Oleh : Arief Maulana
Ngga kerasa, udah setahun berlalu. Kayanya baru kemarin ngerayain HUT RI yang ke -63, sekarang udah masuk-64. Ngga banyak yang berubah. Semua masih seperti yang dulu. Dan saya pun masih turut merenungi nasib bangsa ini.
Saya teringat sebuah ulasan menarik yang membahas masalah kemerdekaan bangsa kita 64 tahun yang lalu. Kemerdekaan kita sungguh benar-benar karena rahmat Allah. Coba saja Anda bayangkan, bagaimana bisa kita memenangkan perang kemerdekaan melawan penjajah yang notabene ngga berimbang banget. Senjata mesin vs bambu runcing. Ada senjata pun pas-pasan. Kalau bukan karena Allah sebagai penolong, mustahil kemenangan dan kemerdekaan itu bisa diraih.
Apalagi setelah saya membaca biografi salah satu pejuang kemerdekaan yang sangat saya kagumi, Jenderal Soedirman. Saya sudah membaca hingga yang ketiga kalinya. Entah kenapa tidak ada rasa bosan membacanya. Seakan-akan visualisasi perang kemerdekaan, khususnya perang gerilya tersebut, tergambar dengan jelas. Apalagi penulisnya benar-benar bisa membawa kita hingga hanyut dalam untaian kisah perjoeangan tersebut.
Maka sudah sepatutnya kita benar-benar mensyukuri kemerdekaan tersebut. Bersyukur kepada Allah hingga karena kita bisa hidup tidak lagi di zaman peperangan fisik seperti dulu, dan berterima kasih kepada para Pedjoeang yang telah mengorbankan segalanya demi kehidupan kita saat ini. Read more »
Oleh : Bunda Eva
Jika kita pergi ke toko buka, Anda akan dengan mudah menemukan buku-buku yang menjual kekayaan ”…yah bagaimana menjadi kaya…” Siapa sie manusia yang tidak mau menjadi kaya…? Buku-buku tentang internet pun ramai dengan buku mencari uang di internet, melalui situs pribadi maupun situs-situs pertemanan seperti facebook.
Mengapa buku-buku tentang menjadi kaya banyak bermunculan, tentunya karena permintaan akan buku-buku seperti ini cukup besar. Yah, sekali lagi siapa yang tidak mau menjadi kaya. Lalu, jika ternyata nantinya Anda menjadi kaya, apa yang akan Anda lakukan?
Sebagian besar akan menjawab konsumtif, mau keliling dunia, punya apartemen mewah, punya ranch, beli jet pribadi, dll. Kalau ditanya kembali, mengapa Anda memilih menggunakan uang untuk hal-hal tersebut, mungkin jawaban anda adalah mencari kebahagiaan. Benarkah? Apakah hanya dengan memiliki kekayaan baru kita bahagia? Read more »
Oleh : Arief Maulana
Posting kali ini lahir gara-gara ada satu pernyataan menggelitik yang dilontarkan oleh Cak Budhi K. Wardana pada sharing tentang review produk. Beliau bilang, “saya kadang berpikir apa bener mas Arief ini kuliah di Teknik? Anda seperti pakar marketing tulen?”. Saya jawab, “Lha wong saya juga bingung, hehehe…”
Flashback dikit. Saya ingat betul ketika ibu sering menceritakan seperti apa sikap saya waktu kecil. Yang pasti bakat teknik itu terlihat sejak kecil, manakala kerjaan saya adalah merusak setiap mainan yang diberikan ayah. Ngerusaknya bukan dibanting atau apa, melainkan dibongkar satu persatu, persis kaya tukang bengkel bongkar mesin. Bedanya, saya ngga bisa balikin lagi itu mainan yang udah dipreteli ke kondisi semula alias rusak. Biar ngga dimarahi, biasanya saya umpetin di lemari pakaian.
Bakat ini lama-lama makin kelihatan. Soalnya kalau udah urusan menggambar, entah kenapa yang sering saya gambar kalau ngga robot pasti mobil atau hal-hal berbau teknologi. Disamping itu saya hobi juga bongkar pasang tamiya. Apalagi dulu sering beli tamiya. Sampai-sampai waktu SMP saya udah bisa cari duit lewat tamiya. Ngapain? Buka jasa ngerancang tamiya yang optimize and kenceng larinya (padahal itu kan tergantung motornya). Disini ketika saya ditanya ntar mo jadi apa, sudah ada satu keinginan mantep yaitu jadi insinyur alias engineer alias orang teknik.
Waktu SMA ya sama milih kelas IPA untuk mendukung keinginan jadi engineer dengan masuk ITS. Disini pemetaan potensi mulai keliatan. Saya menemukan satu lagi hobi baru, yaitu desain. Ini gara-gara guru desain grafis saya memberikan materi DKV (desain komunikasi visual) dasar dengan Corel Draw + Photoshop. Makanya saya bisa dikit-dikit desain banner, e-cover, dll. Akhirnya setelah hunting info kesana kemari ada 4 pilihan yang mau saya masukin : STAN, Architect ITS, Teknik Sipil ITS, dan Program Desain DKV ITS. Read more »
Oleh : Arief Maulana
Ngga terasa udah 1 tahun sejak peristiwa peringatan 100 tahun Kebangkitan Bangsa Indonesia, terlepas dari berbagai pro dan kontra yang terjadi. Hampir tiap tahun kita merayakan dan membanggakan moment kebangkitan nasional ini, tapi kok ya bangsa kita ngga bangkit-bangkit dari keterpurukannya.
Berbagai alasan meluncur dari kita. Menyalahkan pemerintah, menyalahkan orang lain, menyalahkan lingkungan, menyalahkan krisis global, dll. Tapi tidak pernah ada yang MENYALAHKAN DIRI SENDIRI. Ego kita terlalu tinggi untuk mau instrospeksi diri. Padahal kebangkitan suatu bangsa benar-benar bisa terlaksana manakala setiap elemen sama-sama berkomitmen untuk bangkit dan maju, termasuk masing-masing individu bangsa ini sesuai tanggung jawab masing-masing.
Dalam kesempatan kali ini saya ingin menyoroti beberapa aspek yang mungkin bisa kita benahi dalam diri masing-masing (termasuk saya pribadi juga) untuk sama-sama bangkit dan memajukan bangsa ini. Kalau bukan kita, siapa lagi. Tentu ini adalah versi Blog Motivasi Arief, dan Anda diperkenankan setuju atau tidak setuju, hehehe… Read more »
Oleh : Arief Maulana

Siapa bilang beasiswa untuk mereka yang tidak mampu?
Sebelumnya mohon maaf kepada segenap pengunjung setia blog ini sudah agak lama saya tidak menghadirkan postingan baru. Sebenarnya beberapa artikel sudah siap, hanya saja cuaca buruk membuat koneksi internet sangat parah. Jadi untuk ngepost saja sulitnya setengah mati. Disamping itu, kesibukan kerja praktek juga semakin menjadi-jadi seiring tugas-tugas dari para Surveyor BKI yang dibebankan kepada saya dan teman-teman.
Untuk posting kali ini, saya ingin sekedar cuap-cuap melontarkan opini pribadi. Boleh dong, karena ini kan blog saya. Yang akan saya singgung kali ini adalah masalah beasiswa. Kebetulan beberapa hari yang lalu (senin, 2 Februari 2009), saya mengurus dan mengajukan beasiswa ke ITS. Gambling, pengen ngetes sistem seleksi beasiswa di ITS seperti apa.
Dulu kita semua tahu betul bahwa beasiswa pendidikan ditujukan untuk mereka yang menyandang status KURANG MAMPU namun menunjukkan potensi luar biasa untuk berprestasi. Artinya beasiswa benar-benar mereka butuhkan untuk membiayai pendidikan agar potensi itu tidak terbuang sia-sia. Read more »