Oleh : Arief Maulana

Cempaka
Saya mengenal Cempaka pertama kali lewat twitter. Gadis ini memiliki akun twitter @cempaka_nie (silahkan kalau mau follow). Dia duluan yang follow saya. Awalnya sih saya kira cuma abg iseng aja, cuma gara-gara akun twitternya ada “_nie”. Dapet pelajaran juga akhirnya, “Don’t judge the girl from the twitter ID.”
Sebagaimana follower yang lain, biasanya sih ga terlalu saya gubris. Masalahnya, saya kan ngga follow balik jadi ngga tau yang bersangkutan ngetwit apa. Dan memang prinsip saya ngga asal follow aja. Seperti kata mbak Nita Sellya, “Follow yang penting, jangan yang penting follow”.
Seiring berjalannya waktu, si Tante (panggilan saya ke cempaka, padahal usianya 4 tahun lebih muda dari saya) lumayan sering juga merespon twit-twit saya di timeline. Berawal dari twit bernada protes gara-gara ngga diajak gathering blogger di Royal Plaza tempo hari. Dari situ mulai intens berbalas reply atau cuma sekedar iseng-iseng nanggepin twit masing-masing. Termasuk mas Agus Siswoyo juga sih, hahaha… tapi kayanya duluan Mas Agus intensnya. Kadang juga saya chat langsung via blackberry messenger.
Read more »
Oleh : Bang Dje

Valentino Rossi
Casey Stoner melesat sendirian di depan. Di belakangnya Valentino Rossi, Dani Pedrosa dan Nicky Hayden saling berebut posisi. Sementara Andrea Davizioso tak lelah mencari peluang. Tiba-tiba Stoner tergelincir dan tidak dapat meneruskan lomba. Pedrosa mengalami masalah mesin dan posisinya melorot tanpa daya. Jadilah Rossi melenggang tanpa lawan hingga menyentuh garis finish.
Itulah secuil cerita dari seri pembuka moto GP 2010. Saat lampu-lampu Sirkuit Losail, Qatar, menjadi saksi akan keberuntungan yang sedang berpihak kepada Rossi. Masalahnya adalah keberuntungan itu begitu sering berpihak kepadanya. Bahkan mungkin terlalu sering sehingga membuat Max Biaggi patah arang dan memilih hengkang ke SBK.
-
Read more »
Tags: Andrea Davizioso, Aprilia, Blogosphere, Casey Stoner, Dani Pedrosa, Darren Rowse, Honda, Max Biaggi, Michael Doohan, moto GP 2010, Nicky Hayden, Qatar, Rossifumi, Sirkuit Losail, Valentinik, Valentino Rossi, Yamaha, Yaro Starak
Pelajaran Hidup | Bang Dje |
April 22, 2010 10:20 am |
Comments (82)
Oleh : Arief Maulana

berbagi tidak pernah rugi
Rekan-rekan, jujur saja saya pernah terjebak dalam satu paradigma yang salah mengenai konsep berbagi. Saya share disini agar Anda tidak mengalami hal yang sama.
Flash back ke masa lalu, dimana saya masih aktif di bisnis konvensional modern berbasis network alias MLM dan sering mendapatkan income yang terbilang cukup besar. Saat itu, gaya hidup saya sedikit berubah jadi agak-agak ekslusif gitu.
Maklumlah disamping uang saku rutin yang diberikan orang tua, bonus-bonus yang banyak lumayan untuk menaikkan standar kualitas apa-apa yang saya miliki. Jelas ini menimbulkan sedikit perbedaan yang muncul dengan sendirinya, jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatan.
Saat itu, adik-adik saya (Firman dan Wulan) seringkali meminta untuk ditraktir. Entah itu traktiran makan ataupun traktiran nonton film di Cinema 21. Sayangnya setiap kali mereka meminta, saya selalu menolaknya. Terdengar kejam dan pelit yah! Read more »
Oleh : Arief Maulana

Buku Gratis Dari Gramedia
Kemarin baru saja tiba di rumah saya 4 buku kiriman dari Gramedia Pustaka Utama, salah satu penerbit buku besar di Indonesia. Saya mendapatkannya gratis, karena mengikuti kuis yang diselenggarakan oleh Gramedia via twitter beberapa waktu yang lalu. Kuisnya pun terbilang mudah, bahkan bukan kuis kalau saya bilang. Lha wong kerjaan kita Cuma meretweet info mengenai diskonan dalam rangka ulang tahun Gramedia Pustaka Utama.
Apa cuma itu? Ngga sih, karena masih ada satu buku lagi. Cuma yang satu ini dikirim oleh penerbit lain. Dapetnya juga ngga sulit. Kebetulan ada temen yang lagi nulis resensi bukunya di facebook. Karena saya udah biasa komentar di notesnya dia, maka nama saya pun di tag. Saya baca dan komentari resensi bukunya.
Tidak selang beberapa menit pasca komentar disana, eh saya dapet message dari teman lain yang kebetulan juga komentar di notes itu. Intinya dia menawari, mau buku gratis ngga? Buku yang diresensi itu maksudnya. Karena saya lihat resensinya bagus, ya saya iyakan saja.
Read more »
Oleh : Arief Maulana

21 Movie
Anda pernah menonton film berjudul ‘21’? Sebuah film yang diputar di pada tahun 2008 silam. Kebetulan waktu diputar dulu saya tidak sempat menontonnya dan kemarin waktu ngelab di kampus kok ada yang punya. Sekalian saya copy dan putar tadi malam.
Filmnya cukup menarik, mengisahkan seorang anak muda cerdas bernama Ben yang kebetulan diterima di Harvard Medical School. Ben bisa dikatakan jenius, terutama dalam hal matematika. Sayangnya biaya pendidikan di HMS terlalu mahal. Totalan kira-kira $300.000.
Sebenarnya ada Beasiswa Robinson, yang mana akan membiayai mahasiswa terpilih hinggal lulus (mencakup biaya hidup). Sayangnya untuk mendapatkan beasiswa ini, sekedar pintar dan jenius tidak cukup karena pesaingnya pun demikian. Harus ada nilai plus lainnya, dan sayangnya Ben tidak punya sehingga berat untuk memenangkan persaingan memperoleh beasiswa.

Class of Micky Rosa
Cerita berjalan hingga akhirnya pada satu kelas persamaan non linear, dimana Micky Rosa sang dosen menanyakan tentang persamaan hukum Newton. Saat itu Ben memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Dan karena itu, Micky memberikan pertanyaan sederhana kepada Ben. Semacam tebak-tebakan mana dari 3 rumus di papan yang benar. Ben pun menjawabnya dengan benar. Pertanyaan yang semestinya cukup dijawab dengan gambling, ternyata bisa dijawab dengan menggunakan teori peluang statistik. Sejak saat itu, Micky sadar Ben adalah anak special.
Pada suatu malam ketika Ben masih berada di sekolah Fisher, salah satu teman sekelasnya, meminta Ben untuk ikut ke ruang kelas kimia organik. Bukan untuk belajar kimia melainkan bertemu dengan tim yang memiliki kecerdasan matematika yang oke punya : Kiana, Fisher, Choi, Jill dan Micky Rosa tentunya. Untuk apa? Mematahkan teori judi kartu BLACK JACK dan mengalahkan bandar.

mematahkan teori Black Jack
Read more »