Category: Meniti Sukses

Lakukan Saja Apa Yang Anda Ketahui

Oleh : Arief Maulana

kehujanan

kehujanan

Efek dari perubahan iklim adalah cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini. Yang mestinya sudah masuk musim kemarau eh ternyata di Sidoarjo dan Surabaya masih saja sering dilanda hujan. Ngga tanggung-tanggung, rasanya hampir setiap hari turun hujan. Hal inilah yang membuat saya tidak lupa untuk selalu membawa jas hujan.

Saya rasa bukan hanya saya seorang yang menyadari masalah musim yang tidak menentu ini. Semua juga tahu kalau polanya sama, yakni hampir setiap hari turun hujan. Tapi anehnya, setiap kali hujan selalu saja saya temukan banyak orang yang menepi. Tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terhalang hujan.

Mengherankan pastinya. Sudah tahu sering hujan kok ya, masih nekat tidak membawa jas hujan. Apalagi hujan tidak menentu. Iya kalau hujannya cuma guyonan, 1-5 menit doang terus berhenti. Kalau hujannya awet sampai berjam-jam? Apa mau terus menunggu hujan reda?

Read more »

Bagaimana Kita Bisa Tahu Kalau Tidak Mencoba

Oleh : Arief Maulana

Tugu Muda di Puri Maerokoco

Tugu Muda di Puri Maerokoco

Saya teringat beberapa tahun yang lalu, ketika masih aktif dalam kegiatan pramuka. Waktu itu puncaknya adalah ketika bisa masuk dalam tim inti Kontingen Bali di event Jambore Nasional Pramuka Angkasa Pura yang berlokasi di Puri Maerokoco, Semarang.

Sebagian besar acara Jambore berisi pertandingan kompetisi adu kemampuan terbaik di bidang kepramukaan. Praktis di masa seleksi dan persiapan, masing-masing orang yang ada di tim inti harus memiliki minimal kemampuan khusus.

Waktu itu, saya adalah satu-satunya yang tidak punya kemampuan apa-apa. Morse ngga hafal, semaphore ngga bisa, tali temali juga sama, kemampuan membaca jejak sandi kurang. Pokoknya ngga bisa apa-apa. Kondisi semakin parah karena saya sudah terlanjur menghakimi diri sendiri, tidak bisa dan tidak punya kemampuan apa-apa.

Read more »

Belajarlah Mencintainya Atau Cari Yang Lain

Oleh : Arief Maulana ft Wisna Rihadiani

Wisna Rihadiani

Wisna

Menyandang gelar Sarjana Hukum dengan masa studi 3 tahun 5 bulan adalah memang mimpi saya yang menjadi kenyataan, hal tersebut bisa saya katakan sebagai anugerah sekaligus bencana.

Mengapa bencana? Yaap, karena istilah “bye bye Neverland and welcome to the jungle” selalu terngiang-ngiang di pikiran saya. Menyadari bahwa saya bukan gadis kecil lagi yang bisa bermain-main tanpa ada beban, melainkan seorang wanita yang mempunyai mimpi besar dengan masa depannya.

Bulan April 2009 saya wisuda dan bulan Juli mendapatkan pekerjaan, “akhirnya” pikir saya. Setelah menguras tenaga dan pikiran, mondar-mandir tes, saya diterima disebuah perusahaan property di Surabaya dengan posisi Staf legal (hukum) sesuai dengan background pendidikan saya.

Setiap hari Senin-Sabtu pukul 7 saya berangkat dari rumah di Sidoarjo menuju kantor, berkawan dengan asap, macet, dan bunyi klakson. Satu kata, melelahkan!!!

Akhir November HRD saya resign. Saya pun ditugaskan untuk menggantikan posisinya. Dengan kata lain, saya adalah staf legal yang juga merangkap sebagai HRD. Oke, saya jalani dengan ikhlas meskipun tak ada additional salary.

Read more »

Kendaraan Yang Hebat Bersama Pengemudi Yang Tepat

Oleh : Arief Maulana

Formula 1

Formula 1

Sebagian dari Anda mungkin sudah mengetahui mungkin saja juga tidak, bahwa dulu saya pernah berkecimpung di MLM.

Walau sekarang sudah tidak aktif, saya bersyukur karena disanalah pendidikan bisnis pertama yang langsung menuntut diri untuk terjun langsung ke lapangan dan menghadapi konsumen (prospek).

Nah, sering kali ketika ikut dalam meeting umum : OPP (Open Plan Presentation), NDT (Network Developtment Training) ataupun meeting ekslusif leader tertentu : EM (Exlusive Meeting), ada sejumlah pernyataan yang seringkali diulangi oleh pembicaranya.

Seperti kata Pak Tung Desem Waringin, perulangan sesuatu akan membuatnya nancep di benak kita. Pernyataan mana yang saya maksud?  Read more »

Secangkir Sukses Ala Cappucino

Oleh : Arief Maulana

cappucinoCapucino adalah salah satu yang paling saya sukai dari sekian banyak jenis kopi. Awal saya mengenal capucino adalah awal kuliah dulu. Waktu itu, saya ada ritual setiap kamis malam jum’at yang menuntut harus begadang semalam suntuk sampai pagi. Ritual mengerjakan Laporan Praktikum Fisika Dasar. Sebuah laporan yang bisa sampai lebih dari 20 lembar A4, dan semuanya harus ditulis tangan. Sejak saat itu saya jadi senang minum capucino, meski tidak setiap hari karena ada yang bilang ngga baik juga kalau terlalu sering minum kopi.

Nah tahukah rekan-rekan, ternyata dari capucino pun kita bisa belajar mengenai proses pencapaian sebuah kesuksesan. Apapun itu goalnya, mau goal besar atau kecil sama saja. Toh letak bedanya hanya di tindakannya. Goal besar, ya tindakan besar. Mari kita explore capucinonya.

Read more »

WordPress Theme Design