Covernya Jelek, Skip Deh!

Oleh : Arief Maulana

Saya suka bertanya-tanya, siapa sih yang pertama kali menciptakan pernyataan yang begitu populer : “Don’t Judge The Book by It’s Cover”. Walaupun awalnya ditujukan untuk karya berupa buku tapi pernyataan itu sudah demikian merasuknya ke dalam pikiran kita dan kerap menjadi alasan atau pembenaran bagi mereka yang malas membenahi “Cover” dalam konteks apapun.

Make A Cover

Make A Cover

FAKTA-nya adalah JUSTRU KEBANYAKAN orang menilai segala sesuatunya di awal dari covernya, kemasannya atau apalah istilahnya. Baru kemudian menelaah lebih lanjut isi yang sebenarnya. Ini sudah sering terjadi. Contoh :

[1] Buku yang saya beli, “Secangkir Kopi Manis” (seperti halnya yang saya tuliskan di review), berawal dari ketertarikan saya pada covernya yang simpel, elegan, dan menarik untuk kemudian saya ambil dan baca sedikit sinopsis di belakangnya.

[2] Berapa banyak perusahaan yang menggunakan syarat IPK 3 untuk melakukan seleksi di awal bagi para pelamar kerja. Barulah kemudian dilakukan telaah yang lebih mendalam untuk mengetahui karakter ataupun info-info yang dibutuhkan melalui tes interview ataupun tes psikologi.

[3] Misalkan Anda sedang mencari buah. Ada dua keranjang yang disuguhkan oleh penjual. Yang satu buahnya tampak segar dan menarik, sedangkan keranjang satunya lagi buahnya tampak kotor, lusuh dan tidak menarik. Sekilas lalu, kira-kira mana yang membuat Anda tertarik di awal?

[4] Anda mau menawarkan sebuah kerjasama bisnis, tapi pakaian yang Anda gunakan tidak mencerminkan bahwa Anda adalah seorang profesional. Lusuh, kaos, celana jeans, dsb. Andai Anda adalah orang baru yang belum punya nama, kira-kira apa kesan pertama calon partner bisnis Anda.

[5] Anda punya produk bagus untuk dijual secara online. Sayangnya website yang Anda bangun asal-asalan. Banyak iklan, kaku, sehingga orang baru sampai di web Anda tidak butuh waktu lama untuk mengklik [X] atau close. Siapa yang salah?

Masih banyak lagi contoh-contoh lain yang kalau kita mau jeli sebenarnya orang LEBIH DULU MENILAI “COVER”nya baru kemudian ISInya.

Eitsss… tunggu dulu. Bukan berarti dalam hal ini saya mengatakan bahwa yang penting cover tapi isi tidak penting. Bukan itu yang saya maksudkan. Karena sebagus apapun cover yang Anda buat, branding yang Anda bangun, kalau pada akhirnya isinya tidak sesuai dengan kenyataan hanya akan jadi boomerang untuk Anda sendiri. Sekarang ini adalah eranya marketing horizontal. Konsumen Anda bisa menjadi marketer yang membantu mempromosikan produk, atau malah menjadi orang yang menjatuhkan brand yang sedang Anda bangun. Apalagi kekuatan promosi dari mulut ke mulut masih efektif.

Mouth to Mouth Marketing

Isi tetap penting, apapun itu bentuknya. Tapi cover juga sama pentingnya. Seperti sebuah buku. Kalau covernya menarik dan eye catching, di awal orang akan mengambil dulu bukunya. Kemudian membaca sinopsisnya. Bukunya nampak bagus? Orang beli. Isinya ternyata oke, direview secara cuma-cuma, direkomendasikan ke orang lain yang artinya promosi gratis. Memperbesar peluang orang lain juga ikut membeli.

Blog Anda punya konten bagus. Kalau bisa desainlah tampilan blog Anda sebaik mungkin. Sudah banyak tema-tema bagus di luaran sana, baik yang berbayar ataupun yang gratisan. Untuk mengoptimalkan performance blog, Anda bisa simak tips-tips dari mas Iskandar di blognya, KaféGue.com. Salah satu tips yang saya gunakan adalah menggunakan gambar setiap beberapa paragraf. Apa maksud dan tujuannya, cek sendiri ke blognya Mas Is.

Jadi cobalah mulai sekarang untuk memoles “cover” Anda dengan lebih baik lagi, seiring dengan peningkatan kualitas “isi” yang sedang Anda jual apapun konteksnya. Mungkin dalam hal bisnis ataupun kehidupan sehari-hari ketika bersosialisasi dengan orang lain. “Penampilan itu penting, Bro!” :p

86 Responses to Covernya Jelek, Skip Deh!

  • Iwan Kus says:

    apa kabar mas?
    gimana rasanya jadi pekerja? ;)

    bicara soal cover
    saya setuju dengan yg anda tulis

    cuma yg untuk memasang gambar di setiap beberapa paragraf…
    saya cek tkp dulu ;)

    arief maulana Reply:

    @Iwan Kus, alhamdulillah baik mas. Saya sih asik-asik aja mas karena menikmati apa-apa yang saya kerjakan. :D

  • surya says:

    betul mas , kalo covernya oke buka halaman berikutnya enak , tp kalo isinya mengecewakan , wah … yang keluar umpatan deh :D

    arief maulana Reply:

    @Surya, hahaha… manusiawi sekali.

  • Menambah Tinggi Badan says:

    sore mas arif. bagaimana kabarnya mudaha sehat selalu :).

    dalam menciptakan sebuah produk yang berkualitas sangat diperlukan cover ‘tampilan’ tapi perlu di ingat bukan hanya tampilan aja yang bagus tapi isinya jauh dari isi yang dikatakannya.

    salam ikhlas,
    tips.tinggibadan.web.id

    arief maulana Reply:

    @Menambah Tinggi Badan, malem. Alhamdulillah sehat selalu. Yup point ini juga sudah saya sebutkan di atas. Isi penting, tapi cover juga tak kalah pentingnya.

  • ismail says:

    Ko’ hampir2 sama ya postingannya. hehehe

    Penampilan memang penting mas tapi blm sepenting kepercayaan pelanggan kan? :hihi::hihi:

    arief maulana Reply:

    @Ismail, betul mas. Tapi tentu kesan pertama di mata pelanggan juga penting. Awal yang baik bila diikuti dengan proses dan akhir yang baik tentu berbuah kepercayaan pelanggan juga.

  • Amy says:

    :puyeng:
    memang sih mas, terkadang dua-dua nya penting, Tapi malah kadang Cover bisa menipu….
    itulah sebabnya setiap saya beli buku di toko buku, jika tdk ada contoh yang sudah di buka, saya tidak akan beli. walaupun Tampilan Covernya menjanjikan segudang harapan nan indah, itu semua ku Anggap RAYUAN GOMBAL sang COVER BOOK. :melet::melet:

    arief maulana Reply:

    @Amy, wah sayang sekali kalau gitu. karena saya sering sekali mendapatkan buku-buku bagus meski tidak menemukan yang sudah terbuka sampul plastiknya. :p

  • Abu Furqan says:

    Mantap nih. Argumentasi yang dibangun bagus. Memang, mengabaikan cover dengan alasan mementingkan isi, sebenarnya bunuh diri. Yang pertama dilihat dan membuat orang tertarik adalah cover, bukan isi.

    arief maulana Reply:

    @Abu Furqan, yup. Ini berlaku juga dengan penampilan kita loh mas ketika ingin menjalin hubungan serius sama orang. Hahaha…

  • bener banget. . tapi kadang kita terhipnotis dengan covernya lho. .tapi isinya abal2 :D

    arief maulana Reply:

    @Ada-akbar, maka dari itu klo kita yang punya produk isinya jangan abal-abal. Kasihan kan mereka yg terhipnotis cover kita :D

  • sandy salim alfarizi says:

    wah mantab neh infonya terima kasih kang

    arief maulana Reply:

    @sandy salim alfarizi, sama-sama mas.

  • grandchief says:

    cover memang penting tapi lebih penting isinya,jangan sampai mengurus tampak luarnya aja melebihi apa yang ada didalamnya.walau tak asal2-asalan juga dalam membuat covernya:hihi:

    arief maulana Reply:

    @Grandchief, tampak luar memang kudu dahsyat biar menghipnotis. Klo isinya abal-abal ya itu tanggung jawab moral kita yg punya produk hahaha

  • makasih buat infonya

    arief maulana Reply:

    sama-sama

  • Ahmad Fai says:

    Kesan PERTAMA begitu Menggoda,, selanjutnya terserah anda…

    jadi “Cover” apapun itu jadi penentu kesan pertama bahkan kesan-kesan berikutnya,

    bisa kita bayangkan apabila ada seorang pilot handal sedang memperkenalkan dirinya sebagai pilot kepada para penumpangnya, padahal sang pilot tersebut sedang mengenakan pakaian ala sang anak punk, percayakan para penumpangnya??

    arief maulana Reply:

    @Ahmad Fai, ah saya familiar sekali dengan cerita pilot pake pakaian asal ini. hihihi…

  • tien says:

    assalamualaikum.. “Don’t Judge The Book by It’s Cover”. suatu kalimat analogi yg tidak analog menurut saya jika di tempatkan/di umpamakan/ di artikan pada objek kata benda. lebih mantap jika kalimat itu lebih merujuk pada sifat. bagaimana ya seorang Bob sadino dg penampilan nyentrik ‘-sopan’ bisa menjaadi pengusaha sukes? menjadi pebisnis online dg website dan gaya nyentrik mengapa tidak! melawan arus dlm bisnis adalah sesuatu yg inofatip tdk ada kamus baku di dalamnya. maju terus dg blognya salam…

    arief maulana Reply:

    @tien, ‘alaikumussalam. Oh ga analog toh ternyata. Maap saya salah hihihi…

    Kalau dalam bisnis online, nyentrik bolehlah. Tapi kelewat nyentrik, terutama soal tampilan web penjualan kita yg ada orang malah close webnya duluan sebelum dibaca isinya. :D

    Terima kasih tambahannya.

  • Ahmad says:

    Setuju mas arif… :)
    Semoga baik-baik saja jika jadi ke luar Jawa.
    Dan… semakin baik…

    arief maulana Reply:

    @Ahmad, ga jadi keluar jawa mas. Masih di Cilegon aja. Syukur-syukur bisa ke Jakarta. hahaha

  • dHaNy says:

    Yang utama memang isi kontennya dulu baru ke covernya.. Karena konten yang bagus pasti sang pemiliknya tidak mau covernya tidak mencerminkan kontennya..

    arief maulana Reply:

    @dhany, betul-betul-betul…. *brb* makanya saya cari designer pro untuk cover buku saya nanti…

  • Yuga Eko says:

    seeeppp… tips yang sangat sangar..

    banyak orang bilang, “jangan melihat buku hanya dari cover”. tapi kalo memang covernya jelek, mana ada orang yang mau beli bukunya.. :D:sip::sip::sip:

    arief maulana Reply:

    @Yuga Eko, yup. Klo covernya ga menarik males untuk mengetahui lebih lanjut…

  • Affiliate Blueprint says:

    Persepsi awal memang sangat menentukan, tapi kalau tidak ditunjang dengan kualitas isi pastinya akan jatuh juga…jadi yang maknyus ya cover dan isi ok :sip:

    arief maulana Reply:

    @Affiliate Blue Print, yup malah jadi boomerang klo isi ga mengimbangi cover yg ciamik. Makanya sama2 pentingnya.

  • joko says:

    kalo saya lebih menekankan tulisan dihalaman depan yang jelas dan mencerahkan.
    desain sederhana dan tidak ruwet, yang penting rapi dan tulisan yang bermanfaat.

    arief maulana Reply:

    @joko, sip

  • mashengky says:

    saya lagi di nasional boot camp yogya nih mas

  • hihihi saya ada koleksi action script untuk bikin ecover nih.. btw walaupun udah banyak yang bilang jangan menilai buku dari covernya.. tapi apa daya beberapa orang pasti terpikat untuk membeli buku. Apalagi kalo belanja ke gramedia, beuh atmosfernya bikin gak tahan keluar tanpa bawa plastik belanjaan wkwkwk

    arief maulana Reply:

    @Arief, wah sama rief. Klo di gramed susah u/ ga beli buku. Pertanyaannya adalah : buku apa yg akan dibeli kali ini :p

  • adhiayu says:

    Mas Arief, kalo blog thu yang dimaksud cover thu yang mana mas? sidebarnya atau headernya?atau perlu bikin halaman pembuka mas?
    khan postingannya thu isinya khan? postingannya khan pasti langsung kelihatan khan?o iya minta saran donk mas, kalo tujuan blog thu untuk memancing pengunjung ke halaman-halaman afiliasi yang kita ikuti apa baiknya menampilkan banner2 affiliasi yang banyak di sidebar atau malah thu jadi ga bagus kesannya mas?
    makasih mas atas info dan sarannya…:sip:

    anax kolonx Reply:

    @adhiayu, menurut sy cover blog ya homepagenya itu,,, :baca: CMIIW

    arief maulana Reply:

    @Adhiayu, kalau dalam blog yg saya maksud cover adalah seluruh tampilan blog, baik itu header, sidebar, isi, footer, dll. Gampangannya yg mudah diliat orang dan ga bikin orang langsung klik [x] atau close kurang dari 5 detik.

    Pasang banyak banner afiliasi di sidebar malah ga enak dilihat mata. Serius! Makanya saya stop layanan pemasangan spot iklan banner di blog ini. Cukup pasang 1 atau 2 aja. Maksimalkan aja link2 afiliasi di postingan (tulisan kita).

  • omjun says:

    lama gak berkunjung nih mas.. :sip::sip:

    arief maulana Reply:

    @omjun, thank you :)

  • Dimas says:

    Ouh…
    cover tuh kayake penting juga untuk menarik kesan pengunjung sebelum membeli…
    :mlorok:
    Artikelnya bagus juga untuk menyadarkan orang agar memoles cover dan sinopsis guna menarik perhatian.
    jadi terkesan deh dengan gaya tulisan mas arief…
    salut…
    :sip:

    arief maulana Reply:

    @Dimas, wah terima kasih mas. Padahal tulisannya cuma gini-gini aja kok.

  • Franky T says:

    Siiiiip . . . Setuju banget Mas Arief, Kesan pertama harus membuat orang terus terbayang-bayang dan pada akhirnya akan menimbulkan keinginan untuk memiliki barang tersebut. Jadi Cover yang elegant akan meninggalkan kesan pertama di pikiran setiap orang. Sukses Mas Arief.

    arief maulana Reply:

    @Franky T, kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya…. membeli :p

  • Wilianto Indrawan says:

    setuju mas…
    kmaren aku ganti tampilan webku, yg daftar langsung naek drastis..
    hehehe..

    :sip:

    arief maulana Reply:

    @Wilianto Indrawan, naaah… testimoni ini. Cool!

  • Lukman says:

    Saya beberapa kali pernah melakukan pembelian ebook karena tampilan covernya ya keren banget…

    Betul kata mas Maulana, cover yang eye catching emang bisa menghipnotis calon pembeli.

    arief maulana Reply:

    @Lukman, yup. Salam kenal mas!

  • ngadimin says:

    ok mas Arief masalah cover emang harus tampil yang keren.tapi aku belum kepikiran sampai kesitu.aku masih sibuk cari insfirasi setiap ada waktu bagaimana agar orang menghubungi saya untuk memesan prodak.kan untuk menampilkan cover yang bagus waktunya lama,ia kan ?…thx saya setuju untuk yang lebih baik.salam sukses bt mas Arief.

    arief maulana Reply:

    @ngadimin, aku baru cek ke situsnya mas. Sediki masukan, benahi aja mas itu tampilan webnya. Orang jadi males dan setengah percaya klo tampilannya gitu. Disisi lain, mungkin ada orang lain yg memasarkan produk serupa dengan website yg tampilannya lebih oke. Ya larinya ke mereka yg tampilan webnya lebih profesional. Biasanya sih gitu… entahlah!

  • Ari Sayoso says:

    emang bener … penampilan pertama akan menentukan penilaian orang selanjutnya

  • formula bisnis mlm says:

    Kesan pertama harus memukau, selanjutnya terserah Anda… Tapi Yang jelas harus berkualitas.. itu yang utama bagi saya:sip:

  • zuhri says:

    Salam kenal mas arief dan terima kasih atas infonya, saya sependapat dengan apa yang mas arief uraikan.

  • Yanti says:

    Tentukan customer-nya, marketnya gmn….tetap lakukan second opinion.
    Krn baik bagi seseorang belum tentu baik bagi yg lainnya.

    arief maulana Reply:

    @Yanti, menentukan market dan customer seharusnya sudah dilakukan sejak awal dengan riset pasar. Baru kemudian menciptakan produk yg ada pasarnya. Nah, klo produk udah jelas ada pasarnya poleslah “covernya” biar produk keliatan menarik dan peluang terjualnya lebih banyak. Jangan asal bikin produk, ntar laku ga laku urusan belakang.

  • saya pernah baca tips dari sebuah situs di luar, memang katanya dengan menggunakan image yang relevan pada posting, atau menggunakan image link katanya bisa meningkatkan page previes blog kita. bener gitu ya mas arif?

    arief maulana Reply:

    @bambang pamungkas. Yup. Dengan gambar, kita bisa maksimalkan page previews. Gampangannya coba aja mas cari gambar di google. Gambarnya apa, pasti artikel / postingannya masih berhubungan.

  • Pamuji99 says:

    Sebuah tips dengan pokok pembahasan tentang cover,ternyata artinya begitu luas yang menggambarkan sesuatu ..atau perkenalan awal untuk memulai sesuatu,thank

    arief maulana Reply:

    @pamuji99, salam kenal mas. Inilah luarbiasanya sekolah kehidupan. Kalau kita mau jeli melihat fenomena2 yang terjadi, ada banyak pelajaran berharga disana. Termasuk masalah cover ini :)

  • Dwi Pacitan says:

    mantap mas desain covernya:hore::hore::hore:

  • adi wardana says:

    wah tools desain apa ya rief yang bagus buat bikin e cover?:sip:

    arief maulana Reply:

    @Adi Wardana, pake photoshop aja. Aku ada CD-nya + ada video tutorialnya jg di dalamnya. Berbayar tapi. Mau kaga?

  • erick says:

    :sip:betul mas, cover memang penting tetapi lbh penting isinya. sy jg masih trus belajar mengenai pembuatan cover blog.

    arief maulana Reply:

    @Erick, klo blog sih tinggal pilih-pilih aja themes yang bagus-bagus :p

  • Erdien CSS says:

    Iya Mas memang perlu keseimbangan. Cover aza yang bagus, sementara isi kurang bagus, bisa disangka “menipu”.
    Isi bagus, cover krang bagus bisa jadi “menurunkan harga jual”. Ya begitulah fakta yang berlaku dalam kehidupan manusia :sip:

    arief maulana Reply:

    @Erdien, dengan kata lain… jangan tanggung-tanggung lah. Bagusin semuanya, baik isi maupun cover

  • Zainur Rochim says:

    Wah betul mas, karena rakyat kita masih suka memandang kulit dulu baru isi, beda dengan sebagian orang luar negeri yang lebih mementingkan isi daripada kulitnya…jadi ya kita tetap harus mengemas kulitnya dengan baik disamping isinya…bukan begitu mas?

    Lama ga berkunjung ke sini mas, karena ikut2an cuti kayak bang eserzone…he3x

    arief maulana Reply:

    @Zainur Rochim, saya kira sama aja mas. Orang luar pun rasanya demikian, pertama yang dilihat adalah luarnya dulu. baru kemudian diliat kemampuannya.

  • Tommy says:

    :sip::mlorok:

    setuju mas,.,.

    sering kali orang bilang”JANGAN LIAT LUARNYA DLU, TAPI LIAT DALAMNYA” .,.,bagaimana bsa tau isinya/dalemanya klo tidak liat dari luar nya dlu.,.

    arief maulana Reply:

    @Tommy, nah… You’ve got my point :D

  • aRcliff says:

    ya tetap aja cover adalah ‘kesan’ awal ..
    bener juga itu sebagai media publikasi atau branding dsb…
    cover jelek tentu ga menarik pembaca.. kecuali emang udah tau tentang sebagian isi buku itu baik dari internet ataupun dari orang lain yg pernah membaca..

    cover adalah hal penting

    arief maulana Reply:

    @aRcliff, yup… itulah point yang aku maksudkan dari artikel ini :)

  • seharusnya jangan melihat dari covernya tetapi isinya

    arief maulana Reply:

    @mobil pengantin, seharusnya memang demikian. Apa daya hidup tak seperti seharusnya. kalau kita ga menyesuaikan ya ambles…

  • Bunga Hias says:

    Harus jago grafis dong mas? biar ga dipandang sebelah mata duluan ;)

    arief maulana Reply:

    @bunga hias, ga juga. Kan ada orang-orang yang ahli di bidang grafis. Minta saja bantuan mereka.

  • cd tutorial says:

    setuju mas dengan postingan njenengan secara, banyak produk yang saya jual tidak laku karena cover kurang menarik, padahal isinya josssss………makasih mas:hiks::hiks::hiks:

    arief maulana Reply:

    @CD Tutorial, sudah diperbaiki mas covernya?

  • Don’t judge a book from it’s cover. Bentoel banget. Masih kurang contoh dari “the duo hot adventurer” Sally dan Melinda ? Fisik memang menipu. :sip:

    arief maulana Reply:

    @Turunkan Nurdin, wooo… toge inside *ngakak*

  • Endi says:

    :sip:
    saya setuju sekali, luarnya dulu baru dalam..

    arief maulana Reply:

    @Endi, tapi dalamnya jg mesti bagus loh :D

  • Menurutku ke2nya penting, walaupun lebih penting isinya. Tapi ketika kesan pertama jelek, orang bisa lari. Thanks mas Arief.
    Teknik Dasar Futsal recently posted..Teknik Dasar FutsalMy Profile

  • Rohiman says:

    Kalau untuk urusan dunia seperti itu. Cover itu penting karena penilaian manusia seperti. Tapi untuk urusan akhirat ( bagi Allah ), cover itu tidak penting. Yang penting kesholehan kita. Makasih mas Arief yang terus berbagi ilmunya, semoga Allah berkahi.
    Rohiman recently posted..Internet MarketingMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 336,365 bad guys.

Advertisement
Kategori Tulisan
Arsip