Demo Taxi Blue Bird di Batam

Oleh : Arief Maulana

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Selasa (18 Februari 2014), saya tiba di Bandara Internasional Hang Nadim – Batam. Rencana awalnya adalah saya ikut penerbangan paling pagi dari Jakarta. Kemudian nantinya dari Bandara Hang Nadim saya langsung pergi ke kantor. Dengan waktu tempuh bandara – kantor yang kurang lebih 20-30 menit, nututi lah sampai kantor tanpa terlambat. Sayang semua rencana baik itu akhirnya gagal.

Penyebab kegagalannya adalah seluruh armada taxi (selain taxi Blue Bird), termasuk taxi bandara, melakukan demo mogok narik sampai Blue Bird membatalkan rencananya menambah armada taxi di Batam. Ini bukan kali pertama para supir taxi melakukan demo. Dulu, ketika Blue Bird diwacanakan masuk batam, para supir taxi juga heboh melakukan demo.

Takut Bersaing

Ini yang saya tangkap dari para supir taxi itu. Betapa tidak, selama ini Batam terkenal dengan taxi yang serba tidak jelas alias taxi gelap. Pun ada armada taxi yang kelihatannya resmi, banyak pula supir taxi yang nakal dan tidak menggunakan argo. Sehingga jatuhnya adalah harga mahal, layanan payah. Belum lagi dengan kondisi armada taxi yang cenderung memprihatinkan (tidak diremajakan dan tidak terawat).

Keadaan ini tentu saja sangat tidak nyaman bagi pelanggan pengguna taxi. Maka masuknya armada taxi Blue Bird ke Batam menjadi angin segar. Meskipun harga tarif Blue Bird terbilang tidak murah, namun jika pelayanan yang didapatkan maksimal, terjamin, dan tentu saja nyaman (karena mobilnya baru), pengguna taxi tentu akan memilih menggunakan Blue Bird. 

Ini lah yang ditakutkan oleh para supir taxi. Mereka takut pangsa pasarnya direbut oleh Blue Bird. Alih-alih, meningkatkan layanan agar mampu bersaing dengan Blue Bird, mereka malah memilih demo. Maka jangan salahkan jika kemudian pelanggan menjadi semakin tidak berminat dengan taxi lokal dan memilih menggunakan Blue Bird.

Demo Blue Bird di Batam
Demo Blue Bird di Batam

Sebagian Beradaptasi

Meski pun kebanyakan supir taxi melakukan demo, namun tidak sedikit pula yang melihat peluang dan segera ambil tindakan dengan cara bergabung bersama Blue Bird. Ini kesempatan besar, meski resikonya harus berhadapan dengan kawan lama yang memilih untuk bertahan menolak Blue Bird. Para supir Blue Bird baru ini memilih untuk beradaptasi dengan perubahan. Alih-alih takut dengan kompetitor baru, mereka memilih bekerja sama dengan kompetitor membangun kehidupan yang lebih baik.

Coba dipikir dengan logika. Kalau memang pasar pengguna Blue Bird tidak tumbuh dan berkembang, tentu penambahan armada tidak akan terjadi. Kenapa pasarnya bisa berkembang? Karena kompetitornya (para taxi lokal, taxi gelap, taxi nakal) tidak mengikuti perkembangan kompetisi bisnis. Saat kompetitor lain menawarkan kualitas yang baik kepada pelanggan, mereka malah memilih untuk mendemo kompetitornya alih-alih berusaha bersaing secara sehat dengan meningkatkan layanan.

Layanan Yang Baik = Loyalitas

Saya bukan fanatik Blue Bird. Karena di Jawa, masih banyak kompetitor Blue Bird yang bisa menawarkan layanan yang baik namun harga lebih miring. Seperti Express Taxi (di Jakarta) dan Taxi Citra (di Malang). Namun karena di batam yang terbaik adalah Blue Bird, ya itu yang saya pilih. Layanan yang baik membuat pelanggan menjadi loyal, tidak terkecuali saya sendiri. Apalagi kalau mampu menghadirkan tidak hanya kualitas yang baik namun juga harga yang terjangkau, dijamin pelanggan akan semakin loyal dan royal.

Nah, rekan-rekan sekalian. Setelah membaca sekilas kisah saya di atas, coba dibayangkan! Kira-kira sama tidak kondisi di atas dengan iklim bisnis? Ada kompetitor baru, persaingan baru, dsb. Kira-kira, langkah apa yang akan Anda ambil apabila ada kompetitor dengan produk sejenis masuk ke dalam market Anda? Mana yang akan Anda pilih :

  • Berinovasi dan meningkatkan layanan,
  • Bekerjasama dengan kompetitor untuk menguasai pasar lebih luas dan dalam, atau
  • Demo menuntut agar kompetitor hengkang dari “medan pertempuran” bisnis Anda?

Selamat malam… :)

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,889 bad guys.