small starting point with bismillahirrahmanirrahim karena tanpa ijinNya semua :mewek

    nais inpo mas…inspiratif banget

        • arief maulana says:

          @Arief Rizky Ramadhan, nulis artikel motivasi itu mudah rief. Amati aja sekelilingmu. Ambil hikmah and pelajarannya trus posting.

          Lebih bagus kalau ada support referensi buku. Tapi share pengalaman biasanya udah cukup kok.

  17. andrik sugianto says:

    Bakat hanya 1% menjadi alasan bisa sukses, 99% adalah kerja keras. Kata kata ini menjadi motivasi terkuat untuk mulai berusaha dan bangkit menuju sebuah kesuksesan. so…bye bye pemalas….

    • online-business-story.com says:

      @andrik sugianto, tapi kebanyakan para milyarder itu pemalas loh mas..
      mereka malas ngantor harus pergi pagi pulang sore, akhirnya milih jadi pengusaha aja yang ga perlu masuk pagi pulang sore.

      mereka males naik bis, maunya pake jaguar terus ada supirnya lagi, akhirnya malah jadi berusaha gimana caranya biar bisa dapat jaguar.

      hehe…. intermezo aja mas

  18. Setuju 100%,alasan enggak bakat sering banget dijadikan alasan jika kita gagal pada suatu bidang,padahal yang dibutuhkan adalah terus berlatih,usaha dan pastinya berdoa untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan.

  19. Bakat dan kerja keras saja tidak cukup.Faktor penentunya adalah : “keberuntungan”.
    Orang pintar pun masih kalah sam orang yang beruntung. Ada yang bilang bahwa keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.Bagi saya ini adalah bahasa motivasi belaka. Yang namanya beruntung,biar gak siap,gak sempat,gak berbakat atau gak bekerja keras sekalipun tetep aja akan dapet…:bom: (komentar wong tukang ngeyel.. :-) ) :hammer

  20. bakat atau potensi sbnernya udah dimiliki setiap orang ya mas, tinggal gmna kitanya aja mnggali dan mngasah potensi dan bakat yg udah dianugrahi oleh Allah…

    :sip:

    • arief maulana says:

      @Ardy Pratama, yap. Benih kesuksesan udah ada dalam diri kita. Tinggal nanti bagaimana memupuknya hingga berbuah kesuksesan.

      Entah itu sukses menjadi orang baik atau sukses dalam hal kejahatan…

      *karena malaikat dan setan tak pernah berhenti berperang….

    • arief maulana says:

      @Haris_DokterBisnis.Net, itu adik kandungku bos. Hahaha… Ga bisa liat kemiripannya yah. :uhuk: Cantik yah.

      Adik cantik dan pintar memang ga jauh dari kakaknya yang tampan dan pandai wkwkwk (narsis mode : on) :guayarek:

  21. Yap setuju mas, dengan atau tanpa bakat kita tetap bisa sukses, tentunya dengan catatan Kerja Keras, Ulet dan Pantang Menyerah:sip:

  22. Oh ya ms,trims atas masukan ganti themesnya, dan skrg udah tak rubah jadi themes yg baru.bahkan sy jadikan inspirasi dtulisan blog yg baru.Trims ms arief:sip::sip:

  23. Saya rasa kalau orang berbakat dan orang tidak berbakat itu yang terpenting ada kemauan untuk kerja keras dan tekun berlatih dan berani mencoba.Tanpa ketiga hal tersebut seseorang akan mengalami kesulitan dalam mencapai kesuksesan.

  24. “jempol madhep dhuwur” buat mba Wulan… :sip:

    Salam kenal semua…
    mas Arief, gimana cara mengetahui bakat kita apa? kan lumayan tuh kalo di”menejuminten”i + kerja keras.

    btw, boleh dong minta referensi buku2 positifnya?

    • arief maulana says:

      @renditrendi, inti dari artikel ini adalah, dengan atau tanpa bakat kita bisa sukses.

      Jadi ngapain bingung. Pilih satu bidang yang Anda mau sukses di dalamnya.

      Kemudian silahkan pertajam skill dan tambah wawasan yang mendukung kesuksesan tersebut.

      Simpel kan.

      Untuk referensi buku-buku positif. Di awal saya rekomendasikan 3 buku :
      1. Manage Your Mind for Success (Adi W. Gunawan)

      2. Quantum Ikhlas (Erbe Sentanu)

      3. Berpikir dan Berjiwa Besar

      Sementara itu. Kalau Mas tanya semua referensi buku saya, bisa-bisa keluar 100 buku. Hehehe…:hihi:

  25. Habib Yunus | Affiliate Marketing says:

    Setuju sekali mas, dengan atau tanpa bakat orang tetap bisa sukses asal mau belajar dan terus bekerja keras… teknisnya bagaimana bekerja keras, ikuti aja terus blog mas Arief ini…:sip:

    • arief maulana says:

      @faris vio, yap. Semua orang diberi bibit bakat apapun oleh Tuhan. Tinggal kita pilih mau mengembangkan bibit yang mana untuk kemudian berbuah kesuksesan. :sip:

  26. Bakat hanya 1 persen untuk membantu kita menuju kesuksesan, selebihnya ketekunan dan keseriusan dalam mengsah bakat itu yang membuat kita sukses… salam sukses mas arief:hihi:

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,853 bad guys.