Oleh : Arief Maulana
Sudah bukan rahasia lagi bahwa perkembangan social media site saat ini tengah boom. Selain kian bertambahnya pengguna layanan social media site, pun jumlah penyedia jasa layanannya semakin banyak saja. Dulu mungkin yang sempat boom adalah friendster, namun kini malah facebook dan twitter yang cukup mendominasi, meski ada yang lain juga.
Perkembangan ini tentunya harus disikapi dengan bijaksana. Karena walau bagaimanapun, kehadiran social media site bagai sebuah pisau bermata dua. Bisa menguntungkan atau bahkan merugikan kita sendiri.
Meski demikian, sangat disayangkan kalau kita ngga ikut ambil bagian di dalamnya, mengingat potensi penggunanya yang dahsyat jumlahnya (menjadi market pasar yang bagus) ataupun kekuatan news distribution yang tidak terbendung.
Saya sendiri sebenarnya dulu tidak terlalu suka dengan social media site (waktu itu masih zaman kejayaannya friendster). Hingga facebook hadir dengan format yang menurut saya waktu itu unik. Pun facebook sendiri awalnya saya gunakan untuk mengoptimize bisnis internet yang tengah dijalani. Sayangnya belum terlalu maksimal, hingga akhirnya saya menemukan cara menjadikan facebook sebagai mesin marketing yang dahsyat, yang sering didengung-dengungkan oleh orang sebagai facebook marketing.
Read more »
Oleh : Bundapreneur
Selamat Ulang Tahun AM.com dan Mas Arief juga….
Kalau blog tetangga sebelah Ariefmaulana.com memberi hadiah special artikel untuk mas Arief (yang sebenarnya untuk ngisi blog dia juga yah hahaha). Bunda mau kasih hadiah istimewa.
Yang special untuk seorang blogger seperti mas Arief adalah menuliskan satu artikel lagi untuk blognya. Sebenarnya susah untuk saya menulis ini, tapi karena permintaan di hari ulang tahunnya (as your wish Arief ). Karena saya mengenal mas Arief juga dari blog motivasi yang bagus ini, interaksi di Facebook dan komunikasi dengan YM, membuat saya sedikit (masih sedikit looh ) lebih mengenal dia.
Ketika berkomunikasi dalam YM, mas Arief sering bertanya, saya sedang apa. Apakah saya sedang sibuk. Yah tergantung keadaan, sebagai ibu rumah tangga, pekerjaan utama saya tentu di rumah, mengurus keluarga. Jadi jawaban saya tergantung waktu. Read more »
Oleh : Arief Maulana
Baru saja saya chat dengan Mas Candra masalah kuliah dan bisnis. Tiba-tiba saya jadi teringat dengan diskusi singkat bersama salah satu dosen Manajemen Produksi dan Operasi Kapal (Prof.Dr.Ir. Sjarief Widjaja) di kampus. Diskusi ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, hampir 1 tahun yang lalu mungkin.
Saya merasa materi diskusi tersebut seharusnya diberikan kepada mahasiswa baru. Kenapa? Agar mereka lebih memahami bahwa kuliah sebaiknya tidak sekedar kuliah saja. Ada proses pembentukan pribadi yang lebih baik. Sehingga mereka yang kuliah, mampu menjadi sosok yang memang layak dilabeli dengan identitas “kaum intelektual” yang juga mampu mendatangkan banyak manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Mungkin materi ini lebih pas untuk para mahasiswa. Tapi apa salahnya saya share sedikit, mumpung juga masih menyandang titel mahasiswa dan masih berjuang agar bisa menyelesaikan kuliah semester depan. Maklumlah, selain udah bosen kuliah banyak business project kepending gara-gara saya masih memprioritaskan kuliah, karena lulus kuliah juga masuk dalam list dream saya dan ortu. Tapi, artikel ini sungguh hanya share belaka, tidak bermaksud menggurui rekan-rekan mahasiswa ataupun bapak ibu dosen.
Pada dasarnya ada 3 hal yang jauh lebih penting, dan memang seharusnya kita dapatkan dibandingkan dengan mata kuliah yang diajarkan di kampus itu sendiri. 3 hal inilah yang nantinya akan membantu kita untuk survive di dunia real manakala sudah lulus kuliah. Apa 3 hal tersebut? Read more »
Oleh : Arief Maulana
Hidup di zaman sekarang memang susah. Terlalu banyak masalah dalam kehidupan kita. Ngga salah kalau ada ungkapan “Hidup Adalah Sebuah Perjuangan”. Ada yang bisa survive hingga akhir hayat dan meninggalkan jejak kenangan yang indah, namun tak sedikit juga yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lebih cepat dengan beragam alasan. Yang pasti selama kita masih hidup, selama itulah kita akan terus bertemu dengan masalah. Well, satu-satunya tempat yang bebas dari masalah hanyalah kuburan.
Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama. Setiap hari selalu berkutat dengan masalah dan stress yang kadang memuncak dan terus di puncak seperti tidak ada habisnya. Capek? Pasti. Tenang… RSJ masih buka dan akan terus dibuka untuk orang-orang yang sudah tidak mampu lagi memanaje stress yang ada pada dirinya. Seperti Caleg yang kalah pemilu ataupun Caleg yang tiba-tiba batal duduk di parlemen karena keputusan MA.
Dulu saya juga seperti itu, hingga akhirnya ada satu nasehat ibu yang benar-benar mengubah semuanya. Satu kunci sederhana dalam memanaje stress yang suka datang tanpa diundang dan mengusik kehidupan kita. Apa itu? Nikmati hidupmu dan jalani setiap prosesnya dengan rasa syukur.
Bagaimana caranya menikmati hidup? Wah, masa saya mesti menggurui Anda soal ini. Karena saya yakin setiap orang pasti sudah tahu caranya menikmati hidup. Intinya apa yang membuat Anda senang, ya itu yang bisa bikin Anda menikmati hidup. Perbanyak saja porsi disana. Tapi kalau saya ditanya bagaimana cara menikmati hidup, ini 3 point yang biasa saya lakukan : Read more »
Oleh : Arief Maulana
Beberapa waktu yang lalu saya chatting dengan Mbak Nur Izzah, founder of Galeri Muslimah. Yah, sekedar sharing sambil menunggu waktu laptop saya yang sedang mengconvert Free Report “Sukses Berbisnis Dari Rumah Modal Rp.0” ke PDF (nanti akan saya bagikan untuk Anda).
Di salah satu sesi chat tersebut, Mbak Izzah menanyakan kepada saya bagaimana caranya memanaje waktu. Sebenarnya jawabannya sudah pernah saya tulis di artikel ini, tepatnya pada saat saya membahas kiat profesional dalam bekerja. Hanya saja, nampaknya ada satu point yang perlu sedikit disinggung disini, khususnya yang berkenaan dan menjadi kunci sukses manajemen waktu yaitu DISIPLIN WAKTU.
Suka tidak suka, mau tidak mau disiplin waktu adalah poin utama agar Anda bisa sukses memanaje waktu. Sayangnya seringkali didikan disiplin yang kerap diajarkan kepada kita semenjak kecil efeknya masih kurang. Akibatnya sering saya lihat orang-orang yang ada di lingkungan sekitar rendah sekali kesadaran dirinya atas sikap disiplin ini.
Mari kita belajar sejenak dari Bangsa Jepang. Anda tahu salah satu kunci kecepatan pembangunan peradaban dan teknologi jepang pasca ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki? Read more »