Catatan Akhir Kerja Praktek

surveyor masa depan

Sebuah Catatan Kecil Di Akhir Perjalanan Menjadi Surveyor Kapal

Tidak terasa satu bulan sudah saya menghabiskan waktu di PT. (Persero) Biro Klasifikasi Indonesia. Itu artinya masa kerja praktek pertama telah usai. Masa yang cukup mengesankan mengingat ini adalah pertama kalinya saya terjun ke lapangan untuk menikmati dan merasakan kerasnya kerja di dunia perkapalan.

Masih terekam dengan jelas bagaimana awal masuk kerja dulu. Mencekam karena khawatir ngga bisa ikut survey hanya gara-gara tes awal ngga lulus-lulus (kegagalan ini sudah saya ceritakan di posting sebelumnya). Wajarlah, karena kita kerja praktek di perusahaan Klasifikasi Kapal kan tujuannya biar bisa ikut surveyor kapal turun ke lapangan menyurvei kondisi konstruksi kapal, baik itu kapal yang baru dibangun maupun kapal lama yang mengajukan permohonan survey tahunan.

Bisa dibilang kerja praktek di BKI cukup melelahkan. Bagaimana tidak, jam kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore (jarang tepat waktu, biasanya pulangnya molor). Hari kerja dari Senin sampai Sabtu. Belum lagi kegiatan surveynya yang terbilang cukup melelahkan (sehari bisa 2-3 kali survey). 

Kalau item yang disurvey hanya konstruksi di atas geladak kapal ngga masalah. Namun yang menantang justru ketika kita mengecek konstruksi tangki double bottom (bagian bawah kapal) yang kondisinya mengenaskan. Gelap, penuh sisa minyak yang ngga bisa dibersihkan, kadang-kadang masih bau gas amoniak, dan lubang masuknya (man hole) kebanyakan berukuran 600 x 400 mm. Untungnya saya masih bisa masuk, padahal badan gemuk kaya gini, hehehe…

Walau cukup melelahkan dan menguras ketahanan fisik + mental, banyak pelajaran yang bisa saya petik disini. Apalagi di lapangan saya sering menemui hal-hal yang jauh berbeda dengan yang diajarkan di kampus. Misalnya dari segi perancagangan kapal (kebetulan bidang ini yang saya pilih sebagai bidang keahlian). Selama ini kita diajarkan standar dalam merancang sebuah kapal. Namun fakta di lapangan, semua itu hanya terpenuhi sekitar 80% saja. Kenapa? Karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Yah, memang tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Tidak hanya masalah teknis yang berhubungan dengan akademis yang saya dapatkan ilmunya, namun juga masalah non teknis yang lebih ke arah softskill, yakni ilmu komunikasi dan juga manajemen kegiatan. Anda bisa bayangkan seorang surveyor kapal, bisa diberikan tugas oleh kantor untuk menghandle lebih dari 10 kapal. Kalau kita tidak siap dan tidak bisa mengatur kegiatan dengan benar bakal kelabakan. Itulah mengapa hampir setiap hari surveyor melakukan survey ke kapal-kapal yang berbeda, bahkan kalau perlu sehari 3-4 kapal. Belum lagi deadline pengerjaan laporan hasil survey.

Kita yang kerja praktek saja, yang maksimum ikut survey cum 2-3 kali sehari capeknya bukan main. Bagaimana dengan surveyor klasifikasi yang tiap hari bergelut dengan itu semua dari pagi sampai sore, senin sampai sabtu? Belum lemburnya. Intinya buat rekan-rekan sesama NAVAL ARCHITECT & SHIP BUILDER yang pengen jadi surveyor, persiapkan saja fisik dan mental yang kuat.

Disamping itu, menjadi seorang surveyor juga harus kuat iman. Godaan untuk mendapatkan “penghasilan abu-abu” dengan nominal besat peluangnya sangat terbuka lebar. Ingat bicara soal bisnis kapal, sama dengan bicara soal bisnis yang hitungannya puluhan sampai ratusan milyar. Anda kecipratan sekian persennya sudah bisa mengalahkan gaji surveyor itu sendiri. Disini kita harus memilih antara bersikap profesional ataukah oportunis.

Yang jelas dari kesemuanya itu kalau dirangkum, saya mendapatkan tiga aspek yang perlu dimiliki dan dikuasai oleh seorang SURVEYOR KLASIFIKASI. Apa aja?

  1. ILMU KOMUNIKASI. Di lapangan kondisinya cukup panas. Situasi ini bisa memicu ledakan emosi yang luar biasa. Kalau itu sampai memuncak kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Disinilah peranan ilmu komunikasi dibutuhkan. Bagaimana caranya kita sebagai seorang surveyor bisa memberikan rekomendasi (yang dasarnya adalah perintah), namun tanpa membuat pihak-pihak yang diberi rekomendasi merasa diperintah. Jangan berlagak bos!
  2. KEMAMPUAN TEKNIS. Di setiap keputusan yang kita ambil harus memiliki dasar teknis yang jelas. Bahkan bila OWNER SURVEYOR (yang mewakili kepentingan pemilik kapal) adalah orang-orang profesional, Anda harus siap berdebat untuk menjelaskan alasan teknis yang mendasari setiap rekomendasi yang dituliskan. Karena tambahan rekomendasi = tambahan pengerjaan bagi orang galangan, yang artinya ownner harus merogoh kocek lebih dalam. Dan itu nilainya bisa sampai hitungan milyar!
  3. SEGI EKONOMIS. Faktor yang satu ini juga harus diperhatikan. Sebisa mungkin penundaan perbaikan yang masih bisa ditoleransi ataupun masalah lainnya, kadang-kadang perlu dilakukan. Disini kita dituntut bijaksana karena apa yang keluar dari mulut seorang surveyor (rekomendasi) bisa membuat seorang pemilik kapal merogoh kocek hingga milyaran. Jadi ngga bisa sembarangan.

Ketiga unsur diatas harus senantiasa dipegang dan diperhatikan. Apalagi disini kita adalah pihak yang menjadi penengah antara dua kepentingan yang berbeda dan penegak aturan. Pihak galangan tentu inginnya untung dengan cara membuat semuanya nampak harus perbaiki. Disisi lain, pihak pemilik kapal inginnya perbaikan seminim mungkin agar biaya tidak mahal namun regulasi tetap terpenuhi. Nah, surveyor klasifikasi harus bisa menengahi dengan tetap menggunakan aturan sebagai dasarnya.

Ehm… berat juga ya! Masih belum. Yang lebih berat adalah seorang surveyor klasifikasi memiliki tanggung jawab moral untuk keselamatan jiwa di laut. Artinya, dalam melakukan pemeriksaan kita harus serius dan tegas. Bila sekiranya ada yang perlu diganti / diperbaiki maka itu harus direkomendasikan. Karena kalau tidak bisa berakibat fatal pada kapal.

Misalnya : karena ingin survey cepat selesai, kita melakukan pemeriksaan setengah-setengah dan percaya saja apa yang dikatakan oleh pemilik kapal. Padahal mungkin ada beberapa bagian yang mesti diganti. Akibatnya kapal itu tenggelam hanya gara-gara bagian rusak itu tadi. Dan secara tidak langsung, kita sebagai surveyor klasifikasi ikut bertanggung jawab disana.

Oke, itu sedikit sharing catatan akhir kerja praktek saya. Mudah-mudahan nanti kerja praktek kedua juga menyenangkan.

Salam Sukses,
Photobucket

spasi

NB : Beberapa dokumentasi kegiatan survey (NARSIS MODE: ON)

Masa-masa penantianMenghabiskan waktu, menunggu surveyor yang mau berangkat

bersiap-untuk-audit-kapalPrepare, mau mengAUDIT kapal

cek-double-bottomMemeriksa konstruksi solid floor di bawah geladak

Welding Check Bottom PlateWelding Check Bottom Plate

The Next Generation of NAVAL ARCHITECTThe next generation of NAVAL ARCHITECT & SHIP BUILDER

space

60 Responses to Catatan Akhir Kerja Praktek

  • sumartono says:

    Sebuah pelajaran hidup dari Mas Arief yang berharga bagi saya khususnya…:hihi:.. Akan keuletan untuk bangkit kembali dalam menghadapi kegagalan test dan kerja melelahkan dan menguras ketahanan fisik + mental walau sifatnya hanya PKL.

    arief maulana Reply:

    @sumartono, Jujur mas… jauh lebih enak bisnis online…

    :sip:

    sumartono Reply:

    @arief maulana, Kalau gitu keduanya disinergikan aja mas… lebih dahsyat hasilnya:sip:

    arief maulana Reply:

    @sumartono, ke depan sih ada rencana buat situs portal galangan kapal terlengkap se-Indonesia mas.

    Cuma ini membutuhkan riset mendalam. Dan sementara ini mungkin masih belum bisa mengingat saya masih ada tuntutan untuk cepat lulus kuliah (fokus di kuliah).

    zams Reply:

    @arief maulana, betul cepat lulus dan nilai yang baik.. Hadis itu mau apa aja udah bisa…apa nikah aja dulu wk..wk..

    arief maulana Reply:

    @zams, saya sih pengennya nikah mas. Biar ada pendamping hidup. Kan habis kuliah bisa langsung dapet kerja. Kalau pun ngga dapet kerjaan, masih ada internet marketing. Hehehe…

    Cuma masih hunting calon yang pas di hati mas. Yang kuat agamanya lagi cantik paras rupanya. hihihi…

    zams Reply:

    @arief maulana, Cari pengalaman kerja memang penting, tapi klo langsung usaha juga ok.. semoga cepat menemukan jodoh.. he..he..

    Fadly Muin Reply:

    @arief maulana, sholat dan minta petunjuk, resapi segala getaran spiritualnya. jika bs dirasakan, insyaAllah itu adalah petunjuk. selamat berburu petunjuk…

  • Rully Nugraha says:

    wah semoga dapat dimanfaatkan hasil KP nya mas. BTW penampilannya dah pas buat jadi bos :hihi:

    arief maulana Reply:

    @Rully Nugraha, bagi saya sangat bermanfaat mas Rully. Justru dengan KP itulah saya bisa tahu aplikasi ilmu yang selama ini saya pelajari itu kemana.

    Btw emang rencana mau jadi bos mas. Ada visi pengen punya kapal sendiri. Nah biar ngga dibohongi ma para pembuatnya, kan kudu ngerti ilmunya, hahaha…

  • Joko Susilo says:

    Praktek yang penuh pengalaman berharga.
    Memang kerja prakteknya sampai berapa kali mas Arief?

    arief maulana Reply:

    @Joko Susilo, dua kali mas joko. Tapi cuma dihargai 1 SKS doang sama jurusan. Padahal di jurusan lain bisa 3-4 SKS, minimal 2 SKS.

  • wah..keren mas arief…
    :sip:
    kapan ya saya praktek lapang juga…
    btw, asyik nich ya..foto-fotonya keknya persahabatan yang hangat..

    :sip:

    sukses terus mas!

    arief maulana Reply:

    @Maulana Malik, yah namanya juga temen satu angkatan.

    Kebersamaan kita dipupuk sejak masih mahasiswa baru dulu. Kena proses “PENGKADERAN” ala ITS yg keras namun penuh pelajaran hidup.

    Hehehe…

  • Ehm…gaya survey dan penampilan dah mantap tuh Mas (gmbr memeriksa konstruksi solid floor)pas banget, hehehe…

    Menyimak ceritanya, tanggung jawab surveyor berat banget ya! kerjanya juga. Tapi bikin dompet juga berat, hehehe… apalagi yang mau masuk wilayah hitam alias oportunis.
    Saya kok mencium masih ada yang bermain oportunis ya mas, hehehe…semoga peciuman saya salah.

    Btw, miris juga banyak kapal tenggelam dan pesawat kecelakaan akhir-akhir ini. Apa surveynya kurang akurat ya?

    arief maulana Reply:

    @Umar Puja Kesuma, Wah… foto itu ambilnya diem2 mas. Ngga enak ama surveyornya. Hihihi…

    Bener banget mas. Surveyor memiliki tanggung jawab yang berat. Karena dia mewakili Instansi BKI harus memastikan bahwa keselamatan kapal + barang + awak kapal terjamin.

    Tentunya dengan berdasarkan pada rules classification.

    Bau oportunis tentu selalu ada dimana pun kita bekerja mas. Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita pribadi dalam bekerja.

    Apakah profesional ataukah ikut golongan oportunis itu tadi.

    Masalah kecelakaan? Who knows. Yang jelas ketika survey sudah dilaksanakan dengan baik dan masih terjadi juga, biasanya pihak yang mereparasi (bengkel workshopnya) yang aneh-aneh.

    Kalau semua udah beres masih aja ada masalah… ya ITULAH TAKDIR SANG KHALIK!

  • Survey nya hrs bener2 teliti ya mas….klo kpal penumpang kang resiko tinggi klo survey nya salah…

    Maaf mas sok tahu ya saya hehehe….:hiks:

    arief maulana Reply:

    @Mampir Ngombe, bener mas awaludyn. Tapi semua itu sudah ada checklistnya.

    Untuk surveyor senior, mereka sudah hafal item apa aja yang mesti diperiksa. Nah, buat saya dan teman-teman yg KP, item itu saya tulis di buku saku yg selalu saya bawa ketika survey kapal.

    Jadi di lapangan bisa ikutan bantu surveyor untuk periksa kondisi konstruksi + menghitung beberapa item yang memang perlu hitungan.

    :uhuk:

  • zams says:

    Jadi ingat sama titanic.. Jangan sampai seperti kapal titanic yang gara-gara paku klem (apa ya istilahnya) yang kualitasnya gak bagus jadi mudah bobol oleh gumpalan es. Sukses ya mas… pengalaman yang mengesankan..

    arief maulana Reply:

    @zams, titanic tenggelam sebenarnya bukan karena keling nya mas. Tapi sekat kedap pembagi kapal menjadi beberapa kompartemen.

    Sekat kedapnya tidak penuh dari bawah hingga geladak utama. Akibatnya air bisa masuk memenuhi semua kompartemen kapal hingga tenggelam.

    Padahal Titanic sebenarnya robek bagian lambung hanya 1 kompartemen. Jadi kalau sekatnya bagus… ngga sampai tenggelam. Cuma ngga bisa beroperasi, just it.

    Saya tauh banyak soal ini ya gara-gara kerja praktek juga mas. Thanx

    zams Reply:

    @arief maulana, oh gitu ya mas.. aku pernah lihat di TV yang menerangkan bahwa klem nya itu yang jelek jadi gampang jebol. Tapi tak tahunya sekat kompartmen ya.. yang gak bagus

  • Irwan M Santika says:

    Wah Mas Arief, saya jadi teringat dulu, waktu di ajak orang tua saya ke kilang minyak lepas pantai dari Foster Enginering Malaysia, selama seminggu saya di sana, klo teringat itu saya mendingan di darat aja mas, he he..

    arief maulana Reply:

    @Irwan M Santika, wah asik mas. Berlama-lama di tengah laut. Udara laut bikin sehat lho.

    Cuma saya ngga tau di kilang minyak ada tempat hiburannya ngga.

    Kalau di kapal besar, disediain tempat hiburan. Modelnya kaya cafe gitu mas. Ada bar, dll.

    Hehehe…

    Irwan M Santika Reply:

    @arief maulana, wah klo di kilang minyak itu boro-boro ada liburannya mas, yg ada malah stress tiap hari.
    Apalagi klo pas ada angin besar atao ombak besar, ada komando yg teiak2 mas, pas ada ombak besar langsung teriak Tiaraaaap, trus semuanya pada merebahkan diri mas, ada lagi ombak tiaraaaaap(cuma mereka bialng bukan tiarap, apa gitu, apalagi klo pas lagi ada badai mas, halah halaaah,kaya perang mas… klo kapal pesiar sih pasti enak, tapi jauh banget sama kilang minyak.

    arief maulana Reply:

    @Irwan M Santika, Mas disana kerja apa gimana mas. Keliatannya menguasai betul bout offshore.

    Btw gaji pekerja offshore bukannya gede banget ya mas. Setimpal kan dengan kerjaannya.

    :mataduitan:

    Irwan M Santika Reply:

    @arief maulana, ma’af mas sya baru bisa masuk lagi nih, untuk offshore yang paling menguasai adalah ortu saya mas, beliau dulu kerja di foster malaysia lebih dari 20 thn, sya dulu jika waktu libur kuliah suka ke malay ikut ke kilang, tpi sekarang ortu sya sdh dirumah, buka usaha bubut besi mas :-)

  • iwan epianto says:

    Infonya menarik mas apalagi pengalaman yg Mas dapatkan sangat berharga dan penuh semangat, seperti pepatah lama mengatakan “pengalaman adalah guru yg terbaik”.
    Ternyata Mas tugas surveyor kapal sngat berperan penting dlm kondisi kapal.

    Salam Sukses Mas Arief,

    arief maulana Reply:

    @iwan epianto, yup Anda benar mas Iwan.

    Mulai dari tahap awal pembangunan kapal (pemilihan material), surveyor klasifikasi udah ikut ambil bagian dalam pemeriksaan.

    Setelah kapal jadi pun stiap tahun mesti menjalani maintenance dengan cara survey tahunan (surveyor bertugas lagi).

    Jadi dari awal sampai akhir, surveyor klasifikasi ikut ngurusi kapal!

  • alie says:

    sebelumnya sy mengucapkan selamat kepada mas Arif, yang sdh menyelesaikan tugasnya, banyak pengalaman yang bisa dipetik, dan mas Arif mau berbagi di sini, memang rata2 apa yang kita dapat dikampus berbeda dengan yang ada di lapangan, sukses untuk anda dan terima kasih sudah berbagi pengalaman :sip:

    arief maulana Reply:

    @alie, sama-sama mas Alie

  • robi says:

    :baca:
    waah.. hebat mas!? aku jd pengen cpet2 krja praktek nie jadinya.. hehehe..
    kaiaknya pkerjaan yang sangat menantang tuw!?

    arief maulana Reply:

    @robi, You udah semester berapa Rob? Bukannya anak 2006 udah boleh kerja praktek!

    robi Reply:

    @arief maulana,
    wah, aku masih angktan terbaru mas… 2008!? hehehe..
    ntar deh klo dah siap aku knalan scra langsung sm mas arief…

  • purba says:

    Wow…. met kerja bang. :sip:

  • purba says:

    Salam kenal buat rekan2 IM semua…

  • sumartono says:

    Datang lagi Mas Arief,..
    ingin melihat “the five musketeers” karena begitu kompak seperti film the three musketeers…:hehe:..

    arief maulana Reply:

    @sumartono, hehehe… keliatannya aja kompak mas. Tapi waktu KP kita sering berebut untuk ikutan survey. Terutama kalo surveyornya yg tipikal suka nraktir anak-anak KP, hahaha…

    :lempar:

  • mashengky says:

    mas.. coba cek ini deh… sepertinya artikel anda dicopas

    http://ilman76.wordpress.com/2009/02/03/rahasia-terdalam-untuk-sukses/

  • hade says:

    Kuliah dah mau kelar nih mas?
    Kalau dulu saya kerja praktek hanya sebagai syarat lulus, saya yakin motivator spt Mas Arief kerja praktek spt ini benar-benar menjadi bagian “sekolah” yang sebenarnya…

    Lulus mau kerja atau jadi motivator aja nih…:sip:

    arief maulana Reply:

    @hade, kuliah masih sedikit terhambat mas. Masih menyisakan tugas merancang kapal I dan II + skripsi.

    Buat saya lingkungan sekitar kita adalah sarana pembelajaran yang luar biasa mas. Makanya jangan cuek sama lingkungan, rugi.

    Lulus ntar… kerja + motivator kan ngga ada masalah mas.

    Cuma dream saya tetep ae jadi pembicara / motivation trainer. Modal cuap-cuap di panggung dibayar jutaan dollar, dan menginspirasi banyak orang untuk berubah dan sukses.

  • Fadly Muin says:

    asyik yah pengalamannya.
    berbeda memang antara di lapangan dan belakang meja.

    pengalaman saya yg paling melekat saat survey di lapangan: Harus berani mengambil keputusan dengan merujuk pada hal2 teknis.

    oh iya mas Arief, selamat yah atas proses yg sdh dilalui dengan penuh pelajaran berharganya.

    arief maulana Reply:

    @Fadly Muin, bener mas. Bahkan kadang mereka yang punya pengalaman di lapangan bisa mengalahkan kita-kita yang duduk di bangku kuliah.

    Sebagai contoh, para pembuat kapal tradisional. Ngga pake hitung-hitungan fisika, kapal bisa mengapung dengan bagus dan kemampuan manuvernya oke punya.

    Kalau naval architect and ship builder paling top cuma satu mas. NABI NUH.

  • Ricky says:

    Wah pengalaman yang menarik ya mas arif atau tepatnya mengerikan, dengan banyaknya kejadian” kapal tenggelam belakangan ini, ternyata setelah baca tugas seorang surveyor klasifikasi kapal tuh beresiko tinggi juga ya mas.Tapi kl ada kejadian” kapal tenggelam apakah team surveyor juga kena imbas dalam proses pemeriksaan mas..kalo iya, repot jg ya mas..:mlorok:

    arief maulana Reply:

    @Ricky, gini mas. Khusus untuk masalah kecelakaan kapal biasanya yang akan diperiksa 3 pihak :
    1. Pemilik kapal
    2. Galangan yang merepair kapal
    3. Perusahaan Klasifikasi.

    Nah dalam hal ini, surveyor masuk di perusahaan klasifikasi. Selama kita bekerja dengan benar sesuai aturan, maka tidak perlu takut dalam pemeriksaan.

    Kan ada bukti rekomendasi perbaikan, dll. Berarti tinggal 2 pihak yang diperiksa.

    Bisa ship owner (ngga ma ikut apa rekomendasi surveyor untuk mengurangi biaya)

    Atau pihak galangan yang ambil keuntungan banyak denga mengorbankan kualitas material.

    Intinya… bekerjalah dengan baik dan profesional.
    :sip:

  • munawar am says:

    saya gak percaya di tengah kesibukkan job praktek dan kerja lain, Mas Arif masih sempat ngeblog; sungguh benar-benar memberi motivasi bagi saya

    arief maulana Reply:

    @munawar am, alhamdulillah mas. Sebenarnya semua bisa, tinggal bagaimana mengatur waktunya saja.

    Lagipula sistem blog kan bisa dibuat schedule untuk penerbitan setiap artikelnya. Jadi sekiranya diprediksi bakal memasuki waktu-waktu sibuk, ya siapkan saja artikel dan jadwalkan postingnya.

    Terima kasih sudah mampir.

  • torik says:

    wah ternyata mas arief sibuknya kaya gitu ya…! tapi masih sempet ngeblog dan bisnis online juga ya.,,? wah salut deh

  • wah kerja keras bener nich KPnya… hehehe

    btw, bagi tips dunk soal jadwal untuk rutin post artikel mas..
    salam

    arief maulana Reply:

    Sebenarnya untuk bisa rutin post artikel adalah kita harus rajin cari ide. Karena ide adalah soulnya artikel. Kalau dari awal Mas Lendra sudah banyak ide itu bagus. Kalau masih sedikit, belajarlah untuk lebih peka pada lingkungan karena ide banyak di sekeliling kita, hanya Mas jeli apa tidak melihatnya.

    Kalau sudah banyak ide, segera buat artikel. Nah saya biasanya kalau ide lagi banyak segera saya buat banyak artikel mas. Terus Semua artikel tersebut tidak langsung saya posting, tapi saya beri jadwal terbit. Misalnya 5 hari sekali. Jadi andaikata saya benar-benar sibuk and ngga bisa posting, AriefMaulana.com tetap menerbitkan artikel berkualitas.

    Just It..
    Selamat mencoba!

  • firoji akbar says:

    mas klu kita sbgi class msh enak ttpi klu kita lihat ke pekerja kasarnys sgt2 menyedihkan dg gaji yg belum standard belum lgi minimnya peralatan yg minim menyebabkan mrka harus mengangkat scra manual.anak indonesia sbnrynya sgt memiliki untuk potensi pembuatan kapal2 kelas dunia dan kita bekerja memang benar2 untuk bekerja

    arief maulana Reply:

    @Firoji, memang melas tapi mau gimana lagi.

  • Ivan DN says:

    4mz arief: asskum mz..
    hheheeee… salam kenal mz saya ivan masih kuliah di UNDIP semarang. setelah saya membaca blog mz arief yang mengisahkan tentang surveyor dan dunia perkapalan saya menjadi termotivasi untuk menggeluti bidang tsb.
    terimakasih atas sharing pengalamannya mz hheeehheee…

    eh btw saya juga lagi magang/ kerja praktek di BKI cabang madya semarang lho mz…
    tapi baru ditanya oleh surveyor disana ttg kenapa saya melakukan kerja praktek di BKI, saya sudah bingung.
    maklum anak bau kencur. ehehehee….

    blog anda sangat bermanfaat mz… terimakasih mz….
    sukses slalu…
    :sip:

    arief maulana Reply:

    @ivan, ‘alaikumussalam. Simpel sih. Jawab aja terinspirasi dari blog ini. hahaha… Semoga apa yang ada di blog ini bermanfaat juga untuk Anda.

  • rulyabdillah says:

    salam kenal ya mas, saya surveyor dari carsurin batam
    rulyabdillah recently posted..Damaged Report for Oranges Fruit SurveyMy Profile

    arief maulana Reply:

    @Rulyabdillah, salam kenal juga mas. Angkatan penerimaanku di BKI juga ada mas, x surveyor carsurin jakarta.

  • Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil
    memuaskan wanita recently posted..Cara Memuaskan Wanita Pasangan Anda!My Profile

  • aqiem says:

    Assalamlkm…,

    salam kenal.

    Saya sdg melamar pekerjaan di perusahaan engineering (Oil & Gas), sekarang sdh diminta untuk Medical Check
    dan administrasi dokumen (krn untuk penempatan di project site di malaysia).

    yang saya masih bingung, sekarang saya di pindah ke posisi Surveyor, sedangkan saya sama sekali
    Blank tugas dan gambaran kerjanya seperti apa?, sebelumnya saya apply untuk posisi lain,
    Background saya Teknik Informatika.

    Mohon pencerahannya…….
    Thanks.

    arief maulana Reply:

    @aqiem, wah bisa repot nanti mas. Karena surveyor nantinya akan memeriksa hal² teknis di lapangan. Contohnya, memeriksa kondisi konstruksi, hasil pengelasan, dsb.

    Kalaupun diteruskan, mas harus ikut banyak pelatihan-pelatihan, terutama welding inspector. Atau pelatihan-pelatihan lain yang sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

  • rifki says:

    mas mu tanya??

    sebenarnya untuk menjadi seorang surveyor kapal jenjang pendidikan apa yang harus kita ambil (jurusan apa ya)sedangkan saya mengambil jurusan tatalaksana pelayaran

    arief maulana Reply:

    @Rifki, Jurusan Teknik Perkapalan dan Sistem Perkapalan. Namun, jenjang pendidikan pelaut juga bisa seingat saya, asalkan pernah berlayar dan mengerti beberapa aspek teknis soal kapal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 366,194 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip